Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Pertemuan Keluarga


__ADS_3

Mutiara di rawat selama dua hari di rumah sakit, setelah itu dia sudah dibawa pulang kerumahnya


Untuk kali ini Hendri makin meningkatkan keamanan di rumah maupun di sekolah ketiga anaknya, terlebih karena sekarang ada Nia yang semakin membuatnya tak yakin dengan perempuan itu


"Jaga rumah, jangan pernah biarkan Nia masuk ke rumah ini, awas saja jika perempuan itu bisa masuk, kalian yang akan menanggung akibatnya"


Pak David, pak Puji dan pak Paino mengangguk mengerti


"Jaga makannya Mutiara bik, jangan kasih dia makanan aneh-aneh, pokoknya jika dia pesan makanan dari luar cepat lapor saya"


Bik Ning pun mengangguk, menuruti perintah bos besarnya


Setelah memberikan instruksi untuk para pekerjanya, Hendri masuk kedalam kamar Mutiara dimana gadis itu saat ini sedang tersenyum-senyum menatap layar hpnya


"Sayang, papi berangkat kerja dulu ya?"


Mutiara yang fokus menatap hp langsung menoleh kearah papinya yang tahu-tahu telah duduk manis di sebelahnya


"Kakak sama adek sekolah?"


Hendri mengangguk


"Aku kapan pi?"


"Nanti jika kamu benar-benar pulih"


Mutiara mengangguk sambil segera memeluk papinya, dan Hendri membalasnya dengan mengusap-usap rambutnya


"Tia mulai hari ini nggak boleh pesan makanan dari luar, oke?"


Mutiara mengangguk


"Jika ingin makan apa saja, suruh bik Ning buatkan"


Kembali Mutiara mengangguk. Lalu Hendri mencium kening anak gadisnya dengan sayang, barulah setelah itu Hendri keluar dari dalam kamar gadis tersebut


Hendri segera masuk kedalam mobilnya yang telah disiapkan pak Paino, ketika berada di depan gerbang kembali dia berkata dengan pak David yang ada di pos penjagaan


"Jangan lengah!"


"Siap bos"


Setelah itu barulah Hendri melajukan mobilnya kejalan raya menuju kantornya


Lebih dari setengah jam berikutnya Hendri telah duduk di kursi kebesarannya, lalu Marko masuk


"Ada kabar terbaru bos" ucap Marko sambil menyerahkan hp miliknya pada Hendri


Wajah Hendri tampak merah padam melihat video yang ada di dalam hp Marko


"Kirimkan ke hp saya!"


Marko mengangguk, tak lama ada notifikasi pesan masuk di hp Hendri dan Hendri kembali melihat video tersebut di hpnya


Dan kembali dia menggeleng tak percaya


"Semuanya telah fix?"


"Sudah bos, beres semuanya"


Hendri mengangguk. Kemudian setelah mengucapkan terima kasih kepada Marko, lalu Hendri berusaha fokus bekerja walaupun tentu saja pikirannya jadi terganggu karena video tadi


Jam istirahat kantor, hp Hendri berdering


"Papa?" gumamnya heran karena sudah hampir setahun ini dia tidak pernah berkomunikasi dengan papanya


Paling hanya berkirim pesan dengan sang mama, menanyakan bagaimana keadaan mama dan papanya, itu saja


Tapi tak urung panggilan dari papanya, diangkatnya juga


"Ya pa?, apa kabar?"


"Baik nak, Oh iya Hen, nanti malam kakek mengajak kita semua makan malam"


"Tumben, ada acara apa pa?"

__ADS_1


"Papa juga nggak tahu, tapi kakek ingin semua anak cucunya berkumpul"


"Baiklah pa, akan aku usahakan untuk datang"


"Kamu wajib datang Hen, itu kata kakek"


Hendri diam mendengar ucapan papanya


"Baiklah pa jika itu mau kakek, aku juga sudah lama tidak ketemu kakek dan keluarga besar kita yang lain"


"Nah, benar itu. Mungkin kakek ingin kita berkumpul karena kakek kangen dengan anak cucunya, kamu tahu sendiri kakek sudah uzur, sewajarnya kita yang menemui kakek, bukannya malah kakek yang meminta"


Hendri terkekeh


"Oke, itu aja ya Hen, kamu pasti sedang di kantor kan?"


"Iya pa, sedang istirahat juga kok"


"Selamat bekerja ya nak, sukses terus"


"Aamiin, terima kasih pa, salam buat mama"


"Iya nak..."


Setelah itu panggilan berakhir, Hendri meletakkan hpnya lalu berjalan keluar dari kantor


"Marko, ayo kita makan siang di luar"


"Baik bos"


Marko yang menyetir sedangkan Hendri telah fokus dengan hpnya, Marko hanya melirik ketika dilihatnya sang bos tampak tersenyum ketika meletakkan hp di depan wajahnya


Dan aku yang saat itu sedang duduk berkumpul bersama seluruh penghuni villa di teras belakang langsung menoleh ke hp yang ada di atas meja


"Biar saya saja Nya" ucap seorang asisten, karena kebetulan dia duduk dekat meja


"Tuan besar..." ucapnya dengan senyum menggodaku


Aku menerima hp tersebut, sambil mengelap tanganku yang belepotan bekas sambel rujak


Aku segera menggeser ikon biru keatas dan tampil lah wajah Hendri


Hendri langsung tersenyum sumringah begitu mendengar Linda memanggilnya dengan sebutan mas


"Sedang apa sayang?"


