
Aku terus bersuara tak jelas ketika mobil yang membawaku berpapasan dengan mobil pribadi yang ada di villa yang membawa bibi Niluh
Kembali Nia menjambak kuat rambutku dan memintaku diam
"Ya Alloh.... tolong hamba...." batinku sambil menahan sakit
Ku lirik Nia yang tersenyum sinis melihat air mataku yang jatuh. Dan dengan kasar dia menarik baju yang ku kenakan sehingga aku makin meringis karena bajunya makin menekan perutku
Masih sambil tersenyum menyeringai Nia menekan perutku yang membuat aku makin berusaha berteriak dan berusaha menendang kakinya dengan kaki kanan ku
Nia sedikit meringis karena aku menendang kakinya lalu kembali tangannya melayang ke wajahku dan dia kembali menjambak ku
"Dasar ja***ng!!!" kembali dia meneriaki ku, dan dengan kuatnya rambutku yang dijambaknya dibenturkan nya kuat ke jendela sehingga nafasku langsung sesak, mataku berputar dan kepalaku rasanya pusing sekali, sehingga aku langsung tak ingat apa-apa lagi
"Jalankan mobilnya cepat!!!!" teriak Nia
Sementara supir yang membawa bibi Niluh dadanya langsung berdegup kencang demi dilihatnya pagar tinggi villa ini terbuka, dan wajahnya kian menegang ketika dilihatnya dari jauh penjaga villa ini tampak menyeret tubuhnya di tanah
"Bik...." gumamnya panik
Bibi Niluh yang duduk di bagian tengah tak melihat jika penjaga villa sedang melata seperti ular menyeret tubuhnya di tanah, karena saat itu bibi Niluh sibuk mengambil kantong belanjaan karena beliau bersiap turun
Supir pribadi villa langsung menghentikan mobil, dan bibi Niluh hanya menoleh kearah supir ketika disadarinya jika mobil bukan berhenti di dekat teras
Jantung bibi Niluh serasa mau copot ketika dari dalam mobil dilihatnya bagaimana supir sedang berusaha melepas lakban di mulut penjaga villa
Secepat kilat bibi Niluh langsung turun dan membantu melepas ikatan tangan dan kaki penjaga villa
Kemudian bibi Niluh langsung berlari kedalam teras ketika didengarnya suara gumaman tak jelas, dan degup jantungnya makin berdebar kencang ketika dilihatnya dua asisten villa yang tergeletak di lantai dengan posisi tengkurap, sepertinya mereka juga berusaha melata seperti penjaga tadi
Dengan cepat bibi Niluh melepas lakban mereka lalu melepas ikatan pada kaki dan tangan keduanya
"Nyonya....." ucap kedua asisten tak jelas karena mereka sudah terisak-isak
Bibi Niluh langsung berdiri dan langsung berlari masuk kedalam villa dengan meneriakkan nama Linda
Degup jantungnya makin berdebar kencang ketika dia tak menemukan Linda di dalam kamar maupun di kamar mandi, bahkan ketika beliau mencari di dapur, Linda juga tak ada
Kembali dengan berlari cepat bibi Niluh kembali kehadapan dua asisten yang masih menangis sesenggukan
"Nyonya mana?" tanya bibi Niluh dengan suara bergetar
"Dibawa pergi...." jawab salah satu dari dua asisten tersebut dengan terisak
Bibi Niluh langsung terduduk lemas, matanya menatap nanar pada dua rekannya yang masih tampak shock
Sedangkan supir pribadi yang tadi menolong penjaga villa saat ini sedang memapah penjaga, meletakkannya di lantai teras, kemudian beliau berlari masuk kedalam villa dan tak lama keluar telah keluar botol air minum
"Nyonya bagaimana?" tanya supir pada bibi Niluh yang menjawab dengan menggeleng dan tatapan mata kosong
"Maksudnya?" kejarnya
"Dibawa orang tak dikenal" jawab penjaga villa
Dengan cepat supir pribadi villa langsung menelepon kedua bodyguard yang masih patroli
"Cepat kembali, villa kedatangan orang tak dikenal yang membawa nyonya kabur"
Bodyguard yang mendapat telepon langsung memutar motor mereka, meninggalkan area pemeriksaan dan langsung melajukan motor dengan kecepatan tinggi
Tak sampai sepuluh menit keduanya sudah memasang standard motor masing-masing dan bergegas turun
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" tanya keduanya
Kelimanya diam, penjaga villa yang wajahnya biru lebam menjawab
"Sebuah mobil langsung menerobos masuk ketika aku akan menutup pagar, kemudian mereka langsung turun dan langsung menyerang saya"
"Terus nyonya?"
"Yang perempuan menyakiti nyonya" jawab salah satu asisten masih sambil terisak
"Bahkan setelah mengikat kami bertiga, dua orang lelaki tadi menyeret paksa nyonya" lanjutnya
Dua bodyguard menarik nafas panjang dengan wajah tegang.
"Sudah beritahu bos besar?"
