Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 25 Gagal MP


__ADS_3

Tidak ada tamu undangan, tidak ada riasan-riasan indah, tidak ada pekikan kebahagiaan dari orang-orang tersayang. Karena kini, yang ada hanya sebuah kamar dipenuhi taburan kelopak mawar merah dan juga lilin-lilin kecil.


Tidak ada pernikahan impian, tidak ada lagi malam pengantin yang dibayangkan akan menjadi malam terindah. Semua hancur lebur ke dasar bumi menjadi masa lalu yang tidak patut untuk dikenang.


Terasa masih di depan mata saat hari-hari bahagia bersama sang kekasih. Terasa masih terngiang, kata-kata mesra juga ungkapan cinta. Tetapi, semua menguap dalam sekejap. Sirna dalam gulita, bak buih di lautan nestapa.


"Kenapa sayang?" Lucas melingkarkan tangannya ke dada Amanda kemudian menautkan dagu ke atas pundak yang terbuka. "Kamu sudah tidak sabar ingin berbagi kenikmatan denganku, 'kan?" Dia menyecapi inci demi inci bahu sang istri seraya melepas tali-temali yang mengikat di belakang pinggangnya.


Amanda memejamkan mata, menggigit tipis bibirnya saat gaun yang dia kenakan mulai melonggar. Detak jantung pun bertalu-talu. Bukan karena dia tengah jatuh cinta, melainkan ketakutan yang mendera ke sekujur tubuhnya.


"Kulitmu halus, seperti sutra." Lucas membelai tengkuk Amanda kemudian turun perlahan menyusuri punggung yang mulus. "Kamu membuatku begitu bergairah, sayang!" desahnya mengecup lembut seraya membuka resleting gaun sang istri. Dia membiarkan pakaian serba putih itu terlepas dari tubuh indah wanitanya.


Lucas menelan saliva berkali-kali sebab saat ini Amanda hanya mengenakan G-string tipis yang tidak mampu menutupi kemolekan bokongnya. Pria itu benar-benar terpana akan keindahan tiada tara tubuh sang istri.


"Tubuhmu belum terjamah oleh putraku, 'kan?" Lucas meremas gemas panggul bulat Amanda. Tangannya menelusuri setiap lekuk dan mendarat di atas payudara mengkal. "Mainan baruku belum tersentuh anak itu juga, 'kan?" Lucas memutar-mutar aerola lantas menariknya. Amanda meringis merasakan sakit dan geli dalam satu waktu.


"Jawab sayang... tubuh indahmu belum ada seorang pun yang menikmatinya, kan?" Lucas membalikkan tubuh Amanda dan kini mereka berhadapan. Gadis itu sontak menutupi kedua gundukan indah, menghalangi pandangan Lucas yang nampak ingin menelannya bulat-bulat.


"Ja-jangan sentuh aku!!" pekik Amanda terisak. Meski pria di depannya berstatuskan suami, tetapi dia merasa terhina dan dilecehkan.

__ADS_1


Lucas terkekeh, "Aku suamimu... jadi, jangan merasa malu padaku. Bahkan, kamu harus bertingkah seperti pelacur bila saat bersamaku. Paham?"


Amanda geleng-geleng kepala menimpali perkataan Lucas yang terdengar mengerikan di telinganya. Pria tua itu seakan menguliti kehormatan yang selama ini dia jaga. Dengan ucapan-ucapan yang baginya sebuah bentuk penghinaan.


"Buka..." pinta Lucas sebab Amanda masih saja menutupi tubuh atasnya, menghalangi Lucas dari memandangi kedua aset yang menonjol di balik lengan. "Buka kataku!!" sentak Lucas, memecut paha Amanda. Gadis itu meringis lalu menjerit saat cambukan mengenai dadanya.


"Ampun, Tuan..." rengek Amanda sebab rasa nyeri di bagian tubuhnya.


"Ampun? Ampun katamu?" Cambukan ketiga mengenai perut Amanda dan lebih kencang dari sebelumnya. Kedua tangan terlepas, kini payudara indah terpampang nyata menggantung bebas tanpa penghalang.


Pria gila itu menarik tangan Amanda ke atas secara bergantian, lalu dijerat menggunakan sebuah besi yang gelayutan di atas kepala.


