Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Kritis


__ADS_3

Grace seperti kesetanan melarikan jet ski yang dikendarainya hingga jet ski tersebut sekarang berhasil menyusul speed boat yang membawa Hendri dan Linda


"Ngebut lagiiii!!!!!" teriak Grace kencang


Grace sudah tak memikirkan keselamatannya lagi, yang ada di dalam benaknya adalah Hendri


Bagaimana menyelamatkan Hendri dan Linda, itulah prioritasnya


Sementara para preman yang ada di dalam speed boat kian melajukan speed boat dengan kencang, beberapa di antara mereka menekan luka tembakan di dada dan bahu Hendri dengan kain, beberapa lagi menopang tubuh Linda dan melepaskan ikatan tali dan lakban yang mengikat di kaki dan tangan Linda, lalu mereka berusaha menyadarkan dua orang yang saat ini sama-sama terpejam


Tubuh Linda mereka letakkan dengan pelan, lalu salah satu dari mereka berusaha kuat menekan dada Linda agar air yang terminum oleh Linda bisa keluar


Luka tembakan di dada Linda terus mengeluarkan darah. Lalu salah satu dari mereka melepas jaket yang dikenakannya ketika air yang ada di dalam perut Linda telah keluar, memakaikannya di tubuh Linda, lalu kembali kepala Linda di topang dengan seorang preman


Kepala Hendri juga ditopang di paha salah satu preman, sementara yang lain menekan lukanya agar tidak terus mengeluarkan darah


Salah satu dari preman tampak berbicara pada seseorang di hpnya, beberapa jam kemudian setelah mereka dekat ke dermaga, speed boat menepi dan dua buah mobil ambulance yang telah tampak menunggu langsung mengeluarkan brankar


Secara bersama-sama mereka menggotong tubuh Hendri dan meletakkannya di atas brankar yang langsung diangkut masuk kedalam mobil ambulance


Lalu kembali mereka naik keatas speed boat, menggotong dengan sangat hati-hati tubuh Linda yang tampak sangat lemah


Grace yang turun dari atas jet ski langsung berlari masuk kedalam ambulance yang membawa Hendri dan berteriak meminta ambulance langsung membawa Hendri ke rumah sakit


Sedangkan Mike yang juga telah sampai, juga melakukan hal yang sama seperti Grace


Dia berlari kearah ambulance yang membawa Linda dan menggenggam erat tangan Linda


Dan para preman tadi kembali naik keatas speed boat, dan kembali ketengah laut, kembali ketempat teman-teman mereka yang tadi mereka tinggalkan


Sepanjang jalan menuju rumah sakit Grace terus menangis dan tak henti-hentinya menggenggam kuat tangan Hendri


"Mama......" gumamnya panik


Dengan tergopoh dikeluarkannya hp dalam saku celananya


Hp tersebut basah, dan Grace tak memperdulikan hpnya yang basah


Dengan tangan gemetar dicarinya nomor mamanya


Dan mama Giska yang tahu jika kedua anaknya sedang berusaha menyelamatkan Linda segera mengangkat hpnya ketika didengarnya benda tersebut berdering


Dengan tangan gemetar di loudspeaker nya, agar seluruh keluarga besarnya yang kembali berkumpul di rumah ayahnya mendengar


"Mama, Hendri tertembak"


Hanya itu yang dapat didengar Mama Giska karena setelahnya dia langsung ambruk di lantai, dan semua keponakannya berteriak melihat tantenya ambruk


Papanya Hendri segera mengambil alih handphone


"Apa nak?"


"Hendri tertembak pa, ada empat peluru yang saat ini bersarang di tubuh Hendri"


Dapat mereka dengar bagaimana suara Grace bergetar dan menangis ketika mengatakan kalimat tersebut


"Kenapa bisa nak?"


"Agung dan Nia yang telah menembaknya, papa sama mama cepat menyusul kesini, sekarang Hendri dan Linda sedang diperjalanan menuju rumah sakit

__ADS_1


"Iya nak, papa akan kesana sekarang juga"


Papa Hendri yang lemas tulangnya mendengar jika Hendri mendapatkan empat tembakan tak kuasa menahan kesedihannya


Kakak iparnya memeluknya yang saat itu terduduk lemas sambil menangis


"Ayo Om kita harus segera berangkat" ucap sepupu-sepupu Hendri panik


Dan kakek Hendri juga terlihat sangat shock, sehingga sebagian anaknya termasuk mama Marisa menenangkannya karena tiba-tiba sesak nafas ayah mereka kembali kumat


"Hendri.... Hendri......" gumamnya tak jelas dengan wajah memucat


"Siapkan pesawat jet pribadi kamu, saya pinjam" ucap sepupu Hendri di hp


Tanpa banyak komentar lagi, papa Hendri dan dua kakak iparnya serta empat keponakannya langsung melesat masuk mobil, dan langsung tancap gas menuju bandara


Sementara ambulance yang membawa Hendri saat ini telah masuk kesebuah rumah sakit terbesar di kota wisata ini


