Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 56 Makan Malam


__ADS_3

Acara makan malam yang dihadiri orang-orang penting dan pejabat daerah di Magnolia Village, mendadak riuh ketika seorang pria baru saja tiba seraya menggandeng wanita muda cantik dan seksi di sampingnya.


Mata-mata jelalatan mereka seakan menelanjangi tubuh si wanita yang mengenakan dress hitam. Di mana model busana malamnya, menampilkan belahan dada dan paha jenjang nan mulus, tanpa satu pun bercak noda di atasnya.


Orang-orang itu begitu terpukau akan kecantikan paripurna seorang wanita asing yang tak lain adalah Amanda Shawnette. Perempuan muda tersebut sukses menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian dari para lelaki hidung belang.


"Welcome, Tuan Lucas..." Inspektur Gibson menyambut si pria tua, mengasongkan tangan kiri untuk berjabatan. Akan tetapi, netra matanya mencuri-curi pandang pada belahan bukit kembar yang amat menantang.


"Thankyou, Inspektur Gibson," jawab Lucas membalas jabatan tangan pria di depannya.


Kedua bola mata Lucas menyadari akan arti tatapan Gibson. Terlihat jelas pria itu begitu mendamba kemolekan tubuh sang istri yang dibalut gaun seksi dengan belahan tinggi.


"Ah... aku sampai lupa," desah Lucas. "Inspektur Gibson, perkenalkan ini istri mudaku. Amanda Shawnette." Lucas mengenalkan sang istri pada lelaki bajingan yang suka main perempuan seperti dirinya.


"Amanda sayang, kenalkan pria tampan ini. Dia adalah Inspektur Gibson. Polisi paling jujur di seluruh penjuru Magnolia Village," lontar Lucas penuh sindiran.


Gibson hanya tergelak dengan bualan yang diucapkan Lucas tentangnya karena lebih terdengar sarkas bukan sebuah pujian. Dia merentangkan tangan, mempersilakan Lucas dan ketiga istrinya untuk bergabung dengan orang-orang yang lebih dahulu datang.


Seperti biasa setiap ada pertemuan penting, terutama dengan para investor dan pejabat pemerintahan, Bellen dan Lavina diminta untuk melayani pria-pria bersetelan rapi tersebut. Mereka berdua tidak terlihat seperti istri sah seorang lelaki pria kaya raya, melainkan lebih kepada wanita penghibur yang disewa untuk menyenangkan para tamu-tamu penting.

__ADS_1


Namun, tidak dengan Amanda. Lucas tidak ingin membagi gadis itu kepada siapa pun karena dia belum berhasil membobol kesucian sang istri. Hanya bibir mungilnya saja yang sudah tidak perawan sebab miliknya berhasil mengobok-obok, keluar masuk di dalam rongga mulut istrinya itu.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Semua tamu telah hadir dan menduduki kursi yang sudah disediakan. Tidak ada satu pun dari mereka melewatkan acara makan malam kali ini. Sebab banyak sekali hal penting yang akan mereka bahas di pertemuan yang diadakan setiap satu bulan sekali.


Orang-orang itu memulai pembahasan mengenai bisnis-bisnis mereka dengan antusias. Namun, terdengar membosankan di telinga Amanda. Perempuan muda tersebut lebih memilih keluar dari perkumpulan dan mencari angin segar di luar ballroom untuk menghilangkan kejenuhan.


Amanda berjalan-jalan di sekitar kolam renang dan tidak sengaja menguping pembicaraan dua pria yang tidak dikenal, mengenai bisnis hitam yang dijalankan Lucas beserta orang-orang yang berada di dalam ruangan. Yakni jual beli obat-obatan terlarang serta praktek pelaccuran.


Bukan hanya itu, Lucas pun menjual anak perempuan di bawah umur ke beberapa negara. Yang mana gadis-gadis lugu itu akan dijadikan sebagai penjaja sek-s komersial.


"Astaga..." Amanda spontan menutupi mulut lantaran terkejut dengan fakta menyeramkan tentang suaminya. "Jadi, ini rahasia kekayaan Lucas yang melimpah ruah?" lirih Amanda geleng-geleng kepala.


"Amanda...!!" pekik Bellen murka lantaran minuman yang dia pegang, tumpah dan membasahi dress mahal yang dibelinya sewaktu di Paris. "Apa kamu tidak punya mata, hah...?" berangnya lalu menjambak rambut Amanda.


Amanda tidak tinggal diam. Dia membalas perlakuan Bellen dengan menarik pakaian kesayangan wanita itu hingga robek hingga pangkal paha, memperlihatkan underw**ear tipis bertali kecil.


"Amanda sialan...!!" raung Bellen. "Apa yang kamu lakukan, wanita jalangg?" semburnya antara ingin mencakar wajah Amanda dengan menutupi selangkangannya yang terpampang jelas.


"Kenapa ditutupi? Buka saja, Bellen. Bukankah kamu sudah biasa menjajakan tubuhmu pada lelaki lain selain Lucas?" sinis Amanda, mengingatkan kembali perselingkuhan Bellen dengan orang kepercayaan Lucas, Leo.

__ADS_1


"Hati-hati dengan mulutmu itu, Amanda! Kalau Lucas dengar, bisa jadi petaka untukku!" bisik Bellen dengan kepala berputar-putar memastikan keadaan di sekitar tidak ada seorang pun yang mendengar.


"See if I care (Aku tidak peduli)!" balas Amanda dingin. "Justru aku senang, kalau Lucas tahu soal perselingkuhanmu dengan Leo. Dan aku penasaran. Kira-kira, apa yang akan dilakukan pria impoten itu terhadap kalian, bila mengetahui pengkhianatan antara sang istri dengan orang kepercayaannya?"


Perdebatan antara Amanda dengan Bellen terhenti seketika sebab kedatangan Lucas di tengah-tengah mereka.


"Ada apa ini? Aku mendengar kalau kalian terlibat keributan!" tegur Lucas pada kedua istrinya.


Lavina lekas-lekas mendekat dan berusaha membela kedua madunya. "Keributan? Tidak ada keributan apa-apa di sini. See! Mereka akur-akur saja."


Lucas melirik ke arah Amanda dan Bellen yang saling merangkul satu sama lain sambil cengengesan. "Aku kira kalian bergaduh karena tadi ada yang melaporkannya padaku!"


"Kami baik-baik saja, seperti yang kamu lihat," jawab Bellen memasang senyuman manis.


"Baiklah... sebentar lagi pertemuan selesai. Kalian masuk sekarang bersamaku. Para kolega menanyakan keberadaan kalian," ajak Lucas pada ketiga istrinya.


Amanda beserta kedua istri Lucas lainnya masuk ke dalam ballroom untuk menghampiri orang-orang penting tersebut. Mereka bersikap seolah tidak ada masalah. Padahal di dalam hati, menyimpan kedongkolan yang teramat. Keduanya saling pandang juga menggerutu di dalam hati. Peperangan belumlah usai karena ini baru babak awal.


...***...

__ADS_1


__ADS_2