Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Bukti


__ADS_3

Kakek Hendri masih terus menatap Grace dan Hendri tanpa bersuara sedikitpun


Anak tertua beliau langsung berdiri dan mengusap-usap punggung beliau agar nafas beliau yang sesak kembali normal


"Lihat jari aku kek, lihat!!!!" kembali Grace berteriak


"Kakek apakan jari Hendri sampai jari aku memerah seperti ini?, kakek memaksa merebut cincin kakek buyut, iya?" Grace tertawa menyeringai


"Kalian tanya sama Hendri pernah tidak dia kesakitan tiba-tiba seperti aku?, pasti tidak pernah, karena aku di Jerman sangat disayang dengan orang tuaku, tidak seperti Hendri disini, dia selalu kalian sakiti, bahkan hidupnya penuh beban"


"Jangan pernah kakek mengingkari keberadaan aku, walau aku tahu kakek tidak pernah menganggap aku cucu kakek"


Hendri dengan cepat menarik Grace, memeluknya dengan erat


"Jangan pikirkan mereka yang tidak menganggap mu Grace, karena memang hanya kita yang memiliki ikatan batin, bukan mereka"


"Tapi kami menyayangimu Grace..." mama Giska cepat menjawab


"Jika mama menyayangiku, mama tidak akan memberikanku pada uncle Bram, dan memisahkan kami berdua..."


"Mama terpaksa nak..."


Kembali Grace tertawa menyeringai


"Mama terlalu menuruti kata kakek tanpa memperdulikan bagaimana psikis aku...."


Hendri mengusap wajahnya, hatinya kembali merasakan kesedihan mendalam


Kenangan puluhan tahun lalu ketika dia dipisahkan dari Grace kembali melintas di matanya


"Mama jangan suruh uncle bawa Grace.... Grace......"


"Uncle....aku nggak mau jauh dari Hendri, Hendri tolong aku....."


Hendri mendongakkan wajahnya menahan air mata yang kembali deras mengalir


"Grace, kamu keluar dulu ya, nanti selesai ini kita bicara lagi" ucap Hendri kembali mengusap kasar wajahnya yang basah oleh air mata


Grace menggeleng


"Nanti masalah ini kita bahas, sekarang kakek ingin membahas masalah pribadiku, jadi tolong kamu tenang, jangan emosi lagi"


Kembali Grace menggeleng


"Sudah aku bilang, tidak ada yang boleh memarahi kamu Hen!!!"


Hendri menarik nafas panjangnya mendengar Grace masih terus berteriak


"Harusnya yang kakek marahi itu Agung!!!" tunjuk Grace dengan mata menyala kearah Agung yang dengan cepat menundukkan kepalanya


Kakek Hendri ikut melihat kearah Agung


"Dan satu lagi, perempuan yang seharusnya tidak ada di ruangan ini karena dia bukan bagian keluarga besar kita" tunjuk Grace berpindah kearah Nia yang sejak tadi duduk gelisah

__ADS_1


Dengan cepat Grace berjalan kearah Nia, dan wajah Nia yang menegang hanya mampu menatap Grace tanpa berkedip


Grace tersenyum sinis ketika dia berdiri di depan Nia


"Kamu sudah siap dengan show kita malam ini baby????!"


Wajah Nia kian menegang dan Grace makin tersenyum penuh kemenangan


"Home teater di rumah kakek masih berfungsi kan?"


Semua makin penasaran dengan omongan Grace


"Kamu mau apa?!" teriak kakek Hendri


"Menunjukkan bukti pada kalian semua bahwa Hendri tidak bersalah"


jawab Grace sambil berjalan kearah ruang home teater di rumah kakeknya


Dengan cepat Grace menyalakan home teater, setelah menyala dengan cepat Grace kembali keruang besar tadi


"Semuanya masuk kesana!"


Semuanya menurut tanpa ada yang membantah, dan Agung bersama Nia masih duduk di tempat mereka


"Kalian masuk, atau aku pecahkan kepala kalian?" ucap Grace mengacungkan pistol kearah keduanya


Dengan wajah tegang, Agung dan Nia menurut, keduanya bangkit dan ikut berjalan masuk


Ruangan seluas 4x6 itu penuh dengan anak cucu kakek Hendri, dan kakek Hendri duduk paling depan, sementara yang lain ada yang duduk di dekat kakek Hendri, ada yang dilantai bahkan ada yang kebagian paling belakang


Grace sengaja berdiri di depan, dia ingin melihat bagaimana reaksi orang-orang saat video diputar


Wajah pertama yang muncul adalah wajah Agung.


