Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Dalang Penculikan


__ADS_3

Aku menggeliat dan berusaha membuka mataku, mataku langsung silau ketika cahaya lampu tepat mengenai mataku


"Ehmmm... ehmmmm..." hanya itu suara yang keluar dari mulutku, dan aku yang terikat di kursi hanya mampu menggerakkan kepalaku


Kembali aku berusaha berteriak dengan mulut tertutup lakban. Dan aku segera menoleh kearah pintu ketika terdengar pintu di dorong kasar dari luar


"Sudah sadar kamu rupanya...."


Aku langsung menelan ludahku ketika kulihat Agung masuk dan berdiri di depanku


Kemudian menyusul Nia dan dua orang yang tadi menyeret ku, ketiganya sama seperti Agung, tersenyum menyeringai ke arahku


Aku terus berusaha berteriak dan melepaskan ikatan di tanganku. Tapi dengan cepat wajahku dicekal Agung, dan dengan kasar dicengkeramnya daguku hingga aku terdongak keatas


Kembali Agung tertawa menyeringai melihatku menatap tak berkedip padanya


"Bagaimana?, enak?" tanyanya sinis sambil membuang kasar daguku


"Hm....." kembali Agung bergumam sambil mengelus perut besar ku


Aku dengan cepat menggeleng dengan berusaha menggerakkan kursi menghindari tangannya


Keempatnya tertawa melihatku yang susah payah menggeser kursi


PLAAAKK....


Pipiku langsung terasa panas ketika tangan Agung mendarat di wajahku. Dengan cepat aku membalikkan wajahku, menatap marah padanya


Dan Agung kembali menyeringai melihatku melotot menatapnya


Aku kembali berusaha berteriak dengan mataku yang terus menatap tajam kearahnya, sampai akhirnya dengan kasar Agung menarik lakban yang menutup mulutku


"Kurang ajar kamu Agung!!!!" teriakku marah


Nia mendekat, dan kali ini dia yang mencengkeram kuat daguku


"Dibayar berapa kamu oleh Hendri untuk memberinya anak?" tanyanya sinis


Aku balas menatap sinis kearah Nia


"Jika kamu berani macam-macam, anak ini tidak akan lahir ke dunia" ucapnya dingin


Aku tersenyum sinis mendengar ucapannya


"Hendri akan datang, dan dia pasti menyelamatkan kami" jawabku


PLAAKKK


Kembali sebuah tamparan mendarat keras di wajahku, dan kali ini kurasakan jika sudut bibirku berdarah


"Berani kamu, iya?" geram Nia marah


"Kamu punya satu pilihan, tinggalkan Hendri atau mati" lanjut Nia dingin

__ADS_1


Aku diam mendengar ucapannya, aku hanya menatapnya tanpa berkedip


"Ingat Linda, Hendri itu tidak benar-benar mencintaimu, hanya aku yang ada di hatinya, kamu itu hanyalah simpanannya selama aku pergi, dan bisa ku yakinkan ketika aku telah kembali seperti sekarang Hendri bakal kembali mencintaiku, dan kau akan dibuangnya seperti dia membuang barang tak berharga"


Aku bergeming sedikitpun aku tidak menjawab perkataannya


"Dan ketika hari itu tiba, aku adalah orang pertama yang akan memelukmu" ucap Linda lembut sambil mengusap wajahku


"Karena kamu aku babak belur di hajar Hendri" geram Agung marah kepadaku


"Kamu memang pantas mendapatkan pukulan itu Agung, kamu bukanlah manusia, melainkan binatang!!" teriakku


Agung kembali menyeringai


"Dan kamu Nia, jika kamu beranggapan berapa Hendri membayar ku, kamu tanya Agung berapa dia menjual ku pada Hendri!!!"


Nia menoleh kearah Agung dan menatap tajam kearah Agung


"Apa maksud perempuan ini, Agung?, benar kamu menjual dia pada Hendri?"


Agung tersenyum menyeringai


"Apalagi yang aku miliki selain perusahaan yang nyaris bangkrut dan perempuan ini Nia, makanya dia aku jual ke investor, tapi ternyata malah Hendri yang membayarnya mahal"


Kulihat Nia menggelengkan kepalanya lalu kembali menatap ke arahku


"Kamu enak Nia, Hendri mencintaimu, semua keinginanmu diturutinya semua, sedangkan aku?, aku hanyalah istri yang tak pernah dianggapnya, dan kau lihat sendiri, kakiku sampai lumpuh karena disiksa nya"


"Dan kau adalah wanita beruntung karena dicintai oleh suamimu, sedangkan aku?, suami yang seharusnya melindungi ku malah tega menjual ku" ucapku sambil berkata dengan tersenyum getir


"Dan kau Agung, kemana hati nuranimu, aku telah kau jual, kau pisahkan dengan anak-anak dan sekarang aku kau culik juga?"


