Jadi Yang Ke-2

Jadi Yang Ke-2
Bab.13


__ADS_3

Wira yang tak lain adalah asisten Satria menjemput Kia di kampus sore hari. Sebelumnya Satria sudah mengabari Kia kalau dirinya harus ikut Wira. Setelah dari kampus, mobil Wira berhenti di parkiran sebuah restoran.


Wira mengajak Kia untuk turun. Tanpa banyak tanya sesuai pesan Satria, Kia mengikuti Wira masuk kedalam restoran.


Sebelum mereka memilih tempat duduk, Kia menarik sedikit jas yang dikenakan Wira, hingga asisten suaminya itu menoleh.


"Aku sedang tidak ingin makan di tempat ini, saat ini aku sedang ingin makan masakan jepang," ucap Kia sebelum Wira melontarkan pertanyaan, kenapa istri bosnya itu menghentikan langkahnya.


"Maaf, saya tidak ingin mengajak anda makan saat ini," jawab Wira sopan dan formal.


"Lalu untuk apa kita ke sini?" tanya Kia.


"Maka dari itu, Nona harus mengikuti saya, untuk tahu apa tujuan kita kemari." Wira kembali berjalan meneruskan langkahnya, menuju sebuah ruangan yang terlihat dia sudah sangat hafal dengan ruangan itu berada.


Kia mendengkus kesal karena Wira telah memupuskan harapannya untuk makan masakan jepang hari ini. Dan yang lebih menjengkelkan, Wira tidak memberi tahu tujuannya datang kesini dan hanya menyuruhnya mengikuti pria itu.


Wira mengetuk pintu sebuah ruangan yang langsung ditanggapi oleh orang dari dalam, yang mempersilahkan mereka masuk.


"Selamat sore, Pak Wira?" sapa orang yang langsung berdiri dari kursinya begitu Wira dan Kia masuk ke ruangannya.


"Selamat sore, Pak Anton," jawab Wira yang langsung berjabat tangan dengan orang yang menyapanya tadi.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya orang itu setelah mempersilahkan Wira dan Kia duduk.


"Jadi begini, Nona ini sedang mencari pekerjaan. Saya dengar restoran Anda sedang membutuhkan karyawan, karenanya saya berniat untuk memasukkan Nona Zakiya yang tidak lain adalah adik sepupu saya untuk bisa bekerja di sini," jelas Wira.


Mendengar dirinya disebut sebagai adik sepupu dari Wira, Kia menatap tajam Wira. Belum lagi ucapan Wira yang mengatakan bahwa kedatangannya kesini untuk mencari pekerjaan. Untuk apa ia harus bekerja, apa kata-kata Satria tadi itu serius. Satria mengatakan kalau ingin uang yang banyak untuk jatah harian dia harus bekerja.


Seseorang yang berstatus manager itu pun menatap Kia penuh selidik. "Apa nona ini bisa bekerja?" tanyanya ragu akan kemampuan Kia.


"Karena yang kami butuhkan saat ini adalah seorang Dishwasher," sambung manager itu.


"Saudari saya ini adalah orang yang cekatan, dia bisa cepat belajar tentang hal-hal yang baru. Jadi tolong jangan meragukannya sebelum anda melihat hasil kerjanya," ujar Wira meyakinkan.


Sang manager itu pun nampak berfikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk menerima Kia bekerja di restoran yang ia pimpin ini. Wira langsung mengucapkan terima kasih kepada manager itu.


"Jadi kapan saudari saya ini bisa mulai bekerja?" tanya Wira.

__ADS_1


"Hari ini, karena kebetulan restoran sedang ramai dan kami kekurangan dishwasher."


Sebelum Wira menyetujui ucapan pak Anton, Kia terlebih dulu menyela pembicaraan mereka. "Mohon maaf kalau saya menyela, bolehkan saya berbicara sebentar dengan kakak sepupu saya ini," ucap Kia yang langsung ikut berdrama sebagai sepupu Wira. Kia bukan artis tapi kalau dituntut harus berakting, kemampuannya dalam bersandiwara tidaklah buruk.


Sambil tersenyum sopan Kia meminta wira untuk keluar dari ruang manager itu, yang dibalas persetujuan oleh pak Anton dan juga Wira.


"Apa maksud mu, mengatakan aku sepupu mu?" tanya Kia langsung setelah berada di luar ruang manager.


"Karena saya tidak mungkin mengatakan kalau anda adalah istri kedua dari Bapak Satria," jawab Wira jujur.


