Janda Kembang & Bad Guy

Janda Kembang & Bad Guy
Bab 24 Pernikahan


__ADS_3

Apakah nasib tengah mempermainkan hidup seorang Amanda? Belum usai rasa sakit lantaran sang ayah menjadikannya alat pembayaran utang. Kini, dia dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa kekasih tercinta adalah anak kandung Lucas dari istri pertamanya, Allison Elizabeth.


Kepedihan semakin menelusup, bersatu padu bersama pusara kemelut yang melanda jiwa. Menggores hati yang kian tercabik. Tak sanggup membayangkan sang lelaki pujaan berubah status menjadi anak tiri.


Pekikan seorang pemuda di tengah prosesi sakral sebuah janji suci, menggemparkan seisi ruangan yang semula hening dan dingin. Tatapan-tatapan penuh tanda tanya, menelanjangi dua insan muda yang sama-sama berlari untuk merengkuh orang terkasih.


Pemandangan mengusik mata tersebut, tentu saja tidak bisa ditoleri oleh pria yang berdiri murka. Ia memerintahkan orang suruhannya untuk memisahkan sepasang sejoli yang tengah berbagi kerinduan.


Sebuah tamparan pun tak dapat dihindari. Amanda harus merelakan pipinya terkena amukan dari tangan Lucas untuk kesekian kali. Gadis itu meringis, rasa perih yang bertubi-tubi teramat mengoyak-ngoyak harga dirinya.


"Daddy... jangan sentuh wanitaku!!" pekik Matthew dengan tubuh memberontak di antara cengkeraman dua pria bertubuh kekar. Dia meronta-ronta, mengeluarkan semua tenaga untuk bisa terlepas dari kedua anak buah Lucas.


"Wanitamu? Jadi, gadis murahan ini wanitamu, Matthew?" Lucas menggepit kedua pipi Amanda sampai bibirnya mengerucut. "Apa Daddy tidak salah dengar?" cicitnya sinis.


"Lepaskan kekasihku, Dad! Amanda, perempuan yang pernah aku ceritakan pada Daddy...!" teriak Matthew.


Pemuda yang tengah mengerang dan menangis, belum memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Ia hanya diberi kabar kalau ayahnya akan menikah lagi. Selepas menyembunyikan Ivana di tempat aman, ia pun bertolak ke tempat tinggal sang ayah. Namun sayangnya, ia harus mendapati kenyataan bila sosok yang menjadi figur baginya itu, akan menikahi gadis yang begitu dicintai.


"Tapi, wanita yang berdiri di samping Daddy ini, calon ibu tirimu, Matthew! Dia menjual dirinya sendiri pada Daddy," celoteh Lucas berdusta.


Kelopak mata Amanda terbuka sempurna. Dia menggeleng-gelengkan kepala dan menatap ke arah Marthew, seakan mengatakan bahwa yang dikatakan Lucas adalah kebohongan dan jangan memercayainya sedikit pun.


"Tidak mungkin Amanda seperti itu. Aku tahu dia seperti apa...!!" pekik Matthew terus berusaha melepaskan diri. Dia menarik-narik kedua tangannya agar terlepas dan akhirnya berhasil. Dia berlari kencang, ingin menghampiri kekasihnya kembali. Akan tetapi, sebuah tembakan meluncur ke atap ruangan.

__ADS_1


"Mundur atau Daddy tidak segan-segan menembakmu, Matthew?" Lucas membidikkan senjata yang dia pegang ke arah kaki anaknya.


Matthew terus berjalan tanpa rasa gentar sedikit pun atas gertakan sang ayah. Meski kini, sebuah pistol mengarah padanya.


"Mundur!!" pekik Lucas dan kembali menembakkan sebuah peluru ke atap ruangan.


Amanda menjerit seraya menutupi kedua telinganya. "Matthew... kumohon pergilah. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu."


Matthew geleng-geleng kepala. "Tidak! Aku tidak akan pergi dari sini sebelum berhasil membawamu pergi. Kamu hanya akan menikah denganku, bukan lelaki bangkotan ini!"


Lucas tertawa hambar kemudian menarik pelatuk dan bersiap untuk melumpuhkan kaki putranya. Dia tidak pernah pandang bulu demi tercapainya keinginan. Meski, harus mengorbankan sang anak.


