Jadi Yang Ke-2

Jadi Yang Ke-2
Bab.22


__ADS_3

"Kamu yakin dia bekerja disini?" tanya seorang wanita pada salah satu bodyguardnya.


"Iya, Nona. Saya sudah memastikan," jawab sang bodyguard dengan penuh hormat.


Wanita cantik itu kemudian menoleh pada pouch kecil yang dipangku oleh seorang pria yang menjadi asistennya. Paham akan apa yang diinginkan nonanya, pria itu langsung memberikan sebuah kaca dan juga membuka pouch, di mana banyak lipstik di dalamnya.


Wanita itu lalu memilih warna yang begitu mencolok, dia memoles bibirnya dengan lipstik pilihannya untuk menunjukkan keseksiannya. Dia mulai keluar dari mobil, yang diikuti oleh assistennya. Dengan sigap asisten itu merapikan gaun yang dikenakan nonanya. Gaun indah yang melekat sempurna pada tubuh sempurna bak model papan atas dunia.


"Apa Nona yakin mau masuk ke restoran ini? aku takut jika Nona makan di tempat ini perut Nona akan sakit. Ini bukan restoran yang biasa Nona kunjungi," tanya si asisten pada nonanya.


Namun nonanya justru tersenyum miring menatap si asisten. "Aku tidak ingin makan di sini, tapi aku akan membuat gempar restoran ini dengan kehadiranku," jawabnya kembali tersenyum licik.


Wanita itu mulai melangkah masuk kedalam restoran, dan asistennya hanya bisa pasrah mengikuti majikannya. Resepsionis restoran itu seketika ternganga, terdiam takjub melihat sosok cantik bak peri berdiri tepat di hadapannya.


"Selamat malam, apakah masih ada meja untuk kami?" tanya asisten dari wanita itu.


"I-iya, Tuan, masih ada," jawabnya gugup "Sebentar," ucapnya kemudian.


Resepsionis itu mengambil gagang telfonnya, terlihat sedang menghubungi seseorang. Tak lama, seorang pria berjas datang menghampiri wanita dan juga asistennya itu.


"Selamat malam, Nona. Sebuah kehormatan restoran kami mendapatkan kunjungan dari orang besar seperti Anda," sapa dan puji manager pada wanita cantik itu.


"Saya adalah manager restoran ini, mari saya antar Anda ke meja anda," sambung manager restoran.


Wanita itu menjawab sapaan manager dengan senyum yang ia buat semenarik mungkin. Wanita dan asistennya mengikuti langkah manager itu dan di bawa ke private room yang sebelumnya sudah dipersiapkan oleh manager, kala ia di hubungi oleh resepsionis akan kedatangan Wanita yang terkenal akan parasnya yang sangat cantik.


Setelah duduk, seorang waiters datang dengan buku menunya, dan mencatat pesanan wanita cantik itu. Tak ingin mengganggu privasi tamunya, manager itu undur diri setelah pesanan tamu istimewa itu datang.


Awalnya semua baik-baik saja, wanita cantik itu dan asistennya makan dengan tenang dan terlihat menikmati makan malamnya. Namun, tiba-tiba terdengar teriakan wanita yang mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya.


Si asisten jadi panik melihat nonanya yang kesakitan. Asisten itu pun langsung mencari sang manager restoran sesuai instruksi nonanya.

__ADS_1


Dengan perasaan cemas dan takut, menager itu menemui wanita yang menjadi tamu istimewa di restoran yang ia pimpin malam ini.


"Maaf Nona, apa yang terjadi?" tanya si manager sopan.


"Aku tidak tahu, tapi setelah memakan makanan ini perut Nona ku tiba-tiba sakit. Mungkin tempat kalian tidak bersih," tuduh assisten nya.


"Tidak mungkin, Tuan. Kami sudah menerapkan standar kebersihan sesuai peraturan," jawab Manager membela tempatnya bekerja.


"Kamu lihat ini, bisa saja kan petugas kalian tidak bersih dalam mencuci piring dan perabot hingga menyebabkan bakteri berkembang. Lalu memicu sakit pada tamu seperti Nona ku. Dia sangat sensitif dengan hal-hal kotor," tuduh asisten itu lagi.


"Maaf, Tuan. Saya rasa itu tidak mungkin. Petugas kami sudah profesional dalam bidangnya, dan ada leader senior yang mengawasi tugas mereka. Jadi kemungkinan itu sangat kecil dan hampir tidak ada." Bagaimanapun manager itu masih berusaha mempertahankan nama baik restorannya.


Wanita itu mengambil piring makannya, mendekatkan nya pada si manager. "Ciumlah aroma sabun dalam piring mu ini, apa sekarang anda akan mengelak?"


