
Aku melihat dengan jelas helikopter yang terbang tak jauh dari speed boat yang saat ini membawaku
Helikopter tersebut semakin mendekat dan aku lihat Nalendra semakin melajukan speed boat dengan kencang
"Kepada yang terhormat penumpang speed boat yang ada di bawah kami, kami perintahkan pada anda untuk menepi"
Nalendra tak mengindahkan suara peringatan dari pengeras suara yang aku lihat diucapkan oleh seorang polisi air berseragam biru
Sekali lagi polisi tersebut memberikan peringatan, tetapi kembali Nalendra tak mengindahkan, dia terus melajukan speed boat dengan kecepatan tinggi
Sementara Agung yang saat ini telah mengacungkan pistol kearah atas tampak siaga, begitu juga dengan Nia, mereka berdua sama-sama mengacungkan pistol kearah helikopter tersebut
Sedangkan aku yang telah kembali terikat diletakkan Agung dipinggir. Bergantian Agung mengacungkan pistol ke arahku terkadang kearah helikopter
Di Kejauhan aku juga melihat seperti ada benda bergerak dan semakin lama semakin jelas
"Brengsek!!!!" geram Agung
"Sayang cepat!!!" teriak Nia
Kulihat Nalendra tampak gugup, dan speed boat makin berguncang-guncang keras
Aku telah memejamkan mataku dan menahan perutku dengan menekannya pelan ke paha agar janinku tidak kenapa-napa
Dan benar, sekarang tak kurang dari satu kilo meter di belakang kami ada jet ski. Dan aku yang menoleh kebelakang merasa cukup lega, karena aku yakin jika itu adalah Hendri, pasti itu dia, aku sangat yakin
Semakin lama jet ski itu semakin mendekat dan sekarang aku bisa melihat jelas berapa jumlah orang yang ada di jet ski tersebut
"Grace?, Hendri?" batinku
Aku yang semula merasa bahagia karena ada yang akan menyelamatkanku begitu melihat Hendri memeluk pinggang Grace, mendadak jantungku berdenyut sakit
Aku membuang mukaku, tak memperdulikan bagaimana jet ski yang dikemudikan Grace sekarang berada di belakang kami
"Mengapa selalu ada dokter itu" batinku yang langsung meneteskan air mata
Kembali helikopter di atas kami memberikan peringatan, dan kali ini mungkin karena merasa terdesak Agung segera menarik ku
Dan akhirnya jet ski yang dikemudikan Grace benar-benar telah berada di samping speed boat yang membawaku
Dan Hendri berteriak kencang meminta Agung menghentikan aksinya yang saat ini menempelkan pistol di pelipis ku
Aku hanya bisa bergumam tak jelas dengan terus menggerakkan bahuku karena Agung mencengkeramnya kuat.
Sementara Nia masih di posisinya tadi, mengarahkan pistol ke segala arah
Perlahan namun pasti jet ski yang menyusul dibelakang mulai mengepung speed boat. Dan Nalendra yang tak bisa lagi lewat menghentikan speed boat tersebut
Kulihat Hendri segera melompat masuk kedalam speed boat, dan tampak dia terjatuh lalu dengan cepat dia bangun
"Agung stop, jangan lakukan hal bodoh, kamu lihat sendirikan di atas ada polisi yang siap menembak mu kapan saja" ucap Hendri sambil berusaha memegang tangan Agung yang saat ini sedang memegang pistol
"Kamu tetap di sana Hen, jika tidak kepala istrimu meledak!!!" geram Agung
Aku yang sudah mati ketakutan hanya bisa memejamkan mataku yang telah basah oleh air mata
"Cepat kamu suruh semuanya minggir jika ingin istri dan anakmu selamat!!!" bentak Nia yang mengarahkan pistol kearah Hendri
"Nia..... sekali kau menyakiti Hendri, aku bersumpah, tanganku sendiri yang akan menembak mu!!!"
__ADS_1
Aku dengan takut-takut membuka mataku begitu mendengar teriakan Grace
Kulihat Grace juga tengah mengarahkan pistol kearah Nia
"Cepat suruh mereka pergi!!" teriak Agung
Hendri bergeming, dia tampak menoleh ke arahku, lalu kearah seluruh yang ada di atas jet ski lalu dia mendongak keatas
Sebuah jet ski bergerak mendekat, dan secepat kilat Agung mengarahkan pistol kearah jet ski tersebut
"Mike....." batinku
Kulihat Mike menatap ke arahku dengan mengangkat lima jarinya dan terus-terusan menggerakkannya lalu mulutnya seperti mengucapkan sebuah kata, yang kalau aku tidak salah kata calm down
Dengan geram Agung menarik pelatuk yang membuat Hendri berteriak kencang
"Agung...... Jangaaannnnnn!!!!!
Agung tersenyum sinis, lalu dia yang tadi merengkuh pundakku sekarang dengan santai di lepasnya yang membuatku langsung limbung dan jatuh terjengkang kebelakang
"Lindaaaa!!!!"
