Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 26 Bebas


__ADS_3

Di saat Lucas tengah bermain-bermain dengan istri barunya. Tanpa dia sadari, markas tempat penyanderaan para gadis remaja yang akan dijual ke luar negeri tengah diserang oleh orang-orang tak dikenal.


Para penjaga dan anak buah Lucas saat ini dalam kondisi lengah sebab mereka turut berpesta di hari pernikahan pemimpinannya. Botol-botol bekas minuman alkohol tergeletak di lantai, bersamaan orang-orang bodoh yang mabuk berat.


"Ayo cepat keluar!!" titah seorang pria yang mengenakan penutup wajah. Ia menyuruh para tawanan untuk cepat keluar dari ruangan sempit dan baunya tidak sedap. Selagi anak buah Lucas masih terlengar lantaran efek minuman beralkohol.


"Siapa di sana?" pekik orang suruhan Lucas mengerjap-ngerjapkan mata yang berkunang-kunang. Ia menodongkan pistol ke arah pria yang menggunakan penutup wajah tersebut. Akan tetapi, gerakannya kalah cepat karena seseorang lebih dahulu menembak kepalanya dari arah belakang.


DORRR!!!


Anak-anak remaja tersebut memekik nyaring seraya menutupi telinganya mendengar suara letusan yang berasal dari senjata api. Sambil terisak, mereka terus bergerak ingin segera keluar dari tempat menjijikkan dan menakutkan.


Semua gadis muda itu akhirnya selamat dari jeratan sang mafia tidak tahu diri. Mereka dibawa menggunakan truk anti peluru menuju kota untuk didata dan diberikan terapi guna memulihkan psikis selama disandera oleh anak buah Lucas.


Sementara itu beberapa pria asing yang menyerang, masih berada di dalam gudang bawah tanah. Sebagian terlibat baku tembak, sebagiannya lagi menyirami tempat itu menggunakan minyak tanah untuk diledakan bersamaan orang-orang yang masih tidak sadarkan diri.


DORRR!!!


DORRR!!!


Suara tembakan bersahutan bagaikan kembang api di langit kelam. Satu, dua, tiga, empat, lima, ntah berapa orang yang mati di tangan pemuda-pemuda tersebut. Karena yang pasti, di ruangan bawah tanah tersebut aromanya semakin tidak mengenakan. Bau pesing bercampur dengan bau amis darah.


"Cepat keluar, akan aku ledakkan bangunan ini!" suruh si pemimpin memberikan komando pada orang-orangnya agar segera meninggalkan tempat tersebut.


Satu


Dua


Tiga


Beberapa granat dilemparkan, suara ledakan bersahutan. Percikan api-api menyebar melalap apa pun yang ada di sekitarnya. Ledakan semakin dahsyat sebab api mulai merambah ke gudang senjata dan bubuk mesiu.

__ADS_1


Gudang bawah tanah tersebut meledak sangat hebat hingga menimbulkan getaran pada daerah sekitarnya bagaikan sebuah gempa bumi berkekuatan besar.


"Ayo, jalan!" titah pemuda tersebut pada anak buahnya.


"Siap, sir!!" jawab si anak buah dengan posisi tangan memberi hormat.


Pemuda tersebut menyeringai senang lalu berjalan santai meninggalkan kobaran api yang asapnya menggumpal ke atas cakrawala.


"Lucas Denver, ini baru permulaan. Tunggu saja kejutan selanjutnya dariku!" gumam pria tak dikenal masuk ke dalam mobil berwarna hitam.


...***...


Sementara itu, di istana Black Angel seorang pria tua nampak frustasi sebab telah gagal menyetubuhi sang istri. Dia menghantam berkali-kali wajah dan perut anak buah, menjadikan mereka sebagai pelampiasan dari kelemahan dirinya.


"Ah... brengsek!! Tidak berguna!!" maki Lucas menghujani para anak buah dengan tonjokan dan pukulan, mengeluarkan segala kekesalan juga kekecewaan. "Padahal tinggal sedikit lagi, gadis itu berhasil aku perawani. Tapi, ah... semua gagal!!" pekiknya sembari menarik anak rambut.


Anak-anak buahnya hanya bisa menundukkan kepala dan merelakan badan-badan mereka dijadikan samsak oleh Lucas yang tengah mengamuk lantaran ketidak berdayaannya.


