
Melihat Linda tak memperdulikannya membuat Hendri makin kesal
Diseretnya kasar kursi yang duduki Linda dan mengangkat wajah Linda keatas
"Mau membantah?"
Aku masih diam dan masih seperti tadi, hanya mengedipkan mataku
Cengkeraman kuat Hendri pada rahangku tak aku hiraukan, aku hanya membiarkannya menyakitiku
Kekesalan Hendri makin membuncah karena lagi-lagi Linda hanya diam
Sangat berbeda ketika awal dia menyeretnya di restoran
Mata Hendri turun kebawah, melihat ke pakaian yang sama seperti semalam
"Itu artinya perempuan ini tidak berganti pakaian" batinnya
Kembali mata Hendri menatap setiap inci wajah Linda yang terdongak keatas, wajah yang sayu dan mata sangat sembab
"Berarti dia juga belum mandi" kembali Hendri membatin
Lalu kembali dengan kasar Hendri membuang wajah Linda dan mendengus kesal
Aku kembali menatap kosong ke depan tak menghiraukan Hendri yang menatap kesal ke arahku
"Aku yakin perempuan ini juga belum makan" batin Hendri yang segera keluar meninggalkan kamar
Mataku hanya mengekor ketika Hendri keluar dari kamar, dan bergeming ketika dia membanting keras pintu
Aku menarik nafas panjang dan mengusap rahang ku yang terasa sakit, lalu kembali menarik kursi kepinggir jendela
Pintu kamar dibuka kembali, dan aku tidak menoleh sama sekali.
"Makan siangnya mbak..."
Aku menoleh karena kali ini yang bersuara bukan suara Hendri, melainkan suara perempuan
Aku melihat seorang perempuan muda yang bisa aku taksir umurnya tak jauh dariku, sekitar tiga puluhan
Wanita itu mendorong meja troli ke dekatku dan aku hanya diam saja saat meja troli yang penuh makanan itu ada di hadapanku
"Tinggalkan saja di sana, kamu bisa keluar"
Aku kembali menarik nafas panjang karena itu suara Hendri
Pelayan wanita yang tadi mengantarkan makanan hanya mengangguk sopan pada Hendri lalu keluar
"Aku yakin kamu belum makan, ayo makan!"
Aku masih diam menatap makanan di depanku tanpa berniat sedikitpun menyentuhnya
Kembali Hendri harus menarik nafas panjang melihat Linda yang berubah keras kepala
"Apa kamu mau mati, hah?"
Aku mendongak menatap Hendri yang berdiri di depanku
"Makan!!!" bentak Hendri
Aku menggeleng
Dengan kesal Hendri menarik tangan Linda hingga membuat wanita itu berdiri, dan langsung menyeretnya kearah ranjang dan mendudukkan paksa Linda di sana
Lalu Hendri kembali mengambil meja troli meletakkan di depan Linda kemudian Hendri mengambil kursi yang tadi diduduki Linda
Dengan wajah dingin Hendri mulai menyendok makanan dan mengarahkannya ke depan mulut Linda
Tapi Linda bergeming, dia masih menutup rapat mulutnya dan hanya memandang sayu
"Buka mulutnya!!!" kembali Hendri membentak
Aku masih seperti tadi
__ADS_1
Karena Linda masih membandel, dengan kasar Hendri duduk di sebelah Linda, kembali menarik rahang Linda hingga terdongak dan memaksa sendok masuk kedalam mulutnya
Dengan susah payah akhirnya makanan di sendok masuk kedalam mulut Linda walau ada yang tumpah
Setelah makanan masuk kedalam mulutku, aku tak langsung mengunyahnya melainkan membiarkannya saja di dalam mulutku
"Ohh kamu mau main-main sama aku, oke...." ucap Hendri santai
Dia segera mengeluarkan hp dari saku celananya lalu menempelkan benda tersebut ke telinganya
"Kalian culik ketiga anak Agung, buang mereka semua kelaut!!!"
Tubuhku langsung bergetar dan menggeleng kuat
"Jangan Hen, jangan, please jangan..."
Hendri menatap dingin kearah Linda yang berdiri sambil menangkupkan tangannya di depan dada
"Aku akan lakukan apapun perintah kamu Hen. Kamu menyuruhku makan kan?, iya ini aku makan" ucapku gugup sambil menyendok penuh makanan dan memasukkannya ke mulutku
Dengan susah payah aku menelan makanan sambil berurai air mata
"Aku makan, tapi tolong jangan sakiti anak-anakku"
Hendri masih menempelkan hp di telinganya dan menatap dingin Linda yang memaksa makanan masuk kedalam mulutnya
Melihat Hendri masih menempelkan hp di telinganya, membuatku masih panik
"Tolong Hen..." ucapku tak jelas karena mulutku penuh
"Kalian awasi terus ketiga anak Agung, dan tunggu instruksi selanjutnya dariku"
Aku menarik nafas lega dan bernafas ngos-ngosan ketika mendengar kalimat Hendri
"Habiskan semua, jika tidak..."
