
Semenjak hari itu, Rain benar-benar menepati ucapannya untuk mengajari Alka tentang ili komputer sejak dini. Apa yang pernah dia pelajari di bangku kuliah dulu, sedikit demi sedikit dia ajarkan pada Alka.
Bocah laki-laki itu pun seperti tidak mengalami kesulitan dengan apa yang diajarkan oleh papanya. Dia dapat menyerap dengan baik ilmu yang dia terima dari papanya. Bahkan sekarang Alka sudah bisa berbicara normal seperti orang kebanyakan. Melapalkan tiap huruf, dapat dia ucapkan dengan baik.
Tentu saja hal itu membuat Summer merasa sangat bahagia. Karena Rain selalu menyempatkan diri untuk memberikan les pada putranya. Entah itu Alka di ajak ke apartemennya. Entah itu, mereka belajar di rumah Radid.
Beruntung saja Billy sedang sibuk mengurus perusahaannya di luar kota, sehingga dia tidak mengetahui dengan apa yang terjadi pada calon putra sambungnya. Bahkan laki-laki itu memundurkan acara pernikahannya dengan Summer.
Seperti hari ini, Rain sudah datang menjemput Alka, karena dia ingin membawa putranya ke sekolah Summer. Namun, sepertinya Summer kurang setuju karena semua rekan kerjanya tahu kalau Alka putra dari Billy.
"Bunda, boleh Alka ikut ke sekolah?" tanya Alka saat Summer sudah rapi.
"Sayang, nanti Bunda sibuk. Alka sama ibu saja ya!" rayu Summer dengan berjongkok di depan Alka.
"Tapi Alka berangkat dengan Papa kho, Bun!" rengek Alka.
"Sayang, dulu kan Alka pernah ke sana dengan Papa Billy. Waktu itu, Papa Billy bilang kalau Alka putranya. Nanti kalau mereka tahu bahwa Alka bukan putra Papa Billy, mereka pasti mengira Bunda pembohong. Apa Alka mau Bunda dihina oleh orang lain?"
"Tidak! Nanti Alka marahin kalau ada yang hina Bunda," ucap Alka dengan bersungguh-sungguh.
"Sayang lebih baik kita menghindari keributan daripada memancingnya. Bunda minta kali ini saja, Alka di rumah saja ya dengan ibu. Jagain ibu dan dedek bayi!"
"Ya udah deh terserah Bunda." Alka mengerucutkan bibirnya. Dia ingin sekali ikut, tetapi dia juga tidak mau melawan sama bundanya.
"Nanti Bunda ganti dengan jalan-jalan saja ya! Alka mau kan, kita main ke kebun binatang?"
"Mau-mau Bunda, Alka mau!" seru Alka kembali bersemangat.
"Makasih ya, Sayang! Udah mau ngertiin Bunda," ucap Summer lalu mencium pipi putranya.
"Alka sayang sama Bunda," ucap Alka dengan memeluk Summer. Dia pun balik mencium bundanya seperti yang biasa Summer lakukan kalau menciumnya. Dimulai dari pipi kiri dan kanan, dagu, hidung, mata, kening dan terakhir pucuk kepala.
__ADS_1
"Sudah?" tanya Summer saat Alka sudah selesai menciumnya.
"Sudah, Bun."
"Gak ditambah lagi?"
"Biar nanti aku yang tambahin," goda Rain yang berdiri di ambang pintu kamar Summer.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya Summer kaget melihat keberadaan Rain.
"Aku penasaran kalian ngapain saja sampai lama sekali. Bahkan Mbak Hanna sudah berangkat ke toko bersama dengan Mas Radid," jelas Rain.
"Sudah kho, Pah. Nanti antar Alka ke ibu ya, Pah!" pinta Alka.
"Hm ... Iya Rain, tolong antar Alka ke toko Mbak Hanna. Aku harus buru-buru ke sekolah soalnya menjadi panitia," pinta Summer dengan tersenyum cengengesan.
"Ya sudah, apa sih yang enggak buat kamu?" goda Rain dengan mengerlingkan matanya.
Mereka pun akhirnya pergi dengan berbeda arah. Rain mengantarkan Alka ke toko Hanna, sedangkan Summer langsung menuju ke sekolah. Dia sudah ditunggu oleh rekan-rekan guru yang lainnya untuk mensukseskan acara bulan bahasa yang diadakan di sekolahnya.
