
Wajah Hendri begitu sumringah ketika dilihatnya layar komputer yang memperlihatkan anaknya yang menggerakkan jarinya
Genggamannya pada jariku makin erat, dan dapat kulihat jelas pancaran kebahagiaan pada matanya
Untuk kedua kalinya aku melihat senyum merekah di bibirnya dan tak henti-hentinya dia memandang takjub pada layar komputer
"Anak saya sehatkan dokter?"
"Iya, anaknya sehat" jawab dokter sambil terus memutar-mutar alat di atas perutku
"Nah, ini jenis kelaminnya, laki-laki"
Hendri makin sumringah dan refleks mencium keningku
"Air ketubannya juga bagus, dan karena ini masih di minggu ke tiga puluh, jadi bayinya masih berputar-putar posisinya, jika bisa ibunya senam anti sungsang ya?"
Aku mengangguk, sedangkan Hendri memandang tak yakin padaku
"In Syaa Alloh aku bisa" jawabku meyakinkannya
Hendri lalu mengusap kepalaku dan dokter segera mengelap perutku dan Hendri segera membantuku duduk
Sementara aku masih duduk di atas ranjang khusus pemeriksaan, Hendri duduk di depan dokter yang seperti menuliskan sesuatu
"Ini ambil obatnya di apotek, dan ini hasil usg nya" ucap sang dokter memberikan kertas print out hasil usg ke tangan Hendri yang kembali melihat kertas tersebut dengan mata berbinar
"Perkiraannya setidaknya tujuh sampai delapan minggu lagi mbak Linda akan melahirkan, dan anda sebagai suami, harus menjadi suami siaga, selalu siap antar jaga"
Hendri mengangguk cepat
"Pasti dokter, aku tidak akan meninggalkan istriku, aku akan terus menjaganya"
Setelah itu Hendri menjabat hangat tangan dokter lalu mengangkat ku dan mendudukkan ku di kursi roda
Perlahan di dorongnya kursi roda, dan dua pengawal yang sejak tadi berjaga di luar langsung berdiri begitu melihat kami keluar
Keduanya langsung berjalan di belakang kami, dan salah satu diantara mereka langsung berlari ketika kami akan sampai di depan
Segera bodyguard tersebut berjalan cepat kearah mobil yang terparkir dan segera membawa mobil ke dekat kami
Seorang bodyguard yang berdiri di belakang kami segera membukakan pintu mobil, dan kembali dengan sigap Hendri mengangkat tubuhku dan meletakkan ku kedalam mobil
Dan aku segera bergeser ketika Hendri masuk dan duduk di dekatku. Tapi Hendri malah menarik ku ke dekatnya dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke pinggangku
Aku yang kaget hanya menoleh sekilas kearahnya yang tersenyum manis ke arahku
"Lepas, malu...." tolak ku berusaha melepas tangannya
Hendri menggeleng, malah semakin berbuat manis dengan meletakkan dagunya di bahuku
"Antar kami ke mall, aku ingin mengajak anak dan istriku belanja" ucapnya yang dijawab anggukan cepat dari bodyguard yang membawa mobil
Sepanjang jalan Hendri semakin bersikap manis padaku, tangan kirinya yang melingkar di perutku tak hentinya mengelus perut besar ku, sementara tangan kanannya dipakainya untuk meletakkan kepalaku ke dadanya
Mau tak mau aku akhirnya meletakkan kepalaku ke dadanya dan menatap ke depan, dimana sesekali bodyguard melirik kearah kami melalui kaca spion
Dan aku yang sadar semakin malu dan berusaha mengangkat kepalaku
"Kamu bawa mobil yang benar, jangan melirik-lirik" ucap Hendri dingin, sepertinya dia faham mengapa aku tak nyaman
"Baik bos"
Lalu Hendri segera menggenggam tanganku dan meletakkan tangan kami keatas perutku
Dan kami refleks saling toleh ketika perutku menendang lalu kami sama-sama tersenyum, dengan cepat aku membuang wajahku menahan malu
__ADS_1
Sedangkan Hendri segera mencium pelipis ku dengan gemas
"Aku mencintaimu...." bisiknya tepat di telingaku yang membuat bulu kudukku meremang
Aku hanya diam mendengarnya mengucapkan kalimat tersebut, terus saja menatap ke depan, dimana mobil berjalan pelan karena akan berbelok ke arah mall yang berada berseberangan dengan kami
Saat mobil berhenti, dengan sigap kedua bodyguard turun, yang satu membuka bagasi menurunkan kursi rodaku, dan yang satu lagi membukakan pintu untuk Hendri
Dan Hendri yang turun langsung mengulurkan tangannya ke arahku dan aku kembali menggeser dudukku, lalu meraih tangannya. Dan Hendri langsung membungkuk dan langsung mengangkat tubuhku
"Aku berat ya Hen?"