"Ambilkan aku vodka!!" titah Lucas sembari menyesap ceruti yang berisikan daun ganja. Dia membutuhkan sesuatu untuk meredakan amarah juga rasa malu yang menyergap ke dalam diri. Kelemahannya di atas ranjang adalah aib terbesar baginya. Nafsuu syahwat sangat tinggi. Namun sayang, barangnya sudah tidak kuat berdiri.


"Ambilkan lagi!!" titah Lucas yang masih belum puas meski vodka tersebut habis diteguk dalam waktu kurang dari lima menit.


"Ba-baik, Bos," jawab anak buah mengambilkan minuman lagi.


Orang kepercayaan Lucas berlarian sembari berteriak memanggil nama pria tua yang sedang teler di atas kursi.


"Bos! Bos Lucas. Gawattt!!" pekik Leo ngos-ngosan.


Lucas menoleh heran ke arah Leo yang berlari tunggang-langgang ke arahnya. "Ada apa Leo? kenapa kamu nampak gusar?"


"Gu-gudang!" jawab Leo tidak jelas seraya terbata-bata.

__ADS_1


"Gudang kenapa?" tanya Lucas kesal.


"Gu-gudang... i-itu," ucap Leo gagap sebab dadanya sesak sehabis berlari kencang.


"Bicara yang betul, tolol!" bentak Lucas geregetan karena Leo hanya berkata gudang dan gudang saja.


"Gudang meledak dan semua sandera berhasil kabur," jawab Leo dalam satu tarikan napas.


Lucas terkesiap dan sontak berdiri menegang. "Apa kamu bilang, Leo? Coba ulangi sekali lagi!"


"Gu-gudang meledak dan semua sandera berhasil kabur," ulang Leo waswas lantaran Lucas pasti akan menyalahkan dirinya akan kekacauan yang telah terjadi.


"Kenapa bisa? Dasar bodoh!!" Lucas menampar wajah Leo sangat kencang, meninggalkan bekas merah di atas pipinya. "Tadi kamu di mana, sampai-sampai kita kecolongan?" tekan Lucas karena setelah selesai acara pemberkatan, Leo langsung menghilang tanpa jejak.


"Ta-tadi saya..." Leo bingung harus menjawab apa lantarab tadi dia sedang bergumul dengan Bellen di kebun belakang istana. "Sa-saya tadi... ke-ketiduran Bos. Sa-saya kebanyakan minum," jawab Lucas sekenanya.


"Dasar otak udang!" Lucas menunjuk ke atas pelipis Leo. "Aku membayarmu dengan mahal tapi mana timbal baliknya?" Lucas meninju perut Leo lalu menarik pakaiannya ke atas.


"Ma-maaf, Bos," balas Leo.


"Siapa yang sudah berani bermain-main dengan Lucas Denver? Kamu tahu pelakunya?" tanya Lucas.


"Orang-orang yang menyerang kita sepertinya terlatih secara militer, Bos. Mereka bukan orang sembarangan dan bukan juga pesaing bisnis kita," ungkap Leo setelah mendapat laporan kalau alat yang digunakan untuk meledakkan gudang terdapat label dari sebuah institusi pasukan khusus.


"Artinya musuh kita bukan orang sembarangan," imbuh Lucas. "Periksa semua cctv dan benda-benda yang tertinggal di puing-puing kebakaran. Setelah itu laporkan padaku," suruh Lucas pada orang kepercayaannya. Dia melepas cengkeraman tangannya dari pakaian Leo dan mendorong dada pria itu.


"Si-siap Bos," sahut Leo lalu berjalan mundur sembari menggerakkan kepala ke samping, sebagai isyarat mengajak anak buah lainnya untuk ikut ke gudang yang meledak tadi.


Selepas kepergian Leo dan anak buahnya, Lucas mengerang murka seraya menghancurkan apa pun yang ada di ruangan tersebut. "Brengsek!! Siapa yang berani mengusikku, hah...??? Lihat saja! Setelah aku mengetahui identitas kalian, aku tidak akan membiarkan salah satu dari kalian selamat dari jeratan tiang gantunganku...!"


Lucas terus berteriak dan menghantam kaca lemari hingga pecah. Melempar kursi juga meja ke sembarang arah. Dia benar-benar murka karena di malam pengantinnya, kekesalan bertubi-tubi menyapa diri.

__ADS_1


Malam yang seharusnya dihabiskan dengan rasa nikmat. Pada kenyataannya, dipenuhi kobaran api amarah. Malam yang semestinya menjadi malam penuh gairah, yang terjadi malah sebaliknya. Malam ini berlalu begitu saja tanpa ada sedikit pun kesenangan.


...*****...


__ADS_2