
Hendri yang begitu mengetahui jika ketiga anaknya telah berada di bandara menarik nafas lega, lalu dia turun dari kamar pribadinya, berjalan menuruni tangga dan langsung menuju kamar Linda
Dibukanya dengan pelan kamar tersebut, dilihatnya jika Linda tampak sekali tertidur pulas
Seharian ini dia tidak turun kebawah dia menuruti perkataan dokter Grace untuk tidak dulu menemui Linda
Tapi malam ini, niatnya untuk tidak menemui wanita itu dilanggarnya. Kerinduannya pada wanita itu dan juga keinginannya mengelus perut Linda mengalahkan tekadnya
"Lin....?" panggil Hendri pelan
Aku langsung membuka mataku dan degup jantungku langsung berdetak keras ketika kulihat Hendri berjalan kearah ranjang
Aku segera bangun, berusaha menyandarkan tubuhku dan menatap Hendri yang sekarang telah duduk di dekatku
"Jangan takut, aku tidak akan menyakiti kamu lagi"
Aku terus menatap matanya tak percaya, dulu dia selalu bersikap manis padaku ketika malam hari, tapi akan berubah menjadi dingin ketika siang
Aku menggeleng cepat kearahnya, lalu mendorong keras tubuhnya agar segera berdiri dan pergi dari kamar
Tapi bukannya pergi, Hendri malah memegang tanganku lalu menarik ku dalam dekapannya
"Nggak mau, lepas......" dorongku
Tapi Hendri tak menggubris tolakan ku, dia terus saja mendekap ku
"Tolong jangan abaikan aku Lin, aku tersiksa melihat kamu kaya gini"
Aku diam, berhenti mendorong tubuhnya, mendongakkan kepalaku, kembali menatap tak percaya pada Hendri
"Tolong....." lirihnya
Aku diam, mengusap kasar wajahku lalu membiarkannya terus mendekap ku
Dapat kurasakan Hendri terus mengusap punggung dan pinggangku
"Pegal?" tanyanya
Aku diam tak menjawab, dan Hendri yang faham terus mengelus pinggangku, bahkan setengah memijit
"Rebahan lagi saja, biar aku pijitin terus"
Aku menurut, aku segera merebahkan tubuhku membelakanginya, dan benar, Hendri kembali memijit pinggangku
Saat aku nyaman dengan pijitin Hendri malah anaknya yang cemburu. Dia terus saja bergerak dan menendang, hingga aku harus mengelusnya berulang-ulang
"Kenapa sayang?" bisik Hendri lembut kearah perutku
Manis sekali, dan aku merasa sangat tenang mendengarnya. Lalu tangan Hendri berpindah mengelus perutku, dan dia berpindah tempat menjadi berbaring di depanku
"Pengen dielus terus?"
Aku diam tak menjawab ucapannya, aku lebih memilih memejamkan mataku menghindari pertanyaan Hendri selanjutnya
Dan Hendri terus mengelus perutku dan aku yang mengintip dari mataku yang terpejam melihat jika dia tersenyum ketika janinnya menendang
Lama kelamaan mataku kian meredup dan aku pulas.
Dan Hendri yang belum tidur terus memandangi wajah Linda, mengelus wajah tersebut dengan jarinya lalu menciumnya dengan lembut
"Maafkan aku Lin...." lirihnya
...----------------...
__ADS_1
Lewat tengah malam aku terbangun karena merasa ingin ke kamar mandi. Tangan Hendri yang berada di atas perutku aku angkat lalu aku letakkan di atas kasur
Aku beringsut membuka selimut lalu berusaha duduk. Setelah yakin baru aku menurunkan kaki kananku dan kembali berusaha menjangkau kursi roda yang berada di sebelah ranjang
Setelah memastikan kursi rodanya tak bergerak lagi, aku berusaha duduk di atasnya, lalu menjalankannya kearah kamar mandi
Baru saja aku membuka pintu kamar mandi, Hendri terbangun dan langsung memanggilku
"Kamu mau kemana Lin?"
Aku menoleh kearahnya, dan Hendri turun dari atas ranjang, berjalan cepat ke arahku
"Mau pipis?"
Aku mengangguk. Hendri langsung mengangkat ku dan mendorong kursi roda menjauh dari pintu. Lalu didudukkan nya aku di atas kloset
"Tunggu di luar" lirihku
Hendri menurut, segera dia membalikkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi
Setelah terdengar guyuran air Hendri kembali masuk, bertepatan dengan aku yang telah selesai menaikkan underwear ku
Kembali dengan sigap diangkatnya tubuhku dan aku yang mengalungkan kedua tanganku ke lehernya hanya mampu menatap wajahnya dalam diam
Dengan pelan Hendri meletakkan tubuhku, menyelimuti ku lalu kemudian dia kembali berbaring di sebelahku
Memiringkan tubuhnya, mengusap-usap kepalaku lalu berpindah mengelus perutku
"Tidurlah...."
