
Waktu kian larut dalam bentang gelap yang menutupi setengah belahan bumi. Jam setempat sudah menunjukkan pukul setengah delapan lewat.
Alesha baru saja selesai mengaji bersama Rangga.
"Yey! Lisha hapal surat Ar-Rahman satu sampe empat puluh!" Seru Alesha yang kegirangan atas pencapaian hapalannya pada salah satu surah favoritnya di Al-Quran. "Aku hebat bukan? Aku hapal empat puluh ayat dalam empat hari!" Alesha kembali berseru sembari menatap gembira pada Rangga.
Itu karna kamu udah hapal surah surah Ar-Rahman, Dek, kamunya aja yang lupa ingatan. Tapi alhamdulillah sekarang sedikit sedikit kamu bisa hapal lagi..... Ucap Rangga dalam hatinya.
"Ekhm!"
Suara deheman berat khas pria mengejutkan Alesha, dan Rangga.
"Tuan?" Alesha menatap bingung pada Jacob yang kini berdiri di ambang pintu kamarnya.
Rangga yang melihat kehadiran suami adik angkatnya itu pun hanya bisa menghela napas dengan sabar. Rangga sedikit kecewa dengan keputusannya yang mengizinkan Jacob tinggal di rumahnya bersama Alesha, tapi jika ia tidak memberikan izin, Jacob mengancam akan membawa Alesha, dan menyembunyikannya di tempat lain.
Lalu untuk Bastian, Lucas, dan Taylor, mereka bertiga menginap di rumah Profesor Darwin.
"Boleh aku masuk?" Tanya Jacob.
"Masuklah.." Jawab Rangga, datar. "Lisha, kau di sini dulu ya bersama dia, aku akan masak untuk makan malam," Sambung Rangga sembari menatap hangat pada Alesha.
"Iya," Alesha mengangguk. "Eh, tapi!" Tiba-tiba Alesha menahan lengan Rangga. Sejurus kemudian, Alesha bergerak mendekati kakak angkatnya itu. "Aku takut," Bisiknya.
"Takut?" Gumam Rangga yang dapat didengar oleh Jacob.
Jacob sendiri langsung terkesiap setelah mendengar ucapan Rangga barusan.
Apa mungkin Alesha takut padanya? Pikir Jacob. Kalau ia itu akan sangat sangat amat menyakitkan untuk Jacob. Ia begitu mencintai Alesha, namun Alesha malah takut padanya.
Tak terasa, raut sedih pun terukir pada wajah Jacob. Ditakuti oleh istri sendiri. Miris.
"Tidak, dia tidak akan menyakitimu, Lisha, dia pria yang sangat baik. Kau harus akrab dengannya. Tidak usah takut padanya," Balas Rangga yang berbisik pula.
"Tapi aku takut, dia selalu menatapku, dan dia selalu ingin memelukku. Bagaimana kalau dia memiliki niat jahat padaku?" Alesha menatap lekat kedua manik hitam Rangga. Entahlah, Alesha memang merasa takut saat ini, lebih tepatnya takut pada Jacob, suaminya yang terlupakan.
"Percayalah padaku, Lisha, aku tidak mungkin membiarkan sembarang pria mendekatimu karna aku sangat menyayangimu, tapi dia memang pria baik-baik, aku percaya dia tidak akan melakukan hal-hal buruk padamu," Ucapan Rangga barusan sangat bertolak belakang dengan hatinya. Sebenarnya Rangga tidak rela jika membiarkan Alesha berdekatan dengan Jacob, namun ia tidak berhak membatasi kedekatan Alesha bersama suaminya, Jacob.
"Janji," Alesha mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji," Kemudian Rangga menautkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Alesha.
"Baiklah," Alesha menganggukkan kepalanya.
Rangga tersenyum. "Yasudah, kalau begitu aku pergi dulu untuk masak ya, kau di sini lah bersama dia. Dia tidak akan melakukan hal-hal buruk padamu," Rangga bangkit sembari mengusap puncak kepala Alesha yang masih tertutupi oleh mukena.
"Kemarilah, temani dia," Ucap Rangga pada Jacob.
Jacob berjalan mendekati Rangga, dan Alesha.
"Jangan buat dia takut! Bersikaplah sewajarnya!" Bisik Rangga tepat ditelinga Jacob.
Jacob tidak memberikan balasan apapun melainkan hanya diam sembari menatap Alesha tanpa ekspresi.
"Aku pergi dulu, Lisha," Setelah mengucapkan itu, Rangga bergegas pergi.
