
Dering suara hp yang ada di dalam ruangan ini memaksaku yang sejak tadi membuang wajahku melirik kearah Hendri yang duduk di kursi menatapku dan Mike dengan wajah dingin
"Ya Marko?"
Aku menarik nafas panjang ketika mendengar Hendri menyebut nama Marko
"Tidak bisa, aku belum bisa pulang hari ini, kamu handle lagi semuanya"
Setelah itu kembali sunyi dan aku kembali menatap Mike yang sekarang duduk di kursi di sebelah tempat tidurku
"Pergilah Mike, semakin lama kau disini, nyawaku makin terancam"
Kembali rahang Hendri mengeras mendengar ucapan Linda, sedangkan Mike masih saja menggelengkan kepalanya
"Aku mohon Mike, aku tak ingin mati sia-sia"
Mike menggenggam tanganku lagi, dan aku melihat Hendri bangkit dari kursinya, dan aku terburu menarik tanganku dari genggaman Mike
Sebuah tinju keras langsung melayang mengenai rahang Mike yang membuatku terpekik tertahan
Kembali harus kulihat Hendri dan Mike beradu argumentasi, dan keduanya berhenti ketika perawat masuk membawa pihak keamanan
Mike menatapku dengan dalam ketika tangannya ditarik paksa pihak keamanan yang memintanya keluar
Air mataku kembali mengalir deras saat Mike hilang dari pandanganku. Lalu aku kembali membuang wajahku dan berusaha menutup mataku agar Hendri berhenti mendekatiku dan duduk diam di tempatnya
"Ya ampun Hen, berhari-hari aku menunggu kabar dari kamu, rupanya kamu disini?"
Aku langsung membuka mataku dan menoleh kearah pintu dimana dokter Grace masuk dengan langsung mengembangkan tangannya
Aku menatap kosong pada mereka berdua yang berpelukan.
"Keadaan kamu bagaimana?" kembali dokter Grace bertanya pada Hendri dengan merapihkan rambut Hendri kebelakang
Dan lagi-lagi aku menatap kosong melihat perhatian dokter Grace pada Hendri yang tersenyum kaku kearahnya
Barulah setelah merapihkan rambut Hendri, dokter Grace menoleh ke arahku, memasang senyum manis lalu berjalan ke arahku
Dipeluknya tubuhku dengan cara membungkukkan badannya
"Syukurlah kamu sudah sadar Lin"
Aku masih seperti tadi, tak bereaksi dengan perhatiannya
Dokter Grace menyentuh jariku, mengusap perlahan
"Aku turut prihatin ya Lin dengan kecelakaan yang menimpa kamu"
Aku mengangguk
"Kamu yang sabar ya Lin, kamu pasti sembuh kok, kamu pasti bisa berjalan lagi"
"Iya dokter, terima kasih" jawabku singkat
Lalu aku kembali menatap kosong keatas
Lalu dokter Grace mengangkat selimut bagian kakiku, melihat kakiku yang terbungkus perban dalam jumlah banyak
Aku tidak melihat apa yang dilakukannya pada kakiku, karena aku merasa tak nyaman ada dia dan Hendri di ruangan ini
__ADS_1
Dokter Grace menekan kaki Linda yang terbungkus perban lalu melihat kearah Linda yang masih tak bereaksi, lalu dia berpindah ke telapak kaki, mengeluarkan pena yang ada di saku bajunya, menusuk kaki Linda, dan masih perempuan itu tak bereaksi
Lalu dokter Grace menoleh kearah Hendri dan menggelengkan kepalanya, Hendri langsung mengusap wajahnya frustasi
Kembali dokter Grace mengulangi menekan kuat pena ke telapak kaki Linda dan lagi-lagi perempuan itu tak bereaksi
"Lin?" panggil dokter Grace
Aku yang sejak tadi menatap kosong keatas melirik kearahnya yang ada di ujung kakiku
"Ya dokter?"
"Kamu merasa tidak?"
"Apa?"
Dokter Grace mengangkat pena di tangannya lalu kulihat ditusuknya ke telapak kakiku
"Sakit?"
Aku menggeleng
Lalu dokter Grace berpindah ke kaki kananku yang normal
"Geli dokter" ucapku menarik kakiku ketika kurasakan dokter Grace menjalankan pena berkali-kali di telapak kakiku
Lalu dokter Grace kembali mengarahkan pena tadi di telapak kaki kiriku
"Masih tidak merasa apa-apa Lin?"
