Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 16 Gosip


__ADS_3

Sebanyak apapun masalah yang menimpa Summer, wanita cantik itu selalu berusaha untuk tetap tersenyum di depan orang lain. Dia selalu berusaha menyembunyikan kerapuhan hatinya dengan memberikan senyum terbaiknya.


Seperti hari ini, Summer selalu membalas sapaan dari semua muridnya dengan tersenyum manis pada mereka. Hal itu membuat orang yang tidak suka kepadanya, mencebikkan bibir dan berusaha untuk mencari cara agar bisa menjatuhkannya.


Itulah yang sedang Yasmin lakukan. Karena semakin lama Summer mengajar di sekolah itu. Semakin banyak warga sekolah memberikan perhatian pada ibu guru cantik itu. Apalagi Summer tergolong guru yang penyabar dan ramah.


"Bu Lusi, tahu tidak kalau Bu Summer sudah punya anak. Kemarin aku bertemu di restoran cepat saji dengan Bu Summer dan putranya," ucap Yasmin pada rekan gurunya.


"Yang benar? Bukankah Bu Summer masih gadis?" tanya Lusi, teman bergosip Yasmin.


"Bu Lusi gak percaya, lihat nih buktinya! Wajah mereka mirip, kan? Pasti itu anaknya, tapi dia tidak memiliki suami."


"Maksud Bu Yasmin bagaimana? Kho saya gak ngerti," tanya Lusi bingung.


"Sini saya bisikin!" Yasmin segera mendekat ke telinga Lusi dan berbisik pada rekan kerjanya itu, "Bu Summer itu janda sebelum menikah."


"Serius, Bu? Wah gawat itu, Bu! Bisa merusak nama baik sekolah kita. Bagaimana kalau banyak murid yang meniru kelakuannya? Kita harus melapor ke Pak Juanda agar dia dikeluarkan dari sini." Lusi langusng berapi-api merasa tidak terima jika almamater tempat mereka mengabdi tercoreng nama baiknya karena ada pengajar memiliki masa lalu yang kelam.


Sementara Yasmin hanya tersenyum miring karena merasa usahanya pasti akan berhasil untuk menyingkirkan Summer dari sana. Apalagi, dia melihat Lusi langsung menyebarkan gosip itu ke semua rekan kerjanya di sana.


"Ya ampun, kenapa tidak tahu malu sekali ya! Mau jadi pendidik tapi dianya sendiri perlu dididik," celetuk Lusi saat semuanya tenaga pengajar sedang berkumpul di jam istirahat.


"Iya, benar memalukan sekali. Mengaku gadis tahunya punya anak haram," timpal Yasmin ikut mengompori rekan kerja lainnya.


"Gak nyangka banget ya. Wajah alim-nya itu hanya kedok. Ternyata dia ... Amit-amit jabang bayi. Semoga anak-anak kita tidak mengikuti jejaknya ya!"


Terus saja mereka memberikan sindiran-sindiran yang mengiris hati Summer. Membuat orang yang tadinya tidak tahu menjadi penasaran dengan kehidupan Summer. Begitupun dengan Juliet, meskipun sebenarnya dia juga penasaran dengan gosip yang beredar tentang Summer. Akan tetapi dia berusaha untuk menguatkan hati teman kerjanya itu.


"Sudah Bu Summer! Jangan dimasukkan ke dalam hati Semua orang pasti punya masa lalu, entah itu baik entah itu buruk. Setiap orang juga punya kesempatan untuk merubah kesalahannya di masa lalu," ucap Juliet dengan menepuk pundak Summer yang sedang menunduk dengan memegang ponselnya.


"Terima kasih Bu Juliet. Ibu tidak menghakimi saya," ucap Summer dengan memaksakan tersenyum.

__ADS_1


...***...


Setelah hari itu, gosip tentang Summer semakin santer di kalangan tenaga pengajar dan administrasi di sekolah itu. Namun, Summer selalu bersikap biasa saja. Dia berpura-pura tidak peduli dengan apa yang di dengarnya. Meskipun sebenarnya dia selalu menangis sendiri di rumahnya seraya memeluk Alka yang sedang tertidur lelap.


