
Kembali aku hanya bisa menarik nafas panjang ketika melihat Hendri dan dokter Grace pergi
Dokter Grace yang membuka kaca jendela mobil menyapaku dan melambaikan tangannya
Sementara Hendri yang mengendarai mobilnya sama sekali tak menoleh padaku, bahkan melirik pun tidak
Kembali ada rasa nyeri di hatiku melihatnya yang jika siang berubah dingin tapi akan bersikap manis jika malam
"Ya Tuhan, sadar Linda, dia itu hanya membutuhkan tubuh kamu" gumamku sambil tersenyum getir
Sekarang kembali aku sendirian di villa besar ini, hanya hembusan angin yang berbisik melewati daun yang menjadi temanku.
Cukup lama aku termenung di kursi ini, berkali-kali menarik nafas panjang hingga akhirnya aku memilih masuk kedalam villa kembali
Masuk kedalam villa yang sangat sunyi tentulah membuat bulu kudukku meremang, dengan sedikit memaksakan berjalan cepat aku segera masuk kedalam kamar
Mengambil hp lalu menghubungi bibi Ni Luh
"Ya nyonya?"
"Bibi masih di hotel?"
"Masih Nya, kenapa?, kan jatah liburan bibi masih cukup lama"
Aku menarik nafas panjang mendengar jawabannya
"Hotel tempat bibi menginap namanya apa?"
"Hotel.... ehmm hotel apa ya?, bentar Nya bibi bertanya dulu sama orang di sini"
Ku dengar bibi Ni Luh tampak bertanya dengan orang menggunakan bahasa asli daerah kota B
"Heaven Resort, Nya"
Aku menganggukkan kepalaku
"Bi, bibi ada uang cash tidak?"
"Kenapa Nya?"
"Aku dari kemarin ditinggal Hendri pergi dengan dokter Grace, dan sekarang dia juga pergi"
Terdengar suara tawa bibi Ni Luh yang membuat wajahku cemberut
"Jujur aku takut bi sendirian di villa besar ini. Hendri pulangnya tengah malam, sepanjang malam aku ketakutan di sini"
Tidak ada jawaban, mungkin bibi Ni Luh sedang memikirkan perkataanku
"Aku boleh nyusul bibi ya, bi?, please...."
"Jangan Nya, nanti kami semua dimarahi dengan tuan besar"
"Please bik, aku takut sendirian di villa ini, sudah serasa mau mati berdiri aku saking takutnya"
"Tapi Nya?"
"Tolong bik...." mohon ku memelas
Kudengar tarikan nafas panjang, aku yakin bibi Ni Luh bingung
"Setelah ini aku mandi, dan aku langsung akan menuju ketempat bibi"
Aku langsung mematikan hp lalu segera masuk kedalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban bibi Ni Luh
Tak butuh waktu lama aku telah keluar dari dalam kamar mandi lalu segera berganti dress
Sengaja aku memilih midi dress yang cukup ketat dengan bahan rajut berwarna marun yang akhirnya kontras dengan warna kulitku yang memang cukup putih
Rambut aku biarkan terurai dengan hanya memasangkan jepit agar tidak berantakan
Setelahnya aku segera mengambil satu-satunya flat shoes yang aku miliki sejak aku tinggal di sini, memakaikannya ke kakiku
Melihat sebentar ke hp untuk mengetahui sekarang jam berapa.
"Jam sepuluh lewat" gumamku
Lalu aku meletakkan hp di atas meja kembali lalu bergegas keluar, menutup pintu villa lalu berjalan tertatih menuju gerbang
Aku yang masih belum sehat betul merasa sangat kesulitan ketika mendorong pagar
Setelah pagar terbuka yang bisa ku lewati dengan tubuhku saja, aku segera berjalan menjauhi villa
Berkali-kali aku harus berhenti karena kakiku yang kembali terasa ngilu.
__ADS_1
Dan aku terus memanjangkan leherku, berharap ada orang yang lewat dan memberikan tumpangannya padaku
Sialnya setelah aku jauh berjalan, tak ada satupun kendaraan yang lewat
"Ya Tuhan, ternyata aku diletakkan Hendri di ujung dunia" gumamku terengah-engah
Setelah sampai di jalan utama, aku kembali terduduk di tepi jalan dengan mengelap peluh yang membanjiri wajah dan keningku
Aku yang ngos-ngosan, menarik nafas dan mengibaskan tanganku di depan dada untuk mengusir panas yang menyergap
Aku segera berdiri ketika kulihat ada sebuah mobil dari kejauhan
Alhamdulillahnya mobil itu berhenti dan menurunkan kaca jendelanya
"Yes, miss. Can I help you?"
