Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 33 Percaya sama aku!


__ADS_3

Pagi ini sinar mentari bersinar dengan terangnya. Rain sengaja mengajak Alka untuk lari pagi di sekitar apartemennya. Dia pun sudah menyuruh Summer untuk datang menjemput Alka. Karena ada hal yang ingin dia bicarakan dengan mantan kekasihnya itu.


"Papa, memang Bunda mau datang ke sini?" tanya Alka saat mereka beristirahat di bangku taman.


"Iya, tadi Papa udah telpon. Kata Bunda ke sini. Kita tunggu Bunda dulu ya!"


"Siap, Pah!" sahut Alka dengan bersemangat.


Anak laki-laki itu terlihat bahagia karena dalam pikirannya akan bermain bertiga bersama dengan kedua orang tuanya. Dia merasa senang akhirnya bisa seperti anka lain yang bermain di taman dengan ayah ibunya.


Tidak berselang lama kemudian, Summer datang dengan tergopoh-gopoh. Wanita cantik itu seperti habis dikejar setan. Sampai terdengar suaranya yang masih ngos-ngosan.


"Bunda kenapa? Apa Bunda sakit?" tanya Alka kaget melihat bundanya.


"Tidak, Sayang. Tadi Bunda bertemu dengan seseorang. Bunda khawatir orang itu salah paham, jadinya cepat-cepat lari agar dia tidak melihat Bunda," jelas Summer seraya mendudukkan bokongnya di samping Alka.


"Apa kamu bertemu dengan Yasmin?" tebak Arin yang sedari tadi hanya memperhatikan Summer.


"Bukan. Tadi aku melihat Billy keluar dari apartemen. Apa unit kalian berdekatan? Rain, aku langsung pulang ya!" pamit Summer. Dia langsung kembali berdiri dan memegang tangan Alka agar mengikutinya.


"Summer, tunggu! Sebenarnya, aku meminta kamu datang ke sini, untuk membicarakan soal Alka," ucap RAin dengan memandang lekat Summer.


"Maksud kamu soal Alka? Memang dia ada masalah apa?" tanya Summer tidak mengerti dengan maksud ucapan Rain.


"Ayo kita bicara di apartemenku. Kamu berangkat lebih dulu saja bersama dengan Alka, kalau takut calon suami kamu melihat. Nanti aku menyusul naik ke atas," suruh Rain.


"Iya, Bunda. Aku tahu kho paswodnya," ucap Alka dengan tatapan penuh harap.


"Baiklah! Aku berangkat lebih dulu." Summer langsung pergi begitu saja bersama dengan Alka. Meninggalkan Rain yang menatap lekat punggung wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Perlahan dia mengembuskan napas, untuk menetralkan perasaannya. Dia pun beranjak pergi dari tempatnya dan memberi beberapa cemilan untuk mereka menikmati hari libur bersama dengan Alka dan Summer.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Rain pun segera menyusul Summer. Namun, langkah kakinya terhenti saat dia melihat laki-laki yang dikenalnya sedang bersama dengan seorang wanita cantik. Dia segera bersembunyi, agar orang itu tidak melihat kehadirannya.


Ternyata seperti itu laki-laki yang kamu pilih Summer. Aku ingin memberitahu kamu tapi pasti kamu tidak akan percaya. Semoga saja, sebelum acara pernikahan itu, kebusukannya sudah terungkap, batin Rain.


Rain segera keluar dari tempat persembunyiannya. Dia pun bergegas pergi menuju ke unit apartemennya. Rain yakin kalau Summer sudah menunggunya.


Sesampainya di unit apartemennya, terlihat Summer dan Alka sedang duduk di sofa seraya menonton televisi. Terlihat Summer mengelus lembut rambut putranya, yang tiduran di atas paha wanita cantik itu. Sam hanya mengehla napas dalam melihat pemandangan yang seperti itu. Andai dia dan Summer terikat dalam pernikahan, mungkin di akan sangat bahagia melihat Summer berada di apartemennya.


"Papa! Kenapa bediyi di situ?" tanya Alka seraya melihat ke arah Rain.


"Tidak apa, Papa merasa sangat bahagia, Alka dan Bunda ada di sini. Jadinya Papa tidak sendiri lagi," ucap Rain dengan tersenyum.


"Memangnya Yasmin ke mana?" tanya Summer heran dengan jawaban Rain.


