Jacob And Alesha: Mafia Acted

Jacob And Alesha: Mafia Acted
Kejelasan Sesungguhnya


__ADS_3

Malam semakin larut, selepas menyelesaikan makan, Alesha langsung beranjak menuju kamarnya. Tetapi ada satu hal yang membuatnya jengkel.


Jacob.


Ya, pria itu rupanya membuntuti, dan ikut masuk ke dalam kamar istrinya, Alesha.


Apasih maunya pria asing itu? Kenapa dia mengikutiku? Tidak sopan!....... Begitulah dumal Alesha dalam hatinya.


Namun Jacob, ia sangat ingin sekali memeluk tubuh minimalis istrinya yang terlihat semakin imut dalam piyama. Tetapi apalah daya ia sedang terlupakan saat ini.


"Maaf, Tuan, bisa tolong Tuan keluar sekarang, aku mengantuk, ingin tidur," Ucap Alesha masih pelan.


Jacob terlihat diam, dan berpikir.


"Tuan...."


Kemudian Jacob melirik kala Alesha memanggilnya lagi.


"Bisa tolong Tuan keluar sekarang? Aku ingin tidur, Tuan," Ulang Alesha.


Jacob tersenyum miris. "Kau dulu suka tertidur dalam pelukanku, Alesha."


Dahi Alesha mengernyit bersama kedua ujung alisnya yang terpaut. Ia bertanya-tanya, kenapa pria asing ini jadi semakin aneh?


"Kita dulu suka melakukan banyak hal bersama, kau sangat senang sekali jika sudah bermanja padaku," Sambung Jacob disertai senyun menawannya.


Senyum menawan.....


Ya, senyum menawan itu, Alesha merasa sedikit familiar, tapi aneh.


"Aku mencarimu satu tahun lebih, sekarang aku menemukanmu. Tolong..... biarkan aku tertidur disebelahmu, meski pun kau tidak mengingatku," Lirih Jacob.


"Tidak!" Tolak Alesha dengan cepat, namun ragu, dan bergetar. "T-to-tolong, Tuan, k-kau jangan bersikap lancang, atau a-aku akan menga-takannya pada Rangga!"


"Silahkan adukan pada Rangga, karna dia juga tidak bisa membatasi kedekatan kita!" Balas Jacob.


Alesha sedikit tersentak mendegar itu. Apa maksudnya?


"Kita sudah menikah, kau amnesia, Alesha."


Deg!


Hening......


Kedua kata Alesha terpaku lurus, menatap tidak percaya pada pria asing dihadapannya.


"Kau adalah istriku, aku bisa membuktikannya," Jacob kembali melanjutkan ucapannya seraya berjalan mendekat pada Alesha.


"Tidak," Lirih Alesha dengan tatapan begitu tajam pada suaminya. "PERGI!" Suara Alesha begitu melengking hingga membuat Jacob terlonjak.


"Alesha, aku hanya ingin bersa...."


"PERGI! Tuan, aku Lisha! Dan aku bukan istrimu!" Tegas Alesha sembari menunjuk pada dirinya sendiri.


"Terserah, Alesha! Tapi kau tidak bisa mengubah status kita sebagai suami istri!" Balas Jacob.


"CUKUP!" Alesha mengangkat kedua telapak tangannya. "Sekarang aku mohon Tuan untuk keluar dari kamarku."


"Kamarmu adalah kamarku, Alesha," Sanggah Jacob.


Alesha sepertinya menahan amarah, dadanya mulai naik turun bersamaan dengan hembusan napas kasar yang samar.


Pria ini kenapa sangat tidak sopan!......... Dumal Alesha dalam hati.


"Baiklah, Tuan, aku yang akan keluar," Dengan perasaan kesal, akhirnya Alesha melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar.


Tapi sayang, pergerakan Jacob ternyata lebih cepat. "Tidak!" Dalam satu tarikan, akhirnya Jacob berhasil membawa masuk tubuh Alesha lalu menguncinya dalam pelukannya.


"Argh, Tuan, LEPAS!" Alesha meronta.


"Tidak!" Jacob semakin memperkencang pelukannya.


"RANGGA!!!!"


"Berteriaklah...."


"RANGGA!!!!!"


"Aku tidak akan melepasmu sebelum Rangga memberitahukan yang sebenarnya padamu!"


Jacob membawa tubuh Alesha ke arah kasur.


"Hiks, Tuan tolong jangan lakukan hal buruk padaku, hiks," Alesha mulai menangis. Ia tidak kuasa menahan ketakutannya.


