Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 27 Ejakulasi Dini


__ADS_3

Malam kelam telah pergi, berganti pagi yang cerah. Namun, menyisakan gumpalan awan kelabu sebab pagi ini tidak ada bedanya dengan malam tadi. Sama-sama memilukan dan menyayatkan hati.


Semalaman dengan kondisi tubuh tanpa tertutupi sehelai benang, membuat Amanda menggigil kedinginan. Pasalnya ruangan tersebut dipasang alat pendingin dengan suhu minimum. Gadis itu berada dalam kepayahan, ingin menutupi tubuh. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa sebab kedua tangannya dikekang oleh rantai besi.


"A-air... air... aku haus," lirih Amanda berjam-jam dalam posisi menggantung. "Di-dingin... tolong... aku kedinginan," ratapnya dibuai penderitaan. Rasa dingin, nyeri, perih, semua bercampur menyesaki dada. Sekuat apa pun dia, pada akhirnya luruh dalam gerbang sungkawa.


Seseorang melewati ruangan di mana Amanda berada, ia tanpa sengaja menguping suara lirih memilukan yang berasal dari kamar tersebut. "Si-siapa di kamar ini? Apa jangan-jangan, istri baru Lucas?"


Lavina, istri kelima Lucas menarik kenop pintu. Dan secara kebetulan, pintu tersebut tidak terkunci. Dia masuk ke dalam kamar yang harumnya semerbak khas pengantin baru. Mencari suara lirih yang dia yakini bukanlah suara seseorang tengah menikmati hangatnya pernikahan, tetapi suara kesakitan dan penderitaan.


"Tolong... tolong aku. Di sini dingin sekali..." lirih Amanda lagi, merasakan lemas di sekujur tubuh. Dia berharap Tuhan mengirimkan malaikat penolong untuknya. Meski terasa mustahil sebab kini dia berada di tempat si manusia setengah iblis.


"Ya Tuhan," pekik Lavina sembari menutupi mulut.


Melihat kondisi Amanda yang mengenaskan, memunculkan perasaan iba di dalam hati. Walau pun sebenarnya dia merasa benci pada wanita yang telah menarik perhatian Lucas darinya, tetapi menemukan Amanda dengan kondisi menyedihkan, dia pun terenyuh.


"Tolong lepaskan aku. Tanganku sakit sekali, kakiku ngilu dan badanku kedinginan," pinta Amanda berharap orang yang menemukannya adalah orang baik.


"Se-sebentar, aku carikan kunci rantainya dulu." Lavina bergerak ke sana ke mari untuk mencarikan kunci yang disembunyikan Lucas. Setelah lima belas menit dia mengobrak-abrik ruangan tersebut. Akhirnya, benda yang terbuat dari besi campur emas tersebut berhasil dia temukan.

__ADS_1


"Aku menemukannya juga," gumam Lavina senang dan langsung beranjak dengan cepat sebelum Lucas kembali ke ruangan tersebut. Dia membuka rantai dengan susah payah sebab postur tubuhnya yang tergolong mungil. "A-aku mau mengambil kursi dulu keluar. Kamu jangan khawatir, aku pasti menolongmu," kata Lavina menenangkan Amanda.


Lima belas menit berlalu, Lavina kembali dengan sebuah kursi. Dia pun langsung menaiki benda tersebut dan membuka kunci rantai yang memasung kedua pergelangan tangan Amanda. Gadis malang itu pun langsung saja terjerembab lantaran terlalu lama menahan tubuhnya sendiri.


"Bangun... hey, bangun..." Lavina menggoyang-goyangkan lengan Amanda. "Bertahanlah, aku akan memindahkanmu ke atas ranjang." Lavina menarik tubuh Amanda lantas memapah gadis itu dan membaringkannya ke atas tempat tidur. Matanya mencari sesuatu untuk menutupi tubuh madunya sebab tidak ada selimut satu pun di kamar itu.


"Di-dingin... dingin sekali," lirih Amanda menelungkup tubuh ringkihnya dengan posisi kaki meringkuk.


Lavina semakin gusar lalu menarik gorden untuk menutupi tubuh Amanda. Dia mematikan mesin pendingin ruangan, agar gadis yang menjadi madunya itu bisa merasa lebih hangat.


