
FLASH BACK ON
Satria Anggar buana, adalah seorang laki-laki tampan dan cerdas. Bahkan kecerdasannya sudah nampak ketika ia masih kecil. Namun ada hal yang disayangkan dari laki-laki itu, dia terlahir dari keluarga yang sederhana atau bisa dibilang miskin.
Ayahnya seorang kepala pelayan di rumah seorang pengusaha kaya raya yang bernama Aditya Wilmar. Sementara ibunya adalah juru masak di rumah itu. Sejak kecil, Satria tinggal di rumah keluarga Wilmar.
Satria kecil dengan senang hati ikut bekerja di sana, kadang dia membantu menata taman atau kadang hanya sekedar membukakan pintu gerbang saat sang majikan, Aditya Wilmar pulang dari kantornya.
Keluarga Wilmar pun tidak masalah akan kehadiran Satria. Bahkan kehadiran Satria seperti menjadi obat bagi pasangan Aditya Wilmar dan istrinya Monica Wilmar yang belum memiliki anak. Sudah lama mereka menikah, tapi Tuhan belum mengijinkannya untuk memiliki momongan.
Satria kecil selalu hadir ke ruang kerja Aditya untuk mengantar teh hangat atas suruhan ibunya. Hal itu membuat Aditya dan Satria menjadi akrab. Setiap kali itu juga Satria kecil selalu menghibur Aditya dengan tingkah lucunya.
"Kenapa Anda bersedih tuan?" tanya Satria kecil pada tuannya yang sedang duduk di ruang kerjanya dan nampak murung.
"Aku masih selalu memikirkan hal yang sama, aku takut jika di akhir hidup ku nanti aku akan sangat kesepian karena aku tak memiliki anak," jawab Aditya.
"Anda tidak akan kesepian, karena aku akan selalu di sini menemani Anda, begitu pun dengan ayah dan ibuku," ucap bocah kecil itu.
Kata-kata bocah kecil itu, membuat Aditya terharu. Setiap kali bersama bocah itu rasa sayangnya semakin tumbuh untuk anak dari pelayannya itu.
Sejak itulah, Aditya mulai membicarakan keinginannya untuk bertanggung jawab dan membiayai pendidikan Satria kecil pada monica istrinya. Di luar dugaan, monica sang istri sangat mendukungnya. Karena diam-diam monica juga jatuh hati pada putra dari pelayannya itu.
Akhirnya mereka putuskan untuk bertanggung jawab atas pendidikan Satria, namun bukan mengadopsinya. Karena Satria punya orang tua yang sama-sama tinggal di sana. Aditya dan istrinya ingin jika nanti saat mereka sudah tua dan tak memiliki anak, akan ada Satria yang bersama mereka. Seperti kata anak itu sebelumnya.
Namun siapa yang sangka, jika setelah memutuskan untuk bertanggung jawab atas Satria, dua tahun kemudian monica sang istri dinyatakan hamil oleh dokter. Tentu saja itu sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi Aditya Wilmar, dia bahkan menganggap Satria membawa keberuntungan dalam hidupnya.
Aditya semakin sayang dengan Satria, dia pun menyekolahkan Satria hingga menyelesaikan pendidikan hukumnya di Harvard University. Satria sangat dekat dengan Aditya dan juga monica, Satria bahkan begitu sayang pada anak yang monica lahirkan. Gadis kecil yang bernama Sarah.
__ADS_1
Satria selalu menjaga Sarah seperti seorang pelayan menjaga tuannya. Terlebih karena Sarah sudah ditinggal ibunya saat ia masih berumur tiga tahun. Aditya senang melihat semua itu, sampai berfikir untuk menjodohkan mereka.
Tadinya Satria ingin menolak, karena dia merasa tidak pantas untuk gadis seperti Sarah, status sosial membuatnya tak berani berpikir lancang untuk bisa mencintai gadis itu. Namun Aditya berusaha meyakinkannya dan rasa hutang budinya membuat ia tak berani mengucapkan penolakan. Janji yang ia buat pada kedua orang tuanya sebelum mereka meninggal, tak mampu ia langgar.
Orang tua Satria meminta Satria untuk menjaga tuannya setelah kepergiannya. Membuat tuannya selalu bahagia, meski harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri.
Sarah adalah putri tunggal Aditya, rasa sayangnya pada putrinya membuat ia selalu berusaha membahagiakan Sarah. Apalagi sejak kepergian istrinya, dia selalu ingin memberikan apapun yang Sarah inginkan. Aditya ingin Sarah tidak merasa kurang untuk hal apapun. Aditya selalu berusaha untuk bisa mewujudkan kebahagiaan Sarah.
Namun soal jodoh, Aditya bersikeras untuk menikahkannya dengan Satria. Sarah pun tak bisa menolak dengan keinginan papanya yang satu ini. Cara untuk membuat mereka semakin dekat, Sarah dan Satria dikirim untuk kuliah bersama di luar negri.
