Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 44 Roti Sobek


__ADS_3

Sedikit visual, semoga cocok ya... ;)


• Amanda Shawnette



Gadis berusia dua puluh tiga tahun. Memiliki bola mata indah berwarna biru, rambut cokelat keemasan serta berbadan semampai dengan tinggi sekitar 175 cm. Berprofesi sebagai midwife, bercita-cita ingin menjadi seorang dokter kandungan. Namun, takdir malah membawanya pada pernikahan yang tak diinginkan.


Sikap gadis ini bisa lembut, bisa juga bar-bar. Yang pasti, Amanda adalah sosok pribadi yang hangat juga baik hatinya.


• Samuel Abercio



Pria berusia dua puluh lima tahun. Hot tapi dingin. Berperawakan tinggi menjulang sekitar 195 cm. Bernetra cokelat, memiliki kumis dan jambang tipis. berprofesi sebagai intelijen yang ingin mengungkap kejahatan-kejahatan serta bisnis haram yang dimiliki seorang mafia kejam, sekaligus pria yang telah menghabisi nyawa sang kekasih setelah diruda paksa oleh si mafia tersebut.


Antara tugas negara juga dendam, membuatnya sangat berambisi untuk menyeret sang mafia ke tiang gantungan. Apakah dia akan berhasil?


• Lucas Denver Alonzo




Seorang mafia berusia 60 tahun. Memiliki bisnis jual beli gadis belia, yang dikirimkan ke beberapa negara untuk dijadikan sebagai budak pemuas nafsuu. Selain itu, dia juga menyelundupkan barang-barang haram dan memiliki beberapa klub malam, di mana bisnis lendir di dalamnya berkembang sangat pesat.


Dengan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki, membuatnya tak bisa tersentuh oleh hukum. Sebab, pihak berwenang di tempat tinggalnya, bersekutu dengannya.


Pria yang memiliki istri sebanyak enam orang, bernafsuu tinggi. Namun, sayangnya seiring usia kejantanannya tidak berfungsi seperti masih muda dulu.


• Matthew Alonzo

__ADS_1



Pria yang usianya sebaya dengan Samuel, yakni dua puluh lima tahun. Memiliki tinggi 190cm, bernetra cokelat pekat serta berlesung pipi. Tidak kalah hot dan menggairahkan.


Berprofesi sebagai seorang psikiater dan bekerja di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Berkepribadian penyayang. Namun, terkungkung masa lalu sebab di dalam hati hanya ada nama Amanda bersemayam.


• Ivana Shawnette



Gadis berusia tujuh belas tahun harus mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya. Diculik dan akan dijual ke luar negeri. Namun, berhasil selamat karena pengorbanan sang kakak padanya.


Dia mencintai pria dewasa yang usianya terpaut delapan tahun. Pria yang telah menolongnya dari maut dan terbebas dari kejaran para anak buah si mafia.


...*****...


"Ah, sial!!" gerutu Samuel sebab sepanjang langkahnya terus saja teringat pada bayangan wajah wanita malang yang terjebak di dalam ruangan. Dia berusaha untuk tidak mengindahkan wanita tersebut. Namun, perasaannya sebagai manusia tengah terketuk oleh rasa belas kasihan. "Sudah sejauh ini, apa aku harus kembali demi perempuan itu?!" racaunya bimbang.


"Ah...!" erang Samuel dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke tempat semula. Dia berlari kencang kemudian menyelinap masuk di antara kepulan asap hitam dan anak buah Lucas yang sibuk memadamkan api. Tidak ada satu pun yang menyadari keberadaannya sebab semua orang terlalu fokus pada kebakaran yang semakin meluas.


Lima belas menit terlewati, kini Samuel telah sampai di ruangan Lucas tanpa hambatan yang berarti. Dia mengenakan masker pelindung (Fire Escape Smoke Hood), membuatnya lebih mudah bergerak dalam serangan asap.


Bak seorang super hero, dia menerobos kobaran api yang sudah menjalar tak terkendali. Tidak memedulikan nyawa diri sendiri, demi menyelamatkan wanita yang tak dikenalinya itu.


"Astaga... menyusahkan saja!" keluh Samuel sebab kondisi Amanda yang terpasung dan terkunci sebuah rantai besi. Dia mengeluarkan sebuah alat dari dalam tas dan berhasil melepaskan rantai tersebut dari tangan juga kaki Amanda dalam sekejap.