"Tidak, sayang, aku hanya ingin kau bersamaku," Balas Jacob, lirih.


"Ranggaaaaa...... Hiks, tolong aku, hiks, hiks," Tangis Alesha kian pecah.


"Lisha!"


Tiba-tiba Rangga datang dengan ekspresi yang begitu panik. "Lisha..." Niat hati ingin mendekati Alesha, namun yang terjadi adalah ia yang menghentikan langkahnya karna Jacob yang mencegahnya.


"BERHENTI!" Sentak Jacob. "Katakan pada Alesha siapa aku, dan apa hubunganku dengannya!" Sambung Jacob.


"Jack, aku sudah memperingatkan bukan padamu kalau dia tidak bisa dipaksa!" Balas Rangga masih dengan kepanikannya.


"Aku tidak memintanya untuk mengingatku saat ini, aku hanya ingin kau mengatakan tentang hubunganku dengannya sekarang!" Jacob mengeratkan lengannya agar Alesha tetap dalam pelukannya, dan tidak memperdulikan Alesha yang terus menangis.


"Jack, kau tidak bisa seperti ini!" Rangga mulai meninggikan suaranya.


"Katakan sekarang atau aku akan membawanya pergi!" Ancam Jacob.


"Ranggaaa, hiks..." Tubuh Alesha bergetar dalam pelukan suaminya.


Rangga pun sama, tubuhnya sedikit bergetar atas keraguan besar dalam dirinya. Apa yang mesti ia lakukan? Mengatakan pada Alesha siapa sebenarnya Jacob? Apa harus?


"Rangga!" Sentak Jacob. "Sudah cukup kebohongan ini! Sekarang adalah saatnya untuk kita sedikit demi sedikit memberitahu Alesha tentang siapa dia!" Tekan Jacob.


Rangga semakin resah. Ia menatap Alesha, dan Jacob secara bergantian, gerak-geriknya terlihat begitu cemas.


Ragu. Rangga sangat ragu, dan tidak yakin jika harus mengatakan yang sebenarnya pada Alesha.


" Jack, kau tidak bisa seperti ini!" Rangga memberi peringatan.


"Rangga, kalau kau tidak mengatakan yang sebenarnya pada Alesha, maka aku akan membawanya!" Balas Jacob yang lagi, dan lagi memberikan ancaman.


"Rangga, hiks, suruh pria ini pergi....." Nada bicara Alesha bergetar, tubuhnya sudah lemas karna pelukan Jacob yang sangat erat.


Lalu Jacob, ia yang mendengar jelas apa yang Alesha katakan pun hanya mampu menahan rasa sakit yang teramat sangat dalam hatinya.

__ADS_1


"Kau dulu mencintaiku, Al, tapi sekarang kau benar-benar melupakanku," Bisik Jacob tepat disebelah telinga istrinya. Ia begitu lirih hingga mengeluarkan air mata. Kepedihan yang dirasa begitu dalam atas kalimat usiran yang diterima olehnya.


"Lepaskan aku!" Alesha kembali memberontak.


"Rangga katakan sekarang!" Tekan Jacob, lagi.


Sesaat Rangga berpikir bersama kegelisahannya, lalu kemudian.....


"Lepaskan Lisha!" Pekik Rangga. "Cepat atau lambat dia akan tahu yang sebenarnya, dan kau siapanya!" Lanjut Rangga dengan dibumbui oleh sepercik kesedihan.


Berat memang untuk Rangga mengatakan yang sebenarnya pada Alesha, namun ia juga tidak bisa selamanya mengurung Alesha, apalagi saat ini Jacob sudah tahu hal yang sebenarnya menimpa Alesha.


"Tahu yang sebenarnya? Tahu apa?" Lirih Alesha disertai isakkan.


"Jack, ini belum waktunya!" Rangga kembali memberikan penegasan.


"Lalu kapan? Alesha harus tahu yang sebenarnya agar kita bisa sedikit demi sedikit membantunya mengingat kembali apa yang dilupakannya!" Balas Jacob.


"Dilupakan? CK! Lepaskan aku!" Alesha memukuli dada suaminya, dan itu tidak membuat pelukan Jacob mengendur.


"Kau lupa ingatan, Alesha! Itu kenapa kau tidak mengingatku!" Balas Jacob.


"BOHONG!" Alesha menginjak kencang kaki suaminya.


"Argh!" Jacob meringgis, tetapi tidak mengendurkan pelukannya.