Amanda menggeser posisi berdirinya lalu merentangkan tangan menghalangi tubuh Matthew dari serangan Lucas. "Biarkan dia pergi dan kita lanjutkan pernikahan ini. Cukup aku dan papa saja yang menjadi korban keegoisanmu. Tapi putramu jangan. Bagaimana pun, dia adalah darah dagingmu. Tidak semestinya kamu memperlakukan dia seperti ini!"


"Kamu dengar sendiri, 'kan, anakku? Gadis ini yang memintaku buat menikahinya. Jadi, kamu pergi saja dari pada di sini hanya membuat keributan!" Lucas melambaikan tangan pada anak buahnya untuk membawa Matthew dari hadapannya.


"Lepaskan dia! Gadis ini milikku, Matthew!!" berang Lucas berkilatan amarah. Dia memerintahkan orang-orang suruhan, menghalau sang anak dari membawa calon istrinya.


Lima orang anak buah Lucas menghampiri Matthew dan mengerubungi pemuda itu. Mereka menyerang secara bersamaan juga bertubi-tubi. Cukup lama Matthew bertahan dan pada akhirnya tumbang. Melawan lima orang berbadan besar serta memegang senjata tumpul, sama saja dengan menyerahkan nyawa.


Pemuda itu terjerembab ke atas lantai. Anak buah Lucas terus memukuli juga menendangnya tiada ampun. Meski pekikan dan erangan sangat jelas terdengar, mengisyaratkan kalau dia begitu kesakitan. Akan tetapi, mereka tidak jua berhenti sebelum Lucas memintanya sendiri.


"Lucas, lepaskan Matthew. Dia bisa mati!!" jerit Amanda ingin menjangkau tubuh kekasihnya. "Lucas!!!" bentaknya sebab pria tua itu tidak mengindahkan rintihannya.

__ADS_1


"Panggil aku dengan sebutan Tuan Lucas lalu bersimpuhlah di hadapanku. Baru aku akan mengampuni kekasihmu itu," pintanya seolah Matthew bukanlah buah hatinya.


Amanda mengangguk. "Lepaskan Matthew, Tuan Lucas. Kumohon ...."


Gadis itu melungsurkan tubuhnya, kemudian berdiri menggunakan kedua lutut. Lucas langsung sumringah dan menyuruh anak buahnya menjauh dari Matthew.


"Berdiri sayang... ayo lanjutkan pernikahan kita." Lucas menarik tangan Amanda untuk berdiri dan kembali meneruskan prosesi yang sempat tertunda. Amanda menengok ke arah kekasihnya yang tergolek lemas kemudian berjalan perlahan menuju altar.


“Amanda Shawnette, aku mengambil engkau menjadi istriku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan. Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita," ucap Lucas tanpa tersendat sedikit pun.


Kini giliran Amanda untuk mengucapkan janji suci. Dia menatap sendu ke arah kekasihnya yang melambai-lambaikan tangan dan menggeleng lemah. "Maafkan aku, Matthew."


Seraya memejamkan mata, Amanda mengucapkan janji suci dengan bibir gemetaran dan hati tercabik. "Lucas Denver, aku mengambil engkau menjadi suamiku, untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang. Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan. Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita."


Amanda dan Lucas sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri. "Silakan sematkan cincin kawin ke jari manis pasangan kalian."


Lucas memasukkan cincin ke jari manis tangan kanan Amanda, begitu pun juga dengan Amanda. Dia menyematkan cincin kawin tersebut ke dalam jari tangan suaminya.


Pria tak tahu malu itu begitu bersemangat sebab gadis cantik yang di hadapannya kini sudah resmi menjadi pasangan sehidup semati. Ia membuka veil yang menutupi wajah sang istri lalu menatap penuh damba.


"Sekarang aku suamimu dan kamu istriku. Jangan pernah berpikir untuk melawan atau menduakanku karena aku tidak segan-segan akan menyakiti siapa pun yang kamu cintai. Termasuk darah dagingku sendiri," ancam Lucas di sela deru kebahagiannya.


Lucas menarik dagu Amanda lanjut mencondongkan wajah. Dia memagut begitu lembut dan penuh perasaan. "Balas ciumanku atau aku akan menggigit kembali bibirmu!"

__ADS_1


Mau tidak mau, Amanda menuruti keinginan Lucas. Dia membalas cumbuan suaminya itu, walau di dalam hati merasa jijik juga terhina.


...*****...


__ADS_2