
Pihak polisi air segera membawa jasad Nia, Agung dan Nalendra ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi
Ketika mobil ambulance yang membawa ketiganya masuk rumah sakit, jasad tersebut langsung segera di larikan masuk kesebuah ruangan untuk segera dilakukan autopsi
Om nya Hendri yang melihat brankar melewati mereka langsung berdiri ketika mereka lihat jika brankar yang didorong berisikan Agung
"Apa luka mereka parah?" tanyanya ketika ketiga brankar masuk
"Ketiganya tewas"
Kedua om Hendri dan keempat sepupunya langsung kaget dan kembali terduduk lemas
Tak lama muncul banyak polisi dan juga beberapa orang tegap berseragam biru
"Mereka terpaksa kami tembak komandan, karena mereka melakukan perlawanan" ucap salah satu orang berseragam biru
Om dan sepupu Hendri kembali saling toleh begitu mendengar ucapan pria berseragam biru yang masuk bersama beberapa polisi menyusul tiga brankar tadi
"Apa kita beritahu keluarga sekarang?" tanya salah satu Om Hendri
"Iya pa, biar keluarga om Heru mempersiapkan pemakaman Agung"
Dengan wajah tegang pria paruh baya tersebut menempelkan hp ke telinganya
Dan keluarga yang masih berkumpul di rumah Kakek Hendri walau pagi telah menyingsing langsung heboh begitu mendengar kabar jika Agung dan Nia tewas
Kedua orang tua Agung bahkan sampai jatuh pingsan, sedangkan Khayla dan kedua adiknya yang mengetahui jika papi mereka tertembak kembali menangis ketakutan begitu mendengar jika Agung tewas, mereka takut jika papi mereka juga akan meninggal
Kakek Hendri yang mengetahui jika Agung dan Nia tewas hanya bisa terdiam dan tampak sekali shock
"Papi kami bagaimana oma?" tanya Mutiara sesenggukan, mengadu pada mama Giska
Mama Giska yang juga sejak beberapa hari ini panik kian panik saja karena sampai detik ini suaminya belum memberikan kabar
Seorang sepupu Hendri yang perempuan tampak sedang berbicara di hp dan tak lama kemudian dia bersuara
"Hendri dan Linda di icu, ada Grace yang menunggui mereka berdua di dalam, tadi mas juga bilang jika tadi jantung Hendri sempat berhenti berdenyut sampai akhirnya bisa diselamatkan oleh Grace"
"Papi....." lirih ketiga anak Hendri sambil berpelukan dengan berurai air mata
"Agung dan Nia ditembak polisi karena mereka melakukan perlawanan"
Mama Marisa dan suaminya yang telah sadar kini makin menangis meraung mendengar kenyataan jika Agung mati karena ditembak polisi
Sementara aku yang masih berlinang air mata hanya mampu menatap wajah dokter Grace dengan sendu
__ADS_1
"Kandungan kamu juga baik-baik saja, dia seperti papinya, kuat" ucap dokter Grace sambil mengelus kepalaku
Jika boleh jujur sebenarnya aku tidak mau ada dokter Grace disini, terlebih ketika aku mengingat bagaimana tadi dokter Grace menceburkan dirinya kelaut saat melihat Hendri jatuh kelaut, dan aku juga lihat bagaimana histerisnya dia ketika Hendri tertembak
Dan kali ini dia juga bilang jika dia adalah nafasnya Hendri, apa itu maksudnya, aku benar-benar tidak suka
Tapi apalah artinya aku, aku hanyalah istri kontrak Hendri yang sebentar lagi akan habis masa kontraknya
Aku meringis kesakitan saat aku berusaha menggerakkan bahuku
Dan aku kian meringis ketika aku merasakan sakit pada perutku
"Kamu kenapa?" tanya dokter Grace panik
Aku memejamkan mataku menahan sakit
Grace segera berdiri dan berlari keluar, sepupunya yang melihat Grace berlari panik segera berdiri
"Sepertinya Linda akan melahirkan" ucapnya panik
Dengan cepat beberapa sepupu Hendri naik keatas, kearah ruang icu dimana telah ada papanya Hendri dan Marko yang juga terlihat panik
Grace muncul dengan seorang dokter dan dua perawat
"Kita pindahkan keruang bersalin!"
