Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 21 No, Papa...


__ADS_3

"Papa? Kalian apakan papaku, bajingan?" murka Amanda karena sang ayah tercinta tengah berdiri lemah di tiang gantungan. Di sekujur tubuhnya terdapat luka bekas cambukan disertai tetesan darah segar di beberapa titik. Gadis itu menjerit-jerit saat pria bedebah bernama Lucas, menyayat wajah sang ayah tercinta menggunakan silet. "No... Papa! Jangan sakiti papaku! Lepaskan dia...!!"


"Itu hukuman karena Nona berani melawan Tuan kami," sahut anak buah Lucas. "Sekali lagi Nona berani kabur, tuan Lucas pasti akan memberikan hukuman yang lebih mengerikan pada ayah Nona," jelasnya dengan nada datar.


"Lalu apa, mau kalian...?" sentak Amanda di tengah isakan. Tak terpikir olehnya bahwa Lucas adalah orang berdarah dingin. Dia pikir pria itu hanya pandai menggertak juga memberi ancaman.


"Nona ikut kami sekarang. Karena sesuai kesepakatan antara Omran dan tuan kami, Nona sudah digadaikan. Dan otomatis menjadi milik tuan Lucas sepenuhnya."


"Digadaikan? Kalian pikir aku barang, apa?" geram Amanda.


"Terserah Nona! Mau ikut kami atau tidak, mau Omran selamat atau tidak, semua ada di tangan Nona."


Amanda mendengkus lalu menarik rambutnya dari genggaman anak buah Lucas. "Iya aku ikut. Tapi suruh tuanmu yang gila itu buat melepaskan papaku!"


"Tentu, Nona. Dengan senang hati karena perintah Anda adalah titah bagi kami," sahut si anak buah.


"Biasa saja gaya bicaranya! Macam robot tahu, kaku!" cibir Amanda.


Kedua anak buah Lucas tidak menyahuti ucapan Amanda. Salah satu dari mereka mendorong punggung gadis itu agar segera berjalan menuju kendaraan yang tengah menunggunya.


"Aku bisa jalan sendiri tidak perlu didorong-dorong!" bentak Amanda merasa risih sebab orang suruhan Lucas memperlakukannya seperti seorang tahanan. "Bawakan koperku yang aku tinggal tadi!" suruhnya menunjuk ke tengah jalan.


Anak buah Lucas menoleh sesaat ke arah benda yang tergeletak di tengah jalan tersebut. "Tidak perlu dibawa, Nona. Tuan Lucas sudah menyiapkan pakaian baru untuk Anda. Jadi, Nona tidak usah khawatir."


"What?" Amanda tersentak. "Ta-tapi... pakaian dalamku bagaimana?" tanyanya bingung karena tidak mungkin, dia tidak mengganti underwear-nya.


Orang suruhan Lucas mendengkus kesal sebab Amanda terlalu banyak bicara. "Tenang saja Nona kebutuhan Anda sudah disiapkan, termasuk pakaian dalam."


"Gila!!" umpat Amanda geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Mari, Nona!" Salah satu anak buah Lucas membuka pintu mobil. Ia menggiring Amanda masuk ke dalam kendaraan mewah tersebut, untuk dibawa ke kediaman Lucas.


Di sepanjang perjalanan, Amanda duduk terpaku karena kedua anak Lucas menghimpit tubuhnya. "Kalian bisa geser tidak? Aku sesak, sulit bergerak!!"


"Maafkan kami, Nona. Tapi, ini adalah perintah. Tuan Lucas menyuruh kami untuk menjaga Nona agar tidak kabur lagi," ungkap pria yang berkaos hitam.


Amanda menepuk jidatnya. "Astaga... semua ini benar-benar membuatku gila!!"


Di saat seperti ini gadis bernetra biru tersebut sekonyong-konyong teringat akan kekasihnya. "Ah... Matthew. Aku merindukan lelakiku...."


Amanda mengeluarkan ponsel dari dalam tas lantas mengaktifkannya. Masalah yang bertubi-tubi datang hari ini membuat dia melupakan apa pun termasuk kekasihnya. "Ya Tuhan... Matthew menghubungiku tadi pagi. Maafkan aku, honey."


"Nona tidak diperkenankan untuk menghubungi siapa pun, apalagi polisi!"


"Aku bukan mau menghubungi polisi, bodoh!!Tapi kekasihku!!" bentak Amanda jengah karena merasa privacy-nya terusik.