"Diam kamu!!!" geram Agung yang kembali mencengkeram kuat daguku


"Jangan dengarkan dia Nia, dia hanya sedang berusaha mengelabui mu dengan cerita penderitaannya" ucap Agung pada Nia yang sekarang wajah Nia kembali menatap sinis padaku


"Aku bukan wanita bodoh yang mudah termakan omonganmu Linda, yang kuinginkan adalah kau mengembalikan Hendri padaku, itu saja"


"Dan kau tahu Linda, aku benci mengetahui jika Hendri mencintaimu, Hendri tidak boleh mencintai orang lain selain aku"


Aku tersenyum getir mendengar ucapannya, jujur hatiku saat ini bahagia mengetahui jika Hendri memang benar-benar mencintaiku


"Dan aku akan membuatmu tak bernyawa jika kamu berani mengambil Hendri dariku"


"Aku tidak mengambil Hendri, dan tidak pula merebutnya, dia yang datang sendiri padaku" jawabku percaya diri


PLAKKKK... PLAAKKKK


"Kurang ajar kamu Linda, percaya diri sekali kamu, dengar, Hendri cuma mencintaiku hanya aku yang akan terus menjadi istrinya!!" teriak Nia sambil terus memukuli tubuh dan kepalaku hingga aku kembali terkulai lemah


...----------------...


Supir yang menjemput Hendri di bandara segera menjalankan mobil dengan ngebut

__ADS_1


Begitu sampai di villa Hendri langsung turun, dan menatap tajam pada kedua bodyguard yang berdiri di depan pintu


PLAAAKKKK PLAAAKKK


Tangan besar Hendri langsung melayang ke wajah keduanya, kemudian Hendri masuk dan langsung menuju kamar Linda


Dibukanya lemari baju Linda, ditariknya satu buah dress yang tergantung, memeluknya dengan erat dan kembali wajahnya basah


"Kamu dimana Lin....?" lirihnya terisak


Sementara Hendri yang masuk langsung menuju kamar Linda, berbeda halnya dengan dokter Grace dan Marko


Keduanya langsung mengecek cctv dan Nia langsung mengepalkan tangannya ketika dilihatnya bagaimana dua orang lelaki menyeret paksa Linda


"Kalian sudah kemana saja?" tanya Marko pada dua bodyguard yang berdiri di dekatnya


"Kami sudah melapor pada polisi, dan juga kami meminta bantuan seluruh preman dan bodyguard yang ada di propinsi ini untuk mencari keberadaan nyonya"


"Berapa banyak orang yang telah bergerak?"


"Lebih dari lima puluh preman dan bodyguard tuan"


Marko menganggukkan kepalanya


"Sudah didapat kemana arah pergi mobilnya?"


Keduanya menggeleng


"Tapi pihak kepolisian telah memeriksa seluruh cctv yang ada di kota ini, dan kata mereka, mereka akan melaporkannya besok"


Grace menarik nafas panjang, lalu menoleh kearah dua asisten yang dilihatnya di cctv ikut diikat penculik yang datang bersama Nia


"Kalian ada yang terluka?"


"Tidak dokter" jawab keduanya pelan


"Bapak?" tanya Grace pada penjaga yang wajahnya biru lebam


"Tadi saya sudah diantar berobat ke dokter, dokter"


Grace mengangguk, lalu beranjak masuk ke kamar Linda


Di depan pintu dia mengetuk, dan Hendri yang yakin jika itu adalah Grace hanya menjawab singkat


"Masuk"


Grace masuk, duduk di sebelah Hendri yang masih memeluk dress Linda, menepuk pundak Hendri berkali-kali


"Bagaimana jika Nia mencelakai Linda dan anakku Grace?"


Grace menggeleng


"Sudah banyak yang mencari Linda, sekarang kamu jangan khawatir lagi, ya?"

__ADS_1


Hendri menggeleng


"Nia akan menyesali perbuatannya, aku akan memecahkan kepalanya jika dia berani menyakiti Linda" geramnya dengan rahang mengeras


__ADS_2