Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Teganya Kamu Padaku Hen...


__ADS_3

Karena hari kian gelap dan terus hujan, belum lagi aku yang merasa dingin akhirnya aku memilih masuk kembali kedalam kamar


Kali ini aku tidak lagi berusaha dan mencari Hendri dimana, karena aku yakin dia juga tidak akan peduli


Sampai di kamar aku segera mengambil hp dan dengan nekat aku install ulang media sosial yang kemarin aku hapus


Tak perlu waktu lama akhirnya aplikasi yang telah aku install ulang itu kembali ada di hp ku dan aku segera mengambil selimut untuk menutupi kaki dan tubuhku, lalu aku bersandar


Setelahnya aku mulai larut di dunia maya dan tersenyum bahagia tanpa menyadari jika Hendri masuk


Hendri yang melihat Linda tersenyum-senyum menatap hpnya, memasang wajah datar


Aku baru kaget dan menyadari ada Hendri ketika pria itu membanting tubuhnya dengan kasar di atas kasur


Refleks aku langsung meletakkan hp dan memandang tegang kearahnya.


"Kenapa berhenti?"


Aku dengan pelan memindahkan hp yang kupegang menaruhnya keatas meja tanpa menjawab pertanyaan Hendri


Aku yang masih duduk dipinggir ranjang sekarang membelakanginya dengan degup jantung yang berdebar kencang


Kudengar hp Hendri berdering dan pria itu segera bangun dan mengambil hpnya


"Ya Grace?"


Wajahku langsung datar ketika kudengar Hendri menyebut nama dokter Grace


"Sekarang masih hujan, aku nggak bisa kesana"


Aku yang mendengar ucapan Hendri hanya bisa memasang telinga dengan tajam


"Iya, nanti aku akan kesana, kamu bersiaplah"


Aku menelan ludah mendengar kalimat terakhir Hendri.


Lalu kurasakan kembali Hendri merebahkan tubuhnya dan aku yang masih membelakanginya memilih bangkit


"Mau kemana kamu?"


Aku menoleh kearah Hendri yang menyilangkan tangannya kebawa kepalanya


"Keluar, duduk di teras"


"Nggak usah kemana-mana, duduk sini!"


Aku menggeleng kuat mendengarnya membentak ku


"Kamu harus bersiap kan? bukankah kamu akan pergi?"

__ADS_1


Hendri diam mendengar jawaban Linda dan hanya menatap Linda yang berjalan tertatih keluar dari kamar


Hendri menarik nafas panjang lalu terus memilih membaringkan tubuhnya ketika tak lama setelah itu hpnya kembali berdering


Dengan sedikit berdecak kesal diraihnya hp tersebut


"Iya, tunggu sebentar"


Aku yang keluar dari kamar berjalan ke teras seperti yang tadi kukatakan pada Hendri


Dengan merapatkan sweater yang ku kenakan, aku duduk memandangi halaman yang basah, menghitung titik-titik hujan yang jatuh


Melihat daun-daun yang basah, melihat kearah langit gelap yang sepertinya tak akan berhenti hujan


Aku refleks menoleh ketika kudengar suara langkah kaki


Kulihat Hendri telah rapih, berdiri tak jauh dariku sedang merapikan lengan kemeja yang dikenakannya


Aku yang tadi mendengar jika Hendri akan menemui dokter Grace tak berani bertanya kemana dia hendak pergi


Dari ekor mataku yang melirik, kulihat Hendri melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu beralih ke atas seperti melihat cuaca


Kudengar suara mobil Hendri berbunyi, itu artinya dia menekan remote mobil yang ada di tangannya


Lalu tanpa pamit Hendri berlalu dari hadapanku dan berjalan kearah mobilnya


Aku hanya menatapnya yang masuk kedalam mobil dengan perasaan hampa, terlebih ketika akhirnya mobil hitam itu benar-benar mundur menembus hujan lalu segera berlalu meninggalkan villa


Aku terus bengong menatap ke depan, tak tahu harus berbuat apa, sementara air mataku kian deras mengalir


...----------------...