Satria yang sebenarnya sudah selesai dengan S1 nya, diminta melanjutkan S2nya guna menemani Sarah kuliah. Hal ini dimanfaatkan agar mereka semakin dekat, jika setelah kebersamaan mereka tidak ada cinta diantara mereka, Sarah dan Satria boleh menolak perjodohan ini. Tapi Kebersamaan mereka, menumbuhkan cinta dalam hati Satria. Tidak Sama dengan Satria, Sarah justru memanfaatkan Satria untuk meraih kebebasannya.
Setelah selesai dengan kuliahnya, Sarah dan Satria pun menikah. Satria yang sudah lama merintis karirnya, semakin terlihat hebat saja kala ia bisa memenangkan kasus yang ia tangani. Pun dengan Sarah yang semakin lama semakin menanjak karir permodelannya.
Keberhasilan Sarah dalam karirnya membuatnya harus tinggal di luar negri, dan itu membuat Satria tidak suka. Karena Satria tahu, seperti apa kehidupan Sarah di sana.
"Berikan dia ijin untuk menggapai impiannya, aku yang akan menjamin bahwa dia akan tetap menjadi istri yang bertanggung jawab pada mu. Dia bahkan sudah berjanji untuk hal itu," ujar Aditya di ruang kerjanya.
"Tapi saat ini, saya punya banyak kasus yang harus saya tangangi di sini, hingga saya tak bisa meninggalkan kasus yang sudah saya terima untuk mendampingi Sarah," papar Satria.
"Sarah akan menjaga dirinya sendiri di sana, lagi pula kamu mengenal Sarah bukan. Jika dia belum mendapatkan keinginannya, dia akan terus berusaha bagaimana pun caranya. Dan jika sudah mencapainya, dia akan gampang merasa bosan. Tunggulah dia, dia pasti akan segera kembali ke sini, dan akan memikul tanggung jawab sebagai istrimu."
Sejak saat itulah Satria mengijinkan Sarah mengejar mimpinya menjadi top model. Dia berharap Sarah akan cepat meraih mimpinya karena memang dia sangat berbakat. Dan seperti yang dijanjikan papa mertuanya, Sarah akan kembali menemani hari-harinya.
Namun semua tak terwujud, karir Sarah yang makin gemilang membuatnya betah tinggal di negara yang menjunjung tinggi kebebasan itu. Semakin lama, Sarah semakin mengabaikan Satria. Bahkan saat Satria datang berkunjung, Sarah lebih mementingkan karir dan teman-temannya daripada harus menemui Satria.
Suatu ketika, saat Satria datang mengunjungi Sarah tanpa pemberitahuan, karena mendengar Sarah sedang sakit, Satria mendengar pembicaraan antara Sarah dengan asistennya yang bernama micky.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya, apa masih sakit?" tanya Micky yang sedang duduk di samping ranjang perawatan Sarah, menunggui nonanya yang terbaring sakit di ranjang perawatan.
Sarah menggeleng pelan.
"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu, dulu kamu melakukannya, dan sekarang pun kamu mengulanginya. Aku tidak ingin mengatakan kamu bodoh. Tapi untuk apa menyakiti diri sendiri untuk kedua kalinya?" Micky terlihat marah mengingat apa yang membuat nonanya masuk rumah sakit.
Micky mengingat kejadian itu, saat dia menemukan Sarah pingsan di kamar mandi apartemennya. Dia panik melihat darah yang mengalir deras dari sela-sela paha nonanya itu. Tanpa pikir panjang Micky melarikan Sarah ke rumah sakit.
Saat Sarah sudah siuman, barulah micky tahu kalau Sarah telah berusaha menggugurkan bayinya. Bayi dari suaminya sendiri, dengan alasan ia baru saja menandatangani kontrak yang tidak mengijinkannya hamil selama kontrak berlangsung. Sarah lebih memilih karirnya dan menghilangkan janin dalam perutnya.
Dan ini kali kedua Sarah melakukan hal yang sama, namun kali ini bukan bayi dari suaminya. Karena Sarah sudah lama tak menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Sarah tidak ingin karirnya hancur karena skandal.
"Aku memilih jalan ini, karena jika aku langsung datang ke dokter untuk menggugurkan kandungan ku, tidak ada yang bisa menjamin kalau berita itu akan tersebar. Kemudian karir ku akan hancur karena tindakan ku yang dianggap tidak bermoral. Namun jika aku melakukannya, semua akan terlihat alami. Tidak akan ada yang curiga karena publik tahu tentang status pernikahanku," jelas Sarah tanpa dosa.
"Kadang aku merasa kasihan pada tuan Satria, dia pria baik tapi kenapa kamu memperlakukan dia dengan jahat," ucap Micky jujur.
Sarah tidak marah karena memang seperti itulah faktanya.
"Nanti jika aku sudah merasa puas dan bosan dengan kehidupan ku sebagai model, aku akan kembali padanya."
"Apa kamu yakin dia akan tetap menunggumu untuk kembali?"
"Tentu saja, dia sangat mencintaiku, dan dia punya janji pada papa ku untuk selalu menjaga dan membahagiakan aku."
Sarah tersenyum miring, seolah mentertawakan kebodohan Satria.
FLASH BACK OFF
__ADS_1