Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 58 Mengintip


__ADS_3

Melihat tubuh sang suami terlentang di atas ranjang dengan kondisi telanjang, sontak saja membuat Amanda menelungkup tubuhnya menggunakan kedua tangan. Mengingat saat ini, dia hanya mengenakan mantel tanpa pakaian dalam. Akan dengan sangat mudah pria tua itu untuk menjamah tubuhnya. Meski dia tahu, pria yang yang berstatuskan suami, memiliki keterbatasan dalam hal kejantanan.


"I-ini kamarku. Kenapa kau ada di sini?" tanya Amanda yang merasa ketakutan dengan tatapan Lucas padanya. Orang awam pun akan bisa dengan mudah menilai bahwa pria itu tengah dikuasai nafsuu birahi.


"Memangnya kenapa? Ini kamar istriku. Sudah sepantasnya aku di sini, bukan?" sahut Lucas mengelus-elus miliknya agar berdiri tegang. Kedua mata pria itu merem-melek merasai gelenyar aneh, menjadikan bulu kuduknya meremang karena gairah.


Amanda hanya menelan saliva, membayangkan hal terburuk apa yang akan Lucas lakukan terhadapnya. "Kamu tidak waras, Lucas! Apa kamu tidak sadar kalau kelakuanmu sangat menjijikkan?"


Lucas hanya terkekeh dan beringsut dari ranjang menghampiri Amanda. Dia berjalan mendekat dan Amanda berjalan mundur. Lucas mendekat lagi dan Amanda kembali mundur. Gadis itu mencari celah untuk melarikan diri dari cengkeraman Lucas. Akan tetapi, suaminya itu berhasil lebih dahulu menyergap pinggangnya.


"Lepas...!!" Amanda memukuli lengan Lucas. "Lepas kataku!!" Amanda menggigit tangan Lucas dan pegangan lelaki itu di pinggangnya sontak terlepas.


" Bitchh!! Kenapa kamu menggigitku?!" Lucas mengibas-ngibaskan tangannya lantaran kesakitan.


Amarah pria tua itu langsung mereda saat mantel yang menutupi tubuh Amanda tersingkap. Selangkangann putih nan mulus tertangkap oleh mata jelalatannya.


"Kamu sedang menggodaku, Amanda?" Lucas menahan ludah berkali-kali menatap ke-maluan Amanda. Air liurnya menetes bak seekor anjing yang berhasrat untuk menggauli sang betina.


Amanda baru menyadari bila suaminya itu tengah menikmati gerbang surga dunia yang terekspos tanpa penghalang apa pun. Dia langsung menarik mantelnya, menutupi area terlarang dari pandangan Lucas.


"Kenapa kamu tutupi? Buka saja, darling. Aku ini suamimu, aku berhak atas dirimu." Lucas berucap dengan suara yang terdengar parau lantaran menahan gejolak. "Apa kamu tidak kasihan pada suamimu ini? Lihat milikku, sudah berdiri tegak begini, tapi masih saja tidak kamu hiraukan." Lucas kembali mengelus-ngelus organ in-tim miliknya lanjut mengocok-ngocok lembut.

__ADS_1


Amanda bergidig ngeri andai kata milik suaminya itu berhasil mengoyak selaput tipis, yang selama ini dia jaga untuk sang lelaki tercinta. Dia pasti akan terus merutuki diri sendiri.


"Mundur!! Atau aku tendang batang tak berguna itu!!" raung Amanda mengangkat kaki kanan untuk menendang selangkangann Lucas. Akan tetapi, pria yang dilanda nafsuu itu memegang kakinya dan mendorong tubuh Amanda ke atas kasur.


"..." Lucas terbahak-bahak sebab tali mantel terlepas begitu saja dan tak lagi menutupi kemolekan tubuh Amanda. Merasa kemenangan sudah di depan mata, Lucas menghimpit tubuh sang istri lantas menarik kedua tangannya ke atas kepala dan dicengkeram kuat.


Tanpa basa-basi, Lucas langsung saja melancarkan aksi bejatnya menyecapi leher jenjang Amanda serta payudara bulat kesukaannya. Sesapan berubah menjadi gigitan yang mana meninggalkan bekas-bekas merah di beberapa titik.


"Lepaskan aku, keparat!!" erang Amanda meludahi wajah Lucas. Tubuh Amanda menggeliat-geliat ingin terbebas dari perlakuan tak senonoh sang suami.