Dan Agung yang sejak tadi sudah deg-degan makin memucat, terlebih ketika di video tampil dia sedang bermain judi dengan dikelilingi wanita berpakaian minim


Mata kakek Hendri langsung melirik tajam kearah Agung begitupun dengan kedua orang tua Agung


Selain video dia bermain judi, di sana tampil pula bagaimana Agung sering membawa berganti-ganti wanita setiap malam kesebuah hotel bahkan ke kantornya


Mama Marisa, mamanya Agung sampai melengos, membuang wajahnya ketika melihat kelakuan buruk anak kebanggaannya


"Dan ini bukti kejahatan terbesar Agung" ucap Grace santai


Dan wajah Agung kian memucat ketika melihat video itu, dia ingat dengan jelas, itu adalah saat dia kalah berjudi dan dia menjadikan istrinya sebagai taruhan


Terlihat dengan jelas bagaimana lawan-lawan judi Agung bersorak dengan kemenangan mereka


"Berapa milyar kau kalah judi saat itu Agung sampai kau menjadikan Linda sebagai taruhan terakhirmu?" tanya Grace


Agung diam tak menjawab


"Dan ini satu lagi bukti Agung berniat menjual istrinya"

__ADS_1


Terlihat bagaimana kolega dan investor datang kekantor Agung dan marah-marah.


"Dan kakek masih menyalahkan Hendri mengapa Hendri menikahi Linda?"


"Karena ini kek..."


Terlihat bagaimana Hendri datang dan melayangkan tinjunya kearah Agung saat dia kalah di meja judi, terlihat jelas bagaimana saat itu Hendri memberi para lawan Agung cek agar mereka tidak meniduri Linda


Juga bagaimana kembali Hendri datang kekantor Agung dan kembali memberikan cek kepada para investor agar mereka pergi dari sana


"Dan terakhir Agung berniat menjual Linda kepada investor asing, agar investor tersebut mau menyelamatkan perusahaan Agung yang telah bangkrut, tapi akhirnya perusahaan itu kembali diselamatkan Hendri, masih kakek menganggap jika Hendri tidak beradab?, Agung lah yang tidak bermoral, bukan Hendri!!!"


Semuanya terdiam, semuanya larut dengan pikiran mereka masing-masing


"Kita berpindah ke video selanjutnya" ucap Grace menatap kearah Nia yang kini semakin gelisah


Kembali Grace menekan layar hpnya, lalu sama seperti tadi muncul wajah Nia yang sedang bersenang-senang dengan teman sosialitanya


Kebiasaan Nia yang suka berbelanja, dugem, dan bermesraan dengan pacar brondongnya


Mata mama Giska dan yang lainnya melotot melihat bagaimana intimnya Nia dengan beberapa pria muda, dan Hendri yang melihatnya membuang wajahnya karena merasa jijik


Hingga video bagaimana Nia di luar negeri pun tampil, dan video terakhir adalah video bagaimana Nia menabrak seorang kurir yang membawa sebuah kotak hingga kotak tersebut jatuh dan dengan cepat tangan Nia menukar kotak tersebut


Hendri menatap Nia dengan mata menyala merah


"Itulah mengapa aku pulang ke Indonesia, dan ternyata keputusanku untuk pulang benar, karena ternyata disini sedang ada sidang keluarga, jadi tepat rasanya jika aku membongkar semua kejahatan Agung dan Nia, agar kalian tidak selalu berfikiran buruk dengan Hendri" ucap Grace mengakhiri video tersebut.


Kakek Hendri berdiri, dan semua yang ada di dalam ruangan tampak menahan nafas mereka


"Bangun kamu!!!" geram kakek Hendri menarik kerah baju Agung


Grace yang melihat hanya tersenyum sinis


PLAAAKK PLAAAKK PLAAAKK


Tamparan keras mendarat di wajah Agung yang menyebabkan tubuhnya terhuyung


"Hebat kamu ya membohongi kakek" geram sang kakek


"Mau kemana kamu!!!" teriak Grace saat dilihatnya Nia berdiri cepat dan sudah siap berlari


"Jangan sampai pistol ini menembus kepala mu!!!" bentak Grace sambil berjalan cepat kearah Nia


Dengan cepat diarahkannya pistol tepat ke kening Nia yang membuat yang ada di dalam ruangan ini terpekik tertahan


"Kamu adalah satu-satunya penyebab kembaranku sengsara selama ini, kamu adalah satu-satunya ibu yang tega meracuni anaknya, bahkan kamu tak pantas disebut ibu karena lebih merelakan Khayla di perkosa brondong bejatmu itu dari pada kamu ditinggalkan pria tak bermoral itu!!!" geram Grace


Hendri menelan ludahnya dengan khawatir karena salah sedikit saja, kepala Nia bisa hancur oleh Grace


"Grace jangan Grace, tahan...." ucap Hendri sambil berjalan pelan kearah Grace


"Kamu di sana saja Hen, jangan mendekat!"

__ADS_1


Wajah Nia makin memucat mendengar suara Grace yang menggeram menahan marah


__ADS_2