
Agung dan Nia tampak tersenyum puas ketika melihat helikopter tidak ada lagi, dan benar-benar telah menghilang
"Sayang ambil kertas yang harus ditanda tangani Hendri!" teriak Nia
Dan kulihat Nalendra berjalan masuk dan keluar dengan membawa sebuah map
Lalu memberikannya pada Hendri
"Cepat kamu tanda tangani!" perintahnya sambil memberikan pena
Mata Hendri memandang tajam kearah Nalendra, giginya gemeletuk menahan marah dan Nalendra hanya tersenyum menyeringai kearahnya
"Cepat kamu tanda tangani" teriak Nia
Hendri hanya memegang map tersebut lalu memandang tajam kearah Agung
"Serahkan istriku padaku dulu, baru setelah itu aku akan menandatangani kertas ini"
Agung dan Nia tersenyum menyeringai
"Kami bukan manusia bodoh Hendri, cepat kamu tanda tangani, setelah itu baru kita tukaran, kamu dapat istrimu, kami dapat kertas itu" jawab Nia
Hendri kembali menatap tiga orang yang saat ini tersenyum menyeringai penuh kemenangan kearahnya, lalu melihat kearah Linda yang terduduk di dekat kaki Agung
"Cepat!!!" teriak Agung
"Oke!!!" jawab Hendri lantang ketika dilihatnya Agung kembali mengarahkan pistol kearah kepala Linda
Dengan cepat Hendri menandatangani kertas tersebut lalu mengangkat map tersebut
"Sudah, sekarang serahkan istri saya"
Agung menarik paksa tubuh ku untuk berdiri, lalu Nia memegang bahuku kuat
"Suruh anak buahmu kembali ke jet ski mereka semua!" kembali Agung berkata
Hendri menoleh kearah Marko dan para preman yang masih berdiri di tempat mereka
Dengan sedikit memejamkan matanya menahan marah, Marko akhirnya mengajak tiga preman untuk kembali naik keatas jet ski yang masih berada di dekat speed boat
"Suruh mereka semua pergi!"
Hendri menggeleng
"Tidak akan"
"Aku tidak main-main Hen, akan ku pecahkan kepala istrimu!!!" kembali Agung berteriak lantang
Dan aku kembali memejamkan mataku ketika pistol yang menempel di kepalaku makin ditekan kuat sehingga kepalaku sampai miring kesamping
"Oke kami pergi, tapi jika kalian mengingkarinya, kami tidak akan tinggal diam" bentak kepala preman
"Calm down Linda, tidak akan terjadi apa-apa sama kamu" sambung Mike
__ADS_1
Aku tidak menjawab ucapan Mike, aku hanya bisa mengedipkan mataku berkali-kali kearahnya
"Aku tidak akan pergi!" teriak Grace lantang
"Oke, kamu tetap di sana, tapi pistol kamu, kamu lempar kelaut!" teriak Agung
Dengan santai Grace membuang pistolnya lalu tersenyum sinis kearah kami semua
"Kalian pergi semua!!!" teriak Agung mengarahkan pistol di tangannya kearah jet ski yang mengepung speed boat
Hendri mengangguk kearah Marko, yang akhirnya Marko menurut walau wajahnya menahan kesal dan amarah
Akhirnya semua jet ski itu menjauh kecuali jet ski yang berisi Grace
Nia menganggukkan kepalanya kearah Nalendra yang juga menganggukkan kepalanya
Lalu Nalendra segera menghidupkan mesin speed boat dan aku yang masih dipegangi Nia sekarang dipaksa nya berjalan mendekat kearah Hendri
"Ulurkan map itu!" bentak Nia
Agung masih dengan pistol di tangannya tetap berdiri di belakangku
Hendri mendekat, lalu Nalendra berjalan cepat berjalan kearah kami, dengan cepat dia juga mengarahkan pistol kearah Hendri
"Kalian jangan macam-macam!!!" teriak Grace
"Hen jangan serahkan map itu sebelum Linda berada di tanganmu...." teriak Grace lagi
Dengan cepat Hendri menangkap tubuhku lalu memelukku erat. Aku semakin menangis ketika akhirnya aku bisa dipeluk suamiku lagi
Rombongan Marko yang sudah agak menjauh masih siaga dan mesin jet ski mereka tetap menyala, jadi jika terjadi sesuatu hal yang buruk mereka akan dengan cepat segera menyerbu
Aku yang menangis di pelukan Hendri bisa merasakan jika Hendri menciumi keningku dengan dalam dan mengusap-usap kepalaku
"Hendriiiii......!!!!!" teriak Grace lantang ketika dilihatnya Nia dan Agung menarik pelatuk pistol mereka masing-masing
Door door door!!!!
"Hendriiii......"
"Bosssss......"