"Maaf, saya orang Indonesia, tidak usah memakai bahasa asing dengan saya" jawabku
Tampak olehku lelaki itu tersenyum
"Oh, saya kira anda Chinese atau Korean"
Aku tersenyum
"Bapak bisa antar saya ke Heaven Resort?" tanyaku penuh harap
"Heaven Resort?"
Kulihat lelaki yang masih tampak muda itu tampak berfikir
"Tolong pak, please......" lanjut ku
Lelaki itu akhirnya mengangguk setelah aku terus memohon padanya
Dengan lega aku segera masuk kedalam mobil itu, dan di perjalanan supir yang menyebut dirinya bernama Putu Wijaya mulai menanyai asalku
Dan aku yang tak ingin ada orang yang mengetahui keberadaan ku terpaksa berbohong menjawab pertanyaan pak Putu
Aku yang baru sekali ini ke kota B dan juga baru sekali ini dibawa berkeliling naik mobil merasa takjub dengan keindahan kota ini
Wajarlah jika kota ini disebut sebagai surganya para wisatawan, karena tempatnya memang benar-benar sangat indah
"Masih lama ya pak?" tanyaku karena sejak tadi belum sampai juga
Aku mengangguk dan kembali menatap keluar jendela
Hingga akhirnya mobil yang aku tumpangi masuk kesebuah bangunan indah
Di depannya terdapat tulisan Heaven Resort yang besar yang membuatku yakin jika disinilah tempat seluruh penghuni villa sedang liburan
Sebelum turun aku tampak kebingungan karena aku tidak memiliki uang sepeserpun untuk aku jadikan alat membayar pada Pak Putu yang telah jauh-jauh mengantarkan ku
"Bapak tunggu di sini sebentar, saya akan menemui bibi saya di dalam, saya telah bilang sama dia untuk menunggu saya di depan"
Pak Putu menggeleng
"Tidak apa-apa Miss, jika memang miss tidak punya uang, tidak usah membayar, lagian saya mengantar miss bukan meminta bayaran, tapi saya ikhlas menolong miss. Karena saya yakin miss baru disini dan tidak mengenal daerah sini"
Aku tersenyum tak enak pada pak Putu, seumur hidupku, aku tidak pernah tidak membayar jasa orang yang mengantarku ke suatu tempat
Sebelum turun aku melihat cincin yang waktu menikah kemarin diberikan Hendri padaku, hanya itu satu-satunya benda berharga yang aku miliki saat ini
Tanpa pikir panjang, aku segera melepas cincin tersebut dan memberikannya pada pak Putu
"Ambil ini pak, saya hanya punya ini"
"Jangan Miss, ini cincin mahal"
"Tidak apa-apa pak, jika begitu bapak pegang saja dulu cincin ini, nanti jika saya ada uang saya akan cari bapak dan menebus cincin ini"
Pak Putu masih bersikeras menolak dan aku tetap memberikan cincin tersebut
"Miss pegang kartu nama saya, jika nanti miss membutuhkan cincin ini, miss tinggal hubungi saya"
Aku menganggukkan kepalaku dan langsung membaca kartu nama yang saat ini telah berada di tanganku
Setelah menerima kartu itu aku langsung keluar dari mobil dan mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan pak Putu
Setelah mobil pak Putu pergi aku menarik nafas panjang lalu berjalan masuk kedalam resort mewah itu
Aku celingukan seperti orang hilang sampai akhirnya ada seorang wanita menyapaku
Padanya lah aku menceritakan jika aku mencari bibi Ni Luh, lalu perempuan cantik tersebut membawaku kebagian lobby dan bertanya pada petugas di sana adakah tamu resort yang bernama Ni Luh
__ADS_1
Beruntungnya setelah di cek ada nama bibi Ni Luh, lalu aku segera di antar ke kamar dimana bibi Ni Luh dan yang lainnya menginap
Setelah mengetuk pintu, bibi Ni Luh keluar dan aku langsung memeluk beliau dan langsung menangis
Kulihat dikamar itu bibi Ni Luh bersama tiga asisten yang lain juga tampak heran dan kebingungan ketika melihatku ada di sana
Lalu pada mereka aku menceritakan bagaimana Hendri tega meninggalkanku sendirian di villa besar itu
Setelah meluapkan segala kekesalan dan tangisan selama bercerita aku diajak oleh mereka keluar kamar dan menikmati fasilitas mewah yang ada di resort ini
Aku sangat bahagia berada di sini, menikmati berbagai jenis permainan, diajak para bodyguard naik speed boat, menikmati layanan spa, makan di restoran mewah bahkan bersama yang lain kami mencoba bermain golf
Tawaku sangat lepas dan aku lupa dengan segala bebanku akibat perlakuan Hendri
Hingga malam barulah kami kembali ke kamar
"Nyonya tidak pulang?"
