
Aku membuka mataku dengan susah payah karena rasa lelah dan kantuk yang masih menyerang ku
Tapi tak urung aku memaksakan membuka mataku juga. Tampak olehku wajah Hendri tepat berada di depan mataku
"Ya Tuhan, apa yang telah kami lakukan?" batinku tersadar ketika melihat ke dadaku yang tidak memakai apa-apa
Hembusan nafas teratur yang keluar dari hidung Hendri menyapa wajahku.
Aku menyentuh wajahnya dengan ragu. Tak ada reaksi, itu artinya dia masih nyenyak. Lalu aku kembali menyentuh wajahnya dan menggerakkan ibu jariku membelai wajahnya sambil tersenyum
Aku langsung memejamkan mataku dengan terburu ketika mata Hendri terbuka lebar
Degup jantungku langsung berpacu cepat dan aku kian merapatkan mataku
Hendri yang melihat mata Linda bergerak-gerak walau terpejam tersenyum geli
Degup jantungku kian berdetak keras ketika kurasakan tangan Hendri menyentuh dan membelai wajahku
"Aku tahu kamu sudah bangun"
Aku makin rapat memejamkan mataku mendengar ucapannya
"Ayo buka mata kamu!"
Kali ini aku menggigit bibirku dengan ketakutan
"Ayo buka, kalau tidak aku akan....."
Dengan terburu aku membuka mataku dan menatap mata Hendri yang menatap ke mataku
Kurasakan tangannya bergerak ke tengkukku dan makin mendekatkan wajahku ke wajahnya
"Kamu mau apa Hen?"
Hendri hanya mengedipkan matanya saja, tidak menjawab pertanyaanku
Kurasakan seperti ada yang mengeras dan mataku langsung membelalak kaget, spontan aku menggeleng kuat kearahnya
"Aku suami kamu Linda, kamu harus ingat itu"
"Ini sepertinya sudah siang Hen, aku harus latihan berjalan" tolak ku mendorong dadanya yang kian menempel kuat di dadaku
"Graca hari ini tidak datang, aku sudah memberitahunya kamu libur hari ini"
Aku diam bingung harus memberi alasan apa lagi
"Bibi Ni Luh pasti sudah menungguku untuk mengajakku jalan-jalan"
Lagi-lagi Hendri menggeleng dengan makin menatap tajam ke arahku
"Seluruh penghuni di villa ini malam tadi aku suruh menginap di hotel tempat pria tua yang bertemu kita di pesawat kemarin"
Nafasku rasanya sesak mendengar jawabannya kali ini
"Tapi Hen....?"
Hendri menggeleng. Aku kian tak bisa bergerak ketika tangannya semakin kuat menekan tengkukku dan langsung melahap bibirku
Dengan terengah-engah aku mengikuti permainan lidah dan bibirnya
__ADS_1
Berkali-kali aku memukul pundaknya agar dia melepaskan lumatannya, tapi Hendri tak memperdulikan pukulan ku
Hingga akhirnya aku tak bisa melawan lagi dan hanya bisa mengerang ketika kembali Hendri bergerak bebas di atas tubuhku
Hendri tersenyum menyeringai ke arahku yang sudah kelelahan dan hanya bisa menarik apa saja yang ada di dekatku
Bahkan aku menggigit bahu dan menjambak rambutnya berkali-kali
"Sudah Hen..." rengek ku ketika Hendri membalikkan tubuhku dan kembali bergerak bebas
"Berteriak lah sekuat yang kamu bisa Lin, tidak ada yang akan mendengarkan....."
Tanganku telah mencengkeram seprai dengan kuat dan akhirnya aku benar-benar mengeluarkan suara yang lebih kencang dari tadi
Hendri yang bergerak bebas makin tersenyum penuh kemenangan ketika Linda yang berada dibawah kungkungannya berteriak tak karuan
Keringat sudah keluar dari tubuh kami masing-masing dan pendingin ruangan yang ada di kamar ini seperti tak berfungsi
Hingga akhirnya aku merasakan gerakan Hendri kian kencang dan dia berteriak tertahan dan menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku
Nafas kami sama-sama memburu dan aku yang sangat kelelahan sudah tak bisa bergerak lagi dan menutup mataku, tertidur kembali
...----------------...
Mataku mengedar ke sekeliling ranjang yang berantakan, tapi tak menemukan adanya Hendri
Lalu aku berusaha bangun dan menutupkan selimut ke tubuh polos ku, lalu menyandarkan tubuhku ke sandaran ranjang
"Hen....?" panggilku ragu
Tak ada jawaban, lalu aku kembali mengulangi panggilanku dengan agak kencang
"Sudah bangun?"