Hendri yang tengah memelukku limbung, hingga aku terjatuh kembali dan aku mendengar suara tembakan, dan kali ini aku merasakan perih yang teramat sangat di dadaku
Masih dengan sadar aku melihat bagaimana Nalendra menendang kuat perut Hendri hingga Hendri terjengkang jatuh kelaut
Grace berteriak kencang memanggil nama Hendri, sedangkan Agung yang telah selesai menembak Hendri sekarang menyeret tubuhku kasar lalu dia juga membuang ku kelaut
Door door door door!!!
Grace segera menarik pistol yang ada dalam bajunya lalu mengarahkan kearah Agung dan Nia lalu setelah itu dia melompat kelaut
Dan rombongan Mike yang melihat Hendri tertembak langsung segera tancap gas, Mike langsung terjun kelaut dan jet ski yang dikemudikannya diambil alih Marko
__ADS_1
Preman dan Marko naik kembali kedalam speed boat, sementara di kejauhan terdengar kembali suara helikopter mendekat
Dan Grace yang telah melompat kedalam laut berusaha mencari tubuh Hendri yang sudah mulai tenggelam
Berkali-kali Grace dan Mike muncul kepermukaan mengambil nafas lalu keduanya menyelam lagi
Di dalam laut, mata Grace nanar mencari keberadaan Hendri, berkali-kali dia berteriak di dalam air memanggil nama Hendri
Sementara di atas speedboat enam lelaki yang tadi masuk sedang baku hantam dengan Agung dan Nalendra.
Tampak Agung dan Nia terluka kena tembakan Grace.
Dan sisa preman tadi ikut terjun kelaut mencari Hendri dan Linda yang tadi dilempar kelaut
Mike dengan susah payah menarik tubuh Linda kepermukaan dan dia berteriak kencang
Beberapa preman mendekat dan menopang tubuh Linda agar tak tenggelam lagi
Lalu Mike kembali masuk kedalam air, membantu Grace yang berusaha menarik tubuh Hendri
Di belakang muncul dua speed boat yang melaju kencang, rombongan preman yang tadi menunggu di tepi pantai sekarang telah muncul
Sementara helikopter yang berada di atas akhirnya melepaskan tembakan mereka
Terlihat Nia ambruk bersimbah darah, dan Grace yang dibantu Mike menopang tubuh Hendri di atas air sekarang berusaha menaikkan tubuh besar Hendri keatas speed boat, keduanya dibantu para preman yang ada di atas speed boat.
Satu speed boat langsung menabrak speed boat yang penuh orang baku hantam, lalu mereka semua masuk dan membantu teman mereka yang terluka akibat tembakan yang tadi dilayangkan Nia dan Agung, lalu sisanya ikut memukuli Agung dan Nalendra
Peringatan dari helikopter tidak mereka dengarkan, mereka terus saja menendang dan memukuli tubuh Agung dan Nalendra yang sudah tidak berdaya
Setelah Hendri bisa dinaikkan, hal tersulit justru menaikkan tubuh Linda, Mike dibantu beberapa preman berusaha keras menaikkan tubuh Linda keatas perahu karet baru setelahnya diangkat naik keatas speed boat
Karena Hendri dan Linda telah dinaikkan keatas speed boat, sesuai dengan teriakan Grace speed boat tersebut langsung berputar haluan, membawa Hendri ke darat
Grace berenang mendekati speed boat dan berteriak minta dinaikkan. Seorang preman menariknya naik, setelah berada di atas kapal, tanpa ampun Grace langsung mengambil pistol yang masih menyelip di pinggangnya
Segera ditembaknya kepala Agung berkali-kali hingga tubuh Agung yang tadi masih bergerak kini diam tak berkutik lagi
Lalu masih dengan dada turun naik Grace menembak kepala dan tubuh Nia sebanyak tiga kali. Hingga akhirnya Nia benar-benar tewas
Lalu dia berpindah kearah Nalendra yang sudah tidak bergerak akibat tembakan polisi
Dengan berteriak kencang Grace melayangkan tendangannya kearah tubuh Nalendra yang sudah tak bergerak
"Aaaarrrggghhhh......" teriaknya kencang dengan terduduk sambil berurai air mata
"Kita harus segera menyusul speed boat yang membawa bos tadi nyonya" ucap Marko sambil memegang pundak Grace yang saat ini menangis histeris
Grace bangkit dengan cepat, menghapus kasar wajahnya lalu menyelipkan kembali pistol ke pinggangnya
Dengan cepat dia melompat naik keatas jet ski yang tadi dikendarainya, tanpa menunggu yang lain
Dan dua orang pihak kepolisian yang telah turun dari atas helikopter sekarang sedang mengevakuasi tiga jenazah yang tampak mengenaskan itu bersama Marko dan beberapa preman yang masih menunggu evakuasi sementara yang lain segera naik jet ski menyusul Grace yang telah melaju kencang
__ADS_1