Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 11 Terhubung Kembali


__ADS_3

Langkah Summer terasa ringan dengan harapan yang memenuhi dadanya. Setelah dia mendaftar untuk ikut kompetisi menulis itu. Tidak berapa lama kemudian, dia mendapatkan ulasan kalau dia lolos seleksi dan disuruh menghubungi nomor editor. Dengan jantung yang berdegup kencang, dia pun segera menghubungi nomor yang di berikan oleh sistem.


Send to 08584xxxxxxx


^^^[Halo kak, saya mau konfirmasi event suami vangke]^^^


[Iya Kak, silakan kirim screenshot ulasan kerangka, napen, id, judul dan kirimkan kerangkanya]


^^^[Baik, kak]^^^


Summer pun segera mengirimkan apa yang diminta oleh editor itu. Dia yang selalu cepat tangkap dengan maksud yang diminta oleh lawan bicara, tidak begitu mengalami banyak kesulitan. Apalagi, hampir setiap hari Juliet selalu bertanya tentang perkembangan dia dalam mengikuti kompetisi itu.


"Bu Summer, apa sudah lolos?" tanya Juliet saat mereka sedang istirahat jam makan siang.


"Sudah, Bu. Tinggal menunggu feedback," jawab Summer.


"Syukurlah, dapat siapa?" tanya Juliet kepo.


"Aku gak tahu namanya, soalnya gak diajak kenalan sama orangnya," jawab Summer apa adanya.


"Coba, saya lihat nomornya!" pinta Juliet dengan menengadahkan tangannya.


Summer pun langsung memberikan ponsel miliknya setelah dia membuka chat dia dengan editor itu. Juliet langsung tersenyum saat melihat nomor yang diberikan oleh Summer.


"Wah, beruntung sekali Bu Summer. Dapatnya Kak March. Orangnya ramah loh dan yang penting dia gercep. Dari pada aku dapatnya Kak Peter, orangnya kaku, serius banget kalau kasih saran. Tapi dia cakep banget loh!" Juliet tersenyum sendiri membayangkan wajah-wajah editor yang tampan dan cantik saat diunggah ke media sosial.


"Emang Bu Juliet pernah bertemu dengan mereka?" tanya Summer heran.


"Enggaklah, Bu. Dulu pernah diunggah ke media sosial waktu ulang tahun yang pertama, tapi kayaknya sekarang sudah dihapus."


"Sayang sekali aku gak bisa lihat. Bu Juliet, setelah jam istirahat selesai sepertinya aku mau pulang duluan, soalnya kakak ipar sedang mengidam. Kasian kalau harus menjaga putraku juga," ucap Summer.


"Apa Bu Summer sudah menikah? Aku kira masih gadis. Umur berapa anaknya, Bu?" tanya Juliet kaget dengan apa yang di dengarnya.


"Tiga tahun, Bu."


"Wah, seumuran anakku."

__ADS_1


Terus saja mereka berbincang, tanpa disadarinya ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka. Yasmin yang penasaran dengan pembicaraan kedua guru itu, dia pun diam-diam menguping-nya.


Anak Summer sudah tiga tahun? Jangan bilang kalau itu anaknya Rain. Kalau aku hitung, sudah tiga tahun yang lalu aku merebut Rain dari Summer. Kurang ajar sekali kamu Summer, aku yang menikah dengan Rain, tapi kamu yang hamil anak dia, sedangkan sama aku, Rain tidak mau melakukannya, geram hati Yasmin.


...***...


Hari-hari pun terus berlalu, kini Summer sudah mulai aktif menulis novel di platform biru, membuat hubungan dia dengan editor March pun semakin dekat. Meskipun hanya seputaran event saat mereka chatting. Namun, entah kenapa dia merasa nyaman. Apalagi, Summer merasa pemilihan kata yang dipakai oleh editor itu mengingatkan dia pada seseorang yang menjadi pemilik hatinya.


"Bunda, jayan-jayan yuk!" ajak Alka saat Summer libur sekolah.


"Bunda nulis dulu ya! Gimana kalau sore saja kita pergi makan chicken?" usul Summer.