"Terlalu sibuk melayani suami, sampai datang ke sekolah saja kesiangan. Sudah tahu mau jadi panitia tapi tidak tepat waktu," sindir Yasmin saat melihat kedatangan Summer.
"Maaf Bu Yasmin, tadi putra saya merengek ingin ikut jadi saya harus menenangkannya dulu. Lagipula, saya telat lima menit dari jam tujuh pagi. Acara pun masih satu jam lagi," balas Summer.
"Sudah, Bu Summer! Lebih baik kita mengatur snack untuk nanti Pak Kadis dan jajarannya," ajak Juliet segera menarik tangan Summer.
Wanita cantik itu pun mengikuti ke mana Bu Juliet membawanya. Karena memang, rasanya tidak etis kalau dia harus berselisih paham di saat ada acara besar di sekolahnya. Sudah pasti akan mempermalukan diri sendiri.
"Bu Summer, hari ini pengumuman event loh! Semoga saja kita menang ya!" ucap Juliet saat mereka sedang membereskan snack dan nasi box yang sudah dipesan pihak sekolah.
"Iya, ya Bu. Aku kho jadi lupa tanggal," ucap Summer tersenyum simpul.
__ADS_1
"Bu Summer, boleh saya jujur? Belakang ini, wajah Bu Summer semakin berseri saja. Apa ada hal yang membuat Bu Summer sangat bahagia?" tanya Juliet.
"Ada, Bu. Putra saya sekarang bicaranya sudah jelas. Mungkin karena sekarang dia sudah mau empat tahun kali ya Bu. Saya senang perkembangannya sangat baik."
"Hebat sekali putra ibu, kalau putri saya malah belum jelas mengucapkan huruf R dan L."
"Saya juga sangat terharu, semenjak dia dekat sekali dengan papanya, perkembangannya semakin pesat."
Kedua wanita cantik itu pun larut dalam obrolan untuk menghilangkan kejenuhan. Sampai tiba saatnya acara bulan bahasa dan goes to school aplikasi Biru dimulai dengan di awali kata sambutan dari kepala dinas pendidikan yang hadir memenuhi undangan.
Semua siswa yang hadir terlihat begitu khusyuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh bapak kepala dinas. Apalagi, pria dewasa yang sudah berumur itu, berdiri memberi sambutannya di depan laki-laki tampan yang terlihat tenang. Meskipun Rain datang bersama dengan Regan dan beberapa temannya, tapi pesonanya tidak bisa dikalahkan.
"Bu Summer, sudah tahu belum kalau Kak Rain itu Kak March?" bisik Juliet.
"Sudah tahu, Bu!" Summer pun berbisik balik.
"Beruntung ya yang jadi istrinya. Pembawaannya tenang, melihat wajahnya, hati terasa adem."
Summer tidak menjawab apa yang Juliet katakan. Dia justru menatap Rain yang ternyata sedang menatapnya. Laki-laki itu tersenyum tipis pada Summer. Membuat banyak perempuan yang sedang melihat ke arahnya menjadi salah paham.
Bukan aku wanita yang beruntung tapi Yasmin. Karena dia yang Allah jodohkan dengan Rain bukan aku. Aku hanya persinggahan dia saat dia belum bersama dengan jodohnya, batin Summer.
Selesai dengan acara sambutan, Rain pun maju sebagai pemateri bergantian dengan temannya yang lain. Mereka memberikan tips untuk semua siswa yang tertarik pada dunia literasi. Khususnya bagi mereka yang tertarik untuk memulai karirnya sebagai seorang penulis.
Setelah dua jam berlalu, seminar singkat pun selesai, kini semua siswa melihat-lihat stand yang sudah berjejer rapi di depan aula. Sementara Summer dan Juliet serta guru lain yang bertugas di bagian konsumsi, sibuk melayani tamu untuk menikmati jamuan yang sudah disediakan. Rain yang akan mengambil nasi box, menyempatkan diri untuk berbisik pada Summer.
"Summer, rambutnya jangan diikat! Banyak laki-laki yang memperhatikan leher jenjang kamu."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
__ADS_1
...Terima kasih!...