Aku sendirian di villa besar ini, sementara suasana sore yang basah akibat hujan seharian membuat villa besar ini makin mencekam


Setelah menghidupkan seluruh lampu agar villa ini terang aku dengan terburu berjalan tertatih menuju kamar


Setiap sedikit saja mendengar suara yang aneh mataku langsung nanar dan mengeratkan selimut ke tubuhku


Hingga suasana di luar makin gelap, belum juga ada tanda-tanda Hendri akan pulang


Aku telah berkali-kali berniat menghubunginya dan memintanya pulang, tetapi niat itu aku urungkan karena aku tak ingin mengganggu kebersamaannya dengan dokter Grace


Dan yang paling utama itu adalah aku takut jika nanti ketika pulang Hendri marah padaku


Jadi walau aku ketakutan setengah mati, aku hanya bisa menangis tanpa berani melakukan apa-apa


Aku terus menyembunyikan tubuhku dalam selimut dan terus memasang telingaku lamat-lamat dan tak hentinya berdoa dalam hati agar Hendri segera pulang


Sekuat apapun aku berusaha memejamkan mataku tetap saja mataku enggan terpejam dan sialnya aku sama sekali tidak mengantuk

__ADS_1


Untuk membunuh ketakutanku, aku memberanikan diri turun dari ranjang lalu berjalan kearah jendela, mengintip siapa tahu mobil Hendri ada di garasi dan sekarang dia ada di kamar atas, kamar pribadinya


Tapi aku kembali harus menarik nafas panjang karena aku tak mendapati adanya mobil Hendri


Masih dengan takut aku segera menyambar hp dan membawanya tidur bersamaku


Kembali aku membuka sosial media dan berselancar di sana, tapi Hendri masih juga belum pulang


"Ya Tuhan...." keluhku


Lalu aku beralih ke youtube, mencari film favoritku lalu menontonnya. Aku terus melongok kan kepalaku kearah jendela berharap jika Hendri akan segera pulang, tapi sekali lagi aku harus menelan kekecewaan


Karena baterai hp ku sudah low, akhirnya mau tak mau aku berhenti menonton film yang belum selesai tersebut


Ketika akan meletakkan hp kulihat jamnya menunjukkan angka 23.54


"Ya Tuhan, sudah seharian Hendri pergi, masa belum juga selesai urusannya?" gumamku kesal bercampur takut


Aku duduk di tepi ranjang dan kembali menatap kearah jendela, berharap jika tiba-tiba ada suara mobil Hendri


Lima menit, sepuluh menit, setengah jam... semuanya masih lengang, hanya suara hewan malam yang terdengar


Akhirnya karena yang kutunggu-tunggu tak juga muncul, aku mulai merangkak ke tengah ranjang, merebahkan tubuhku dan kembali bersembunyi dalam selimut


Kembali air mataku mengalir, entah apa yang kurasakan sekarang. Sedih kah? takut kah?, kesal kah?, entahlah aku tak tahu, yang pastinya suasana hatiku benar-benar campur aduk


Entah sudah berapa lama aku menangis hingga akhirnya aku mendengar ada suara mobil


Aku langsung menarik nafas lega dan langsung memiringkan tubuhku membelakangi pintu agar ketika Hendri masuk, dia melihat jika aku telah pulas


Aku segera merapatkan mataku ketika kudengar pintu kamar dibuka dan terdengar langkah kaki masuk


"Iya, aku baru saja sampai villa, terima kasih Grace, see you"


Aku langsung mendekap mulutku ketika kudengar jika Hendri sedang mengobrol dengan Grace


"Ya Tuhan, kurang cukup apa seharian mereka bersama, sehingga baru berpisah sekian menit saja Grace telah menelepon Hendri lagi?" batinku, dan kembali tanpa sadar air mata mengalir di pipiku


Hendri yang masuk dan menerima telepon dari Grace melirik kearah Linda yang tubuhnya tertutup selimut tebal. Dia tidak mengetahui jika perempuan yang membelakanginya itu belum tidur dan saat ini sedang menangis


Hendri segera duduk di sofa, meraih laptop yang tadi siang diletakkannya di sana, membuka laptop tersebut lalu fokus bekerja


Dan aku yang tengah menangis dalam diam hanya bisa terus membelakangi Hendri tanpa membalikkan tubuhku melihat kearahnya


Hendri refleks menoleh kearah tempat tidur ketika didengarnya Linda seperti cegukan


Dan aku yang tak tahu jika sedu sedanku akan mengeluarkan suara keras segera menutup mataku dengan cepat


Dan Hendri yang tadi mendengar suara Linda cegukan segera berdiri dan berjalan kearah ranjang

__ADS_1


Ditatapnya wanita yang memejamkan matanya itu, lalu Hendri sedikit berjongkok dan mengulurkan jarinya kearah wajah Linda


Dan dilihatnya jarinya yang basah. Tanpa berkata Hendri langsung duduk terhenyak di sebelah Linda dan menatap sedih pada wanita yang terus diam itu


__ADS_2