Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 76 Lamaran


__ADS_3

Suasana rumah Rain mendadak meriah dengan kehadiran keluarganya dari kampung. Ditambah lagi teman-temannya ikut menghadiri acara lamaran laki-laki itu. Mereka sangat penasaran dengan calon istri Rain, setelah tetangganya Juki bercerita pada ketiga sahabatnya.


Rain pun terlihat sangat gagah dengan baju batik yang limited edition. Begitupun dengan Summer yang memakai kebaya modern dan kain batik yang sama dengan Rain. Mereka terlihat begitu serasi, membuat semua orang berdecak kagum padanya.


"Rain, kenapa kamu keringat dingin? Bukankah kamu dan keluarga Summer sudah saling mengenal?" tanya Juki yang duduk di samping Rain. "Lagipula, ini kan pernikahan kamu yang kedua. Apa kamu masih nervous?"


"Ini memang yang kedua. Tapi ini pengalaman pertama aku melamar seorang gadis. Dulu aku tidak melamar istri pertamaku karena aku tidak datang pas acara lamaran itu," jelas Rain pelan.


"Loh, kho bisa? Memangnya kamu pergi ke mana saat acara lamaran dulu?"


"Aku pergi bersama Summer menginap di puncak."


"Dasar! Ternyata kamu lebih parah dari aku." Juki menggelengkan kepalanya berkali-kali mendengar apa yang Rain katakan.


"Gak ada yang lebih parah dari kamu Juki! Kamu membatalkan pernikahan istrimu dengan laki-laki lain dan memfitnahnya. Sungguh terlalu!" timpal Beno yang berada di dekat mereka.


"Masih mending aku. Noh yang lebih parah itu bos besar, masa dia mengurung anak sekolah." Juki menunjuk Elgar sahabatnya dengan ekor matanya. Membuat teman-teman yang lainnya ikut melihat ke arah Elgar.


"Kenapa kalian melihat seperti itu padaku?" tanya Elgar dengan melihat satu persatu teman bermainnya.


"Tidak apa, Bos!" tukas Juki cengengesan.


Elgar pun hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Dia kembali asyik berbincang dengan Alka. Entah kenapa, dia merasa tertarik pada putra sahabatnya, setelah mendengar cerita dari Juki kalau Alka pintar bermain pialang.

__ADS_1


Sementara itu, para orang tua sudah duduk berhadapan dengan serius karena acara lamaran Rain akan segera dimulai. Membuat semua orang terdiam ingin mendengarkan apa yang akan para sesepuh itu katakan.


"Bu Kenanga, Pak Alpha, terima kasih telah menerima kedatangan kami ke sini. Sebenarnya, kami ke sini ingin melamar putri Anda Summer. Karena putra kami Rain sudah menggantungkan harapannya pada Nak Summer," ucap Tuan Altair.


"Terima kasih atas niat baik Rain dan keluarga. Namun, saya tidak bisa mengambil kesimpulan sendiri. Bagaimana Summer, apakah kamu menerima lamaran Rain?" tanya Tuan Alpha sebagai pengganti ayah Summer.


Semua mata kini tertuju pada Summer membuat mama muda itu sedikit salah tingkah. Dia pun memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan dari Tuhan Alpha. "Saya bersedia," lirihnya.


"Alhamdulillah.," kompak semua orang


"Ayo Rain pasangkan cincinnya!" suruh Bu Astrid.


Kedua sudut bibir Rain mereka sempurna. Kebahagiaan kini memenuhi hatinya. Dia bersyukur, hari yang selalu dia tunggu selama bertahun-tahun akan segera tiba waktunya. Dia pun segera memasangkan cincin berlian sebagai tanda pengikat cinta mereka di jari manis Summer.


Bergantian dengan Summer yang memasangkan cincin di jari manis Rain. Kemudian, dia pun mencium punggung tangan laki-laki yang dicintainya. Sementara Rain mengecup lama pucuk kepala kekasih hatinya.


"Papa, Alka juga mau di sun," ucap Alka tiba-tiba yang sukses memecah kesunyian dan keharuan yang terjadi di ruangan itu. Tentu saja Rain dan Summer jadi saling melepaskan diri.


"Wah, Alka sepertinya ngiri lihat bunda di sun lama sama papa, ya!" ceplos Elgar yang duduk di samping Alka.


"Sini, biar Apih saja yang sun Alka!" ajak Tuan Altair seraya mengulurkan tangannya.


"Sini, Sayang. Pasang cincinnya sudah selesai. Ayo kita berfoto bersama!" ajak Summer dengan tersenyum .

__ADS_1


Semuanya ikut berfoto dengan calon pengantin sebagai kenang-kenangan. Tidak ketinggalan teman-teman Rain yang datang pun ikut memeriahkan suasana. Mereka begitu menikmati kebersamaan yang jarang terjadi jika sudah memasuki hari kerja.


Selesai dengan acara foto-foto dan makan bersama, Tuan Altair mengajak Rain untuk ke luar sebentar. Dia langsung berbicara saat sudah menjauh dari orang-orang. "Rain, besok bisa antar Ayah ketemu dengan Yasmin. Ayah hanya ingin memastikan semuanya."


"Bisa, ayah. Tapi mungkin pagi-pagi karena agak siangan aku mau foto prewedding dengan Summer dan Alka."


"Iya tidak apa. Kamu hanya perlu mengantarkan Ayah dan Ibu ke rumahnya. Tidak perlu menunggu kami selesai bicara."


"Baik, Ayah!"


"Rain, apa mereka yang datang itu teman-teman kamu? Ayah merasa kenal dengan laki-laki yang selalu bersama dengan Alka."


"Ayah pasti mengenalnya. Dia cucu pemilik AP Technologi yang sekarang jadi CEO-nya. Penguasa perusahaan digital di negerinya kita."


Tuan Altair terlihat berpikir mendengar penjelasan dari putranya, lalu dia pun berkata, "Pantas saja Ayah merasa tidak asing. Keluarganya memang low profil hanya dia yang sering terlihat di televisi karena skandal dengan para artis cantik."


Rain hanya tersenyum tipis mendengarkan apa yang ayahnya katakan. Dia melihat ke arah Elgar yang sedang asyik berbincang dengan Alka. Sepertinya laki-laki itu sangat tertarik pada putranya.


"Rain, jaga Alka dengan baik. Jangan sampai dia terpengaruh oleh teman kamu itu. Ayah tidak suka jika keturunan Ayah suka bermain perempuan."


"Baik, Ayah!"


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2