
Kedatanganku bersama dokter Grace di villa malam ini rupanya telah dinantikan oleh seluruh penghuni villa
Begitu aku diturunkan supir dan didudukkan di kursi roda, bibi Ni Luh langsung berhamburan berlari ke arahku
Dengan berurai air mata, didekapnya aku dengan erat. Dan aku pun ikut meneteskan air mata ketika membalas dekapannya
Cukup lama kami meluapkan emosi kami sampai akhirnya dokter Grace mendorong masuk kursi rodaku
Dibawanya aku masuk kearah meja makan, dan dengan sigap bibi Ni Luh mengambilkan makan untukku
Niat dokter Grace yang ingin menyuapiku ku tolak ketika hpnya berdering
"Ya Hen?, iya kami baru sampai" ucap dokter Grace sambil melirik ke arahku yang mulai menyuap
Aku kembali menggeleng ketika bibi Ni Luh memaksa ingin menyuapiku
Setelah selesai obrolannya dengan Hendri dokter Grace kembali duduk di depanku, menatapku dengan dalam
"Hendri bilang, dua minggu lagi dia akan kesini"
Aku diam saja mendengar ucapan dokter Grace, terus mengunyah makanan tanpa sedikitpun merasa jika makanan itu enak
Tiga suapan cukuplah untukku, setelah itu aku mendorong piring, mengambil gelas lalu minum sedikit, kemudian aku memutar kursi roda menjalankannya menuju kamar, tempat biasa aku jika berada di villa ini
Kembali aku kesulitan ketika akan naik keranjang, lebih sulit ketimbang kemarin ketika kakiku patah
Aku berusaha sekuat tenaga ku menyeret tubuhku agar bisa bersandar di sandaran ranjang
Menatap kearah kaki kiriku yang kembali terpasang gips. Dadaku berdenyut hebat dan kembali air mata berhamburan keluar dari mataku
Awalnya aku hanya menangis terisak, tapi lama kelamaan tangisku kian kencang dan aku berteriak kencang dengan memaki-maki Agung dan Hendri
"Suatu hari aku akan membunuh kalian berdua!!!" teriakku
Dokter Grace dan bibi Ni Luh yang mendengar teriakan tangis Linda hanya bisa menarik nafas dalam, bahkan air mata bibi Ni Luh kembali mengalir
...----------------...
Rutinitas bibi Ni Luh tiap hari kembali seperti dulu, membawaku berjalan-jalan dan aku akan betah duduk di taman hingga siang
Karena keterbatasan ku sekarang, aku tak lebih dari seorang bayi yang tak bisa apa-apa. Bahkan untuk ke toilet saja aku butuh bantuan bibi Ni Luh
Dan hari ini, saat aku akan dibawa jalan-jalan keluar oleh bibi Ni Luh, dokter Grace memanggil kami
Bibi Ni Luh menghentikan laju kursi roda yang telah sampai teras, berjongkok di depanku, menatapku dengan dalam
"Aku harus pulang ke Jerman hari ini" lirihnya
Aku diam dan membalas tatapan matanya dengan sendu
"Cutiku telah habis, dan aku harus kembali ke negara asal tempatku mengabdi" lanjut nya
__ADS_1
"Tapi aku janji, aku akan selalu memantau perkembangan mu, aku akan selalu meminta pada seluruh penghuni villa ini untuk menjaga dan melaporkan perkembanganmu padaku"
"Aku akan konsultasi dengan dokter ortopedi terbaik di Jerman untuk penyembuhan mu Lin"
Aku menggeleng
"Kenapa?, apa kamu tidak sembuh seperti dulu?"
Aku kembali menggeleng
"Jangan seperti itu Lin, kamu harus semangat, kamu harus yakin jika kamu akan sembuh"
Dan lagi-lagi aku menggeleng. Dokter Grace menggenggam erat tanganku
"Aku tidak ingin sembuh" lirihku
Dokter Grace makin dalam menatap wajahku. Sejak kejadian di rumah sakit dekat resort kemarin baru inilah aku mengeluarkan suaraku kembali
"Kenapa Lin?, kenapa kamu tidak ingin sembuh?"