Dia pun menghampiri Summer dan duduk di samping wanita cantik itu. Satu tangannya dia rentangkan untuk merangkul pundak Summer. Sesaat keduanya saling berpandangan saat Summer akan protes dengan apa yang Rain lakukan.


"Rain jangan seperti ini! Aku tidak mau, kita melakukan kesalahan yang sama." Summer menundukkan kepalanya.


Meskipun sebenarnya dia pun terbawa suasana saat berada di apartemen Rain. Akan tetapi, sebisa mungkin dia menahan gejolak perasaannya. Apalagi, ucapan Radid terus terngiang-ngiang di telinganya, agar dia tidak terbuai oleh janji seorang lelaki.


"Sebentar, Summer! Aku sangat merindukanmu," bisik Rain pelan. Dia mengecup rambut Summer sekilas untuk melepaskan kerinduan pada wanita yang dicintainya.


"Aku pulang sekarang!' tegas Summer dengan bangun dari duduknya.


"Duduklah sebentar! Aku ingin bicara soal Alka," pinta Rain dengan menarik tangan Summer agar kembali duduk.


"Oke, tapi please jangan bersikap seperti dulu lagi. Apalagi di sini ada ...." Summer tidak melanjutkan ucapannya. "Sudahlah! Cepat katakan apa yang ingin kamu katakan!"

__ADS_1


"Aku mau mendaftarkan Alka ke sekolah coding untuk anak-anak. Semalam aku sudah mengetes kemampuannya, dia bisa dengan cepat mengerti apa yang aku ajarkan."


"Rain, Alka masih anak-anak. Empat tahun saja belum genap. Bagaimana bisa dia belajar hal seperti itu?" protes Summer


"Summer, putra kita tidak seperti anak yang lainnya. Dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kebanyakan oleh anak-anak seusianya. Memang benar dia masih kecil, tapi daya tangkapnya melebihi dari anak-anak yang seumuran dengannya." Rain menghela napas sejenak seraya melihat ke arah Alka yang asyik menonton televisi.


"Aku hanya ingin mengasah kemampuan dia. Semalam saja, dia mendapatkan untung yang banyak dari trading. Padahal Beno yang sama-sama terjun bareng aku, belum pernah dapat untung sebesar itu."


"Rain, aku khawatir Alka tidak bisa mengontrol diri, sehingga dia melakukan hal yang merugikan orang lain." Summer menatap sendu putranya.


Bukannya tidak tahu dengan kelebihan yang dimiliki oleh Alka, tetapi Summer ingin putranya menjalani hidup normal layaknya anak-anak. Dapat bermain sesuka hatinya. Bukan dipusingkan dengan hal-hal yang biasa orang dewasa lakukan.


"Percaya sama aku! Alka dalam pengawasan aku. Asalkan kamu setuju, maka aku akan mengarahkan kemampuan berpikirnya pada hal yang positif."


"Baiklah, tapi aku ingin itu atas kemauan Alka sendiri, bukan karena paksaan dari kamu ataupun dorongan dari aku. Karena aku tidak ingin kalau Alka sampai kehilangan masa kecilnya yang berarti."


Rain terus saja meyakinkan Summer kalau semuanya akan baik-baik saja. Sampai akhirnya mereka menyadari kalau bocah kecil itu sudah tertidur pulas. Terpaksa Summer pun mengikuti apa yang Rain katakan untuk menunggu Alka bangun barulah dia akan mengantarkan mereka berdua pulang ke rumah.


"Summer, aku pindahkan Alka ke kamar dulu ya! Kasian, nanti lehernya sakit kalau tidur seperti itu," ucap Rain seraya menggendong Alka.


Summer hanya diam saja, membiarkan Rain membawa putranya. Karena memang pahanya sudah kesemutan menahan kepala Alka. Dia menyandarkan punggungnya dengan kepala yang menengadah ke atas. Perlahan matanya terpejam dengan pikiran yang terus teringat pada perkataan Rain tentang Alka. Sampai dia tidak menyadari keberadaan Rain yang terus memperhatikan dia tepat di atas wajahnya.


Ya Allah, jodohkanlah aku dengannya. Meskipun aku tahu dia akan menikah dengan laki-laki lain. Hanya dia yang aku inginkan untuk menjadi teman hidupku. Aku mohon Ya Allah, kabulkan lah keinginanku. Aamiin.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2