Manager itu jadi ragu dengan ucapannya tadi, karena dia sendiri bisa mencium aroma sabun dari piring saji tamunya.


"Tunggu apalagi, panggil karyawan dishwasher mu kesini!" pinta asisten itu dengan nada tinggi.


"Hei, kamu harus ikut aku sekarang. Pak manager memanggil mu," panggil seorang waiters pada Kia.


"Ada masalah apa?" tanya Kia.


"Sudah ikut saja, cepatlah sebelum semuanya kacau," titahnya pada Kia.


Kia segera melepas sarung tangannya, dan mengikuti kemana waiters itu membawanya. Hanya Kia sendiri yang menghadap, karena Rena sedang di toilet, dan Beny belum bisa masuk.


Masih dengan apron yang menempel di tubuhnya, Kia berjalan cepat mengikuti langkah lebar si waiters. Kia bingung untuk apa ia dipanggil managernya, karena waiters itu tidak memberi tahunya. Sampai di sebuah private room, Kia nampak syok melihat wanita yang berdiri di depannya.


Wanita berparas bak peri itu, berdiri berhadapan dengan managernya. Wanita yang Kia ketahui sebagai Sarah Wilmar, putri dari Aditya Wilmar, dan istri dari suaminya sendiri.


Kia makin gugup dengan apa yang akan terjadi, untuk apa managernya memanggilnya dan apa hubungannya dengan keberadaan Sarah Wilmar di sini.

__ADS_1


Waiters itu membisikkan pada manager bahwa ia sudah membawa dishwasher itu kehadapan tamunya. Kia muncul dari balik punggung si waiters, dan berdiri di samping sang manager.


"Maaf, Pak, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Kia sopan.


"Zakiya, coba cium ini!" manager itu memberikan piring saji milik sarah wilmar agar Kia menciumnya.


Kia terkejut dengan aroma sabun yang ia cium dari piring tamu itu. Kia tak percaya, bagaimana bisa ada bau sabun di piring tamu,Kia dan temannya sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Kia bisa pastikan kalau semua piring yang ia cuci sudah bersih.


Meskipun awalnya ia tidak bisa mencuci piring, tapi Rena dan Beny mengajarinya dengan baik.Dan Kia rasa dia sudah bisa melakukan pekerjaannya dengan benar.


"Bagaimana, apa kamu bisa memberikan penjelasan?" tanya si manager.


Saat Kia akan membuka mulutnya memberi penjelasan, asisten dari Sarah menyelanya. "Untuk apa dia harus memberi penjelasan, ini sudah sangat jelas. Bahwa restoran kalian tidak bersih, dan tidak memperhatikan kesehatan tamu!" asisten itu kembali menuduh restoran tempat Kia bekerja.


"Maafkan kami Tuan, Nona. Kami akan bertanggung jawab atas kesalahan yang kami lakukan. Kami akan menanggung biaya pengobatan untuk nona Sarah," ujar manager dengan nada takut.


"Anda pikir Nona saya tidak mampu membayar biaya rumah sakit! kami akan melaporkan ini ke media,agar tidak ada lagi korban seperti nona kami," ancam asisten Sarah.


"Sudahlah, Mik. Kita pergi saja dari tempat ini," sela Sarah.


"Tidak Nona, restoran ini harus bertanggung jawab. Terutama dishwasher ini!" tuding asisten Sarah pada Kia.


"Maaf kami tuan, kami akan bertanggung jawab pada Nona Sarah. Katakanlah, Nona apa yang harus kami lakukan sebagai bentuk pertanggungan jawab kami," ucap manager dengan memohon.


"Aku hanya tidak ingin ada korban lain seperti ku.Kurasa pegawai anda ini tidak bisa bekerja dengan baik, daripada dia merugikan restoran ini, aku usulkan kepada anda agar dia diberhentikan saja." Sarah berkata dengan nada bijak tak lupa menyunggingkan senyumannya untuk terlihat baik.


"Aku hanya ingin itu saja," lanjutnya.


"Kurasa nona ku benar, pegawai seperti dia pasti akan mengundang komplain dari pelanggan lainnya.Jika dia masih dipekerjakan disini." imbuh asisten Sarah yang benama Micky.


Tanpa pikir panjang karena tidak mau berurusan dengan Sarah Wilmar, yang notabene adalah model terkenal. Manager restoran langsung memecat Kia dihadapan Sarah.

__ADS_1


Manager itu takut jika Sarah memberikan keterangan pada media soal sakit yang diakibatkan karena makan direstorannya.


__ADS_2