Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Operasi


__ADS_3

Pak Yohannes yang memangku kepala Linda duduk dengan gelisah, begitupun dengan pak David yang memangku kakinya, sedangkan pak Paino yang melajukan mobil dengan kecepatan tinggi terus menginjak gas dan berburu dengan waktu


"Apakah dia mati?"


Pak Yohannes menggeleng bingung. Dan mobil akhirnya sampai di sebuah rumah sakit tercanggih di negeri ini


Pak David segera turun dan memanggil petugas yang segera keluar membawa brankar


Dengan cepat tubuh lemah Linda mereka pindahkan ke brankar dan langsung dibawa masuk dengan berlari


Brankar langsung masuk keruang operasi dan beberapa dokter dan perawat segera masuk keruangan tersebut


Dengan gelisah ketiga anak buah Hendri tersebut berjalan mondar mandir di depan ruang operasi


Dan Hendri yang masih tampak shock hanya bisa menempelkan hp di telinganya dan mengubungi pak Yohannes


"Bagaimana keadaannya?"


"Masih di dalam ruang operasi bos, masih dilakukan tindakan"


Hendri melepaskan hpnya dengan lemah dan menatap nanar pada ketiga anaknya yang menatap bingung padanya


"Jika tuan mau ke rumah sakit, saya bersedia mengantarkan"


Hendri hanya menatap kosong pada pak Ibram yang menatap serius padanya


"Teleponkan Marko saja, suruh dia kesini"


Pak Ibram mengangguk dan mengambil hp yang diulurkan Hendri


Segera pak Ibram mencari kontak Marko dan segera mendial nomornya


Tak butuh waktu lama panggilan tersebut langsung tersambung dengan Marko


"Ya bos?"


"Maaf ini bukan dengan tuan Hendri, tapi ini dengan saya Ibram, bodyguardnya nona Khayla"


"Ya pak ada apa?"


"Anda diminta bos besar ke rumah sekarang juga"


Marko diam sejenak tampak berfikir


"Sekarang juga Marko, ini penting!" teriak Hendri


Marko langsung mengiyakan begitu dia mendengar teriakan lantang bos besarnya


"Ya Tuhan kenapa ini?, tak biasanya bos meminta saya datang malam-malam" gumam Marko sambil memutar balik laju mobilnya lalu kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah bos besarnya tersebut


Sambil menunggu kedatangan Marko, pak Ibram mengulurkan tangannya berniat hendak menarik tubuh tuan besarnya yang masih terduduk lemah di pinggir semen pembatas tanaman bunga


"Saya bisa sendiri"


Pak Ibram segera menarik tangannya kembali karena tangannya ditepis oleh Hendri


Sementara Khayla dan kedua adiknya yang masih tampak shock dibawa masuk oleh bik Ning


Pak Ibram berjalan di belakang Hendri ketika mereka masuk kedalam rumah mewah tersebut

__ADS_1


Dan kembali pak Puji yang berjaga di depan berlari membuka pagar ketika klakson mobil Marko berbunyi kencang


Secepatnya Marko masuk ke halaman dan tampak menoleh kearah pak Puji yang wajahnya tampak tegang


"Bos besar ada di dalam pak?"


"Ada tuan" tunjuk pak Puji menggunakan ibu jarinya kearah dalam rumah


Marko segera berjalan cepat karena dia yakin telah terjadi sesuatu di rumah ini karena dia melihat jelas gurat kekhawatiran di wajah pak Puji


"Bos?"


Hendri yang terduduk di sofa menoleh cepat kearah Marko yang masuk


"Kita ke rumah sakit sekarang!" Hendri segera berdiri dan berjalan mendahului Marko yang menatap bengong pada orang yang ada di dalam ruangan ini. Terlebih kearah Khayla dan kedua adiknya yang wajah mereka tampak basah


Walau seisi kepalanya dipenuhi tanda tanya, tapi Marko tak berani berkutik selain segera keluar juga mengejar tuannya yang telah lebih dulu masuk mobil


"Rumah sakit mana bos?"


"Rumah sakit utama"


Marko segera menghidupkan mesin mobil dan langsung melesat ke rumah sakit yang tadi disebutkan tuannya


"Cepat Marko!"