"Maafkan Bunda, Nak! Karena kesalahan Bunda, kamu juga terkena imbasnya. Bisa saja Bunda menyangkal gosip itu, tapi itu berarti Bunda menyangkal keberadaan kamu. Tidak! Apapun yang akan terjadi, Bunda tidak akan pernah menyangkal keberadaan kamu. Karena hanya kamu harta paling berharga yang Bunda miliki."


Tidur Alka menjadi terganggu saat ada setitik bening jatuh ke pipinya. Bocah kecil itu melihat ke arah Summer yang sedang menangis. Tangan kecilnya terulur menghapus air mata yang jatuh di pipi Summer.


"Bunda, kenapa nangis? Aka bikin sayah sama Bunda?"


Mendengar pertanyaan putranya, bukannya menjawab, Summer justru memeluk Alka dengan erat. Air matanya semakin deras bercucuran membasahi pipinya.


Dengan suara yang bergetar, Summer pun berbicara pada putranya, "Alka gak salah, maafin Bunda ya!"


"Bunda, apa Tante Jahat itu sakiti Bunda?" tanya Alka setelah Summer mengurai pelukannya.


"Tidak Sayang, Bunda hanya lagi teringat dengan Oma dan Opa Alka." Bohong Summer.


"Iya Aka benar. Bunda gak boleh sedih karena ada Alka yang selalu bersama dengan Bunda. Meskipun dunia ini tidak berpihak pada kita, Tapi Bunda akan berusaha untuk melakukan apapun demi Alka. Makasih, Sayang. Bunda sayang sama Alka," ucap Summer dengan memaksakan tersenyum pada putranya. "Ayo kita bobo lagi!" ajaknya kemudian.


"Iya, Bunda. Aka juga sayang sama Bunda," ucap Alka dengan tersenyum manis pada ibunya.


Seperti mendapatkan kekuatan baru, Summer bertekad untuk tidak memperdulikan semua gosip itu. Dia tidak akan lagi menangisi semua itu. Dia akan fokus bekerja untuk putra semata wayangnya. Biarlah mereka menggunjingnya karena nanti juga akan cape sendiri, saat mereka sadar usahanya untuk menjatuhkan Summer tidak berhasil.


Keesokan harinya, wajah terlihat lebih segar dari hari-hari kemarin yang selalu murung. Dia pun sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Sementara Alka sudah terlihat rapi karena akan ikut Hanna ke toko.


Saat sedang menunggu bundanya menyiapkan sarapan pagi, Bocah kecil itu langsung berlari kembali ke kamar ketika dia teringat sesuatu. Alka mengambil ponsel Summer yang tergeletak di atas meja. Dia pun segera mengirim pesan pada Billy.


Send to Bang Billy


[Nanti jemput ke sekolah dengan Alka]

__ADS_1


Selesai mengirim pesan, bocah kecil itu pun berlari kembali ke garasi. Dia mengempeskan motor yang biasa Summer pakai. Entah apa yang dipikirannya, tapi dia ingin agar Bundanya tidak membawa motor ke sekolah.


"Alka sedang apa?" tanya Radid yang akan memanaskan mobilnya.


"Ayah! Aka sedang main angin," jawab Alka asal.


Radid mengerutkan keningnya seraya melihat ke ban motor Summer. Laki-laki itu hanya menggelengkan kepalanya saat melihat ban motor Summer sudah kempes. "Alka yang lakuin?"


"Hehehe ... Jangan biyang Bunda ya Ayah!" mohon Alka dengan memasang puppy eyes andalannya seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.


"Oke, tapi kasih tahu ayah alasannya!"


"Sini aka bisikkan!"


Radid pun jongkok di depan anak kecil yang banyak itu. Dia mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Alka. Barulah dia menganggukkan kepalanya saat mengerti dengan apa yang keponakannya itu katakan.


"Baiklah, ayah akan mendukung kamu. Aka sarapan saja dulu, ayah mau panasin dulu mesin mobil," suruh Radid.


"Siap Ayah!" Alka langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia pun langsung duduk di meja makan saat Summer sudah menyiapka sarapan untuknya.


"Alka dari mana?" tanya Summer melirik sekilas ke arah putranya.


"Aka tadi sama Ayah di gayasi. Bunda, kata ayah nanti beyangkatnya bayeng aja, ban motong Bunda kempes."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


Sambil nunggu Summer-Rain update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2