"Anda tidak boleh mengabari siapa pun. Kalau masih saja keras kepala, maka jangan salahkan saya merampas ponsel Nona!" ancam si kepala pelontos.


Ocehan Amanda hanya dianggap angin lalu oleh orang-orang suruhan Lucas. Telinga mereka seakan menuli. Meski di dalam hati amarah bergemuruh sebab ucapan Amanda yang menganalogikan kesetiaan mereka pada Lucas, bak seekor anjing peliharaan.


...***...


"Kamu siapa dan kenapa menculikku?" pekik perempuan muda yang dibawa paksa oleh seorang lelaki misterius. Ia diikat di atas kursi dengan di atas tubuh tertanam bahan peledak sejenis TNT. "Aku tidak mengenalmu juga tidak memiliki masalah denganmu. Jadi, tolong bebaskan aku...." rengeknya ketakutan.


Pria tersebut menyeringai kejam dan mengangkat kaki sebelahnya ke atas kursi. "Kamu memang tidak mengenalku. Tapi aku sangat mengenalmu, Lucy! Wanita biadab yang tega memperdaya gadis-gadis muda buat dijadikan seorang kupu-kupu malam! Menjadi pemuas nafsuu bejat para lelaki keparat!"


"Tidak! Kamu salah orang. Aku bukan seseorang yang seperti kamu sebutkan. Aku juga sama, di sini hanya sebagai korban!" kilah gadis itu mengelabui pria yang menyanderanya.


Pria dengan tato di lengan kanannya mengangkat wajah gadis itu menggunakan pisau lipat. "Aku tidak bodoh, Mami Lucy! Aku tahu betul bagaimana sepak terjangmu. Muncikari yang sudah berkecimpung di dunia malam sejak berusia empat belas tahun dan sekarang usiamu tiga puluh lima tahun, bukan tujuh belas tahun. Bukan, begitu Mami?"

__ADS_1


Lucy terbahak. "Lelucon macam apa ini? Jelas-jelas umurku masih tujuh belas tahun!"


"Lucy Maria, sang anak emas dari seorang mafia bernama Lucas Denver. Dan kini dia menjadi seorang muncikari juga orang kepercayaan Lucas. Bertugas mencari mangsa gadis-gadis polos nan lugu untuk dijual dan dipekerjakan sebagai pelacurr!!" sembur pria bertindik itu.


Lucy terpengarah sebab selama ini tidak ada satu pun yang mengetahui profesinya, selain Lucas. Dia menutupi jati diri dari semua orang agar mudah untuk bergerak dalam senyap.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa bisa mengetahui tentangku?" tanya Lucy dengan suara yang ditahan. Dia menelan saliva berkali-kali karena membayangkan masa depannya akan berakhir sebentar lagi. Bila dia membuka suara, Lucas pasti akan memburunya. Sedangkan kalau menutup mulut, dia pasti akan mati di tangan pria asing ini.


"Kamu tidak perlu tahu kenapa aku mengetahui semua tentangmu. Yang harus kamu tahu, sekarang hidupmu berada di tanganku. Jadi, bekerja samalah denganku!"


"Cuih!!" Wanita itu meludahi si pria misterius. "Jangan bermimpi aku akan mengkhianati tuan Lucas. Karena tidak akan pernah terjadi sampai kapan pun juga," kekehnya mengejek.


Pria tersebut menyetel timer bom yang melekat di atas tubuh sanderanya. "TNT ini akan meledak, ketika matahari terbit. Oleh karena itu, pikirkan baik-baik. Bekerja samalah denganku atau mati secara sia-sia!"


"Informasi apa memangnya yang kamu butuhkan dariku?" tanya si muncikari.


"Semuanya!" jawab lelaki misterius singkat.


"Semuanya?" sentak perempuan tersebut. "Tapi mengenai apa?"


"Tentang anak-anak yang kalian culik dan akan dijual ke luar negri. Di mana mereka?"


"Aku tidak tahu," kelit si muncikari.


Lelaki itu terkekeh, "Terus saja berbohong dan penghitung waktu di bom ini, terus berjalan!"


"Aku tidak tahu apa-apa, urusan itu hanya tuan Lucas yang tahu," kelitnya lagi. "Kamu tidak akan mendapatkan apa pun dari menculikku. Jadi, lepaskan aku sekarang juga!"


Pria bertindik menancapkan pisau di tengah-tengah paha wanita seksi tersebut. "Aku tidak suka berbasa-basi. Jadi, pikirkan masak-masak, sebelum matahari terbit!"

__ADS_1


...*****...


__ADS_2