"Iya iya iya...." jawabku cepat
Aku dengan susah payah menghabiskan semua makanan di atas meja dan menenggak habis jus buah
Dan ketika sekarang aku dipaksa menghabiskan seluruh isi meja tentulah itu membuatku kesusahan
Hendri tersenyum dalam hati melihat Linda yang tertipu olehnya
"Berarti anak adalah kunci ampuh untuk aku menaklukkan perempuan ini" batinnya
Aku bersendawa dan refleks aku menutup mulutku, Hendri hanya melirik sekilas ketika Linda bersendawa
"Cepat mandi!"
Aku segera berdiri cepat lalu masuk kedalam kamar mandi
Hendri melihat meja troli yang sekarang berantakan dan menggelengkan kepalanya
"Dia rakus apa lapar?" gumamnya
Padahal awalnya Hendri memesan makanan itu untuk mereka makan berdua karena dia juga belum makan siang
Dia hanya makan malam tadi, itupun dengan nasi dan lauk yang dingin. Hendri menarik nafas panjang lalu terlihat menelpon seseorang
"Iya, bawa ke kamar nomor 20"
Lalu Hendri menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka. Refleks dia menelan ludahnya
Di depan pintu Linda berdiri dengan hanya handuk yang melilit di badannya
Leher jenjangnya begitu terekspos karena rambut Linda ditutup handuk kecil, sepertinya wanita itu keramas
Aku kaget karena Hendri menatap tajam ke arahku, refleks aku masuk kembali kedalam kamar mandi
Hendri tersenyum menyeringai melihat Linda yang ketakutan. Lalu Hendri berjalan kearah depan kamar mandi dan mengetuk pintunya
Aku terlonjak ketika kudengar Hendri mengetuk pintu kamar mandi
__ADS_1
"Keluarlah, aku tidak akan ngapa-ngapain kamu!"
Aku tak menjawab, aku terus saja menggigit bibirku dengan gelisah
"Lin....? kembali Hendri mengetuk
"Iya, sebentar"
Hendri kembali tersenyum mendengar suara Linda yang terdengar panik
Lalu Hendri kembali ke sofa dan menatap lekat kearah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat
Tak lama pintu diketuk dan muncul seorang pelayan mendorong meja troli
"Letakkan dimana tuan?"
"Bawa kesini!"
Pelayan tersebut mendorong meja troli kearah Hendri
"Bawa yang itu keluar!" ucap Hendri sambil mengarahkan matanya ke meja troli dekat ranjang
Pelayan tadi menurut lalu mendorong keluar meja troli bekas Linda makan
Dan aku yang berada di dalam kamar mandi memberanikan diriku untuk keluar ketika ku pastikan jika Hendri tidak berdiri di depan pintu kamar mandi lagi
Hendri yang fokus menatap hpnya melirik sekilas kearah Linda yang keluar
Dengan cepat aku membuka lemari dan aku langsung terpaku ketika kulihat ada banyak pakaian di dalam sana, lalu aku membalikkan badanku menatap kearah Hendri
Hendri pura-pura tak melihat Linda yang menatap kearahnya, dan masih berpura-pura melihat hp
Karena Hendri tak melihatku, aku membalikkan badanku dan mulai memilih pakaian apa yang akan aku pakai
Sambil memilih pakaian aku berfikir bagaimana dan kapan Hendri membeli ini semua
Tidak mungkin jika ini dia yang membeli, aku yakin dia menyuruh sekretaris atau pembantunya
Pilihanku jatuh pada semi dress berwarna hitam, dan aku juga segera mengambil pakaian dalam
Aku celingukan ketika aku bingung mau berganti baju dimana
Dan Hendri sepertinya faham. Dia segera merebahkan dirinya di sofa tanpa memberitahu Linda
Dan aku yang mendengar sofa berderit refleks menoleh dan kulihat Hendri rebahan sambil masih menatap hp
Dengan cepat aku memakai CD, lalu memasangkan bra. Lalu melepas handuk.
Dan Hendri kembali menelan ludahnya ketika dilihatnya tubuh indah Linda yang menantangnya
Masih dengan gerakan cepat aku segera memakai dress dan merapikan pakaianku sebelum akhirnya aku mengeringkan rambutku dengan handuk
"Selesai?"
Aku menoleh kearah Hendri yang masih rebahan
"Iya, sudah"
Hendri lalu kembali duduk dan meletakkan hpnya
Tanpa bersuara lagi dia segera menarik meja troli dan mulai menyuap makanan
Aku ternganga ketika kulihat Hendri makan, mau bertanya tapi aku takut, jadi aku membiarkannya saja
"Alat make up juga ada di sana" ucap Hendri tanpa mengalihkan perhatiannya pada makanan yang dimakannya
Aku kembali membuka pintu sebelah lemari pakaian, dan aku kembali mendapati alat make up lengkap hingga perfume juga ada di sana
Hendri masih bersikap cuek dan segera mendorong meja troli ketika dirasanya perutnya kenyang
Kemudian Hendri berjalan kearah ranjang dan langsung merebahkan dirinya di sana
Sambil bersandar di bantal Hendri menatap kearah Linda yang sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk
__ADS_1
"Aku mau tidur, jika kamu mau tidur juga, kamu bisa tidur di sebelahku"