Kini tinggalah Alesha, dan Jacob berdua di dalam kamar itu. Alesha yang merasa takut hanya bisa menunduk, tidak berani menatap suaminya. Sedangkan Jacob, meski merasa sedih karna tahu fakta jika Alesha takut padanya, ia tetap menyunggingkan senyum hangatnya ketika ia berhadapan wajah dengan Alesha.
"Hai.." Sapa ramah Jacob.
"H-hai," Balas Alesha, pelan dan datar. Ia masih menunduk takut.
"Jangan takut, aku bukan orang jahat," Ucap Jacob diselingi senyuman.
Sabar, Jack, tahan, jangan buat Alesha takut...... Jacob bergumam dalam hatinya.
"Lisha..." Jacob memanggil dengan begitu lembut.
Alesha melirik Jacob dengan ekor matanya.
"Aku pria baik-baik, jangan takut," Jacob menyunggingkan senyum terbaiknya meski ia belum menerima respon apapun dari Alesha selain lirikan ketakutan.
Sungguh sedih rasanya untuk Jacob melihat Alesha yang takut padanya. Padahal ia tidak mungkin melukai istrinya, Alesha, ia hanya ingin berada didekat Alesha, meski pun Alesha masih belum bisa mengingatnya.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Jacob yang mencoba untuk memulai percakapan. Semoga saja Alesha mau meresponnya.
"Mengaji," Jawab Alesha sangat pelan.
"Mengaji?" Jacob pura-pura berpikir. "Hmm, boleh aku ikut mengaji bersamamu?"
__ADS_1
Sejenak Alesha diam, dan berpikir 'Memangnya pria itu bisa mengaji?', tapi setelah itu ia pun membalas. "Memangnya Tuan bisa mengaji?"
Jacon tersenyum. "Tentu saja aku bisa, karna istriku suka mengajariku mengaji, dan sekarang gantian, biarkan aku yang mengajarkanmu mengaji."
"Gantian?" Alesha mengerutkan keningnya. Memangnya sebelumnya ia pernah mengajarkan pria itu mengaji? Kenapa harus menggunakan kata 'Gantian?', itu terdengar seperti ia sudah pernah mengaji bersama pria itu. Pikir Alesha.
"Iya, istriku sering mengajarkan aku mengaji, dan sekarang aku yang akan mengajarkanmu mengaji," Balas Jacob sembari mendekat pada Alesha.
"Eh tunggu!" Alesha memekik, membuat Jacob sedikit terkejut. "Tuan belum berwudhu!"
"Oh ya, aku lupa!" Jacob menepuk keningnya sendiri. Iya juga ya, ia kan belum mengambil wudhu. Untung Alesha mengingatkannya.
"Tunggu di sini sebentar, aku akan segera kembali!" Ucap Jacob seraya bangkit berdiri lalu pergi untuk mengambil wudhu terlebih dahulu.
Alesha terdiam sembari menunggu kembalinya Jacob. Namun, disela-sela waktu menunggunya itu, Alesha merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.
Kenapa ia merasa nyaman, dan hangat ketika Jacob didekatnya tadi. Meski takut, tapi Alesha tidak bisa menyangkal jika ia merasakan sebuah kedekatan dengan pria yang ia anggap asing itu.
Atau mungkin itu hanya kebetulan saja?
Ah sudahlah, Alesha bingung, memikirkan itu membuat kepalanya pusing.
Selang beberapa menit kemudian, Jacob pun kembali dengan wajahnya yang masih basah oleh air wudhu.
"Sudah," Ucap Jacob seraya duduk tepat dihadapan Alesha.
Meong.....
Tiba-tiba saja seekor kucing muncul menghampiri Alesha, dan Jacob.
"Moza!" Senyum sumringah pun mengembang pada wajah Alesha kala mendapati kehadiran kawannya itu. Meski hanya seekor kucing, Moza sangat dekat, dan selalu menemani Alesha, itu kenapa Alesha sangat menyayangi kucing, dan ketiga hewannya yang lain.
"Dia kucingmu?" Tanya Jacob.
"Iya, namanya Moza. Lucu tidak?" Alesha mengedarkan pandangannya pada Jacob.
Senyum manis yang terukir pada wajah Alesha saat ini membuat hati Jacob menghangat hingga menarik sebelah sudut bibir pria itu, dan membentuk sebuah smirk kecil.
"Lucu, sama seperti pemiliknya," Jawab Jacob.
Alesha jadi tersipu atas ucapan suaminya barusan. Rasanya kenapa jadi panas diseluruh tubuh hingga kewajah? Aish, pria asing itu membuatnya malu kepayang.
"Hey, wajahmu merah, kau malu ya?" Ledek Jacob. Ugh, rasanya Jacob ingin sekali mengukung Alesha dalam pelukannya saat ini juga.