Kia mendengkus kesal mendengar jawaban Wira. Mungkin Kia salah bertanya tentang alasan menjadikannya sepupu Wira.


"Lalu kenapa kamu menyuruhku bekerja di restoran ini, itu pun menjadi dishwasher. Apa kamu tidak salah?"


"Maaf, Nona. Saya tidak seberani itu untuk menyuruh Nona bekerja. Karena Nona Kia adalah istri dari atasan saya, yang tentu saja harus saya hormati sama seperti saya menghormati Bapak Satria," jawab Wira.


"Lalu kenapa kamu memintakan pekerjaan untuk ku di restoran ini?"


"Ini semua adalah perintah dari Bapak Satria, dan Anda tidak berhak untuk menolak."


Lelaki itu sulit ditebak. Apa maksudnya menyuruh dia bekerja, lalu apa keuntungan untuk dirinya yang sudah rela jadi istri simpanan selain kasus kakaknya yang tertangani. Kia berfikir untuk menanyakan tentang hal ini nanti pada pria itu.


"Mari, Nona," ajak Wira untuk kembali masuk ke ruangan pak Anton.


Tak punya pilihan lain, Kia mengikuti ajakan Wira. Percuma juga jika harus berdebat dengan asisten suaminya ini, karena dia tidak punya wewenang apapun selain patuh pada perintah bos-nya.


Setelah Wira masuk dan berbicara tentang kesiapan Kia untuk langsung bekerja, Pak Anton menghubungi seseorang yang menjemput Kia untuk diperkenalkan pada pekerjaan barunya.


"Siapa namamu?" tanya seorang laki-laki dengan gaya kemayunya.


"Kia," jawab Kia lugas.


Pria itu membawa Kia menuju tempat di mana barang-barang pegawai disimpan.


"Ini locker mu." Tunjuk pria kemayu itu pada locker berwarna biru.


"Simpan barang mu disitu dan ganti bajumu dengan seragam ini." Pria kemayu itu memberikan seragam yang baru ia ambil dari lemari disebelahnya yang menyimpan seragam karyawan restoran.

__ADS_1


"Terima kasih, Mas ... Be ... ny," ucap Kia sambil mengeja nama di nametag pria itu.


"Apa!!!" pekik Pria bernama Beny itu.


"Kenapa?" tanya Kia bingung. "Namanya Mas Beny, kan?"


"Babe, without Mas. Just call me Babe. Ok!"


Kia makin bingung maksudnya.


"Nggak bisa bahasa inggris, ya? panggil aku Babe. Artinya sayang. Jangan pakai Mas, cukup Babe." jelasnya pada Kia.


Bukan Kia tak mengerti maksud dari kalimat bahasa Inggris Beny. "Kamu kan bukan siapa-siapa aku, kenapa minta dipanggil sayang."


"Ish ... itu kan hanya sebutan saja, tidak perlu status juga untuk manggil sayang," jelas Beny nampak kesal.


"Enggak ... ah, aku nggak biasa manggil orang kayak gitu selain pacar aku. Nama kamu kan Beny, sesuai nametag kamu aku akan tetap memanggilmu Beny."


"Aku ini atasanmu, jadi jangan banyak membantah!"


"Atasan, apa maksudnya?" tanya Kia.


"Aku adalah leader tim dishwasher, jadi kamu harus ikuti apa kata ku, kalau aku suruh panggil Babe, ya kamu ikuti saja! Bersiaplah aku akan mengajari mu dan memberitahu mu soal tugas-tugasmu." Beny langsung keluar memberikan ruang untuk Kia berganti seragam.


Setelahnya Kia menyusul Beny ke tempat di mana ia akan bekerja. Tempat cuci piring di restoran ini terpisah dari dapur.


"Rena, kemari," panggil Beny pada gadis yang sedang berdiri di depan washtafel.


Gadis itu menghentikan aktifitasnya yang sedang mencuci piring dan menghampiri Beny dan Kia.


"Ini Kia, mulai sekarang dia akan jadi partner kerja kita untuk mencuci piring," ucapnya pada Rena.


Rena dan Kia pun saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.


"Untuk saat ini,cukup tahu nama saja. Karena piring-piring cantik itu sudah menunggu untuk di bersihkan."


Beny pun menyuruh Kia dan Rena untuk segera bekerja. Atas perintah Beny, Rena mengajari Kia bagaimana cara mencuci piring agar cepat dan mendapatkan hasil yang bersih.

__ADS_1


__ADS_2