"Jack, lepaskan dia!" Rangga terlihat mulai beremosi.


"Katakan dulu yang sebenarnya pada Alesha!" Jacob balik menyulut.


"Tidak seperti ini caranya!"


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Rangga! Alesha harus mulai dibantu sedikit demi sedikit supaya dia bisa kembali mengingat siapa dia sebenarnya!"


"Aku Lisha! Aku adik angkatnya Rangga!!" Pekik Alesha.


"Tidak! Kau adalah Alesha! Kau adalah istriku! Milikku!" Balas Jacob yang tidak kalah memekik.


"Jacob, lepaskan Alesha!" Tiba-tiba saja Rangga menarik paksa tubuh Alesha hingga terhempas dari pelukan Jacob.


"Alesha?" Ucap Alesha sembari menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Pergi dari sini!" Bentak Rangga yang mengusir Jacob.


Jacob tertegun selama beberapa saat dengan emosi yang menggunuk dalam hatinya karna mendapat usiran tegas dari Rangga, namun setelah itu Jacob bergerak cepat menghampiri istrinya, Alesha.


"Baiklah, aku akan pergi dengannya!" Jacob menarik lengan Alesha lalu membawanya berjalan dengan paksa.


"Tidak! Lepaskan aku!" Alesha meronta sekuat tenaga, langkahnya tertatih menyamai derap kaki Jacob yang cepat.


"Jacob, cukup!" Rangga menahan lengan Alesha yang lain hingga memaksa Jacob untuk menghentikan langkahnya.


"Kau tidak boleh membawa dia pergi!" Bentak Rangga.


"Apa hakmu?" Suara Jacob begitu tinggi. "Aku suaminya!"


Kedua telapak tangan Rangga terkepal kuat, matanya tajam menyorot pada suami adiknya. Ia sadar ia siapa, ia sadar Jacob siapa, namun saat ini apa mesti ia harus menuruti egonya untuk tidak memberitahu pada Alesha kalau sebenarnya Alesha adalah istri dari Jacob?


"Rangga, kenapa pria itu? Apa dia gila? Lepaskan aku darinya, Rangga!" Alesha memekik kesal.


"Kau tidak memiliki hak apapun, Rangga!" Tekan Jacob.


"Hak? Apa yang kau bicarakan? Lepaskan aku!" Alesha terus meronta, namun Jacob tidak memberinya celah untuk terlepas.


"Aku bukan istrimu, pria gila!" Alesha mendongkak, dan berteriak tepat dihadapan suaminya.


"Kau boleh mengataiku apapun saat ini karna kau amnesia! Tapi kau tidak bisa mengubah statusmu sebagai istriku!" Jacob menatap balik Alesha dengan penuh keseriusan.


"Rangga, apa yang sebenarnya pria ini bicarakan?" Alesha kembali memekik.


"Katakan, Rangga! Katakan yang sebenarnya!" Paksa Jacob.


Rangga gelagapan di tempatnya berdiri, pikirannya mulai kacau.


"Rangga, kenapa kau malah diam! Bantu aku terlepas dari pria ini!" Pekik Alesha.


"Kau tidak bisa memisahkan kami, Rangga!" Timpal Jacob. "Kau harus jujur pada Alesha!"


Rangga masih diam membisu dengan segala kegundahan, dan kebingungannya. Jika ia mengatakan yang sebenarnya pada Alesha, bisa jadi Alesha akan marah, dan kecewa padanya karna ia sudah menyembunyikan fakta yang sebenarnya tentang jati diri Alesha yang sesungguhnya. Rangga tidak mau sampai Alesha marah padanya karna Rangga sangat menyayangi adik angkatnya itu. Tapi sekarang? Keadaan memaksa Rangga untuk mengatakan yang sebenarnya pada Alesha.


"Jack, lepaskan dia! Kau tidak bisa membawanya pergi!" Tegas Rangga.


"Aku suaminya! Kau tidak memiliki hak apapun untuk melarangku membawa istriku! Atau bisa saja aku melaporkanmu pada pihak berwajib karna telah melakukan penculikan terhadap Alesha!" Ancam Jacob.


"Aku tidak menculiknya!" Tegas Rangga.


"Tapi kau menyembunyikan Alesha dariku!" Balas Jacob sembari mendekatkan tubuhnya pada Rangga.


"Aku berusaha melindunginya!"


"Tapi seharusnya kau memberitahuku! Aku suaminya! Dan akulah yang paling berhak melindunginya!"