Aku menggeleng cepat
"Di villa aku sendirian, enakan aku disini sama kalian"
"Nanti tuan besar marah"
Aku kembali menggeleng
"Hendri nggak akan pulang malam ini, dia sedang bersenang-senang dengan dokter Grace" jawabku sambil segera merebahkan tubuhku setelah tadi aku berganti baju yang dibelikan supir pribadi Hendri yang kasihan karena bajuku basah semua sehabis main speed boat
...----------------...
Hendri yang baru pulang tengah malam keheranan karena suasana villa gelap gulita
Saat turun dari mobil, segera dihidupkannya senter hp lalu berjalan masuk kearah villa. Sampai di dalam villa Hendri segera menghidupkan seluruh lampu sehingga villa terang benderang
Masih dengan tanda tanya besar Hendri berjalan kearah kamar
Didorongnya pintu kamar dan dia yang menyangka jika akan menemukan Linda tertidur di dalam selimut ternyata hanya mendapati kamar tersebut kosong
"Kemana Linda....?" gumamnya
"Lin....?" panggilnya
Tak ada sahutan
"Linda....?" ulangnya
Masih tak ada sahutan, sepi.
Hendri berjalan kearah kamar mandi berpikir jika perempuan itu ada di sana, dan lagi-lagi dia mendapati ruangan itu kosong
Hendri segera keluar dari kamar berjalan kearah ruang tivi, ke dapur bahkan naik ke kamar pribadinya, tapi tidak didapatinya adanya Linda
Sambil menuruni tangga segera dirogohnya hp dalam saku celananya, dan langsung mendial nomor Linda
Tersambung, tapi tak diangkat. Kembali Hendri mengulangi panggilannya dan kali inipun panggilannya tersambung tapi tidak juga diangkat
Tak putus asa Hendri kembali mencoba menghubungi nomor Linda, dan kali ini perasaannya mulai gelisah
Hendri mematikan hpnya ketika didengarnya jika suara dering hp Linda berasal dari kamar tempat biasa Linda tidur
Hendri segera masuk kembali kedalam kamar tersebut dan kembali mendial nomor Linda. Dan benar saja, hp Linda berdering. Hp tersebut terletak di atas meja
Segera Hendri mengambil hp tersebut dengan perasaan kian tak enak
Dibukanya hp tersebut, memeriksa aplikasi whatsapp, yang ternyata tak ada satupun pesan masuk di sana karena memang dia tidak pernah mengirimi wanita itu pesan
Lalu Hendri berpindah ke aplikasi panggilan. Di sana dilihatnya jika lima belas jam yang lalu Linda menghubungi nomor bibi Ni Luh
Tanpa pikir panjang Hendri segera menelepon nomor bibi Ni Luh
Karena sudah malam, dan bibi Ni Luh telah tidur nyenyak, panggilan telepon dari tuan besarnya tidak didengarnya
Dan Hendri yang mendapati jika bibi Ni Luh tidak mengangkat panggilannya segera berpindah menelepon bodyguardnya
Dua bodyguard beserta supir dan tukang kebun yang belum tidur begitu mendengar hpnya berdering dan melihat di layar jika itu panggilan dari Hendri segera mengangkat panggilan tersebut
"Ya tuan?"
"Apa ada istri saya di sana?"
"Iya ada tuan, tadi siang sekitar jam dua belas nyonya kesini"
Hendri langsung mematikan teleponnya, bergegas mengambil kunci mobil yang diletakkannya di atas meja dan segera keluar dari dalam villa
__ADS_1
Masuk kembali kedalam mobil dan segera melajukan mobil dengan kecepatan tinggi