
Semakin lama Rain memandang wajah cantik Summer. Semakin hatinya tergelitik untuk mendekat ke arah wajah itu. Perlahan dia pun mendekatkan wajahnya pada wajah Summer yang masih terlelap. Namun, saat tinggal beberapa senti lagi, Summer langsung terbangun dari tidurnya. Dia sangat terkejut dan langsung terduduk melihat Rain pas ada di depan wajahnya.
"Kamu mau apa? Ngagetin saja," tanya Summer dengan napas yang tidak teratur.
"Itu Summer, aku ...." Rain tidak melanjutkan ucapannya. Dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku ngerti. Sabar ya! Jangan khianati kepercayaan Allah dan orang-orang yang menyayangi kita. Bukankah hanya tinggal beberapa hari lagi?" Summer mengelus lembut pipi Rain yang masih dalam posisi berjongkok di depannya.
"Aku kangen Summer. Aku ...." Lagi-lagi Rain tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Hm ... Rain, kita ke mall dulu yuk! Aku mau beli jajanan buat stok Alka. Sepertinya yang aku simpan di lemari es sudah habis," ajak Summer segera mengalihkan pembicaraan.
"Ayo, Sayang!" Rain pun segera bangun dan mengulurkan tangan pada kekasih hatinya. Dia tersenyum melihat Summer menyambut uluran tangannya.
"Ayo, Papa Rain!" goda Summer dengan tersenyum manis.
Mereka pun berjalan dengan bergandengan tangan keluar dari ruangan Rain. Membuat orang-orang yang mereka temui di kantor Rain, melihat takjub. Bagaimana tidak, Rain yang biasanya selalu diam dan menyendiri, kini terlihat menggandeng seorang wanita cantik. Apalagi, mereka terlihat sangat serasi.
"Summer, tumben ikut ke sini," sapa Beno yang tanpa sengaja berpapasan dengan mereka.
"Aku hanya mampir sebentar. Hari ini kan, aku masih cuti." Bukan Summer yang menjawab, tapi Rain yang langsung menjawab pertanyaan sahabatnya.
"Kirain kamu sudah mulai masuk kerja."
"Mungkin besok aku mulai kerja. Tadinya mau bablas sampai minggu depan. Tapi Regan menyuruhku masuk. Beno aku pergi dulu ya!"
__ADS_1
"Permisi Mas Beno!" pamit Summer dengan tersenyum. Jelas saja membuat Rain merasa tidak suka. Dia pun langsung menarik tangan Summer agar cepat pergi dari sana.
"Jangan senyum seperti itu sama Beno! Nanti dia salah paham," tegur Rain.
"Sayang, kamu tuh tidak berubah. Dulu juga kamu selalu ingin mendominasi aku, sekarang pun sama."
"Karena aku tidak ingin, kamu berpaling dari aku gara-gara orang itu ingin mendapatkan kamu."
Summer memilih diam, dia hanya berjalan mengikuti langkah kaki Rain menuju ke mobilnya. Saat sudah sampai di dekat mobil Rain, laki-laki itu pun membukakan pintu mobil untuk Summer.
"Silakan, Baginda Ratu!" Rain sedikit membungkukkan badannya seperti seorang pelayan. Sementara Summer hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mendapatkan perlakuan seperti itu dari laki-laki yang dicintainya.
Hati Rain benar-benar tidak berubah. Dia masih sama seperti dulu, saat kita masih pacaran," batin Summer.
Wanita cantik itu tersenyum sendiri. Membayangkan saat-saat dulu bersama Rain. Dia berharap, sikap manis Rain yang dulu sering laki-laki itu lakukan, akan kembali dia rasakan setelah menikah nanti.
Cup
Satu ciuman mendarat si pipi wanita cantik itu. Jelas saja membuat Summer kaget sendiri. Dia pun menoleh ke arah Rain yang sudah bersiap menjalankan mobilnya.
"Kamu, tuh nakal Rain! Curi-curi ciuman terus," sungut Summer dengan mengerucutkan bibirnya.
"Sayang, jangan begitu! Aku jadi bertambah gemas sama kamu. Mau aku khilaf lagi?"
"Gak mau, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, pada Alka pada Bang Radid dan yang paling utama pada Allah. Untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi."
__ADS_1
"Aku juga, aku imanku terlalu tipis. Setiap berada di dekat kamu, rasanya aku selalu ingin ...."
"Stop! Jangan diperjelas! Sebentar aku ada pesan masuk."
Summer segera membuka ponselnya yang terus bergetar. Dia sangat terkejut saat mendapat pesan dari Juliet. Teman kerjanya itu mengirim gambar tentang perselingkuhan Yasmin dengan seorang sutradara. Summer sampai menutup mulutnya merasa tidak percaya dengan apa yang dibaca.
"Rain, skandal Yasmin dengan seorang sutradara tersebar di medsos."
"Biarkan saja, mungkin dia sedang apes. Saat dia berselingkuh dengan mantan suami kamu, kenapa tidak mencuat ke luar ya!"
"Apa katamu? Jadi Billy dan Yasmin ...."
"Iya, mereka pernah ada main di belakang kamu. Tapi Billy yang cepat bosan dengan satu wanita, akhirnya hubungan mereka tidak berlangsung lama."
"Kamu tahu darimana?"
"Sayang, kemarin aku memang tidak banyak bicara. Bukan karena aku seorang yang pendiam, tapi aku malas bicara selain sama kamu dan teman dekatku. Saat aku sendiri, aku sering ikut main dengan teman-temanku ke klub malam. Bukan untuk bermain wanita, tapi hanya ingin menghilangkan kejenuhan." Rain menghentikan ucapannya sejenak sebelum dia melanjutkannya.
"Saat para wanita akan membicarakan para pria, para pria pun akan membicarakan para wanita, dan Yasmin menjadi salah satu topik teman-temanku. Tapi aku selalu berpura-pura tidak mengenalnya."
"Aku tidak pernah menyangka kalau Yasmin akan sejauh itu. Semoga saja Allah masih membukakan pintu taubat untuknya."
"Aamiin."
...~Bersambung~...
__ADS_1
...Jangan lupa dukunganya ya kawan!" Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....
...Terima kasih....