"Kau tidak mengerti, Jacob! Dirga tahu tentangmu! Dia bisa mendapatkan Alesha dengan mudah melaluimu!"


"Dan kau pikir aku akan membiarkan itu? Kau bodoh, Rangga!"


Bugh!


Satu bogem mentah pun mendarat mulus diwajah Jacob. Rangga sudah benar-benar tersulut oleh suaminya hingga dengan berani ia pun meninju wajah adik ipar angkatnya.


"Kau!" Jacob menggeram, rahangnya mengeras, guratan urat pada lehernya pun bahkan sampai terlihat.


"Aku menyembunyikan Alesha darimu, dan yang lain supaya Alesha bisa tetap aman! Aku menyayanginya! Dia adalah adikku! Dan aku sudah berjanji pada Profesor Danu untuk menjaga Alesha dari Dirga!" Pekik Rangga bersamaan dengan emosinya yang meletup-letup.


"Dengan cara memisahkan Alesha dariku?" Jacob pun tidak kalah meninggikan suaranya. "Apa kau tidak memikirkan perasaan Alesha juga? Dia amnesia! Dan kau memanfaatkan amnesianya supaya kau bisa memisahkan Alesha denganku!"


"Aku tidak ingin memisahkan kalian!" Sanggah Rangga.


"Lalu apa? HAH!"


"Aku hanya ingin melindunginya, Jacob! Aku berusaha untuk menjaganya dari Dirga!"


"CUKUP!" Bentak Alesha. Sungguh ia merasa pusing juga bingung akan perdebatan antara kedua pria itu. Arah, dan maksud pembicaraan dalam perdebatan Jacob, dan Rangga membuat Alesha berpikir keras. Apa maksud sebenarnya?


"Apa yang kalian bicarakan? Penculikan? Melindungi? Dirga? Apa maksudnya?" Alesha menunjukkan mimik penuh tanya pada Jacob, dan Rangga.


"Kau dengar, Rangga? Cepat Jawab!" Sentak Jacob.


Rangga terdiam dengan arah mata turun menatap lantai. Ia tidak berani menatap Alesha, dan ia juga mesti berpikir keras untuk menjawab pertanyaan adiknya itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Alesha menghentakkan tangannya yang masih digenggam oleh Jacob.


"Alesha, aku suamimu! Percayalah!" Jacob kembali meraih lengan istrinya.


"Tuan, berhenti berucap seakan aku adalah istrimu! Aku bukan istrimu!" Pekik Alesha.


"Kau mungkin baru akan percaya setelah Rangga menjelaskannya padamu!" Balas Jacob.


"Rangga, aku bukan istrinya kan? Pria ini sudah gila! Usir dia, Rangga!"


Ucapan Alesha barusan lagi, dan lagi melukai hati Jacob. Sungguh sakit rasanya untuk Jacob menerima perkataan seperti itu dari istrinya sendiri. Padahal, selama ini ia berusaha keras untuk bisa menemukan Alesha, dan setelah bertemu, ia mesti menerima kenyataan yang sangat memilukan hatinya.


"CEPAT JELASKAN SEMUANYA PADA ALESHA, RANGGA! APA KAU BERNIAT UNTUK MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA KAMI?" Jacob yang sudah sangat naik pitam pun langsung menarik merah baju Rangga sembari berucap dengan sangat lantang. "APA KAU INGIN MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA ADIKMU, RANGGA? APA KAU TIDAK KASIHAN PADA ALESHA? SECARA TIDAK LANGSUNG KAU MEREBUT KEBAHAGIAANNYA DENGAN MEMISAHKAN DIA DARIKU! APA KAU TIDAK MERASA BERDOSA, RANGGA?"


"Baik!" Rangga memekik. "Baik, aku akan mengatakannya!" Rangga tidak ada pilihan lain, hatinya memang sangat amat menolak untuk mengatakan yang sebenarnya pada Alesha, namun waktunya telah tiba untuk Rangga mengungkap fakta yang sebenarnya pada Alesha. Rangga tidak boleh egois! Jacob benar, ia sudah merebut salah satu kebahagiaan Alesha dengan memisahkannya dari Jacob, ia juga tidak mau menjadi biang hancurnya rumah tangga Alesha. Ia sangat menyayangi Ale, ia selalu bahagia saat melihat Alesha yang tersenyum, tertawa, aktif, dan ceria, dan sekarang adalah waktunya untuk ia mengembalikan Alesha pada Jacob.