"Boyeh deh! Aka juga mau naik mobil-mobilan."


"Iya, boleh. Tapi Aka jangan ganggu Bunda ya!"


"Iya, tapi Aka nonton utub ya, Bun!"


"Bunda kasih waktu satu jam ya!'


"Siap Bu Guyu!" Alka langsung memberi hormat pada Summer seperti seorang tentara yang memberi hormat pada komandannya. Tentu saja hal itu membuat Summer tersenyum seraya memberikan ponsel miliknya pada Alka karena dia akan menulis di laptop.


"Hayow ... Ini dengan Aka."


"Iya halo, ada apa, Dek?" tanya suara di seberang sana.


"Om, teman Bunda Aka ya!"


Belum juga orang yang diseberang sana menjawab, Summer sudah langsung merebutnya. Dia langsung mematikan panggilan telepon itu. Dia pikir, Alka sedang menelpon Radid karena memang putranya sudah hapal kontak yang sering dia hubungi. Antara Radid, Hanna dan Billy.


"Alka, jangan menelpon ke orang ini ya! Nanti Bunda dimarahi, dia orangnya galak." Bohong Summer panik.


"Beneyan?"


"Iya, Sayang. Ayo katanya mau jalan-jalan!" ajak Summer langsung mengalihkan pembicaraan.


Alka hanya mengikuti ajakan Summer. Namun, rasa penasaran pada orang yang tadi dia telepon semakin tinggi. Apalagi, tadi Summer melarangnya. Anak laki-laki itu semakin ingin mencoba untuk menghubungi orang tadi.

__ADS_1


Aduh, bagaimana ini? Aku jadi malu. Nanti dikira aku yang menyuruh Alka untuk menelpon dia, batin Summer.


Send to Kak March


^^^[Halo Kak, maaf tadi anakku yang memainkan ponsel]^^^


[Tidak apa, Kak. Anaknya lucu ya! Umur berapa tahun, Kak?]


^^^[Tiga tahun, Kak]^^^


[Oh, titip salam ya Kak untuk anaknya]


Summer tidak membalas pesan dari editor itu. Dia langsung mengajak Alka untuk naik ke motor matic. Mereka pun berjalan ke mall yang dekat dengan rumah Radid. Sampai di sana, Alka begitu bersemangat, sehingga hampir saja lepas dari jangkauan Summer. Untuk saja mama muda itu sigap, sehingga dia cepat-cepat menggendong Alka.


"Bunda, tuyunin! Aka udah besang," pinta Alka.


"Boleh, tapi Aka tidak boleh lari-larian. Kita bergandengan tangan oke!"


"Siap Bu Guyu!"


Summer pun segera menurunkan Alka dari gendongannya. Dia menuntun Alka masuk ke sebuah restoran cepat. Setelah Summer mendapatkan pesanan makanannya, dia pun mengajak Alka untuk mencari meja kosong. Namun, siapa sangka Summer bertemu dengan Yasmin yang sama-sama membawa seorang anak laki-laki seusia Alka.


"Ck! Kenapa dunia ini sempit sekali. Gak di sekolah gak di resto, mesti gitu ketemu sama kamu. Bikin sumpek saja," Yasmin berdecak sebal sebelum dia duduk di meja yang ada di samping Summer.


"Bunda, siapa Tante jahat itu?" tanya Alka saat dia dan Summer sudah sama-sama duduk.


"Sudah jangan dipedulikan. Biarkan saja dia jahat, asalkan kita tetap jadi orang baik. Tanpa kita balas pun, orang jahat akan mendapatkan balasannya sendiri," ucap Summer mencoba menenangkan Alka.


Meskipun putranya masih kecil, tetapi Alka sangat sensitif dengan orang yang baik dan orang yang memiliki niat jahat. Alka pasti menunjukkan rasa tidak sukanya pada orang yang berniat jahat pada Summer ataupun Radid dan Hanna.


Semoga saja, Yasmin tidak menyadari wajah Alka yang mirip dengan Rain, batin Summer.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukunganya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil menunggu Summer update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.



__ADS_2