
Mike yang sedang mengobrol dengan lelaki yang tadi menyewakan jet ski padanya segera berlari masuk kembali kearah kamar mandi ketika didengarnya suara teriakan
Dan Hendri yang terus menekan kuat kakiku tak menghiraukan bagaimana tersiksanya aku
"Arrrggghhhh....., tolooonggg" teriakku sekuat yang ku bisa
"Linda?, Linda? what happened?" suara gedoran di pintu terdengar kencang
"Mike, help me....." rintih ku karena Hendri sekarang beralih menjambak rambutku lagi
"Kak?, kakak?" terdengar olehku ada suara orang lain selain Mike
Air mataku yang telah mengalir deras tak mampu meluluh kerasnya hati Hendri
"Linda?!" teriak Mike
Hendri yang masih dikuasai amarah tak memperdulikan suara gedoran di pintu
Bahkan ketika didengarnya Mike berteriak panik, emosinya kian memuncak
"Perhatian sekali bule itu sama kamu, ya?" ucapnya dingin tanpa melepaskan jambakannya
Aku telah memejamkan mataku saking sakitnya kepalaku akibat jambakan Hendri
"Please Hen, aku minta maaf...." mohon ku
"Aaarrrgghhh...." aku kembali berteriak ketika Hendri kembali menekan kakiku, dan kali ini aku terjatuh di lantai
Dengan santainya Hendri menginjak kakiku yang belum terlalu sembuh hingga kembali membuatku melolong kesakitan
"Aaaarrrggghhhh..."
BRAAAKKKK!!!!
Pintu kamar mandi terbuka lebar dengan engsel pintu yang lepas, bahkan sebagian pintunya hancur
Mike berserta dua orang lelaki menerobos masuk, bahkan Mike segera melayangkan tinju ke wajah Hendri yang membuatnya terhuyung
Dua orang lelaki yang masuk bersama Mike, sekarang membantuku berdiri dan kembali membuatku berteriak tertahan karena kakiku tak bisa diajak berdiri
Aku segera menjatuhkan tubuhku lagi karena kakiku sangat sakit
Mike segera berjongkok menolongku, tapi langsung ku tahan tangannya
"Don't touch me, please!"
Tangan Mike yang telah siap memegang kakiku terhenti. Dan Hendri yang melihat kesempatan untuk membalas Mike segera mengambil balok yang tadi dilempar Mike bekas dia mendobrak pintu
"Mike awas.....! teriakku mendorongnya
BUGGGHHHH....
"Aaaarrrrgggghhh...." kali ini aku berteriak sangat kencang
Balok yang akan dipukulkan Hendri ke kepala Mike tepat mengenai kaki kiriku lagi
__ADS_1
"Linda.....!!!! Mike berteriak keras
Tapi hanya lamat terdengar oleh telingaku dan rasanya suara itu begitu jauh, jauhhhhh sekali
"Linda...., wake up, Linda....!"
Hendri membelalakkan matanya dan tubuh besarnya langsung limbung
Dua pria yang tadi tak sempat menghentikan gerakan Hendri saat ini segera membantu Mike mengangkat tubuh Linda yang sudah tak sadarkan diri
Wajah Mike memerah memandang kearah Hendri yang terduduk di lantai kamar mandi
Dan dua orang lelaki yang lain segera memegang pundak Mike untuk memberinya kode agar membawa Linda pergi dari tempat itu
Saat Mike keluar dari kamar mandi, ternyata tempat penyewaan jet ski itu telah ramai dengan orang-orang yang penasaran dengan apa yang terjadi di tempat itu
"She has gone?" tanya orang kepada Mike yang tak memperdulikan pertanyaan mereka melainkan terus membawa Linda berjalan setengah berlari
"Apa yang terjadi?"
"What happened with her?"
"Siapa pelakunya?"
Dua pria yang keluar bersama Mike tadi sama diamnya seperti Mike, dan wajah mereka sedikit shock dan tegang
Bibi Ni Luh dan tiga rekan kerjanya langsung menutup mulut mereka ketika mereka lihat wajah Linda yang terkulai saat digendong Mike
"Calling ambulance!" teriak Mike panik
Ternyata resort ini menyediakan mobil jika ada tamu mereka yang mengalami masalah urgent, jadi tak perlu menunggu ambulance datang, pihak resort langsung melarikan Linda ke rumah sakit terdekat
"Bertahanlah Linda, aku akan bawa kamu ke rumah sakit" gumam Mike tanpa menurunkan Linda dari gendongannya
Mobil yang membawa Linda dan Mike melaju kencang ke rumah sakit terdekat dan langsung berhenti ketika telah sampai di rumah sakit tersebut
"Help me!" teriak Mike yang membuat pekerja medis berlari cepat mendorong brankar
"Please, save her" ucap Mike ketika dokter akan menutup pintu ruang icu
Mike berjalan mondar mandir dengan gelisah di depan pintu icu sambil terus menoleh kearah pintu berharap jika dokter segera keluar dan memberitahu keadaan Linda
...----------------...