Aku mengangguk
"Jam berapa sekarang?"
"Jam dua belas"
"Hah?" aku kaget dan langsung menurunkan kakiku dengan refleks dan langsung meringis kesakitan
Hendri mendekat dan langsung mengangkat tubuhku
"Mau mandi kan?"
Aku hanya bisa mengangguk dengan wajah malu
Jika selama ini aku mandi dengan duduk di kursi, siang ini aku diletakkan Hendri di dalam bath up.
"Kamu di luar saja, aku bisa mandi sendiri"
Hendri menggeleng. Dia segera menyiramkan shower ke kepalaku dan aku hanya memandangnya dengan tak hentinya mengedipkan mataku
"Ya Tuhan, lelaki ini kenapa berubah manis sekali?" batinku masih terus memandanginya
Dengan lembut Hendri menggosok seluruh tubuhku bahkan memijit kepalaku dengan lembut ketika memakaikan shampo
Bahkan ketika memakaikan handuk ke tubuhku dan rambutku semuanya dilakukannya dengan lembut
__ADS_1
Kembali aku digendongnya dan aku yang masih tak bersuara hanya mampu menatap wajah datarnya
Diletakkannya aku di depan meja hias dan kembali mengeringkan rambutku
"Ya Tuhan Hen" ucapku tercekat ketika memandang cermin
Leherku hampir penuh dengan tanda merah hingga nyaris ke dadaku
Spontan aku langsung menunduk malu, tapi Hendri seakan tak perduli, dia masih saja mengeringkan rambutku dan sekarang mengambilkan dress untukku
"Aku bisa kok pakai sendiri" tolak ku ketika Hendri kembali berusaha membantuku
Hendri menatap tak percaya padaku, tapi aku segera mengambil pakaian yang ada di tangannya
"Kamu tunggu di luar saja"
Hendri diam tapi memilih menurut dan keluar dari dalam kamar
Segera aku memakai underwear dan langsung memakai dress selutut yang tadi diambil nya
Dengan kebingungan aku mencari foundation dan langsung menutupkannya ke bekas kiss mark yang dibuat Hendri
"Ya Tuhan...." kembali aku menggumam sambil menggeleng-gelengkan kepalaku
"Dulu Agung tidak seganas ini, Hendri seperti kuda liar, huhhhh" gumamku lagi sambil terus mengoleskan foundation
Hingga semuanya telah tertutup barulah aku menyisir rambutku dan memakai bedak tipis, baru setelahnya aku berjalan pelan kearah kursi roda dan menekan tombolnya hingga kursi roda itu berjalan sendiri
Aku langsung menghentikan kursi roda di tengah-tengah villa ini karena suasananya sangat sepi
Aku celingak celinguk mencari keberadaan Hendri yang tak kutemukan
Karena aku tak menemukan Hendri, aku segera menekan tombol kursi roda lagi dan mengarahkannya ke teras
Agak jauh di arah kolam renang kulihat Hendri sedang mengobrol dengan seorang perempuan yang ku yakini adalah dokter Grace
"Perasaan tadi pagi Hendri bilang jika dokter Grace tidak datang, kok ini mereka berduaan?"
Aku terus menatap mereka, dan kulihat Hendri melihat ke arahku, diikuti oleh dokter Grace yang juga menoleh ke arahku
Dokter Grace melambaikan tangannya dengan mengembangkan senyum yang ku balas dengan senyum kaku
Keduanya bangkit dan berjalan ke arahku. Setelah mereka tiba di dekatku aku mendongakkan kepalaku kearah dokter Grace
"Maaf dokter, Hendri bilang dokter tidak datang, makanya saya sengaja bangun siang"
Dokter Grace segera memegang pundak Hendri sambil tersenyum
"Iya, tapi aku sengaja datang karena aku ingin lama-lama ngobrol sama Hendri"
Aku kembali memasang senyum kaku kearahnya lalu melirik kearah Hendri yang kembali berwajah dingin seakan tak mengenalku
"Ya sudah, lanjutkan saja obrolan kalian, aku mau masuk lagi" ucapku sambil memutar kursi roda lalu menjalankannya masuk kedalam villa lagi
Kudengar suara tawa dari dokter Grace yang membuatku menoleh kembali keluar lalu kembali melajukan kursi roda kearah ruang tivi
Berkali-kali aku menarik nafas panjang ketika kudengar tawa dokter Grace
"Hei, kamu kenapa Linda?" gumamku heran dengan diriku sendiri
__ADS_1