Jadi Yang Ke-2

Jadi Yang Ke-2
Bab.29


__ADS_3

Siang itu Kia diantar oleh Shila menjemput Rena di kampusnya. Mereka sudah janjian sebelumnya akan nonton bareng. Namun, sebelum pergi nonton, Kia mengajak dua temannya itu untuk pergi ke rumah seseorang.


"Ini rumah siapa, Ki?" tanya Shila saat memasuki bangunan yang kosong tak berpenghuni.


"Ini rumah Mbak Fira." Kia langsung membawa teman-temannya masuk ke rumah milik almarhum kekasih kakaknya itu.


Shila manggut-manggut. "Tapi, untuk apa kita ke sini?" tanya Shila mengikuti Kia yang masuk ke sebuah kamar yang Shila duga adalah kamar utama.


"Aku mau mengambil beberapa baju Kak Keenan yang masih ada di rumah ini, untuk ganti di dalam tahanan." Kia mulai membuka lemari baju dan mencari baju-baju kakaknya di dalam lemari. Kia juga mencari koper yang ada di kamar itu untuk mengemas baju-baju kakaknya.


"Lho ... Rena, kenapa kamu cuma berdiri di situ. Ayo masuk sini!" ajak Kia yang melihat Rena hanya berdiri di depan pintu kamar tanpa mau masuk.


"Eh ... i-iya, tapi aku tunggu di sini saja," tolak Rena.


Kia berjalan menghampiri temannya itu dan menarik tangan Rena untuk mengajaknya masuk. "Jangan bengong sendirian, kesambet baru tau rasa!" goda Kia sambil cengengesan.


"Bantuin aku ya, tolong masukkan baju-baju kakak ku ke dalam koper." Kia langsung memilah-milah baju untuk kakaknya. Kia memberikan baju yang ia pilih pada Rena agar menatanya di dalam koper.


"Ren ...." Teriak Kia, yang membuat Rena berjingkat kaget. "Bengong aja dari tadi, buruan masukin bajunya ke koper," titah Kia.


"I-iya." Rena langsung menata baju yang tadi Kia berikan, sesekali pandangannya melirik setiap sudut kamar itu.


"Ki, Mbak Fira ditemukan tewas di kamar ini juga, ya?" ucap Shila yang langsung membuat Kia dan Rena mengalihkan pandangannya pada gadis berkaca mata itu.


"Katanya sih begitu, kan aku nggak tahu kejadian yang sebenarnya."


"Ren kamu tahu nggak Kia ini siapa?" tanya Shila tiba-tiba.


"Eh ... memang dia siapa?" tanya Rena balik.


"Kamu pernah dengar Keenan Surya Atmadja nggak? yang dituduh membunuh kekasihnya," lanjut Shila.


"Pernah dengar sih," jawab Rena.


"Nah, Kia ini adiknya kak Keenan itu."


Rena langsung menoleh menatap Kia dengan serius. "Be-benar Ki?" tanya Rena.

__ADS_1


Kia mengangguk sebagai jawaban. "Tapi aku yakin jika Kakak ku tidak bersalah, karena itu aku sedang berusaha mencari bukti agar kakak ku bisa dibebaskan."


"Apa kamu sudah punya petunjuk siapa kira-kira yang menjebak kakak mu?" tanya Rena.


Kali ini Kia menggeleng halus, dia belum menemukan bukti apapun selain rekaman cctv yang di perlihatkan Satria kemarin. Itupun gambarnya tidak jelas, sehingga sulit mengenali orang yang ada di vidio itu.


"Sebenarnya pengacara ku sudah mendapatkan bukti cctv seseorang yang masuk ke rumah ini selain kakak ku dan asisten rumah tangganya, tapi gambarnya tidak begitu jelas dan lagi orang itu berpakaian serba hitam dengan topi yang menutupi kepalanya, jadi akan sangat sulit mengenalinya."


Tak hanya Rena ternyata Shila pun memperhatikan perkataan Kia.


"Kalau sudah selesai ayo keluar, lama-lama di sini auranya bikin aku merinding," ajak Shila.


Rena segera menutup koper itu dan mulai akan menarik kopernya.


"Tunggu ... aku ambil sesuatu dulu di kamar sebelah." Kia berlari kecil menuju kamar yang lain dan keluar dengan membawa sebuah syal rajut kombinasi warna biru navy dengan abu-abu.