Lucas menampar wajah Amanda lantaran tidak diterima diludahi. Dia menaiki tubuh sang istri dan menindihnya. Pria tua itu meletakkan batang yang mengeras di tengah-tengah payudaraa. Dia merapatkan bongkahan kenyal itu lalu mulai memaju mundurkan miliknya yang diapit dua gunung kembar.


Amanda mengupat-ngapitkan tangan, menyerang badan Lucas. Pria itu membiarkan sang istri untuk menyakiti tubuh dan mukanya, yang terpenting untuk saat ini hasratnya tumpah di atas payudara indah.


Tubuh pria lapuk itu langsung saja terkulai lemah di samping badan sang istri. Tenaganya telah terkuras habis, meski permainannya hanya berlangsung dalam hitungan kurang dari sepuluh detik. Napasnya naik turun karena kelelahan terlalu mengikuti hawa nafssu.


Padahal dia tahu betul, stamina di atas ranjang sudah sangatlah berkurang lantaran kebiasaan buruknya dulu yang setiap hari bercinta dengan wanita berbeda.


...***...


Malam yang penuh gairah, tergantikan oleh pagi yang disesaki amarah. Sebab saat ini, Lucas tengah mengamuk di ruangannya. Dia menempeleng lanjut meninju perut-perut si anak buah karena tidak berhasil membawa kembali si gadis tawanan. Orang kepercayaannya pun tidak luput dari amukan Lucas. Dia meninju kedua pipinya sekuat tenaga.

__ADS_1


"Anak buah tidak berguna!!" Lucas menghajar Leo habis-habisan. Pria itu tidak melawan sebab dia sudah membayangkan akan konsekuensi dari kegagalan dari tugas yang diberikan.


Di balik pintu ruangan Lucas yang tidak tertutup rapat, seorang wanita tengah mengintip serta menguping. Dia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya itu di dalam. Dia pun memberanikan diri untuk mencari tahu apa yang Lucas rahasiakan darinya. Pria itu terlalu banyak menyimpan misteri dan tanda tanya yang jawabannya harus digali oleh diri sendiri.


Terdengar samar-samar oleh wanita tersebut, perkataan Lucas yang menyatakan bahwa dia dan anak buahnya tengah memburu seorang gadis. Dia pun turut meringis ketika suaminya itu dengan entengnya memukuli orang-orang yang berdiri lesu dan pasrah.


"Sebenarnya apa yang Lucas perbuat? Kenapa dia menyuruh anak buahnya buat mencari seorang gadis? Dan apa hubungan gadis itu dengan Lucas, sampai-sampai dia ingin sekali mendapatkan gadis itu kembali? Ah... semua ini membuatku semakin gila tinggal di istana yang isinya orang-orang tidak waras...!!" Amanda mengacak-ngacak rambutnya lalu cepat-cepat pergi dari depan ruangan Lucas sebab salah seorang anak buah suaminya itu berjalan ke arah pintu.


"Kenapa?" tanya Lucas pada si anak buahnya yang membuka pintu dan celingukan seperti sedang mencari sesuatu.


"Ah... tidak apa-apa Bos. Mungkin perasaan saya saja," sahut anak buah Lucas tersebut lalu menutup pintu dan memutar kunci.


Lucas mengerutkan dahi dan langsung mengecek rekaman cctv beberapa detik yang lalu. Dan dia menangkap sosok wanita tengah mengintip di depan ruangan pribadinya.


"Amanda... perempuan bodoh itu sudah berani mengintaiku. Dia terlalu bodoh, sampai-sampai keberadaan cctv di istana ini saja, tidak dia sadari!" geram Lucas mengeratkan kepalan tangan menatap kamera pengintai.


"Pertemuan kali ini kita sudahi dulu. Sekarang, kalian kembali ke markas. Nanti kita bahas kembali selanjutnya," titah Lucas pada anak buahnya.


Kelima orang suruhan Lucas, satu per satu meninggalkan ruang pribadi sembari memegangi wajah mereka yang masih terasa nyeri lantaran pukulan yang dilayangkan Lucas tadi.


"Sekarang, kamu masih bisa berbuat seenaknya, tapi suatu hari kamu akan menangis di bawah kakiku ini, Lucas!!"

__ADS_1


...*****...


__ADS_2