Sementara di Heaven Resort, Hendri yang shock melihat Linda tak sadar akibat ulahnya hanya bisa terduduk lemas di lantai kamar mandi, sampai akhirnya pihak keamanan resort menggelandangnya menuju pos mereka
Dua bodyguard yang mengetahui jika bos mereka dibawa keruang keamanan segera menyusul dan menjelaskan jika Hendri tidak akan mungkin melakukan tindakan tersebut kepada istrinya sendiri
Hendri sedikitpun tidak membela diri, dia hanya terdiam dicerca banyak pertanyaan oleh pihak keamanan, bahkan ketika polisi datang, Hendri masih tetap diam dan menurut ketika dibawa kekantor polisi
Bibi Ni Luh dan temannya yang lain menangis ketika melihat Hendri digelandang polisi masuk kedalam mobil
Dan suasana resort yang semula aman damai sentosa, karena incident siang ini jadi kurang nyaman dan kondusif
Yang biasanya jika siang pantai dan tempat rekreasi akan ramai, kali ini tamu resort lebih memilih bersantai di gazebo-gazebo bahkan duduk santai di rumput
__ADS_1
Dua bodyguard kepercayaan Hendri tidak tinggal diam, mereka mengikuti mobil polisi yang membawa bos mereka hingga sampai ke kantor polisi
Kembali setibanya di kantor polisi Hendri dicerca banyak pertanyaan, dan Hendri menjawab dengan kacau karena hati dan pikirannya tidak sinkron
"Tolong jangan tahan saya pak, saya mau lihat bagaimana keadaan istri saya saat ini"
Pihak kepolisian dengan tegas menolak permohonan Hendri dan tetap akan menahan Hendri karena telah melakukan penganiayaan berat kepada seseorang
"Tahan saya sebagai jaminannya pak" seorang bodyguard yang setia pada Hendri menyerahkan dirinya dengan ikhlas
Kembali Hendri memohon, bahkan kali ini sampai mengeluarkan barang berharga dalam dompetnya sebagai jaminan
"Ini black card saya, bapak pegang ini, dan ini kartu identitas saya, disini bapak tahu dengan jelas alamat saya dimana, pekerjaan saya apa, dan ini bapak juga pegang, kartu member perusahaan dunia, agar bapak yakin jika saya adalah seorang CEO perusahaan besar Indonesia"
Polisi yang sedang menginterogasi Hendri tampak membaca semua kartu yang diberikan Hendri lalu beralih kearah bodyguard yang tadi menawarkan dirinya sebagai jaminan
"Baiklah, semua kartu ini kami tahan, dan anda silahkan ikut kami masuk kedalam, dan anda tuan Hendri Malengka, kami beri waktu 24 jam setelah itu anda kembali lagi ke kantor ini, kita lanjutkan penyidikan"
Hendri menganggukkan kepalanya dan menepuk pundak bodyguard yang akan menggantikan posisinya di dalam sel
Lalu setelahnya berjalan cepat bersama bodyguard satunya lagi, dan langsung melesat menuju rumah sakit
"Kamu tahu rumah sakitnya?"
"Iya tuan, rumah sakit terdekat dari resort adalah rumah sakit yang tidak jauh dari kantor polisi ini"
"Jika begitu, lebih cepat lagi!"
bodyguard tersebut langsung melajukan motor besarnya dengan ngebut
Dan ketika sampai di rumah sakit, segera dia bertanya di bagian administrasi yang langsung memberitahu jika pasien yang baru masuk dari Heaven Resort saat ini sedang ditangani di ruang icu karena sampai sekarang belum sadar
Hendri setengah berlari berjalan kearah ruang icu, dan kembali rahangnya mengeras ketika dilihatnya Mike berjalan mondar mandir di depan ruang icu
"Why you in here?, go away!!" bentak Mike sambil mendorong keras dada Hendri
Bodyguard yang datang bersama Hendri segera menangkap tangan Mike dan mencengkeramnya dengan kencang
Mike mendengus dengan menarik kasar tangannya sedangkan Hendri berjalan kearah jendela dan berusaha mengintip kedalam
Dilihatnya bagaimana dokter dan perawat berjibaku menolong Linda
Dadanya berdenyut hebat ketika dilihatnya Linda tak bergerak sedikitpun bahkan di kakinya yang tadi terkena pukulan terus mengalir darah segar
Tubuh Hendri kembali limbung dan segera ditangkap bodyguardnya ketika dia nyaris terjatuh
Mike yang melihat hanya tersenyum sinis dan kembali mendengus kesal
Hendri didudukkan di kursi tunggu dengan wajah frustasi dan berkali-kali menutup wajahnya
Sampai akhirnya setelah menunggu berjam-jam, seorang dokter keluar
"Siapa keluarga pasien di sini?"
"I am doctor!" ucap Mike cepat
__ADS_1
"Tidak dokter, saya suaminya"
Mike yang telah berdiri, menoleh cepat kearah Hendri yang telah berjalan cepat kearah pintu dimana dokter berdiri menantinya