Entah suara siapa saja yang saat itu berteriak karena aku dengar ada banyak suara yang berteriak
Aku yang terjengkang kesakitan berusaha memiringkan posisiku, dan dapat kulihat jika Hendri sedang kalap menyerang Agung
Pistol yang ada di tangan Agung terlepas, kulihat beberapa lelaki melompat naik keatas speed boat dan disaat yang bersamaan Nia berlari ke arahku, mendudukkan ku dengan paksa
"Hendri, berhenti!!!!"
"Hendri!!!!"
Aku memejamkan mataku ketika letusan pistol terdengar kuat, hening tak ada lagi keributan, yang ada hanya suara baling-baling helikopter yang menggoyangkan jet ski dan speed boat serta rambut dan pakaian kami yang ada di bawah
"Jika kamu tak mau menuruti perintah kami, aku tidak akan main-main kali ini, aku akan benar-benar membunuh istrimu!!!" teriak Nia
Hendri yang saat itu sedang duduk di atas perut Agung dan sedang memukul Agung dengan kalap menghentikan pukulannya
Tangannya yang mengayun di udara di hempasnya dengan kesal
"Lepaskan istriku Nia, sudah aku bilang musuh kalian aku, bukan istri dan anakku"
Nalendra yang saat itu dipukuli Marko dan beberapa preman tampak mengerang kesakitan, dan tubuhnya ambruk di lantai.
"Suruh seluruh anak buahmu membuang senjata mereka kelaut!!!"
"Tolong semuanya, turuti perintah wanita licik ini" ucap Agung
Marko menggeleng, begitu pula dengan beberapa preman, sementara di atas, polisi terus memberikan himbauannya
"Suruh mereka juga pergi!!!" teriak Nia kearah atas
Hendri menggeleng
Lalu Nia menekan pistol ke pelipis ku kembali, dan aku kembali memejamkan mataku
"Katakan apa maumu Nia?" teriak Hendri sambil bangkit dari atas perut Agung dan Agung yang kesakitan hanya bisa menepis kasar tangan Hendri
"Keinginan saya simpel, saya ingin seluruh harta kamu, seluruhnya, tanpa terkecuali, termasuk rumah juga"
__ADS_1
Hendri tertawa menyeringai mendengar permintaan gila Nia, sementara Grace yang masih di atas jet ski tampak tertawa terbahak
"Kamu jual diri kamu saja Nia jika ingin kaya tanpa bekerja!!" teriak Grace
"Tutup mulut kamu Grace, kali ini aku tidak akan main-main, aku serius. Aku tidak akan segan-segan membunuh Linda dan anak yang ada di perutnya"
Aku kembali memejamkan mataku ketika kurasakan pelipis ku kembali ditempel pistol
"Kamu lihat sendirikan Linda, ternyata Hendri tidak benar-benar mencintaimu, dia lebih sayang dengan harta bendanya dibanding dirimu dan juga anak yang ada di perutmu!!!" teriak Nia lantang
Dan Agung yang telah berdiri, berjalan kearah Marko dan para preman, dengan berani Agung menampar keempat pria itu lalu mendorong bahu Marko yang menatap marah padanya
"Tembak saja wanita itu Nia, jika kamu tidak mau biar aku yang menembaknya" ucap Agung yang berjalan ke arahku
Nia minggir, lalu Agung dengan cepat menarik keras rambutku
"Aguuungggg!!!!" teriak Hendri kencang
Agung tertawa menyeringai dan aku yang mendongakkan kepalaku hanya bisa memejamkan mataku menahan sakit
Lalu Agung melepas jambakannya, kemudian menarik kasar lakban yang menutupi mulutku
"Kamu lihat!, lihat lelaki yang berdiri di sana, lihat!!!!" teriak Agung sambil mencengkeram kuat daguku
Kulihat jelas bagaimana tangan Hendri mengepal keras dan tubuhnya menggigil kuat, aku sangat yakin saat itu Hendri sedang menahan amarahnya
"Buang senjata kalian!!!" bentak Nalendra yang telah berdiri dengan memegangi perutnya
Seorang preman melotot kan matanya kearah Nalendra yang dibalas Nalendra dengan tepukan di wajah preman tersebut
"Agung, akan ku patahkan tanganmu!!!!" teriak Hendri kencang
"Yakin?" ucap Agung yang kembali menempelkan pistol, kali ini dia menempelkan tepat dibelakang kepalaku
"Oke, aku serahkan semua hartaku pada kalian!!!" teriak Hendri cepat
Aku menggeleng
"Jangan mas...." rintih ku
Hendri menggeleng
"Kamu jauh lebih berharga dari seluruh dunia ini Lin...."
Tesssss
Kembali air mataku jatuh berderai mendengar ucapannya
"Baik jika begitu, tapi dengan syarat" ucap Nia menggantung dan itu membuat Grace semakin memandang benci pada perempuan itu
"Apa syaratnya, semuanya akan aku turuti!" jawab Hendri cepat
"Suruh yang di atas pergi!!"
"Oke, baik"
Lalu Hendri melambaikan kedua tangannya kearah atas memberi kode pada para polisi tersebut untuk pergi
Lalu Hendri juga memberi kode dengan kedua jempol tangannya, yang membuat yang ada di atas juga memberikan jempol mereka lalu pelan namun pasti helikopter tersebut berputar sebentar lalu terbang menjauh
__ADS_1
Dan aku yang melihat helikopter tersebut pergi menjadi khawatir dengan keselamatan kami semua