Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Tolong Aku Hen.....


__ADS_3

Aku terus bersuara tak jelas ketika mobil yang membawaku berpapasan dengan mobil pribadi yang ada di villa yang membawa bibi Niluh


Kembali Nia menjambak kuat rambutku dan memintaku diam


"Ya Alloh.... tolong hamba...." batinku sambil menahan sakit


Ku lirik Nia yang tersenyum sinis melihat air mataku yang jatuh. Dan dengan kasar dia menarik baju yang ku kenakan sehingga aku makin meringis karena bajunya makin menekan perutku


Masih sambil tersenyum menyeringai Nia menekan perutku yang membuat aku makin berusaha berteriak dan berusaha menendang kakinya dengan kaki kanan ku


Nia sedikit meringis karena aku menendang kakinya lalu kembali tangannya melayang ke wajahku dan dia kembali menjambak ku


"Dasar ja***ng!!!" kembali dia meneriaki ku, dan dengan kuatnya rambutku yang dijambaknya dibenturkan nya kuat ke jendela sehingga nafasku langsung sesak, mataku berputar dan kepalaku rasanya pusing sekali, sehingga aku langsung tak ingat apa-apa lagi


"Jalankan mobilnya cepat!!!!" teriak Nia


Sementara supir yang membawa bibi Niluh dadanya langsung berdegup kencang demi dilihatnya pagar tinggi villa ini terbuka, dan wajahnya kian menegang ketika dilihatnya dari jauh penjaga villa ini tampak menyeret tubuhnya di tanah


"Bik...." gumamnya panik


Bibi Niluh yang duduk di bagian tengah tak melihat jika penjaga villa sedang melata seperti ular menyeret tubuhnya di tanah, karena saat itu bibi Niluh sibuk mengambil kantong belanjaan karena beliau bersiap turun


Supir pribadi villa langsung menghentikan mobil, dan bibi Niluh hanya menoleh kearah supir ketika disadarinya jika mobil bukan berhenti di dekat teras


Jantung bibi Niluh serasa mau copot ketika dari dalam mobil dilihatnya bagaimana supir sedang berusaha melepas lakban di mulut penjaga villa


Secepat kilat bibi Niluh langsung turun dan membantu melepas ikatan tangan dan kaki penjaga villa


Kemudian bibi Niluh langsung berlari kedalam teras ketika didengarnya suara gumaman tak jelas, dan degup jantungnya makin berdebar kencang ketika dilihatnya dua asisten villa yang tergeletak di lantai dengan posisi tengkurap, sepertinya mereka juga berusaha melata seperti penjaga tadi


Dengan cepat bibi Niluh melepas lakban mereka lalu melepas ikatan pada kaki dan tangan keduanya


"Nyonya....." ucap kedua asisten tak jelas karena mereka sudah terisak-isak


Bibi Niluh langsung berdiri dan langsung berlari masuk kedalam villa dengan meneriakkan nama Linda


Degup jantungnya makin berdebar kencang ketika dia tak menemukan Linda di dalam kamar maupun di kamar mandi, bahkan ketika beliau mencari di dapur, Linda juga tak ada


Kembali dengan berlari cepat bibi Niluh kembali kehadapan dua asisten yang masih menangis sesenggukan


"Nyonya mana?" tanya bibi Niluh dengan suara bergetar


"Dibawa pergi...." jawab salah satu dari dua asisten tersebut dengan terisak


Bibi Niluh langsung terduduk lemas, matanya menatap nanar pada dua rekannya yang masih tampak shock


Sedangkan supir pribadi yang tadi menolong penjaga villa saat ini sedang memapah penjaga, meletakkannya di lantai teras, kemudian beliau berlari masuk kedalam villa dan tak lama keluar telah keluar botol air minum


"Nyonya bagaimana?" tanya supir pada bibi Niluh yang menjawab dengan menggeleng dan tatapan mata kosong


"Maksudnya?" kejarnya


"Dibawa orang tak dikenal" jawab penjaga villa


Dengan cepat supir pribadi villa langsung menelepon kedua bodyguard yang masih patroli


"Cepat kembali, villa kedatangan orang tak dikenal yang membawa nyonya kabur"


Bodyguard yang mendapat telepon langsung memutar motor mereka, meninggalkan area pemeriksaan dan langsung melajukan motor dengan kecepatan tinggi


Tak sampai sepuluh menit keduanya sudah memasang standard motor masing-masing dan bergegas turun

__ADS_1


"Bagaimana bisa?" tanya keduanya


Kelimanya diam, penjaga villa yang wajahnya biru lebam menjawab


"Sebuah mobil langsung menerobos masuk ketika aku akan menutup pagar, kemudian mereka langsung turun dan langsung menyerang saya"


"Terus nyonya?"


"Yang perempuan menyakiti nyonya" jawab salah satu asisten masih sambil terisak


"Bahkan setelah mengikat kami bertiga, dua orang lelaki tadi menyeret paksa nyonya" lanjutnya


Dua bodyguard menarik nafas panjang dengan wajah tegang.


"Sudah beritahu bos besar?"