Aku menggeleng. Aku tidak tahu jika saat itu dokter Grace menusuk kakiku dengan jarum suntik
Kembali dokter Grace menggeleng kearah Hendri yang wajahnya kian frustasi
Dokter Grace menatap iba padaku yang makin membuatku yakin jika sesuatu hal buruk telah terjadi padaku
"Aku kenapa dokter?"
Dokter Grace menoleh kearah Hendri lalu ke arahku
"Aku kenapa dokter, kakiku kenapa?"
Dokter Grace menggeleng
"Katakan kakiku kenapa dokter?"
Dokter Grace masih menggeleng dan aku yang ketakutan langsung menangis sejadi-jadinya
"Tolong katakan dokter!!!!" teriak ku histeris
Aku yang berbaring memaksa untuk bangun walau susah payah, dan dokter Grace segera membantu menyandarkan tubuhku
Setelah aku dapat bersandar aku langsung menarik tangannya
"Katakan dokter, kakiku kenapa?" suaraku bergetar saat aku mengucapkan kalimat itu
Dokter Grace kembali menoleh antara aku dan Hendri bergantian
"Dokter.....????!!" teriakku histeris
__ADS_1
Pintu ruangan tempat aku dirawat terbuka dan masuklah seorang perawat dengan tergopoh
"Kakak..." ucapnya cepat sambil berusaha melepaskan tanganku yang mencengkeram kuat tangan dokter Grace
"Aku kenapa suster?, kakiku kenapa?" sekarang gantian tangannya yang ku genggam erat
"Kaki kakak tidak kenapa-napa, semuanya baik-baik saja" ucapnya
Aku menggeleng kuat, lalu aku melepaskan genggamanku pada tangan perawat itu lalu berusaha menggerakkan kaki kiriku yang sama sekali tidak bergerak walau aku telah berusaha sekuat tenagaku
Karena kaki kananku tidak sakit jadi ku gunakan untuk memukul kaki kiriku.
Kuangkat kaki kananku lalu aku pukulkan ke kaki kiriku yang tertutup perban tebal hingga bentuknya bukan seperti kaki lagi
Hendri bangkit dari duduknya, memegang kuat bahuku yang terus berusaha memukul-mukul kaki kiriku
"Lepaskan aku!" teriakku marah padanya
Kutarik kasar besi tempat infus tergantung sehingga infusnya jatuh dan membuat perawat yang berdiri di dekat Hendri kaget dan langsung memungutnya
Ku angkat besi gantungan infus lalu merubuhkannya ke kakiku
Kakiku yang terkena besi sama sekali tidak merasakan apa-apa.
Mataku kian nanar menatap semua yang ada di ruangan ini
Wajah mereka menegang dan kulihat wajah Hendri yang paling kacau
"Dokter Grace, anda dokter spesialis ortopedi, katakan yang sejujurnya apa yang terjadi pada kakiku?!" kembali aku berteriak
Dokter Grace tak menjawab dia malah mendekatiku dan merangkulku
Ku dorong tubuhnya dan wajahku yang basah akibat aku menangis tak ku hiraukan, aku terus mengejarnya dengan pertanyaan dan menuntut jawaban jujur dariya
"Kakimu lumpuh Linda!!!" jawab dokter Grace akhirnya dengan berteriak kencang pula karena sejak tadi aku terus meneriakinya
Spontan mulutku ternganga, terdiam membisu dan nafasku jadi serasa sesak dan aku tersengal-sengal
"Lumpuh?" lirihku tak percaya dengan menggelengkan kepalaku dan mengusap kedua tanganku ke kepalaku
"Tidak, aku tidak mungkin lumpuh, dokter bohong" ucapku kacau dengan air mata yang kembali mengalir deras
Kutarik tangan perawat yang memegang infus, ku tatap matanya dengan nanar
"Dokter Grace bohong kan, sus?"
Suster itu diam, dan aku kembali bertanya padanya
"Aku tidak lumpuhkan sus?, dia bohong kan?"
Kurasakan sebuah pelukan di belakangku, Hendri
Aku melepas tanganku pada tangan suster lalu memutar tubuhku kearah Hendri
"Aku lumpuh Hen, iya?, aku lumpuh?"
Hendri diam, semuanya diam dan aku langsung tertawa dengan air mata yang kembali berhamburan
Hendri kembali menarik ku dalam dekapannya dan aku mendorong kasar tubuhnya agar menjauh dariku
__ADS_1
"Aku lumpuh? aku lumpuh?" gumamku berkali-kali dengan rasa tak percaya
"Aaaaarrrrrggghhhhhh....." aku berteriak histeris lalu menangis sejadi-jadinya