"Lisha...." Rangga menatap sayu pada adik tercintanya. "Maafkan aku....." Lirih Rangga sembari meraih lengan Alesha yang lain.


Tentunya hal itu membuat Alesha terkejut, dan bertambah bingung. Kenapa Rangga meminta maaf? Pikir Alesha.


"Aku tahu kau pasti akan sangat marah padaku, Lisha, tapi...." Rangga menjeda ucapannya. "Kau berhak tahu yang sebenarnya," Mata Rangga mulai berkaca-kaca, tanda jika ia begitu sedih karna harus mengatakan yang sesungguhnya pada Alesha.


"Rangga, apa maksudmu?" Lirih Alesha.


"Maaf, Alesha..." Rangga menatap penuh arti pada adik angkatnya.


"Alesha?" Kening Alesha mengernyit.


"Ya, kau adalah Alesha, istri dari Jacob, dan aku menyembunyikan identitas aslimu supaya aku bisa lebih mudah menjagamu dari Dirga."


Deg!


Tubuh Alesha langsung membeku seketika saat telinganya mendengar ucapan Rangga barusan.


Lemas.....


Itu yang Alesha rasakan saat ini. Wajahnya lurus, datar, dan kosong.


Tidak!


Alesha tidak percaya!


Rangga berbohong!


Itu tidak benar!


"Apa yang pria ini katakan hingga membuatmu harus berkata seperti itu, Rangga? Hiks, kau pasti berbohong," Alesha menggelengkan kepalanya dengan air mata yang bercucuran.


"Tidak, Alesha. Kau tidak akan ingat karna kau amnesia, aku membawamu ke sini lalu mengubah dirimu agar aku bisa lebih mudah menjagamu. Maaf aku memisahkanmu dengan suamimu, Alesha...." Rangga menunduk, membiarkan air matanya terjun membasahi lantai.


"Kau bohong, Rangga, hiks, aku Lisha!" Alesha mulai tersedu-sedu. "Apa buktinya! Tidak adakan? Kau bohong!"


"Aku masih menyimpan surat keterangan dari rumah sakit tentang data diri aslimu, Alesha, hiks," Balas Rangga, lirih.


"Kau bohong! Aku tidak percaya padamu! Hiks, kau bohong, Rangga!" Pekik Alesha.


"Kau harus bertanggung jawab, Rangga. Jika saja kau jujur dari awal pada Alesha semua tidak akan seperti ini," Ucap Jacob.


"Alesha, maafkan aku, hiks" Rangga menggenggam erat lengan adik tersayangnya, namun dengan cepat Jacob melepaskan genggaman lengan Rangga pada lengan Alesha.


"Kau bohong, Rangga! Hiks... Aku adik angkatmu, aku Lisha kan," Lirih Alesha yang masih tidak mempercayai ucapan kakak angkatnya.


"Kau memang adik angkatku, Alesha, tapi kau bukan Lisha, kau adalah Alesha, kau istri Jacob, aku yang mengubahmu, maafkan aku, Alesha, hiks," Rangga menundukkan wajahnya dengan perasaan malu, dan bersalah yang teramat sangat. "Seharusnya aku memberitahumu dari awal tentang siapa dirimu sebenarnya agar kau bisa sedikit demi sedikit mendapatkan ingatan lamamu kembali, tapi aku tidak melakukan itu karna aku harus melindungimu dari orang jahat, Alesha. Maaf aku memisahkanmu dari suamimu, Alesha."


"Kau sudah mendegarnya bukan, Al?" Jacob menatap lekat pada wajah istrinya. "Aku suamimu, sayang. Atau kau masih belum percaya? Aku bisa menunjukkan bukti buku pernikahan, dan cincin kawin kita..."


Eh tunggu!


Cincin kawin?


Ya ampun! Jacob baru menyadari satu hal!


"Cincin kawinmu? Dimana cincin kawinmu, Alesha?" Jacob mengangkat telapak tangan Alesha. "Rangga, dimana kau menyembunyikan cincin kawin milik Alesha?" Kini lirikan mata Jacob berbelok tajam pada Rangga.


"Di kamarku," Jawab Rangga sangat pelan. Ia memejamkan matanya. Ia benar-benar merasa bersalah sekarang.


"Ambil cincin itu sekarang!" Suara Jacob menggema kencang diseluruh ruangan. Ia sangat marah. Berani sekali Rangga mencopot cincin kawin milik Alesha. Jika saja bisa mungkin Jacob sudah mengamuk, dan menghajar Rangga habis-habisan.


