Jadi Yang Ke-2

Jadi Yang Ke-2
Bab.74


__ADS_3

"Kok Mama sudah pulang?" tanya Hiro yang melihat mamanya baru saja masuk ke rumah.


"Iya, sayang. Mama pulang lebih awal karena baju Mama sobek."


Hiro memperhatikan mamanya yang kini mengenakan jas pria, mungkin itu milik Marvin, yang dipinjamkan untuk menutupi baju mamanya yang sobek.


"Mbak Yanti, mana?" tanya Kia.


"Sudah tidur mungkin, Ma."


Kia geleng-geleng kepala saat melongok, melihat orang yang sedang tidur di depan televisi. "Ish ... disuruh jagain Hiro malah tidur sendiri." gumam Kia. "Ya sudah, kamu lanjut tidur lagi saja, ini sudah malam."


Tadi, Hiro terbangun saat mendengar orang membuka pintu, jadi Hiro mastikan kalau mamanya sudah pulang.


Setelah Hiro kembali ke kamarnya, Kia pun segera masuk ke kamar. Dia duduk di tepi ranjangnya, memegang jas yang masih ia kenakan. Dari jas itu menguar aroma parfum yang sama, yang pernah ia cium. Kia mengingat kembali kejadian tadi.


FLASH BACK ON


"Harusnya kamu segera cari pasangan, agar tidak lagi menyusahkan ku untuk acara-acara seperti ini!" gerutu Kia.


"Aku hanya berharap kamu yang jadi pasanganku." Marvin terkekeh.


Sementara Kia mencebik kesal. Kalau bukan karena Marvin memaksanya, dan karena sudah menganggap Marvin adalah teman yang baik, Kia tidak akan mau diminta menemani Marvin ke acara grand opening night club, milik temannya ini.


Dengan terpaksa, Kia harus menitipkan Hiro pada Yanti, salah satu pegawai restorannya. Wira, Juna, dan Rena sudah kembali ke Jakarta, pagi tadi.


Dengan sedikit kesusahan, Kia memasang heelsnya saat keluar dari mobil. Marvin sudah berdiri disamping Kia, memposisikan tangannya di pinggang agar Kia menggamitnya.


"Tersenyumlah, aku tidak mau orang-orang menganggapku telah menculikmu." Bisik Marvin, menggandeng Kia.


"Kamu memang menculikku, kan!" ketus Kia.


Marvin hanya tersenyum, tadi memang dirinya yang memaksa Kia untuk ikut, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena ajakan Marvin yang mendadak, Kia sama sekali tidak menyiapkan gaun pesta sebelumnya. Jadilah, Kia menggunakan gaun yang seadanya, yang ada di lemarinya.


"Ya-ya ... aku menculikmu. Tapi, untuk kali ini, aku tidak ingin jadi bahan celaan teman-temanku. Karena itu aku terpaksa menculik mu," jelas Marvin.


"Karena itu, carilah jodohmu. Temukan tulang rusukmu yang hilang itu, jangan hanya menunggu!"


"Aku sudah menemukannya, aku hanya perlu memberinya lebel halal, dengan begitu akan memasangkan stempel kepemilikanku." Marvin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kia.


Kia pun jadi salah tingkah dengan tatapan Marvin kepadanya.


"Sudahlah, tidak akan menang aku bicara denganmu!" ketus Kia langsung menarik Marvin untuk kembali jalan. Sebenarnya, ini adalah cara Kia untuk menghindar dari Marvin akan pernyataannya.

__ADS_1


Mereka langsung disambut oleh sang pemilik acara sendiri, saat tiba di tempat pesta.


"Hei, akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga." Sambut Hendra dengan bahagia.


"Apa lamaranmu sudah diterima?" goda Hendra pada Marvin sekaligus melirik Kia. Hampir semua teman dekat Marvin tahu, kalau pria itu jatuh cinta pada wanita yang sudah hampir tiga tahun menolaknya.


"Apa kamu tidak bisa melihat, kami datang berdua. Dan kamu bisa mengerti bukan, artinya!" jawab Marvin menahan kesal. Belum apa-apa sudah diledek saja.


"Yang benar? Apa ini bukan rekayasa, atau mungkin settingan belaka?" Hendra tertawa puas bisa menggoda sahabatnya ini.


"Tunggu saja undanganku!" sungut Marvin. "Ayo honey, kita masuk!" Tak peduli dengan si empunya acara, Marvin langsung melenggang masuk membawa Kia. Sementara Kia hanya tersenyum canggung pada Hendra.


Marvin benar-benar keterlaluan, dia membawa Kia menemui setiap orang yang ia kenal, seolah ingin pamer kalau dia tidak sendiri. Karena tak ingin membuat Marvin malu, diikutinya saja sandiwara Marvin. Namun Kia tak pernah mau menjawab tentang apa hubungan mereka, Kia hanya akan tersenyum saat orang menanyakan tentang hubungannya dengan Marvin, disaat itulah Marvin mengambil alih pembicaraan agar sandiwaranya berjalan lancar.


Acara sudah dimulai, banyak sekali tamu yang diundang. Musik juga sudah dimainkan, setelah acara sambutan dari sang pemilik tempat hiburan.