Samuel mengangkat tubuh Amanda dan membawanya di atas pundak. Dia lekas-lekas keluar dari dalam ruangan sebelum api melahap tubuh mereka. Dan mengungsikan gadis tersebut ke tempat yang lebih aman. Namun, gerak kakinya terhenti karena suara pekikan yang berasal dari lantai dasar.


"Penyusup...! Ada penyusup...!!"


Lucas yang berdiri tidak jauh dari posisi Samuel berpijak, sontak mendongak dan menyalang tajam pada lelaki yang wajahnya tidak dapat terlihat lantaran tertutupi masker. Dia mengeluarkan pistol dari balik sabuk dan langsung mengarahkannya kepada lelaki tersebut.

__ADS_1


Tembakan pertama telah melesat, tetapi sayangnya meleset tidak mengenai target. Sebab pelurunya terpental menyentuh pagar besi.


"Mau kamu bawa ke mana istriku?" teriak Lucas menggelegar.


Samuel membalas tembakan Lucas dengan meluncurkan satu peluru. Dan bidikannya berhasil mengenai pergelangan tangan si pria tua. Pistol terlepas dari genggaman, Lucas mengerang kesakitan dengan darah mengalir deras.


Pemuda bernetra cokelat berdecih lantas bergumam sembari menikmati Lucas yang tengah merasakan penderitaan. "Segitu saja kemampuanmu, Lucas? Ah... aku lupa. Kamu, 'kan, sudah tua. Sebentar lagi juga hidup abadi di neraka."


Sebelum anak Lucas bergerak, Samuel buru-buru pergi menyelamatkan diri sendiri serta perempuan yang tengah bersamanya sembari menggerutu. "Gara-gara kamu, aku hampir mati terkena tembakan!!"


Samuel berlari pontang-panting sembari sesekali melompat serta meliukkan badan saat puing-puing bangunan istana hampir saja menimpa tubuhnya.


Bak seekor tupai, Samuel meloncat ringan dari lantai dua ke lantai dasar melalui jendela belakang istana. Dia bergerak sangat lincah. Namun, tanpa melepaskan tubuh Amanda sedikit pun dari atas pundak.


Dirasa sudah lebih aman, si pemuda misterius menurunkan tubuh Amanda di atas lantai. Dia menghubungi panggilan darurat, untuk meminta pertolongan serta dikirimkan beberapa tenaga medis juga ambulan ke istana Black Angel.


Mata Amanda mengerjap. Nampak samar-samar di indra penglihatan, paras lelaki yang telah menyelamatkannya dari maut. Meski terasa pengap, dia memaksakan diri untuk berkata pada lelaki tersebut. "Thankyou so much, Sam!!"


Setelah mengucapkan terima kasih, kepala Amanda menjuntai ke bawah dengan sepasang mata tertutup rapat. Dia kembali tidak sadarkan diri membuat Samuel merasakan cemas.


"Hey, bangun... Nona cerewet!" Samuel menepuk-nepuk kedua pipi Amanda membangunkannya. Dia mendesah pasrah sebab wanita itu tidak jua tersadar.


"Ayo bangun!! Apa jangan-jangan, kamu sudah mati?" Samuel menempelkan jari telunjuk ke bawah rongga hidung lanjut menyorongkan daun telinga ke atas dada gadis tersebut. "Ternyata masih hidup, tetapi kondisinya sangat lemah," gumamnya sedikit lega. Dia lekas-lekas beranjak sebab menangkap suara derap langkah yang berjalan ke arahnya.


"Kamu siapa?" pekik Lavina pada lelaki yang terbirit-birit karena kedatangannya. "Siapa pun kamu, terima kasih sudah menolong Amanda...!!" pekiknya lagi meski dia tidak mengenali lelaki tersebut.


Sementara di dalam istana, Lucas telah membagi orang-orang suruhannya menjadi dua kelompok. Sebagian dari mereka membantu para anggota pemadam kebakaran untuk mematikan api dan separuhnya lagi diperintahkan untuk membekuk si laki-laki penyusup.


"Tangkap penyelinap itu dalam keadaan hidup atau mati!!!"


...*****...

__ADS_1


__ADS_2