Aku tersenyum, begitu juga dengan kedelapan keluargaku di villa


"Aku sedang....." ucapku langsung menjauhkan hp dan menampakkan seluruh penghuni villa yang langsung melambaikan tangan mereka kearah Hendri


"Halo bos..." sapa mereka


Hendri terkekeh


"Sedang apa kalian?" tanyanya sambil meletakkan hp ke stick holder agar memudahkannya melihat seluruh penghuni villa


"Menemani nyonya merujak" ucap salah satu bodyguard sambil memamerkan piring buah


Aku tersenyum begitu juga yang lain


"Mas lagi dimana?"


"Pak bos sama saya mbak...." jawab Marko yang memiringkan tubuhnya sehingga terlihat jelas oleh ku


Aku langsung menepuk keningku


"Oops, maaf ada mas Marko juga toh?, hai mas Marko apa kabar?"


Wajah Hendri langsung terlihat datar ketika mendengar Linda juga menyebut mas pada Marko, padahal sejak awal memang Linda memanggil mas pada orang kepercayaannya itu


"Sayang, bisa nggak manggil Marko dengan sebutan nama saja?" potong Hendri ketika dilihatnya Marko akan menjawab pertanyaan Linda


"Loh, kenapa mas, nggak sopan nyebut orang dengan nama"


Hendri langsung melengos dan tampak sekali ketidaksukaannya, sedangkan Marko sudah menahan tawa melihat bos nya cemburu

__ADS_1


"Iya mas iya, aku manggilnya abang Marko aja ya, boleh?" tanyaku pelan


Dan kulihat wajah Hendri masih terlihat datar


"Turuti aja mbak, takutnya nanti anaknya ngences" jawab Marko cepat


Dan lengannya langsung ditinju Hendri, dan Marko hanya meringis kesakitan, sedangkan aku terkekeh


"Sayang, nanti malam kakek ngajak kita semua anak cucunya kumpul"


"Oh ya?" tanyaku cukup kaget


"Acara apa mas?"


"Nggak tahu, tapi kata papa, mas wajib datang"


Aku manggut-manggut


"Salam saja buat semuanya ya mas..."


"Termasuk Agung?"


Aku terkekeh, entah mengapa aku merasa ada nada cemburu dalam nada suaranya


"Iya boleh" jawabku


Kulihat wajah Hendri kembali datar, sepertinya dia beneran cemburu, ah Hen, apa kamu lupa jika kita hanya nikah kontrak, batinku sendu


"Mana yang lain tadi?"


Aku kembali memutar hp menjauh agar Hendri bisa melihat kami semua kembali


"Jaga villa baik-baik, turuti semua keinginan istriku"


"Siap bos...." jawab mereka kompak


Sedangkan aku kembali terkekeh


"Merujak ini juga keinginan aku mas, jika tidak, mana mungkin mereka rela makan buah asem-asem" jawabku terkekeh yang diikuti terkekeh juga dari yang lain


"Sudah ya sayang, ini mas sama Marko sudah sampai tempat makan siangnya, kamu jangan lupa makan dan minum susunya, salam sama anak mas, bilang jika papinya sangat menyayanginya"


Aku tersenyum dan seakan mendengar, janin di perutku menendang yang membuatku kaget


"Kenapa?" tanya Hendri cepat ketika dilihatnya aku bergerak kaget


"Anak kamu nakal" jawabku yang disambut Hendri dengan tertawa


...----------------...


Hendri sudah di perjalanan menuju rumah kakeknya, dia sengaja tidak lembur karena malam ini ada acara kumpul keluarga besar di rumah kakeknya


Pada ketiga bodyguard Hendri juga sudah bilang jika malam ini dia pulang terlambat karena harus keluar kota, ke rumah kakeknya yang memang membutuhkan waktu perjalanan setidaknya dua jam lebih.


Sepanjang perjalanan Hendri bertanya-tanya dalam hati, kira-kira ada kepentingan apa sehingga kakeknya mewajibkannya datang


Hendri mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi karena waktu telah menunjukkan pukul tujuh malam lewat, dia tak ingin imejnya sebagai orang yang on time rusak karena dia terlambat datang


Benar tebakan Hendri, di halaman rumah kakeknya yang luas telah berjejer rapih seluruh mobil yang Hendri yakin itu adalah mobil om tante dan sepupu-sepupunya


Tampak di teras suasana lengang, dan Hendri makin bertanya-tanya ketika dirinya masuk ruangan besar yang tadi gaduh mendadak sepi, tak ada satupun yang bersuara


Semua mata langsung tertuju pada Hendri, dan Hendri yang berdiri diambang ruangan besar itu menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan


Kakeknya duduk di tempat biasanya, di kursi kebesarannya, di sebelahnya duduk anak tertua kakeknya beserta istrinya, menyusul secara berurutan anak kedua sampai anak ketujuh, mamanya dan disebelah mamanya duduk papanya


Ruangan besar ini penuh, selain ada om dan tantenya, seluruh sepupunya juga hadir, tapi mereka tidak ada yang membawa suami atau istrinya. Tapi ada satu yang merusak pemandangannya, keberadaan Nia


Wajah Hendri langsung berubah dingin ketika dilihatnya Nia ada di ruangan ini, turut memandang kearahnya dengan dingin


"Akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang...." ucap kakeknya sambil berdiri


Melihat kakeknya berdiri, Hendri segera melangkah maju, dan suara sepatunya di lantai terdengar sangat jelas karena suasana masih hening


Sampai di depan kakeknya Hendri langsung mengulurkan tangan dan membungkukkan sedikit badannya

__ADS_1


Tangan kakeknya terulur tapi bukan kearah tangan Hendri melainkan kearah wajah Hendri


PLAAAKKK....!!!


__ADS_2