
Sepanjang jalan menuju resort Hendri terus mengumpat kesal dan berkali-kali memukul stir dengan keras
"Kamu mengapa tidak bilang Linda jika kamu ingin kesana" geramnya
Laju mobil yang dikendarai Hendri kian kencang ketika telah sampai di jalan raya, dan dalam sekejap mobil yang dikemudikannya telah masuk ke area parkir resort
Di lobby Hendri hanya menunjukkan kartu identitasnya dan petugas lobi segera mengantarkannya menuju kamar bodyguardnya
Ketika sudah berdiri di depan kamar kedua bodyguard, Hendri mengetuk pintu kamar tersebut
Duan bodyguard yang baru saja merebahkan badan mereka bangun kembali dan salah satu dari mereka membukakan pintu
"Tuan...?" ucap mereka kaget dan langsung menunduk takut
"Dimana kamar istri saya?"
Kembali salah satu dari mereka menjawab dan berjalan di depan mengantarkan Hendri menuju kamar dimana tadi dia melihat Linda masuk
Bodyguard tersebut mengetuk pintu berkali-kali, bahkan memanggil nama bibi Ni Luh, tapi masih tak ada jawaban
Kembali pria besar itu mengetuk pintu kamar dan kali ini ada sahutan dari dalam
"Iya sebentar" jawab suara dari dalam dengan suara serak
Bibi Ni Luh membuka pintu kamar dengan menguap lebar dan mata yang belum terbuka sempurna
"Kenapa malam-malam ngetuk kamar orang, ganggu orang tidur saja" kembali bibi Ni Luh menguap lebar dan menggaruk-garuk kepalanya
"Istri saya ada di dalam bi?"
Refleks bibi Ni Luh langsung menoleh kearah luar dan matanya membesar sempurna
"Tuan besar?" ucapnya tercekat dengan langsung merapihkan rambutnya
"Linda ada di dalam bi?"
Bibi Ni Luh menangguk cepat dan menyingkir dari depan pintu
Hendri segera masuk dan langsung menuju ranjang dimana ada Linda yang terbaring, tidur dengan pulas nya
Hendri langsung berjongkok dan langsung mengangkat tubuh Linda lalu membawanya keluar
"Linda akan saya pindahkan ke kamar kami, terima kasih bi karena telah menjaganya"
Bibi Ni Luh hanya bisa mengangguk takut dan kembali menyingkir dan menundukkan kepalanya ketika Hendri keluar dengan menggendong tubuh Linda
Bodyguard yang mengawal Hendri, berjalan di belakangnya dan segera membuka pintu kamar ketika Hendri memerintahnya
Dan Hendri yang masuk kedalam kamar type president suite room tersebut langsung meletakkan pelan tubuh Linda di atas ranjang mewah
Setelah itu barulah Hendri duduk di sebelah tubuh Linda yang seolah tak merasakan apa-apa jika dia telah pindah tempat
"Jangan buat aku khawatir lagi Lin..." desisnya sambil membelai wajah Linda yang terasa dingin
Hendri melepas rompi yang sejak tadi melekat di tubuhnya, dan juga melepas kemeja yang dikenakannya, lalu hanya dengan memakai kaos singlet dia segera berbaring tepat di sebelah Linda yang menggerakkan badannya
Hendri mengusap-usap kepala Linda ketika wanita itu bergerak memiringkan tubuhnya membelakangi dirinya
Setelah dirasanya wanita itu tenang, Hendri merapatkan tubuhnya pada tubuh Linda lalu memeluknya dengan erat
Kembali Hendri menciumi tengkuk dan rambut Linda dengan dalam berkali-kali
Lalu aku yang bermimpi jika aku dipeluk Hendri menggerakkan tanganku mencari tangan Hendri
Dan Hendri yang melihat Linda seperti menggerakkan tangannya mencari sesuatu segera menggenggam jari tersebut
Dan benar saja, ketika Hendri telah menggenggam jari tersebut, Linda kembali tenang
Dan Hendri kembali menciumi tengkuk Linda sambil menggumam tak jelas
...----------------...