Tawa kecil lolos begitu saja dari dalam mulut Jacob saat melihat tingkah lugu istrinya.
Kau sangat berbeda, Lil Ale. Dulu kau memang menggemaskan, tapi sekarang jauh lebih menggemaskan. Sikapmu berubah, namun aku suka. Sekarang kau begitu lugu, tapi dulu keluguanmu hanya akan timbul disaat-saat tertentu saja. Aku merindukanmu yang selalu aktif, dan tidak malu-malu, suka tantangan, mau untuk mencoba hal baru juga berani. Apakah kau masih tetap seperti itu saat ini, sayang?....... Gumam Jacob dalam hatinya.
"Hey, mau dimulai tidak mengajinya?" Goda Jacob dengan sedikit ledekan.
"I-iya," Alesha mengangguk pelan.
"Yasudah kalau begitu ayo," Jacob pun semakin mendekatkan tubuhnya pada sang istri.
Sesaat sebelum mengaji bersama dimulai, Alesha, dan Jacob sama-sama saling memandang terlebih dahulu selama beberapa detik.
Alesha merasa takut, tapi nyaman juga. Ia takut karna Jacob adalah pria asing baru ia kenal pagi tadi ditambah Jacob selalu menatap dengan sorot mata yang.....
Entahlah, Alesha tidak bisa menebaknya.
Tapi disisi lain, Alesha juga bingung kenapa ia merasakan kehangatan, dan kedekatan dengan pria yang baru ia kenal beberapa jam lalu?
Kesunyian sesaat pun terpecahkan dengan suara, dan lantunan bacaan ayat suci Al-Quran yang mulai Alesha baca. Begitu pula Jacob, ia pun turut berucap menyesuaikan irama bacaan seperti yang istrinya lakukan.
Dalam keheningan malam di pedesaan yang jauh dari perkotaan, kedamaian menyesap memasuki kalbu dua sejoli yang sedang mengaji. Alesha cukup telaten, dan beberapa kali mengulangi hapalannya, Jacob juga memberikan bimbingan, dan membantu sang istri guna mengembalikan ingatan bacaan ayat suci yang terlupakan.
Alesha bertanya-tanya dalam benaknya. Kenapa pria asing itu tidak mengakhiri senyumannya? Dan kenapa juga pria asing itu mau mengaji dengannya? Apa setiap tamu seperti itu? Atau apa setiap kali pria itu bertamu pada rumah seseorang, pria itu selalu mendekati sang tuan rumah, dan berlagak sok akrab? Kenapa sih pria itu selalu memandanginya? Tatapannya seperti menyiratkan sebuah arti yang tidak Alesha pahami. Jujur saja Alesha merasa risih dengan kehadiran pria asing yang baru ia kenal tadi pagi, belum lagi tatapan, dan perilaku yang aneh yang membuat Alesha sedikit merasa takut. Sejak tadi, pria asing itu selalu mengikutinya, dan berada di dekatnya seakan ia ini adalah seorang gadis kecil yang perlu pengawasan dari orang tua. Tentunya hal itu membuat Alesha merasa tidak nyaman. Coba bayangkan apa yang Alesha rasakan, ia sedang bermain di ladang rumput, lalu kedua teman barunya datang dan membawa teman baru yang lain, lalu ia berkenalan dengan si pria yang dibawa oleh kedua teman barunya, dan selang beberapa saat kemudian pria yang dibawa oleh kedua teman barunya itu secara terang-terangan meminta izin untuk memeluknya. Aneh. Tentu saja Alesha merasa takut, apalagi pria itu tinggi besar dengan sorot mata yang tajam seperti penculik.
Wajar bukan jika Alesha lari ketakutan?
Tapi kini, pria itu malah berada di hadapannya, dan ikut mengaji bersamanya.
"Alesha...." Lirih Jacob. Kedua binar pada iris hitamnya perlahan turun tergantikan dengan tatapan sendu yang menyedihkan.
"Alesha.... Apa kau tidak mengingatku?" Lagi, Jacob bergumam lirih namun Alesha bisa mendengar itu.
Alesha sendiri langsung menghentikan murotalnya ketika mendengar nama yang tadi pria itu ucapkan.
"Apa kau tidak merindukanku, sayang?"
__ADS_1
Bicara apasih pria ini? Kenapa dia menatapku seakan ucapannya barusan itu ditujukan untukku?........ Alesha mulai salah tingkah karna lagi, dan lagi Jacob membuatnya merasa risih, dan takut.
"Kau tidak mengingatku sama sekali, Lil Ale?"
"T-tuan.." Panggil Alesha dengan gemetar.