"Lavina...!!!" teriak Lucas yang sudah kembali dan melihat istri kelimanya tengah berada di kamar pengantin. "Sedang apa kamu di sini, wanita mandul?" bentak Lucas disertai hinaan kejam.


"Ma-maaf... tadi aku tidak sengaja mendengar suara minta tolong. Dan ternyata, istri barumu. Kasihan, dia kedinginan dan tubuhnya demam," ungkap Lavina pada Lucas. Kendati dia tahu kalau suaminya itu pasti akan berbalik murka padanya. Dan benar saja, lelaki tua bangka tersebut mengambil pecutan yang tergeletak di atas lantai.


"Cambuk saja kakiku atau punggung atau bokong. Mana pun yang kamu suka tapi jangan telapak tangan kiriku. Kumohon ..."


Lucas terbahak-bahak. "Tangan itu yang sudah sok tahu melepaskan gadisku. Jadi, sudah semestinya mendapat hukuman."


Lavina geleng-geleng kepala, menahan tangannya lantaran Lucas menarik paksa telapak tangan kirinya. Dia menjerit kesakitan saat Lucas memijit kencang luka bakar yang masih belum sembuh total.

__ADS_1


"A-ampun, mohon ampuni aku," isak Lavina merasakan sakit yang luar biasa. Terlebih kini telapak tangannya mengeluarkan nanah.


"Masih mau ikut campur urusan suamimu ini, istri kurang ajar?" tekan Lucas bernada ancaman.


Lavina menggulirkan kepala ke kiri dan ke kanan sembari tersedu-sedu. "Ti-tidak... aku janji ini yang pertama juga terakhir."


"Bagus... sekarang keluarlah dari kamar pengantinku! Karena aku ingin bersenang-senang lagi dengan istri mudaku," ujar Lucas membuat Lavina panas hati. Dia langsung menarik langkahnya untuk segera keluar dari ruangan yang aromanya tidak dia sukai.


Lucas menoleh ke arah Amanda lalu mengemut-emutt bibirnya sendiri. Dia menarik kain gorden yang menutupi tubuh sang istri kemudian naik ke atas ranjang dan merangkak perlahan di atas tubuh istrinya. "Kamu cantik sekali Amanda. Salahkah bila aku jatuh cinta, sayang?"


Pria tak tahu malu itu melahap bibir pucat pasi dengan lidah menerobos masuk ingin menjelajah seisi mulut wanitanya. Tangan kanan meremass-remass payudara sang istri sedangkan tangan kiri mengarahkan miliknya yang kembali menegang.


Lucas menggesek-gesekkan ke-maluannya ke tengah-tengah belahan surgawi milik sang istri. Matanya terpejam, menekan agar batang itu bisa masuk dan menuntaskan rasa penasaran. Akan tetapi, dia harus menelan kekecewaan kembali sebab miliknya tiba-tiba menyemburkan lahar dan langsung mengerut seketika.


"Ah... brengsek...!! Kenapa aku semakin lemah saja?" teriak Lucas geregetan. "Padahal bermain dengan Bellen atau Lavina, aku masih kuat meski hanya lima menit. Tapi dengan Amanda, belum apa-apa sudah keluar!!" Lucas mengacak-acak rambutnya sebab kembali menelan pil pahit bahwa dia sudah tidak seperkasa dulu. Dia kini lemah dan sangat memalukan.


Lucas menghempaskan tubuhnya ke samping seraya memandangi tubuh Amanda dan mengkhayalkan bergumul dengan gadis itu. Khayalan tinggalah khayalan sebab kejantanannya mudah ereksi, mudah juga ejakulasi dini. "Ke mana aku harus mencari lagi obat kuat? Bahkan obat kuat dari negara Cina dan Rusia sekali pun, tidak ada efeknya sama sekali!"


Lucas terbenam dalam angan-angan yang tak kesampaian. Hanya bisa menikmati kemolekan tubuh sang istri, tetapi tidak bisa memikilinya sepenuh hati. Sebab hati jua kesuciannya bukanlah untuknya.

__ADS_1


"Tidak ada satu pun yang boleh memilikimu, Amanda. Kecuali aku!" Lucas menoleh ke arah Amanda yang tertidur sembari mengembangkan senyuman.


...*****...


__ADS_2