Tanpa kusangka beliau menarik kepalaku lalu mengecup keningku
"Papa yakin kamu kuat Lin, berusahalah demi Hendri"
Aku tak menjawab melainkan kembali mengerang kesakitan ketika perutku kembali terasa sakit
Dan aku yang dibawa masuk kedalam ruang persalinan hanya terus mengerang terlebih ketika rasanya bayi di dalam perutku makin ingin segera keluar
Dokter Grace mengangkat bahuku, dia terus menyemangati ku bahkan dia juga ikut ngeden ketika aku ngeden
"Kamu kuat Lin, kamu kuat, kamu pasti bisa" ucapnya lagi
Aku yang sudah tersengal hanya bisa mengatur nafasku ketika letih dan sakit bercampur menjadi satu
Hingga satu jam berikutnya bayi yang selama ini ada di dalam perutku keluar
Aku langsung meneteskan air mata ketika bayi tersebut di letakkan di atas dadaku
Dan kembali dokter Grace mengusap kepalaku bahkan mendaratkan kecupan di kening dan kepalaku
__ADS_1
Aku hanya tersenyum kearahnya dengan berlinangan air mata
"Selamat ya Lin, dan anak kalian cowok" ucapnya dengan mata berbinar
Aku hanya menganggukkan kepalaku dengan menangis terharu
Segera Grace keluar saat bayiku dibersihkan dan aku sedang dijahit. Dengan wajah sumringah dia memberitahu papanya jika anak Hendri telah lahir dengan selamat
Papanya Hendri langsung sujud syukur dan memeluk erat seluruh keluarganya
Segera dia menghubungi istrinya untuk menyampaikan kabar gembira ini
Seluruh keluarga yang ada di dalam rumah kakeknya Hendri yang sekarang sedang mempersiapkan penyambutan jenazah Agung tampak terharu
Mereka menangis sedih dan juga menangis bahagia saat mengetahui jika anak Hendri telah lahir.
Aku yang begitu dua jam selesai melahirkan langsung tertidur pulas dan tak ingat apa-apa lagi, yang kulihat sebelum aku tertidur adalah wajah bahagia papanya Hendri dan Grace
Bahkan papanya Hendri kembali mencium keningku dengan sayang dan mengucapkan terima kasih banyak padaku karena aku telah melahirkan garis keturunannya
Entah sudah berapa lama aku tertidur, karena ketika aku bangun kembali gelap yang kulihat yang artinya bahwa sudah kembali malam
"Lin.....?" aku menoleh kearah ujung kakiku dimana ada dokter Grace sedang menggendong anakku
Aku tersenyum getir kearahnya, lalu tanpa terasa air mataku mengalir. Lalu aku mengulurkan tanganku kearah dokter Grace yang segera bangkit mendekat ke arahku
Dokter Grace berjongkok dan mendekat bayi mungilku ke arahku. Aku mencium anakku dengan dalam dan lama, lalu setelahnya aku membuang wajahku, menangis sesenggukan
"Bawa anak itu dokter, jangan perlihatkan lagi padaku"
Grace mengerutkan dahinya mendengar ucapan Linda terlebih ketika dilihatnya Linda menangis pilu
"Ada apa ini?, apa ada yang kau sembunyikan?"
Aku diam
Lalu dokter Grace meletakkan bayiku di sebelahku dan aku kembali memintanya untuk menjauhkan bayi tersebut dari dekatku
"Bilang padaku apa yang terjadi Lin?" desak dokter Grace sambil memegang kuat tanganku
Dengan sesenggukan aku menuruti perintahnya
"Aku menikah kontrak dengan Hendri, dan aku dituntut harus memberikan anak laki-laki padanya, jika aku tidak bisa memberikannya anak laki-laki, maka pernikahan kontrak ini akan terus berlangsung sebelum aku bisa melahirkan anak yang diinginkan Hendri, dan dalam perjanjian kami aku bukan lagi istrinya ketika anak kami lahir, Hendri akan mengambil anak tersebut dan aku akan diberikan uang sebanyak satu milyar dan aku harus pergi dari kehidupan anakku dan juga Hendri"
Grace terduduk lemas di kursi, menatap tak percaya padaku tampak dia berkali-kali menggelengkan kepalanya bahkan kulihat dia mengusap kepalanya dengan keduanya tangannya dan dia terlihat sangat kacau
__ADS_1
"Aku titip anak ini dokter, aku tahu dokter dan Hendri saling mencintai dan aku yakin dokter mau menerima dan merawat anak ini" lanjut ku dengan berusaha sekuat tenaga menahan kepiluan di hatiku
"Apa????!" Grace menjawab cepat dengan ekspresi bengong