Jacob menundukkan kepalanya seraya berucap lirih. "Aku kehilangan istriku satu tahun lalu."
Oh ya ampun, kenapa Alesha jadi merasa sedih melihat Jacob yang tertunduk sedih seperti itu?
"Aku pikir saat aku menemukannya aku bisa membawanya kembali ke rumah kami di Indonesia. Tapi aku salah," Lanjut Jacob. "Aku merasa begitu dekat dengannya, namun dia tidak menyadariku. Ini sangat menyakitkan."
"Kau sudah menemukan istrimu?" Tanya Alesha.
"Aku tidak menemukan dirinya yang dulu. Aku rasa sekarang dia sudah berubah. Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan membawanya kembali padaku. Pada kehidupan kami berdua," Jawab Jacob menatap penuh arti pada Alesha. "Aku sangat merindukanmu, Alesha...."
Alesha gelagapan. Tatapan pria itu membuatnya kebingungan. Alesha merasa jika ucapan pria itu ditujukan untuknya.
"Dulu aku sering menghabiskan waktu dengannya saat masih berada di WOSA. Kami begitu dekat, dan aku sangat mencintainya. Jika saja bisa, aku ingin sekali memeluknya saat ini," Jacob tersenyum kecut.
Apa pria itu sedang curhat padaku? Pikir Alesha.
"Alesha.... Ini aku Jacob, suamimu," Lirih Jacob.
Ini tidak akan benar. Pria itu sangat menyebalkan!......... Alesha menggerutu dalam hatinya.
"Maaf, Tuan, aku rasa mengajinya cukup," Ucap Alesha sembari membuka mukenanya. Pria itu benar-benar aneh, sangat aneh!
"Alesha....."
"Tuan, aku Lisha! Dan tolong jangan tatap aku seperti itu!" Tegur Alesha.
"Haruskah aku paksa Rangga untuk mengatakan yang sebenarnya, Lisha? Hiks," Jacob mulai menangis. Hatinya sangat sakit, Alesha benar-benar melupakannya.
Alesha tetap acuh, dan tidak perduli dengan ucapan pria yang menurutnya aneh, dan tidak sopan itu.
"Kau adalah istriku, Lisha! Hiks."
Deg!
Alesha diam sejenak untuk mengartikan ucapan pria itu. Tapi jantungnya berdegub kencang. Ada apa?
"Kau menganggapku sebagai orang asing bukan? Itu karna kau melupakanku, Lil Ale," Jacob menghampiri Alesha. "Kau dulu selalu memintaku untuk tidak meninggalkanmu, tapi sekarang kau melupakanku."
"Permisi, Tuan," Alesha berlalu pergi. Perasaannya sungguh tidak enak akibat ucapan pria asing itu.
"Alesha... Hiks," Jacob terdiam di tempatnya, tangisan lirih mengiringi rasa sakit hati yang teramat sangat karna diacuhkan oleh sang istri tercinta yang tidak mengenalinya.
Sedangkan Alesha, kini ia sudah terduduk dikursi depan meja makan.
Dasar aneh! Pria tidak jelas! Kenapa Rangga harus mengizinkannya menginap di sini? Aku istrinya? Argh! Pria itu gila, sangat gila!........ Alesha menggerutu dalam hatinya. Ia kesal, sebal, dan marah, alhasil bibirnya pun jadi mengerucut.
"Alesha..." Jacob tiba-tiba saja muncul dan duduk tepat disebelah Alesha.
Rangga yang sedang memasak pun melirik menggunakan ekor matanya.
"Alesha...."
"Ish!" Alesha menepis tangan Jacob ketika pria itu ingin menggenggam tangannya.
"Makanan siap!" Ucap Rangga sembari membawa piring yang berisi ikan bumbu pedas kesukaan Alesha.
"Mau makan sekarang, Lisha?" Tawar Rangga.
"Ikan bumbu pedas!" Seru Alesha. "Iya, aku mau makan sekarang!"
"Baiklah," Rangga mengusap puncak kepala Alesha dengan gemas.
Jacob yang menyaksikan hal itu tentunya merasa sangat cemburu. Melihat kedekatan Rangga dengan istrinya sungguh membuat hati Jacob panas. Bagaimana bisa Alesha begitu akrab dengan Rangga, sedangkan ia yang jelas-jelas adalah suaminya malah teracuhkan?
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hallo, ini author 🤗 huhu aku pengen kasih tau kalo nanti upnya gak teratur mohon maaf ya🙏🤧🤧soalnya aku lagi sakit dari kemaren 🙏🙏🤧🤧tapi aku bakal tetep lanjut cerita ini kok, cuman mungkin update nya aja yang gak teratur. Sekali lagi maaf ya 🙏🤧