Aku menggeliat dan membuka mataku sedikit.
"Kok kayanya kamarnya beda?" batinku
Lalu aku membesarkan bola mataku dan ketika aku akan duduk baru aku sadar jika ada yang menindih perutku
Betapa kagetnya aku ketika aku menoleh, ada Hendri yang terpejam
__ADS_1
Mataku lalu mengedarkan sekeliling ruangan dan benar, ini kamar yang berbeda, bukan kamar tempat bibi Ni Luh
Kembali aku menoleh kearah Hendri yang nafasnya masih tampak teratur. Dengan pelan aku mengangkat tangannya, tapi bukannya merenggang, Hendri yang bergerak kian mengeratkan pelukannya pada perutku
Aku menarik nafas dalam, lalu kembali mengangkat tangannya. Meletakkannya dengan pelan lalu aku berjalan berjingkat meninggalkan kamar ini
Aku berjalan keluar, celingukan dan melambaikan tangan kearah rombongan bibi Ni Luh
"Kok aku bisa pindah kamar gimana ceritanya bi?"
Bibi Ni Luh yang membawa makanan dalam nampan membawaku duduk di bangku lalu memberikan secangkir cappuccino padaku
Aku langsung menyeruputnya dan mencomot roti lalu memasukkannya ke mulutku
"Bibi tahu kenapa aku bisa pindah kamar?"
Bibi Ni Luh tersenyum sambil memperhatikanku yang terus mengunyah
"Tuan besar datang tengah malam tadi, terus langsung menggendong nyonya, membawa nyonya ke kamar lain"
Aku menarik nafas panjang lalu memandang ke depan, kearah banyaknya turis yang jogging
"Kita jalan yuk bik, lebih tepatnya bantu aku berjalan lagi"
Bibi Ni Luh mengangguk lalu meletakkan nampan yang ada di pangkuan keatas bangku
Lalu bibi Ni Luh melambaikan tangan kearah asisten yang lain yang juga tampak sedang sarapan
Perempuan muda itu datang dan menganggukkan kepalanya padaku seraya tersenyum
"Sarapan nyonya kamu bawa ketempat kamu, mungkin selesai jogging beliau mau sarapan lagi"
Aku menggeleng
"Bawa saja mbak aku udah kenyang"
Wanita muda itu mengangguk lalu aku segera menggandeng lengan bi Ni Luh
Kami berjalan pelan di area jogging yang kanan kirinya menawarkan pemandangan yang sangat cantik, rumput hijau, pohon kelapa dan juga ada gazebo-gazebo di sekitarnya
Aku menghirup udara dalam-dalam lalu mulai melepas gandengan ku pada bibi Ni Luh, berjalan sendiri dengan pelan
Berkali-kali aku mengatur nafas ketika rasa ngilu di kakiku kembali terasa
Dan bibi Ni Luh yang berjalan di belakangku setia mengiringiku dan memberi semangat
Beberapa turis dan wisatawan lokal yang sedang jogging tampak menoleh ketika mereka melewati ku
"Can I help you?"
Aku mendongakkan kepalaku ketika ada suara di depanku
Kulihat seorang bule tampak berjalan mundur di depanku sambil melompat-lompat kecil
"No, thank you" jawabku
"Are you was ill, why your leg?"
"I have got an accident"
"Oh, I am so sorry to heard that"
Ucap pria bule itu lalu berhenti dari melompat kecilnya, jongkok di depanku
"Hei, what you doing?" aku menggerakkan kakiku cepat ketika kulihat dia memegang betis ku
"Nothing, Just see your leg, but I think your leg needs some recovery now"
Aku mengangguk
"Thank you for your attention, but I am okey, you can continue your jogging"
Pria itu berdiri lalu mengangguk dan mengulurkan tangannya
"I am Michael, call me Mike"
Aku menyambut tangannya
"I am Linda"
__ADS_1
"Oke Linda, nice to see you, have a nice day, I hope we can met again"
Aku mengangguk, lalu pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Mike berlari mundur lagi sampai akhirnya dia membalikkan badannya dan melambaikan tangan ke arahku
...----------------...
Hendri yang masih memejamkan matanya meraba-raba tempat tidurnya mencari keberadaan Linda. Lalu dia membuka mata dan melihat sekeliling kamar namun kembali dia tidak menemukan Linda
"Kemana perempuan itu?" desisnya sambil segera turun dari ranjang
Berjalan kearah jendela yang langsung menghadap ke pantai. Dilihatnya dari tempatnya berdiri Linda sedang tertawa bersama para karyawan villa
Bibir Hendri menyunggingkan senyum ketika melihat tawa bahagia dari wajah Linda
Hendri meregangkan ototnya lalu segera meraih kemeja yang semalam diletakkannya di atas sofa, memakainya lalu keluar dari kamar
Dan aku yang melihat Hendri berjalan kearah kami segera membuang muka, para asisten yang menangkap perubahan wajahku menoleh kebelakang dan langsung berdiri ketika mereka lihat Hendri telah makin dekat dengan kami
"Tuan...." sapa mereka sambil sedikit membungkukkan badannya
Hendri hanya tersenyum sekilas lalu duduk di tempat asisten tadi, tepat di depanku
Karena sekarang ada tuan besar mereka, bi Ni Luh dan ketiga temannya berdiri pamitan dan memilih pindah tempat
"Bi aku ikut" ucapku ketika mereka berempat mau pergi
"Kamu tetap duduk di sini, jangan kemana-mana"
Aku menghembus nafas panjang lalu melengos dengan melipat kedua tangan di dadaku
Bibi Ni Luh dan yang lain segera mempercepat langkah mereka ketika mendengar ucapan Hendri yang melarang ku pergi
"Mengapa tidak bilang jika kamu pergi?"
Aku masih diam dan membuang pandanganku
"Kamu tahukan, aku paling tidak suka dibantah"
Saat Hendri akan terus mengomel, hpnya berdering
"Ya Grace?"
Wajahku yang tadi masam makin masam ketika ku dengar bibir Hendri menyebut nama dokter Grace
"Saya di Heaven Resort sekarang, kamu dimana?"
"Oh, kamu ada meeting di sini, ya sudah kesini saja, kebetulan saya di luar"
Hendri lalu meletakkan hp di pangkuannya lalu memandang lurus ke depan
"Kenapa kamu kabur?"
"Ya kamu mikir aja sendiri" jawabku sewot
"Kamu benar-benar ya Lin...." geramnya
Aku sedikitpun tidak menoleh padanya sampai akhirnya aku cepat menoleh ketika kudengar sebuah teriakan yang aku sangat hafal suaranya
Dokter Grace begitu cantik dan anggun berjalan kearah kami
Memakai dress bermotif bunga dengan kaca mata besar hitam berbingkai marun
Kembali aku harus memasang wajah datar ketika melihat keduanya berpelukan
"Loh, kamu belum mandi?"
Aku makin bengong mendengar perhatian dokter Grace pada Hendri
Keduanya lalu tertawa, dan dokter Grace yang melambaikan tangan ke arahku langsung duduk di sebelah Hendri
Aku yang merasa tidak penting dengan obrolan mereka, berdiri dan menjauh dari keduanya
Dan Hendri sama sekali tidak memanggilku apalagi melarang ku seperti yang tadi dilakukannya ketika aku ingin ikut rombongan bibi Ni Luh
Aku berjalan pelan kearah pantai, dan mengembangkan senyum ketika air laut menyentuh kakiku yang telanjang
"Linda.....!"
Aku menoleh ke sumber suara, dan benar di belakangku tampak Mike berlari ke arahku
__ADS_1