Aku hanya mengedipkan mataku mendengar ucapannya
Hendri mendekat ke wajahku, hingga hembusan nafasnya memenuhi wajahku, lalu dikecupnya dengan dalam keningku
"Tidurlah, aku akan menjagamu, aku janji mulai hari ini aku tidak akan menyakitimu lagi"
Aku terus menatap matanya tanpa berkedip, seakan aku mencoba meyakinkan diriku sendiri jika omongan Hendri bisa ku percaya
Kembali Hendri mencium keningku dan aku kembali diam tak meresponnya
Kemudian aku membalikkan tubuhku, membelakanginya, menarik selimut keatas lalu memejamkan mataku
Dan Hendri yang berada di belakangku, merapatkan tubuhnya padaku, mengelus perutku lagi, dan dagunya yang diletakkan di bahuku sesekali digerakkan nya ke leherku sehingga aku merasa geli
Tapi sepertinya Hendri sengaja melakukan itu, hingga akhirnya aku tertawa kecil
"Geli Hen...." ucapku sambil menggerakkan kepalaku
Hendri menghentikan aksinya, lalu mencium rambutku dengan dalam.
"Tidurlah...." kembali dia berbisik di telingaku sambil terus mengelus-elus perutku
...----------------...
Aku menggerakkan tanganku mencari keberadaan Hendri yang tak ada di sampingku lagi
Kemudian aku membuka mataku, menoleh kanan kiri mencarinya, lalu aku berusaha duduk, menyandarkan tubuhku ke sandaran ranjang dan melihat kearah kamar mandi berpikir jika Hendri ada di sana
Tapi hingga beberapa menit tak ada yang keluar dari sana. Aku dengan cepat menoleh kearah pintu ketika kulihat Hendri masuk dengan membawa nampan di tangannya
Wajahnya masih sama seperti pertama kali kami bertemu, datar tanpa senyuman
"Sudah bangun?" sapanya sambil duduk di depanku
__ADS_1
Aku tak menjawab hanya melihat saja kearahnya yang meletakkan nampan di atas meja lalu menyerahkan segelas susu padaku
Aku segera meminum susu khusus ibu hamil, susu yang biasa aku minum
Lalu Hendri mengambil piring di atas nampan, dan menyuapiku
"Enak?" tanyanya
Aku hanya mengangguk dan terus mengunyah nasi goreng cumi dan ada telur dadarnya juga
"Semua aku yang buat"
Aku menghentikan kunyahan ku, kembali menatap tak percaya padanya
"Ayo lagi" ucap Hendri kembali menyodorkan sendok berisi nasi ke arahku
"Makan yang banyak, biar anak kita sehat" kembali Hendri berkata sambil mengusap kepalaku
"Hari ini jika kamu tidak keberatan, boleh aku mengajakmu ke dokter kandungan?"
Aku diam tak menjawab tapi terus mengunyah dan sesekali minum susu yang gelasnya masih kupegang
"Aku ingin melihat bagaimana anak aku di dalam perut kamu"
Aku masih tak menjawab
"Mau ya Lin?"
Aku mengangguk, dan Hendri kembali mengacak rambutku
"Kalau begitu habiskan sarapannya setelah itu aku akan memandikan mu" ucap Hendri lagi
Aku kembali mengunyah sarapanku dan menghabiskan susu lalu Hendri meletakkan piring dan gelas yang telah kosong keatas nampan lagi, lalu menyibakkan selimut yang menutupi kakiku, mengangkat tubuhku dan meletakkannya di kursi
Dengan pelan Hendri mulai membantuku melepas baju piyama yang kupakai, dilepasnya kancing satu persatu, dan kulihat jakunnya naik turun dan tarikan nafasnya berubah cepat
Aku langsung memegang tangannya yang terus melepas kancing piyama, lalu mata kami kembali beradu
"Biar aku dimandikan bibi Niluh" lirihku
Hendri menggeleng, dia kembali membuka kancing bajuku dan kulihat dia semakin gelisah
"Hen....?" panggilku
Hendri mengangkat wajahnya kembali dan menatapku dengan dalam, lalu dengan cepat, ditariknya kepalaku, dan langsung ******* bibirku dengan rakus
Nafasnya kian memburu dan tangannya semakin berani bergerilya di dada dan tubuhku
Dan ciumannya pada bibirku semakin rakus tak terkendali. Tanpa bisa aku tolak, tubuhku yang telah polos bagian atas segera diangkatnya lagi keatas ranjang dan Hendri kembali rakus bermain di dadaku
Aku memejamkan mataku menghadapi serangan ganasnya dan sesekali aku mengerang sambil menjambak rambutnya
Dan akhirnya permainan yang telah sangat lama tidak kami lakukan, kembali kami lakukan pagi ini
"Aku mencintaimu Linda... aku mencintaimu....." ceracau Hendri yang jelas terdengar di telingaku
Aku yang juga sudah hilang akal hanya mampu mencengkeram tangannya dengan kuat
Tubuhku berguncang ketika Hendri berteriak kecil yang akhirnya ambruk di sebelahku
Dengan nafas terengah-engah, ditariknya aku kedalam dekapannya, mencium keningku dan kembali menyesap bibirku baru setelah itu Hendri kembali terpejam
"Teruslah disini" ucapnya dengan mata terpejam ketika aku akan bangun dengan kembali mengeratkan pelukannya
__ADS_1