Sedangkan Rangga, tanpa memberikan balasan apapun, ia segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengambil cincin kawin milik Alesha.


Sungguh sakit yang Rangga rasakan saat ini. Mengembalikan Alesha pada Jacob? Berat sekali untuk Rangga menyerahkan kembali adik angkat tercintanya itu pada pria lain yang jauh lebih berhak. Tetapi semua sudah terlanjur, ia juga tidak boleh egois, Alesha tetaplah istri Jacob, dan ia tidak bisa mengubah status itu.


"Alesha...." Lirih Jacob sembari menangkup wajah manis istrinya. "Sayang, tatap aku...."


Alesha acuh. Ia sama sekali tidak mau membalas tatapan pria yang masih dirasa asing untuknya. Ia takut, Jacob baru ia jumpai tadi pagi, namun pria itu mengaku sebagai suaminya, belum lagi Rangga juga yang mengatakan jika ia adalah istri dari Jacob.


Tidak. Alesha sulit menerima kenyataan itu. Ia bingung sekarang. Apa ia harus percaya? Atau tidak? Bagaimana bisa Jacob menjadi suaminya? Pikir Alesha.


"Lil Ale..... Sayang...." Jacob mengangkat wajah istrinya agar mereka bisa saling berpandangan. "Aku mencarimu selama satu tahun. Kau tahu, aku sangat terpukul karna kau pergi, dan sekarang setelah aku menemukanmu kau malah melupakanku. Bisa kau bayangkan bagaimana rasanya diposisiku, sayang? Hmm..."


Alesha menatap Jacob tanpa ekspresi, matanya masih sembab, dan merah, namun kebingungan benar-benar mengambil alih dirinya saat ini.


"Kau istriku, Alesha. Aku sangat mencintaimu, dan aku akan berusaha agar kau bisa mengingatku kembali, sayang," Lirih Jacob yang kian mendekatkan wajahnya pada wajah Alesha.


"Apa aku benar-benar menghilang dari memorimu, Lil Ale? Kau dulu selalu memintaku untuk tidak meninggalkanmu, kau ingat itu?" Bisik Jacob. "WOSA, kau ingat WOSA?"


Alesha diam. Ia merasa Jacob benar-benar aneh atas kalimat yang baru saja diucapkan oleh pria itu.


"Biarkan aku membantumu mendapatkan kembali ingatanmu secara perlahan, Alesha. Tak apa kau tidak mengingatku saat ini, tapi tolong biarkan aku berada didekatmu agar aku bisa membantumu, sayang."


"Apa yang sebenarnya kau bicarakan?" Lirih Alesha sembari menjauhkan tubuhnya dari Jacob. "Tidak! Aku masih tidak mengerti!"


"Kau amnesia, Alesha, dan Rangga memanfaatkan amnesiamu untuk mengubah pribadi juga data dirimu supaya dia bisa menjagamu dari orang jahat," Jawab Jacob yang berjalan mendekati istrinya.


"Tapi kenapa dia melakukan itu?" Alesha mulai terisak kembali. "Apa benar yang dia katakan tadi? Hiks."


"Iya, sayang, Rangga sudah mengatakan yang sebenarnya padamu. Itu kenyataannya, Lil Ale. Kau mungkin sulit menerimanya, tapi itulah kenyataannya, sayang."


"Tidak, ini semua membuatku bingung, hiks."


"Alesha..." Jacob menangkap tubuh istrinya yang nyaris terjatuh.


"Kepalaku sakit, hiks," Lirih Alesha.


Alesha tidak tahu kenapa tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya yang seperti diremas. Bayang-bayang samar sedikit demi sedikit muncul menambah nyeri dikepalanya.


"Argh!" Alesha meringgis.


"Lil Ale..." Jacob langsung membawa Alesha untuk terduduk di lantai, dan bersandar pada tembok.

__ADS_1


Aku amnesia? Benarkah? Pria ini suamiku? Argh!!! Kenapa aku tidak mengingat apapun sebelumnya?...... Rintih Alesha dalam hatinya.


Alesha mencoba untuk memaksa memorinya mengingat apa yang ia lupakan, namun itu malah membuat nyeri yang semakin menjadi dikepalanya. Alesha ingin mengingat sedikit saja hal tentang masa lalunya jika ia benar amnesia, tapi ia tidak bisa. Kenapa? Ayolah, apa benar ia amnesia? Ia tidak mengingat apapun, yang ia tahu ia adalah adik angkat Rangga, dan kedua orang tuanya sudah meninggal.


__ADS_2