Hendri tersenyum dan menggeleng
"Yang berat itu sayang aku ke kamu"
Aku langsung memukul dadanya dan terkekeh
Dan Hendri ikut terkekeh juga lalu meletakkan aku di kursi roda. Dan bodyguard langsung menutup pintu mobil lalu keduanya langsung berjalan di belakang kami kembali
Hendri dengan gagahnya mendorong kursi rodaku, sedangkan aku menahan malu karena banyak mata memandang kearah kami
Hendri menghentikan kursi rodanya lalu berjalan kearah orang yang menatap kearah kami
Aku yang melihatnya langsung mencium gelagat tak enak, segera aku menyuruh dua bodyguard untuk segera menyusul Hendri
Dan benar saja dugaanku, tepat berada di depan orang-orang yang sejak tadi melihat kearah kami, Hendri langsung menggeram marah
"Lihat apa?, hem...?"
Semua yang ada di sana menunduk bahkan sebagian buru-buru pergi
"Dia istri saya, dan sedang hamil anak saya, itulah mengapa dia duduk di kursi roda, awas jika kalian berpikiran macam-macam tentangnya"
Aku hanya menarik nafas panjang melihat arogannya, sementara dua bodyguard yang berdiri di belakang Hendri telah memasang wajah sangar
Hendri membalik badannya lalu kembali berjalan ke arahku, mengusap kepalaku lalu mencium keningku kembali
Lalu kembali dengan gagahnya dia mendorong kursi rodaku masuk ke pusat perbelanjaan
"Kamu pengen beli apa?" tanyanya
Aku menggeleng, lalu Hendri berjongkok di depanku
"Perempuan itu dimana-mana suka belanja, kamu ambil apa saja yang kamu mau"
Kembali aku menggeleng
"Aku kan tidak bisa kemana-mana lagi, jadi untuk apa aku belanja baju dan yang lainnya?"
Hendri terdiam, lama dia menatap wajahku
"Ini semua gara-gara aku" lirihnya
Aku menarik nafas panjang sambil terus menatap wajahnya yang berubah sedih
"Bagaimana jika kita beli baju bayi saja?" ajak ku mencairkan suasana, karena aku lihat wajah Hendri makin sedih
"Boleh" jawabnya sambil berdiri dan kembali mendorong kursi rodaku
Dua bodyguard yang mengawal kami terus berjalan pelan ketika aku dan Hendri sibuk memilih-milih baju dan pelayan yang juga berada di dekat kami setia mengambilkan apa saja yang ku butuhkan
Hingga akhirnya seluruh keperluan untuk anak kami telah semuanya kami beli, dan saat antri di kasir Hendri kembali berjongkok di depanku
"Kamu tunggu disini, ya?"
__ADS_1
Aku mengangguk, lalu Hendri mengusap kepalaku lagi dan bodyguard yang mendorong troli belanjaan kami mengiring di belakangnya
Saat antri, Hendri terus menoleh ke arahku dan aku membalas dengan menatap dalam padanya
Selesai dengan membayar seluruh belanjaan, kembali dua bodyguard membawa kantong belanjaan, berjalan duluan ke mobil, sedangkan Hendri kembali mendorong pelan kursi rodaku
"Pengen makan apa?" tanyanya
Aku diam
"Kamu pasti ngidam, orang hamil kan selalu begitu"
Aku menggeleng. Dan Hendri menghentikan kursi rodanya, berjongkok di sampingku
"Ngidam apa? katakan saja, aku akan menuruti semuanya"
Aku menggeleng
"Masa selama kamu hamil, kamu nggak ngidam?"
"Semua yang aku inginkan dituruti semua oleh bibi Niluh dan yang lainnya, jadi aku nggak pengen makan apa-apa"
Hendri lalu melihat kearah dua bodyguard kami yang telah kembali dan sekarang sedang berdiri di belakang kami
"Istriku pernah ngidam apa?"
Keduanya saling toleh, dan aku mendongakkan kepalaku kearah Hendri
"Jawab!"
"Anu tuan, nyonya pernah tengah malam ingin makan kacang rebus, jadi saya langsung keliling mencarinya, dan akhirnya dapat, itupun setelah saya bermotor sejauh hampir dua puluh kilo meter" jawab salah satu bodyguard takut-takut
"Yang lain?"
"Pernah juga nyonya ingin makan buah mangga yang langsung dipetik dari pohon, jadi saya pergi ke kompleks perumahan membawa nyonya dengan mobil, dan memanjat buah mangga untuk nyonya"
Hendri lalu kembali berjongkok di depanku, menatap dalam pada mataku
"Hanya itu ngidam kamu?"
Aku menggeleng
"Aku pernah minta bibi Niluh membuatkan aku ayam ingkung"
Hendri tersenyum getir dan hatinya makin tersayat ketika bodyguardnya lebih perhatian ketimbang dirinya
"Ada yang belum kesampaian?" tanyanya lagi
Aku menggeleng
"Sudah semua"
Hendri lalu berdiri, dan kembali mendorong kursi rodaku
"Kita cari makan dulu ya?"
Aku mengangguk, lalu kembali kedua bodyguard membuka bagasi dan pintu mobil, lalu aku kembali di gendong Hendri dan diletakkannya di dalam mobil
Saat Hendri masuk, aku segera merebahkan kepalaku di dadanya
"Capek?"
Aku menggeleng
"Tiba-tiba pengen saja"
__ADS_1
Hendri tersenyum lalu mengusap-usap perutku dengan sayang