"Itu kamar siapa?" tanya Shila yang tadi keluar mengikuti Kia.


"Kamar Mbak Fira."


"Lho ... kamar Mbak Fira bukan yang ini?" tunjuk Shila pada kamar di belakangnya.


Mereka bertiga pun meninggalkan rumah milik almarhum Fira yang dulu dibelikan oleh Keenan.


Usai menonton film, Shila mengajak Kia dan Rena untuk makan dulu sebelum pulang, dan di sana Kia bertemu lagi dengan Juna.


"Hai ... kita ketemu lagi, apakah ini yang namanya jodoh," ucap Juna yang dengan percaya dirinya langsung duduk di samping Kia. "Hai ... Nona-nona cantik." Juna melambaikan tangannya pada Rena dan Shila.


Rena yang sudah mengenal Juna karena mereka satu kampus, tidak heran dengan sikap pria itu. Sementara Shila yang baru pertama kali melihat Juna, merasa bingung dengan sikap pria yang sok kenal sok dekat ini. Shila bertanya pada Kia lewat tatapan matanya dan menunjuk Juna dengan dagunya.


"Aku sebenarnya nggak kenal sama cowok ini, mungkin Rena lebih kenal," jawab Kia. Mengingat dulu waktu Kia mencari Rena di kampus Juna tahu pasti siapa Rena yang Kia maksud.


"Eh ... kok aku?" tanya Rena bingung.


"Kan dia satu kampus sama kamu," jawab Kia.


"Tapi aku kan nggak kenal kak Juna." Rena menolak dibilang kenal sama seniornya di kampus.

__ADS_1


"Nah itu kamu tahu namanya, berarti kamu kenal, kan?" Kia mulai menyeruput jus mangganya dan berusaha abai dengan pria di sampingnya.


"Udah, nggak usah ribut aku kenalan sendiri aja," ucap Juna pada akhirnya.


"Kenalkan, aku Arjuna. Cowok paling keren dan ganteng seantero jagad." Juna mengulurkan tangannya pada Shila sambil menaik turunkan alisnya.


Shila pun menjabat tangan Juna sembari menyebutkan namanya.


Juna yang sok asyik dan sok akrab itu akhirnya ikut bergabung bersama Kia dan dua temannya. Entah bagaimana, Juna bisa langsung nyambung dengan obrolan para gadis ini. Dia tak henti-hentinya bicara soal dirinya sendiri, memuji dan membanggakan diri sendiri. Hingga Dering ponselnya menghentikan ia untuk berhenti sejenak dari obrolan yang didominasi oleh Juna.


"Sebentar ya," ucapnya untuk pergi mengangkat telfon.


Tak lama Juna kembali dengan wajah yang kebingungan.


"Kamu kenapa?" tanya Shila yang menyadari perubahan ekspresi pada pria yang baru ia kenal.


"Habis diputusin pacar kali," ledek Kia yang di ikuti senyuman ejekan dari Shila dan Rena.


"Tadi aja narsisnya minta ampun, baru diputusin pacar aja udah kayak orang kebelet nggak nemu toilet," sambung Shila.


"Ini bukan diputusin pacar, tapi lebih gawat dari itu. Restoran tempat aku kerja dapet pesanan untuk acara pesta."


"Terus kenapa, bukannya itu berita bagus," sela Kia.


"Iya bagus, tapi berita tidak bagusnya acaranya itu kan besok malam. Dua waiters ku ijin mendadak. Yang satu ijin pulang karena orang tuanya meninggal, yang satu baru saja masuk IGD karena kecelakaan."


"Kak Juna mau cari additional waiters?" tanya Rena cepat.


"Kamu mau?"


Rena mengangguk cepat.


"Memang kamu libur, Ren?" tanya Kia.


"Iya, besok aku libur. Kalau kak Juna mengijinkan aku mau kak jadi additional waiters." Rena tak ingin melewatkan kesempatan untuk bekerja.


"Ok," jawab Juna.

__ADS_1


Selesai makan mereka bertiga dan Juna berpisah. Shila mengantar Rena langsung ke restoran untuk bekerja, setelahnya mengantar Kia pulang ke rumah suaminya.


__ADS_2