
Siang sudah berganti malam. Malam pun kini merangkak pagi. Terlihat Summer sedang terlelap seorang diri. Hingga akhirnya, matanya terbuka di pagi buta.
"Masih jam dua pagi," gumam Summer.
Dia mengambil ponselnya dan menyalakannya. Summer penasaran, apa mungkin Billy mencarinya. Dia juga sangat penasaran, apa mungkin dia dapat memergoki Billy bersama dengan wanita lain di hotel itu. Namun, baru saja ponselnya menyala, ada banyak pesan yang masuk ke sana. Terutama pesan itu datang dari Billy.
Bang Billy
[Summer, kamu di mana?]
[Kamu, jangan main-main! Cepat pulang!]
[Aku beri waktu kamu satu untuk kembali ke rumah]
[Jangan salahkan aku jika putramu kenapa-napa saat kamu tidak kembali]
[Ingat Summer! Aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu tidak kembali]
[Aku pastikan, kamu akan menyesal dengan apa yang kamu lakukan sekarang]
[Bukan hanya kamu yang akan aku hancurkan, tetapi Abang kamu, Rain, terutama putramu]
[Bersiaplah Summer! Menghadapi awal kehancuran kamu.]
[Aku beri waktu sampai jam dua belas malam]
Summer tidak meneruskan membaca pesan dari Billy. Dia memilih untuk melihat media sosial miliknya.Terlihat di layar ponselnya Alka sedang bermain di taman bersama dengan Rain. Summer pun tersenyum tipis melihat kebahagian putranya.
__ADS_1
"Maafkan Bunda, Sayang! Karena Bunda, kamu harus terlibat. Seandainya waktu dapat aku putar kembali. Mungkin aku akan memilih untuk menuruti keinginan Alka," gumam Summer.
Tanpa terasa air matanya berjatuhan membasahi pipi. Summer menangis, meratapi kisah hidupnya yang pilu. Pernikahan yang diharapkan akan membawanya pada sebuah kebahagiaan justru membawa dia pada masalah yang lebih besar.
Hingga fajar mulai menyingsing, Summer masih tetap terjaga. Dia tidak melanjutkan kembali tidurnya. Dia pun memilih untuk membersihkan dirinya dan mencari sarapan pagi karena cacing di perutnya terus saja ber-disko meminta jatah untuk diisi.
Perlahan Summer membuka pintu kamar. Dia takut kalau Billy menemukannya. Seperti seorang maling, Summer pun celingukan mengawasi daerah sekitar agar tidak ketahuan.
"Aman!" gumam Summer pelan.
Baru saja Summer melangkah beberapa langkah, Terdengar ada suara yang memanggilnya. Dia hanya memejamkan mata sesaat, sebelum akhirnya Summer membalikkan badan.
"Rain, sedang apa kamu di sini?" tanya Summer yang kaget dengan keberadaan mantan kekasihnya.
"Mencari kamu. Syukurlah kamu baik-baik saja," ucap Rain dengan tersenyum manis.
"Ayo ikut aku. Jangan bicara di sini!" ajak Summer dengan menarik tangan Rain.
Saat sudah tiba di luar hotel, Summer mengajak Rain mencari tempat untuk mereka sarapan pagi. Dia tidak mungkin sarapan di restoran hotel. Khawatir nanti Billy akan menemukannya. Dia pun memilih sarapan di kedai soto yang tidak jauh dari hotel tempat dia menginap.
"Summer, sebentar!" tangan Rain terulur memeriksa rahang Summer yang terlihat memerah. Dia sudah bisa menduga siapa pelaku yang menyebabkan kekasihnya hatinya itu harus mengalami kekerasan fisik. Tanpa dia sadari, Rain mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Billy yang melakukannya? Kapan? Aku tidak melihatnya dari rekaman CCTV di rumah dia," tanya Rain dengan menatap lekat Summer.
"Iya, di kantornya." Summer memejamkan matanya dengan kepala yang menunduk. "Rain, dari mana kamu tahu kalau aku pergi dari rumah?"
"Alka."
__ADS_1
Flashback on
Selama bersama dengan Rain, Alka terus saja memantau rumah Billy yang CCTV-nya berhasil dia retas. Bocah kecil itu begitu khawatir pada bundanya. Setiap kali dia tahu kalau Summer sudah pulang ke rumah Billy, Alka pasti terus saja memperhatikan wanita yang sudah melahirkannya.
"Papa, Bunda mau ke mana? Bunda bawa baju yang banyak. Papa, ayo kita menjemput Bunda!Mungkin saja Bunda ingin tinggal bersama dengan kita," ajak Alka dengan menarik tangan Rain yang sedang bekerja.
"Sayang, pekerjaan Papa belum selesai!" tolak Rain dengan wajah yang memelas pada putranya.
"Ya sudah, kalau gak mau. Alka bisa berangkat sendiri. Alka tidak mau kalau bunda kenapa-napa." Dengan tidak sabaran, Alka pun bergegas pergi dari ruangan Rain.
Melihat keseriusan Alka, membuat Rain mengikuti apa yang putranya itu inginkan. Dia pun segera mengajak Alka menuju ke rumah Billy. Tapi sayang, mereka datang terlambat karena Summer sudah pergi lebih dulu.
"Tuh kan Papa ... Bunda ilang ...." Alka terlihat ingin menangis. Saat dia tidak bisa menemukan bundanya. Namun Rain segera memenangkan nya.
"Sayang, jangan nangis! Kita cari bunda bersama, yuk!" ajak Rain.
Dia pun segera mengubungi Summer. Namun, belum juga bicara banyak, Summer sudah menutup teleponnya.
"Papa, Alka sudah menemukan lokasi Bunda. Alka perbesar, ternyata Bunda ada di hotel MP," beber Alka.
"Ayo kita ke sana. Tapi kita harus bawa baju dulu buat ganti besok."
Setelah semuanya siap, ayah dan anak itu bersiap pergi menuju ke hotel yang didatangi oleh Summer. Alka berusaha membobol CCTV hotel, tapi ternyata keamanan MP hotel begitu kuat. Akhirnya mereka mengandalkan GPS di ponsel Summer. Sebagai petunjuk keberadaan Summer.
Flashback off
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih ...