Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Dipaksa


__ADS_3

Melihat Linda tak memperdulikannya membuat Hendri makin kesal


Diseretnya kasar kursi yang duduki Linda dan mengangkat wajah Linda keatas


"Mau membantah?"


Aku masih diam dan masih seperti tadi, hanya mengedipkan mataku


Cengkeraman kuat Hendri pada rahangku tak aku hiraukan, aku hanya membiarkannya menyakitiku


Kekesalan Hendri makin membuncah karena lagi-lagi Linda hanya diam


Sangat berbeda ketika awal dia menyeretnya di restoran


Mata Hendri turun kebawah, melihat ke pakaian yang sama seperti semalam


"Itu artinya perempuan ini tidak berganti pakaian" batinnya


Kembali mata Hendri menatap setiap inci wajah Linda yang terdongak keatas, wajah yang sayu dan mata sangat sembab


"Berarti dia juga belum mandi" kembali Hendri membatin


Lalu kembali dengan kasar Hendri membuang wajah Linda dan mendengus kesal


Aku kembali menatap kosong ke depan tak menghiraukan Hendri yang menatap kesal ke arahku


"Aku yakin perempuan ini juga belum makan" batin Hendri yang segera keluar meninggalkan kamar


Mataku hanya mengekor ketika Hendri keluar dari kamar, dan bergeming ketika dia membanting keras pintu


Aku menarik nafas panjang dan mengusap rahang ku yang terasa sakit, lalu kembali menarik kursi kepinggir jendela


Pintu kamar dibuka kembali, dan aku tidak menoleh sama sekali.


"Makan siangnya mbak..."


Aku menoleh karena kali ini yang bersuara bukan suara Hendri, melainkan suara perempuan


Aku melihat seorang perempuan muda yang bisa aku taksir umurnya tak jauh dariku, sekitar tiga puluhan


Wanita itu mendorong meja troli ke dekatku dan aku hanya diam saja saat meja troli yang penuh makanan itu ada di hadapanku


"Tinggalkan saja di sana, kamu bisa keluar"


Aku kembali menarik nafas panjang karena itu suara Hendri


Pelayan wanita yang tadi mengantarkan makanan hanya mengangguk sopan pada Hendri lalu keluar


"Aku yakin kamu belum makan, ayo makan!"


Aku masih diam menatap makanan di depanku tanpa berniat sedikitpun menyentuhnya


Kembali Hendri harus menarik nafas panjang melihat Linda yang berubah keras kepala


"Apa kamu mau mati, hah?"


Aku mendongak menatap Hendri yang berdiri di depanku


"Makan!!!" bentak Hendri


Aku menggeleng


Dengan kesal Hendri menarik tangan Linda hingga membuat wanita itu berdiri, dan langsung menyeretnya kearah ranjang dan mendudukkan paksa Linda di sana


Lalu Hendri kembali mengambil meja troli meletakkan di depan Linda kemudian Hendri mengambil kursi yang tadi diduduki Linda


Dengan wajah dingin Hendri mulai menyendok makanan dan mengarahkannya ke depan mulut Linda


Tapi Linda bergeming, dia masih menutup rapat mulutnya dan hanya memandang sayu


"Buka mulutnya!!!" kembali Hendri membentak


Aku masih seperti tadi

__ADS_1


Karena Linda masih membandel, dengan kasar Hendri duduk di sebelah Linda, kembali menarik rahang Linda hingga terdongak dan memaksa sendok masuk kedalam mulutnya


Dengan susah payah akhirnya makanan di sendok masuk kedalam mulut Linda walau ada yang tumpah


Setelah makanan masuk kedalam mulutku, aku tak langsung mengunyahnya melainkan membiarkannya saja di dalam mulutku


"Ohh kamu mau main-main sama aku, oke...." ucap Hendri santai


Dia segera mengeluarkan hp dari saku celananya lalu menempelkan benda tersebut ke telinganya


"Kalian culik ketiga anak Agung, buang mereka semua kelaut!!!"


Tubuhku langsung bergetar dan menggeleng kuat


"Jangan Hen, jangan, please jangan..."


Hendri menatap dingin kearah Linda yang berdiri sambil menangkupkan tangannya di depan dada


"Aku akan lakukan apapun perintah kamu Hen. Kamu menyuruhku makan kan?, iya ini aku makan" ucapku gugup sambil menyendok penuh makanan dan memasukkannya ke mulutku


Dengan susah payah aku menelan makanan sambil berurai air mata


"Aku makan, tapi tolong jangan sakiti anak-anakku"


Hendri masih menempelkan hp di telinganya dan menatap dingin Linda yang memaksa makanan masuk kedalam mulutnya


Melihat Hendri masih menempelkan hp di telinganya, membuatku masih panik


"Tolong Hen..." ucapku tak jelas karena mulutku penuh


"Kalian awasi terus ketiga anak Agung, dan tunggu instruksi selanjutnya dariku"


Aku menarik nafas lega dan bernafas ngos-ngosan ketika mendengar kalimat Hendri


"Habiskan semua, jika tidak..."


"Iya iya iya...." jawabku cepat


Aku dengan susah payah menghabiskan semua makanan di atas meja dan menenggak habis jus buah


Dan ketika sekarang aku dipaksa menghabiskan seluruh isi meja tentulah itu membuatku kesusahan


Hendri tersenyum dalam hati melihat Linda yang tertipu olehnya


"Berarti anak adalah kunci ampuh untuk aku menaklukkan perempuan ini" batinnya


Aku bersendawa dan refleks aku menutup mulutku, Hendri hanya melirik sekilas ketika Linda bersendawa


"Cepat mandi!"


Aku segera berdiri cepat lalu masuk kedalam kamar mandi


Hendri melihat meja troli yang sekarang berantakan dan menggelengkan kepalanya


"Dia rakus apa lapar?" gumamnya


Padahal awalnya Hendri memesan makanan itu untuk mereka makan berdua karena dia juga belum makan siang


Dia hanya makan malam tadi, itupun dengan nasi dan lauk yang dingin. Hendri menarik nafas panjang lalu terlihat menelpon seseorang


"Iya, bawa ke kamar nomor 20"


Lalu Hendri menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka. Refleks dia menelan ludahnya


Di depan pintu Linda berdiri dengan hanya handuk yang melilit di badannya


Leher jenjangnya begitu terekspos karena rambut Linda ditutup handuk kecil, sepertinya wanita itu keramas


Aku kaget karena Hendri menatap tajam ke arahku, refleks aku masuk kembali kedalam kamar mandi


Hendri tersenyum menyeringai melihat Linda yang ketakutan. Lalu Hendri berjalan kearah depan kamar mandi dan mengetuk pintunya


Aku terlonjak ketika kudengar Hendri mengetuk pintu kamar mandi

__ADS_1


"Keluarlah, aku tidak akan ngapa-ngapain kamu!"


Aku tak menjawab, aku terus saja menggigit bibirku dengan gelisah


"Lin....? kembali Hendri mengetuk


"Iya, sebentar"


Hendri kembali tersenyum mendengar suara Linda yang terdengar panik


Lalu Hendri kembali ke sofa dan menatap lekat kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat


Tak lama pintu diketuk dan muncul seorang pelayan mendorong meja troli


"Letakkan dimana tuan?"


"Bawa kesini!"


Pelayan tersebut mendorong meja troli kearah Hendri


"Bawa yang itu keluar!" ucap Hendri sambil mengarahkan matanya ke meja troli dekat ranjang


Pelayan tadi menurut lalu mendorong keluar meja troli bekas Linda makan


Dan aku yang berada di dalam kamar mandi memberanikan diriku untuk keluar ketika ku pastikan jika Hendri tidak berdiri di depan pintu kamar mandi lagi


Hendri yang fokus menatap hpnya melirik sekilas kearah Linda yang keluar


Dengan cepat aku membuka lemari dan aku langsung terpaku ketika kulihat ada banyak pakaian di dalam sana, lalu aku membalikkan badanku menatap kearah Hendri


Hendri pura-pura tak melihat Linda yang menatap kearahnya, dan masih berpura-pura melihat hp


Karena Hendri tak melihatku, aku membalikkan badanku dan mulai memilih pakaian apa yang akan aku pakai


Sambil memilih pakaian aku berfikir bagaimana dan kapan Hendri membeli ini semua


Tidak mungkin jika ini dia yang membeli, aku yakin dia menyuruh sekretaris atau pembantunya


Pilihanku jatuh pada semi dress berwarna hitam, dan aku juga segera mengambil pakaian dalam


Aku celingukan ketika aku bingung mau berganti baju dimana


Dan Hendri sepertinya faham. Dia segera merebahkan dirinya di sofa tanpa memberitahu Linda


Dan aku yang mendengar sofa berderit refleks menoleh dan kulihat Hendri rebahan sambil masih menatap hp


Dengan cepat aku memakai CD, lalu memasangkan bra. Lalu melepas handuk.


Dan Hendri kembali menelan ludahnya ketika dilihatnya tubuh indah Linda yang menantangnya


Masih dengan gerakan cepat aku segera memakai dress dan merapikan pakaianku sebelum akhirnya aku mengeringkan rambutku dengan handuk


"Selesai?"


Aku menoleh kearah Hendri yang masih rebahan


"Iya, sudah"


Hendri lalu kembali duduk dan meletakkan hpnya


Tanpa bersuara lagi dia segera menarik meja troli dan mulai menyuap makanan


Aku ternganga ketika kulihat Hendri makan, mau bertanya tapi aku takut, jadi aku membiarkannya saja


"Alat make up juga ada di sana" ucap Hendri tanpa mengalihkan perhatiannya pada makanan yang dimakannya


Aku kembali membuka pintu sebelah lemari pakaian, dan aku kembali mendapati alat make up lengkap hingga perfume juga ada di sana


Hendri masih bersikap cuek dan segera mendorong meja troli ketika dirasanya perutnya kenyang


Kemudian Hendri berjalan kearah ranjang dan langsung merebahkan dirinya di sana


Sambil bersandar di bantal Hendri menatap kearah Linda yang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk

__ADS_1


"Aku mau tidur, jika kamu mau tidur juga, kamu bisa tidur di sebelahku"


__ADS_2