Kembali Grace turun dan ikut berlari ketika perawat mendorong brankar Hendri menuju ruang operasi


"Anda tunggu diluar!" ucap seorang dokter ketika Grace yang tubuhnya masih tampak basah memaksa ikut masuk keruang operasi


"Saya dokter, saya tahu tindakan apa yang harus dilakukan pada saudara kembar saya" jawab Grace ngeyel


"Tolonglah dokter, anda tahu kode etik dokter" jawab dokter itu melunak karena dilihatnya jika Grace sangat kacau


Grace mundur lalu terduduk dengan lemah di kursi yang ada di depan ruang operasi


Lalu Grace cepat berdiri ketika dia teringat dengan Linda


Dilihatnya Mike tengah berlari pula menuju ruang operasi tempat dimana Hendri berada


Kembali ada perawat dan dokter yang berlari tergopoh dan langsung masuk menuju ruang operasi


Grace dan Mike duduk di depan ruang operasi dengan wajah menegang


Dapat Mike lihat jika saat itu tangan Grace terkepal kuat dan bibirnya tampak bergetar


"Anda kenapa?, apa anda baik-baik saja?"


Grace menggeleng kuat


"Aaarrrgggghhh...." Grace berteriak kencang


Mike segera menggeser duduknya, memegangi tangan Grace yang menekan kuat dadanya


"Anda mengapa???!" teriak Mike panik


Grace terus mengerang kesakitan bahkan sampai terjatuh dilantai dan Grace menggigit keras bajunya dengan tubuh bergetar


Mike yang melihatnya segera berlari keruang dokter dan tak lama telah datang dengan perawat dan seorang dokter


"Bius saya, cepat suntik bius saya!!!" teriak Grace dengan nafas memburu


Wajahnya telah membiru menahan sakit, dan dokter yang kebingungan dengan perintah Grace hanya menatap bingung kearah Grace yang saat ini berusaha dipegangi dua perawat


"Cepat dokter, kembaran saya di dalam sedang dioperasi dan saya merasakan kesakitan yang sama dengannya!!!!" teriak Grace


Dokter tadi langsung berlari kembali ke ruangannya dan tak lama telah kembali dengan membawa jarum suntik

__ADS_1


Grace yang sudah kesakitan dengan cepat merebut jarum suntik yang ada di tangan dokter lalu menancapkannya di tangannya


Dokter, perawat dan Mike tampak memandang kaget dengan perbuatan Grace


Tak lama Grace yang semula kesakitan berangsur tenang dan duduk di kursi dengan menarik nafas cepat dan tak teratur


Dokter yang masih heran segera memeriksa tekanan darah dan kondisi Grace


"Anda perlu istirahat" kata dokter


Grace menggeleng


"Didalam separuh nyawaku sedang berjuang melawan maut" lirih Grace dengan air mata yang kembali mengalir deras


Dua jam sudah Hendri dan Linda di dalam ruang operasi, dan selama itu Grace tidak tenang barang sedetikpun


Marko dan beberapa preman serta bodyguard sekarang masih diperjalanan menuju rumah sakit


Mereka kembali mengendarai motor dan mobil dan speed boat yang disewa dibayari oleh Marko


Dan yang memakai jet ski tetap memakai jet ski, dan mereka lewat jalur laut


Dua jam lebih barulah rombongan tersebut tiba di rumah sakit bertepatan dengan rombongan papa Hendri sampai di sana juga


"Marko, dimana Hendri?" tanya papanya Hendri dengan nada sangat panik


"Kita masuk saja Om, saya yakin keduanya di ruang operasi"


Papa Hendri beserta rombongannya mengangguk


Dan benar, di depan ruang operasi mereka lihat Grace yang terduduk lemah dengan mata sembab


"Grace......"


Grace langsung berlari menyongsong papanya, berhamburan ke pelukan papanya dan kembali menangis pilu


"Hendri pa, Hendri...." lirih Grace yang suaranya hilang oleh tangisannya


Papanya yang menangis hanya bisa mengusap-usap punggung Grace


Perlahan Grace melepas dekapannya pada papanya, tubuhnya limbung dengan nafas yang tak teratur


Nafas Grace tersengal, dan dia terbatuk-batuk. Keluarga besarnya yang melihat perubahan wajah Grace yang memucat dan nafasnya yang terputus-putus saling toleh dengan wajah menegang


"Hendriiiiii......." Grace berteriak histeris


Dengan susah payah dia berlari kearah pintu ruang operasi. Ambruk di depan sana, dan nafasnya makin tersengal


Papa Hendri menangis sama histerisnya seperti Grace. Dengan cepat ditopang nya kepala Grace


"Hendri pa, Hendri...." ucap Grace tersengal


Papanya menggeleng kuat dengan terus mendekap kuat tubuh Grace


"Tidak nak, tidak... Jangan lakukan ini pada kami nak....." teriak papanya dengan histeris


Tangan Grace yang lemah terus berusaha menggapai pintu


"Aku harus masuk, Hendri membutuhkan aku ...." ucap Grace tersengal

__ADS_1


__ADS_2