Kelimanya menggeleng
"Mati kita...." ucap bodyguard itu lagi sambil menempelkan hp ke telinganya
Dan Hendri yang saat itu masih berada di kantor karena menyiapkan pekerjaan untuk hari senin nanti lupa jika seharusnya hari ini adalah jadwalnya dia menemui Linda
Dan dia hanya mengerling kearah hp ketika benda itu berdering, di biarkannya saja benda itu berdering tanpa berniat mengangkatnya sampai akhirnya benda itu berdering kembali
Dengan sedikit mendecak karena fokusnya menjadi buyar Hendri mengangkat juga panggilan dari bodyguardnya
"Ya, ada apa?" tanyanya dingin sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi
"Nyonya tuan..."
Tubuh Hendri langsung maju ketika didengarnya bodyguard tersebut menyebut nama Linda dengan ragu
"Kenapa dengan istri saya?!" nafas Hendri langsung memburu
"Nyonya....."
"Nyonya diculik tuan...." jawab bodyguard cepat dengan suara gemetar
Tubuh Hendri yang tadi berdiri tegak langsung limbung, hp di tangannya terlepas, dan Marko yang sejak tadi menatapnya langsung berlari dan menangkap tubuh Hendri kemudian di dudukannya dengan cepat, kemudian Marko dengan cepat memungut hp Hendri yang jatuh di lantai
"Halo siapa ini?" teriak Marko
"Saya tuan, saya bodyguard di villa"
"Ada kejadian apa di villa?" tanya Marko tegang
"Nyonya diculik tuan"
Marko memandang tak berkedip pada Hendri yang tampak mengepalkan tangannya dengan mata melotot tajam
"Marko, siapkan penerbangan saya"
Marko mengangguk, lalu dengan cepat dia menelepon pihak bandara memesan satu tiket
"Dua jam lagi bos penerbangannya"
"******!!! teriak Hendri
Dengan cepat diraihnya hp yang diletakkan Marko di atas meja, menyambar jas kemudian sambil berjalan keluar jas tersebut di pakainya ke tubuhnya
Marko mensejajari langkahnya, kemudian Marko terlihat seperti berkata dengan seseorang di hp
__ADS_1
"Tidakkah bos berniat memberitahu orang di rumah?"
Hendri tak menjawab, wajahnya yang merah menahan marah tak memperdulikan pertanyaan Marko
Kembali Marko menempelkan hp ke telinganya
"Nyonya Grace, kami saat ini akan ke villa, sesuatu hal buruk terjadi pada nyonya Linda"
Setelah itu Marko segera mengambil kunci mobil yang ada di tangan Hendri, membuka pintu untuk Hendri, kemudian Marko masuk setelahnya
Sepanjang perjalanan menuju bandara Hendri tak hentinya menarik nafas panjang dan terlihat sangat gelisah
Berkali-kali tangannya terkepal dan rahangnya mengeras
"Positive thinking saja bos, semoga mbak Linda tidak kenapa-napa"
Hendri menggeleng gelisah mendengar perkataan Marko
"Seujung kuku saja Linda terluka aku akan habisi mereka" geram Hendri
Hendri kemudian mengeluarkan hpnya, menghubungi bodyguard yang tadi meneleponnya
Hendri berteriak marah mendengar alasan bodyguard tersebut
"Cepat kalian bergerak!!!" teriaknya emosi
Kemudian Hendri menghubungi bibi Niluh, perempuan paruh baya itu yang masih terisak dengan takut-takut mengangkat panggilan dari Hendri
Dan Hendri hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar cerita dari bibi Niluh
"Bagaimana ciri-ciri orangnya?" tanya Hendri
Bibi Niluh memberikan hpnya pada dua asisten yang tadi melihat langsung bagaimana tiga orang yang tak mereka kenal tadi membawa nyonya mereka
"Yang perempuan tadi meneriaki nyonya mengapa nyonya mengambil tuan dari dirinya, itu yang kami dengar dengan jelas tuan"
Lalu Hendri menyebutkan ciri-ciri Nia
"Benar tuan, perempuan tadi persis seperti yang tuan sebutkan"
Mata Hendri terpejam sesaat menahan amarahnya yang serasa akan meledakkan kepalanya
"Kurang lebih dua jam lagi saya sampai di sana, tolong jaga diri kalian baik-baik" ucap Hendri mengakhiri interogasinya
Marko yang duduk di sebelah Hendri melirik takut kearah bos besarnya yang sekarang wajahnya kian menyeramkan
Menunggu dua jam di bandara serasa dua abad bagi Hendri. Berkali-kali dia menarik nafas panjang dan mengepalkan tangannya dengan kuat
Dan Marko yang faham dengan watak Hendri hanya diam, duduk di sebelahnya, terus menjaga bos nya tersebut agar tidak melakukan hal-hal yang tak diinginkan
"Hen....?" panggil sebuah suara
Hendri menoleh kearah Grace yang berlari masuk kedalam waiting room
"Aku ikut" ucap Grace sambil segera memeluk dan mengusap-usap punggung Hendri
Di Pelukan Grace tangis Hendri langsung pecah, dan Marko yang untuk seumur hidupnya melihat Hendri menangis hanya bisa menarik nafas panjang
"Jika terjadi yang tidak diinginkan pada Linda, akulah orang yang harus disalahkan" lirih Hendri terisak di pelukan Grace
Grace terus mengusap-usap punggung Hendri
__ADS_1
"Tidak akan terjadi apa-apa pada Linda, kita harus yakin itu"
Hendri menggeleng dan duduk di kursi dengan mengusap kasar wajahnya