Kelimanya menggeleng


"Mati kita...." ucap bodyguard itu lagi sambil menempelkan hp ke telinganya


Dan Hendri yang saat itu masih berada di kantor karena menyiapkan pekerjaan untuk hari senin nanti lupa jika seharusnya hari ini adalah jadwalnya dia menemui Linda


Dan dia hanya mengerling kearah hp ketika benda itu berdering, di biarkannya saja benda itu berdering tanpa berniat mengangkatnya sampai akhirnya benda itu berdering kembali


Dengan sedikit mendecak karena fokusnya menjadi buyar Hendri mengangkat juga panggilan dari bodyguardnya


"Ya, ada apa?" tanyanya dingin sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi


"Nyonya tuan..."


Tubuh Hendri langsung maju ketika didengarnya bodyguard tersebut menyebut nama Linda dengan ragu


"Kenapa dengan istri saya?!" nafas Hendri langsung memburu


"Nyonya....."


"Nyonya diculik tuan...." jawab bodyguard cepat dengan suara gemetar


Tubuh Hendri yang tadi berdiri tegak langsung limbung, hp di tangannya terlepas, dan Marko yang sejak tadi menatapnya langsung berlari dan menangkap tubuh Hendri kemudian di dudukannya dengan cepat, kemudian Marko dengan cepat memungut hp Hendri yang jatuh di lantai


"Halo siapa ini?" teriak Marko


"Saya tuan, saya bodyguard di villa"


"Ada kejadian apa di villa?" tanya Marko tegang


"Nyonya diculik tuan"


Marko memandang tak berkedip pada Hendri yang tampak mengepalkan tangannya dengan mata melotot tajam


"Marko, siapkan penerbangan saya"


Marko mengangguk, lalu dengan cepat dia menelepon pihak bandara memesan satu tiket


"Dua jam lagi bos penerbangannya"


"******!!! teriak Hendri


Dengan cepat diraihnya hp yang diletakkan Marko di atas meja, menyambar jas kemudian sambil berjalan keluar jas tersebut di pakainya ke tubuhnya


Marko mensejajari langkahnya, kemudian Marko terlihat seperti berkata dengan seseorang di hp

__ADS_1


"Tidakkah bos berniat memberitahu orang di rumah?"


Hendri tak menjawab, wajahnya yang merah menahan marah tak memperdulikan pertanyaan Marko


Kembali Marko menempelkan hp ke telinganya


"Nyonya Grace, kami saat ini akan ke villa, sesuatu hal buruk terjadi pada nyonya Linda"


Setelah itu Marko segera mengambil kunci mobil yang ada di tangan Hendri, membuka pintu untuk Hendri, kemudian Marko masuk setelahnya


Sepanjang perjalanan menuju bandara Hendri tak hentinya menarik nafas panjang dan terlihat sangat gelisah


Berkali-kali tangannya terkepal dan rahangnya mengeras


"Positive thinking saja bos, semoga mbak Linda tidak kenapa-napa"


Hendri menggeleng gelisah mendengar perkataan Marko


"Seujung kuku saja Linda terluka aku akan habisi mereka" geram Hendri


Hendri kemudian mengeluarkan hpnya, menghubungi bodyguard yang tadi meneleponnya


Hendri berteriak marah mendengar alasan bodyguard tersebut


"Cepat kalian bergerak!!!" teriaknya emosi


Kemudian Hendri menghubungi bibi Niluh, perempuan paruh baya itu yang masih terisak dengan takut-takut mengangkat panggilan dari Hendri


Dan Hendri hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar cerita dari bibi Niluh


"Bagaimana ciri-ciri orangnya?" tanya Hendri


Bibi Niluh memberikan hpnya pada dua asisten yang tadi melihat langsung bagaimana tiga orang yang tak mereka kenal tadi membawa nyonya mereka


"Yang perempuan tadi meneriaki nyonya mengapa nyonya mengambil tuan dari dirinya, itu yang kami dengar dengan jelas tuan"


Lalu Hendri menyebutkan ciri-ciri Nia


"Benar tuan, perempuan tadi persis seperti yang tuan sebutkan"


Mata Hendri terpejam sesaat menahan amarahnya yang serasa akan meledakkan kepalanya


"Kurang lebih dua jam lagi saya sampai di sana, tolong jaga diri kalian baik-baik" ucap Hendri mengakhiri interogasinya


Marko yang duduk di sebelah Hendri melirik takut kearah bos besarnya yang sekarang wajahnya kian menyeramkan


Menunggu dua jam di bandara serasa dua abad bagi Hendri. Berkali-kali dia menarik nafas panjang dan mengepalkan tangannya dengan kuat


Dan Marko yang faham dengan watak Hendri hanya diam, duduk di sebelahnya, terus menjaga bos nya tersebut agar tidak melakukan hal-hal yang tak diinginkan


"Hen....?" panggil sebuah suara


Hendri menoleh kearah Grace yang berlari masuk kedalam waiting room


"Aku ikut" ucap Grace sambil segera memeluk dan mengusap-usap punggung Hendri


Di Pelukan Grace tangis Hendri langsung pecah, dan Marko yang untuk seumur hidupnya melihat Hendri menangis hanya bisa menarik nafas panjang


"Jika terjadi yang tidak diinginkan pada Linda, akulah orang yang harus disalahkan" lirih Hendri terisak di pelukan Grace


Grace terus mengusap-usap punggung Hendri

__ADS_1


"Tidak akan terjadi apa-apa pada Linda, kita harus yakin itu"


Hendri menggeleng dan duduk di kursi dengan mengusap kasar wajahnya


__ADS_2