Aku kembali menggeleng
"Jangan putus asa Lin"
"Aku lebih baik cacat seumur hidupku dokter, agar Hendri berhenti menyiksaku"
Dokter Grace langsung mendekap ku begitu aku berkata demikian
Dan kurasakan Bibi Ni Luh mengusap pundakku
"Maafkan aku Linda yang tak bisa berbuat apa-apa untukmu"
Aku mengangguk, lalu kembali dokter Grace mendekap ku dan mengusap punggungku
Lalu seorang pengawal Hendri mendekat kearah kami, menarik koper dokter Grace dan membawanya masuk kedalam mobil
"Jaga kesehatan ya Lin, aku yakin kamu wanita kuat"
Aku mengangguk dan menatap kepergian dokter Grace yang melangkah masuk kedalam mobil, melambaikan tangannya lalu mobil segera berjalan meninggalkan villa
Aku lalu mendongak kearah bi Ni Luh yang masih menatap kosong ke depan dimana mobil yang membawa dokter Grace telah hilang
"Jadi jalan-jalannya?"
Aku mengangguk. Lalu bibi Ni Luh kembali mendorong kursi rodaku, dan aku akan terus disini sendirian sampai akhirnya siang nanti bibi Ni Luh membawaku masuk kembali
Dan Hendri yang mengetahui jika Grace telah kembali ke Jerman, setiap hari meminta bibi Ni Luh untuk mengiriminya video apa saja yang dilakukan Linda
Dan hatinya kian trenyuh karena video yang dikirimkan bibi Ni Luh tidak ada bedanya setiap hari
Hanya video Linda yang menatap kosong, tidak pernah berkata sedikitpun kecuali menggeleng dan mengangguk, dan teriakan kencang Linda yang menangis di dalam kamar
__ADS_1
"Kasihan nyonya, tuan. Bibi tidak tega melihatnya"
Hendri akan menarik nafas panjang tiap kali melihat video yang dikirimkan bibi Ni Luh, terlebih ketika mendengar teriakan histeris Linda
...----------------...
Seminggu ini aku tidak pernah mau diajak keluar jika pagi-pagi oleh bibi Ni Luh, aku akan memilih terus berada di kamar sampai siang
Badanku rasanya sangat lesu dan aku maunya hanya tidur, jadi setiap pagi sampai siang aku akan bermalas-malasan di kamar atau bahkan tidur kembali
Sebagai wanita yang pernah tiga kali hamil tentulah aku merasakan perubahan pada mood ku ini
Dengan sedikit khawatir aku berfikir kapan terakhir kali aku datang bulan, dan semakin yakin jika aku sudah hampir satu bulan tidak datang bulan atau telat datang bulan
Setelah merasa lesu di badanku berkurang, aku berusaha duduk di kursi roda dan keluar menemui bibi Ni Luh
"Bi...." lirihku pelan
Bibi Ni Luh yang saat itu sedang bersantai di depan tivi refleks menoleh dan berdiri ke arahku
"Ya nyonya?"
"Belikan aku test pack"
Beliau mengangguk cepat lalu segera keluar, dan tak lama terdengar deru mobil menjauh dari villa
Aku yang berada di ruang tivi, akhirnya memilih menonton, dan gantian asisten lain yang menemaniku
"Makan ya nyonya" bujuknya sambil mengarahkan sendok ke mulutku
Aku membuka mulutku dan dengan telaten, wanita muda itu menyuapiku
Sambil menonton, perempuan tadi mengajakku mengobrol, mungkin beliau mengajakku berinteraksi agar aku tidak murung lagi
Tapi usahanya hanya aku jawab dengan menggeleng dan mengangguk.
Hingga sekitar setengah jam berikutnya bibi Ni Luh pulang dan langsung menghampiriku
"Kita mandi ya nya?"
Aku mengangguk, lalu beliau membawaku kembali ke kamar dan memandikanku
Selesai mandi, barulah aku diajaknya jalan-jalan di taman, menemaniku duduk bahkan mengambilkan buah untukku, mencucinya lalu memberikannya padaku
Barulah setelah sore kami masuk kembali kedalam villa, dan kembali dengan telaten bibi Ni Luh memandikanku, membawaku ke depan ruang tivi, menonton bersama dan ketika malam kami akan makan malam bersama seperti biasanya
Jam sembilan malam bibi Ni Luh akan membawaku masuk ke kamar, dan aku akan berusaha memejamkan mataku sekuat tenagaku, walau aku akan tertidur setelah lewat tengah malam karena sepanjang malam akan ku isi dengan menangisi kemalanganku
Dan pagi ini aku kembali terbangun dengan sebuah kenyataan bahwa aku adalah wanita lumpuh yang tak bisa apa-apa
Kembali aku menelepon bibi Ni Luh memintanya membawaku ke kamar mandi.
__ADS_1
Aku sengaja membawa test pack yang kemarin dibeli beliau, dan membuka isinya, mencelupkan kedalam air seni yang tadi sempat ku tampung, menunggu semenit dan hasilnya langsung membuatku memejamkan mata dan menarik nafas panjang
Di sana tertera dua garis merah yang terang, yang jelas menyatakan jika aku positif hamil