Marko yang menangkap jelas kegelisahan di wajah tuannya tak berani membantah selain mengikuti apa yang diperintahkan tuannya saja


"Cari jalan alternatif jika jalan utama kesana macet"


Marko hanya mengangguk dan kembali melajukan mobil dengan kecepatan tinggi


Tak selang berapa lama akhirnya mobil masuk ke kawasan parkir rumah sakit dan Hendri langsung turun


"Tiga pak"


Hendri langsung masuk setelah mendapat jawaban dari pak Yohannes sedangkan Marko yang tertinggal di belakang setengah berlari mengejar bosnya yang telah lebih dulu masuk kedalam lift


Di dalam lift Hendri kembali terlihat gelisah dan berkali-kali menarik nafas dalam


Dan Marko yang melihatnya makin penasaran tentang siapa yang sakit dan kenapa bosnya begitu khawatir


Saat pintu lift terbuka keduanya langsung keluar dan kembali Hendri berjalan cepat


Di depan sebuah ruang operasi Marko melihat dua bodyguard yang dulu pernah dikenalkannya pada Hendri dan juga supir pribadi keluarga ini


"Apa dokter sudah keluar?"


Ketiganya menggeleng, dan Hendri kembali menghembus nafas kasar lalu berjalan ke depan pintu operasi dan mondar mandir di sana


Karena bosnya agak jauh dari mereka, dengan berani Marko mendekat kearah salah satu bodyguard dan berbicara dengan berbisik


"Siapa yang ada di dalam ruang operasi?"


"Teman perempuan bos"


"Teman perempuan?"


"Iya, yang beberapa hari lalu pernah dibawanya ke rumah"

__ADS_1


"Linda?" tanya Marko dengan suara tercekat


"Saya tidak tahu siapa namanya, tapi perempuan itu sepertinya berniat bunuh diri dengan melompat dari ruangan kerja tuan besar"


Degup jantung Marko makin berdebar kencang dan pikiran buruk memenuhi kepalanya


"Apa wanita yang bapak bicarakan tadi wanita berambut coklat dengan memakai baju putih dan celana krem?


Bodyguard tersebut mengangguk. Dan debaran jantung Marko kian berdetak kencang


Diambilnya handphone dalam balik jasnya lalu menampilkan gambar Linda yang diambilnya ketika wanita itu berada di ruangannya


"Apa dia?"


Bodyguard tersebut mengangguk cepat begitu dilihatnya wajah Linda di hp yang ditunjukkan Marko


Marko dengan cepat mengusap kasar wajahnya dan nekad menemui Hendri yang saat ini menyandarkan tubuhnya di tembok sambil menunduk kelantai rumah sakit


"Linda kenapa bos?"


Hendri mengangkat kepalanya dan menatap sekilas pada Marko lalu melengos


"Apa yang bos lakukan sama dia sampai dia berniat mengakhiri hidupnya?"


Hendri memejamkan sebentar matanya lalu menatap tajam pada Marko


"Bukan urusan kamu, jangan mentang-mentang selama dua hari ini kalian akrab, jadi kamu sok berkuasa atas dirinya"


Marko terdiam dan mengusap wajahnya kembali


"Saya bukan sok berkuasa pada dia bos, bos tahu sendirikan jika saya tahu segalanya situasi antara bos dan mantan suami mbak Linda"


Mata Hendri berkilat marah dan dengan cepat didorongnya tubuh Marko hingga tubuh itu membentur tembok


Pak Yohannes dan pak David yang melihat bos besar mereka marah pada Marko segera berlari kearah mereka dan melerai


"Jangan lancang kamu Marko!" tunjuk Hendri marah


Yohannes dan David kesusahan menahan Hendri yang telah kembali bersiap menyerang Marko yang hanya bergeming


"Pergi kamu dari sini, kembalilah ke rumahmu, dan pastikan masalah ini tidak bocor kemanapun!"


Marko yang menahan marah di dadanya tak ada pilihan lain selain mengangguk dan meninggalkan tempat itu


Sebelum pergi di tolehnya pintu ruang operasi yang masih tertutup rapat. Wajahnya yang semula terlihat kesal berubah mendung


"Kabari saya bos jika mbak Linda sadar"


Hendri tak menjawab permintaan Marko melainkan membuang wajahnya


Sedangkan di dalam ruang operasi, luka di kepala Linda yang diakibatkan benturan keras di semen sedang ditangani oleh dokter. Bahu dan kaki perempuan itu patah dan dengan dada yang biru lebam akibat benturan


Sebagian wajahnya yang menghantam semen juga biru lebam


Dan dokter yang sedang mengoperasi kepalanya berusaha mengeluarkan darah yang membeku akibat benturan keras tadi


"Apakah dia akan selamat dok?"


Dokter yang menangani diam dan terus berusaha semampunya, sementara perawat terus mengelap peluh di dahi sang dokter yang terus menetes

__ADS_1


"Lukanya sangat parah dok, kepalanya sampai retak"


"Pasti selamat, karena benturan di tulang tengkorak bisa sembuh dengan sendirinya atau akan sembuh dari waktu ke waktu dan biasanya memerlukan waktu lebih dari enam minggu"


__ADS_2