"Aku ketoilet dulu," pamit Kia pada Marvin dengan sedikit berteriak didekat telinga Marvin. Yang dijawab dengan anggukan saja, karena Marvin sedang sibuk dengan teman-temannya.


Kia berjalan mencari dimana toilet, menyibak ramainya orang yang datang. Mungkin karena tempat ini baru, jadi banyak yang ingin datang untuk mencoba. Di tempat wisata seperti ini, night club cukup banyak peminatnya. Apalagi, di grand opening ini, pemiliknya langsung membukanya untuk umum dan memberikan diskon yang menarik.


Banyak pria dan wanita yang sedang meliuk-liukkan tubuhnya dengan musik yang berdentum-dentum. Tempat yang benar-benar ramai, bahkan semua meja sudah penuh.


"Maaf, dimana toiletnya?" tanya Kia pada seorang pelayan.


"Anda lurus saja, nanti ada belokan ke kiri. Disana toiletnya," jelas pelayan itu.


"Permisi," ucapnya pada dua orang yang menghalangi jalannya, tapi tidak digubris.


Kia ingin lewat, tapi dua orang ini berdiri tak tahu tempat. Mereka menghalangi jalan orang yang akan pergi ke toilet.


"Permisi," ucap Kia sekali lagi.


"Diamlah!" bentak kedua orang yang terlihat sedang bertengkar itu.


Tanpa peduli pada Kia, mereka melanjutkan lagi adu mulutnya hingga prianya melayangkan tangannya ke udara, sepertinya akan menampar wanitanya. Jika saja, Kia tidak dengan cepat menahannya.


"Siapa kamu! berani ikut campur urusan kami!"


Belum juga Kia menjawab pertanyaannya, pria itu sudah mendorong tubuh Kia. Untung saja, wanita di belakang Kia, yang tadi Kia tolong, langsung bisa menahan tubuh Kia tidak jatuh.


"Apa pantas, seorang pria berlaku kasar pada wanita," ucap seseorang yang baru datang.


Nampaknya, pria arogan tadi tak ingin cari ribut dengan orang lain selain wanitanya. Tanpa bicara apapun, dia pergi begitu saja meninggalkan wanitanya. Si wanita, yang tak ingin ditinggal oleh prianya, dengan cepat mendorong tubuh Kia yang tadi ditahannya.

__ADS_1


Wanita itu tak sadar jika kait gelangnya, tersangkut di baju orang yang menolongnya. Kain tile yang tipis, langsung robek saat wanita itu dengan kuat menarik gelangnya yang tersangkut. Tanpa minta maaf ataupun terima kasih, wanita itu berlari mengejar prianya. Meninggalkan Kia, yang sadar bahwa bajunya telah robek.


"Hei!!!" teriak Kia mencoba menghentikan wanita itu. Tapi tak ada hasil, karena wanita itu tetap pergi tanpa peduli.


"Ish...!" gerutu Kia, tangannya berusaha meraih gaunnya yang sudah sobek.


Tiba-tiba saja, seseorang menutup punggung Kia dengan jasnya, bagian dimana baju itu koyak. Sontak saja Kia menatap pria di depannya. Matanya mengerjap berkali-kali, memastikan apakah dia sedang mengalami halusinasi. Masih tak percaya dengan apa yang dia lihat. Kia mengucek matanya, hingga merah.


Pria itu meraih dua tangan Kia, yang Kia gunakan untuk mengucek matanya. "Hentikan, aku bukan hantu yang harus kau pastikan dengan penglihatanmu sampai seperti itu."


Kia diam terpaku, menatap wajah di depannya ini dengan tak percaya.


"Tuhan sudah mempertemukan kita kembali dengan cara-Nya."


Ucapan pria di depannya ini adalah, kalimat yang dulu ia ucapkan untuk seseorang.


FLASH BACK OFF


Kia mencium jas yang masih menempel ditubuhnya. Dia masih tidak percaya, bahwa Tuhan benar-benar mempertemukan dia kembali dengan Satria.


"Apa selama ini dia mengikutiku, atau menyuruh orang untuk mencariku. Dan kemunculannya hari ini sudah ia rencanakan. Atau, dia tahu dari Wira soal keberadaanku. Ah ... rasanya tidak, Wira sudah berjanji , tidak akan ikut campur urusanku dengannya. Dia juga berjanji tidak akan memberitahukan keberadaanku." ucap Kia dalam hati.


"Tapi, bagaimana jika ini memang jalan dari Tuhan. Seperti katanya?"


Kia menggigit jas yang masih ia cium. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan tentang pertemuannya hari ini dengan Satria.


Tadi dia langsung pergi, tanpa bertanya apapun pada Satria. Bahkan, Kia pergi tanpa pamit pada Marvin, Kia baru mengirim pesan saat ia sudah perjalanan pulang.


.


.


.


.


.


.


Bang-SATria kembali, yang sebel ama dia boleh banget komen😁


Terima kasih atas dukungan kalian semua para readers terZEYENGGG, terima kasih juga untuk LIKE, KOMEN, dan VOTEnya.

__ADS_1


Semoga kalian semua selalu diberikan kebahagiaan oleh Sang Pencipta.


Tengkyu💓💓💓sayang hee


__ADS_2