Amanda mengatup mulutnya rapat-rapat, menahan air mata yang sebenarnya sudah tak lagi terbendung. Bagaimana perasaan hatinya saat ini, tidak bisa tergambar dengan kalimat apa pun jua.


"Mendesahlah, sayang..." Lucas berbisik di telingan Amanda disertai napas yang memburu. Dia meremas kuat dada istrinya dengan tangan satunya menelusup ke dalam G-string transparan. "Ayo mendesahlah!!" Amanda geleng-geleng kepala dan menggigit ujung bibir menahan suara apa pun keluar dari mulutnya.


Lucas mulai tidak sabar karena Amanda masih bisa bertahan. Meski dia terus menyerang memberikan rangsangan. Dia kembali menyesap areola seraya menusuk-nusukkan jemari ke dalam liang senggama sang istri. Gerakannya semakin lama semakin cepat dan berhasil membobol pertahanan Amanda.


"Sekuat apa pun kamu menolak, tetapi tubuhmu menginginkannya Amanda. Jadi, lebih baik kamu ikuti permainanku dan bersenang-senanglah melewati malam panjang!" Lucas tertawa melecehkan seraya memperlihatkan jari-jarinya yang basah karena cairan. Amanda memalingkan muka, air matanya berderai tak lagi dapat tertahankan.

__ADS_1


Lucas berlutut di depan sang istri lalu merenggangkan kedua kaki agar lebih leluasa bergerak. Dia menyibakkan kain tipis yang menutupi kemaluann lantas mendekatkan wajah, menjulurkan lidah. Kaki kiri Amanda dia tarik ke atas pundak, memberi ruang untuknya menjelajah tanpa hambatan.


Amanda menjerit ngilu saat gigi Lucas menggigit titik intinya. Kepala bergulir ke kiri dan ke kanan karena permainan lelaki itu semakin bringas dan mendalam. Air mata tak berhenti bercucuran sebab tidak rela akan perlakuan Lucas terhadapnya.


Sudah lima belas menit Lucas mengobok-obok milik istrinya tanpa jeda. Dia pun tersenyum lebar, ketika sesuatu memuncrat dari bagian intinya. "Masih mau mengelak kalau kamu tidak menikmati malam pertama kita, sayang?"


Tidak ada jawaban dari mulut Amanda sebab bibirnya kelu di tengah isakan. Dadanya turun naik, dengan kaki gemetaran.


Lucas berdiri dan menyesap kuat ceruk leher hingga meninggalkan warna merah pekat. Tangannya mengarahkan kejantanan yang memanjang serta mengeras ke arah kepemilikan basah sang istri. Tangis Amanda pun seketika meledak, saat sebuah benda tumpul memaksa masuk ke dalam pusara cintanya.


"Ja-jangan...!! Aku tidak sudi kamu mengoyak kesucianku!" Amanda menendang selangkangann Lucas sembari berteriak seperti orang kesetanan.


Lucas membungkuk, menutupi bagian yang sakit karena terkena tendangan Amanda. Bibirnya menyeringai kejam, disertai tatapan membunuh. Dia meraih stik golf lalu memukul kedua kaki istrinya menggunakan benda tersebut. "Berani-beraninya kamu menendangku, wanita sialan!! Rasakan ini!!!"


Untuk kedua kalinya, Lucas memukul kaki Amanda. Gadis itu meraung-raung karena rasa nyeri yang teramat sangat. Tangisnya begitu pilu. Namun, terdengar bak lantunan indah di telinga Lucas. Dia sangat menikmati suara jeritan, rintihan serta rauangan dari mulut gadisnya.


"Sekarang nikmati ini!!" Lucas kembali berusaha memasuki tubuh sang istri untuk memutus selaput tipis yang menjadi kebanggaan Amanda selama ini. Akan tetapi, sayang seribu sayang. Meski dia telah mengkonsumsi obat kuat dari belahan dunia mana pun. Miliknya yang semula ereksi, menciut seketika sebelum beraksi.


"Ah... sialan!!" umpat Lucas karena gagal membobol mahkota berharga milik Amanda. Dia langsung mengenakan pakaiannya kembali lalu keluar dari kamar meninggalkan istrinya seorang diri dalam keadaan telanjang dan kedua tangan menggantung di rantai besi.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2