Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 65 Banyak Perubahan


__ADS_3

Perjalanan yang cukup melelahkan, membuat Alka tertidur pulas di dalam dekapan Summer. Bocah kecil itu merasa lelah setelah dia terus mengoceh menanyakan tentang keluarganya di kampung halaman. Karena yang dia tahu hanyalah orang tua Radid sebagai nenek dan kakeknya.


"Empat tahun tidak pulang, ternyata banyak yang berubah," gumam Summer seraya melihat ke luar jendela.


"Banyak sekali, sekarang jalan tol yang membelah bukit pun sudah jadi. Alka pasti suka saat nanti di bawa masuk ke dalam terowongan panjang," tutur Rain dengan tidak mengalihkan pandangannya dari jalan raya. Karena suasana jalan yang ramai, membuatnya harus fokus melihat ke depan.


"Apa rumahku kini sudah tidak berbentuk?" tanya Summer.


"Terakhir aku pulang saat ayah sakit, Rumahmu sedang direnovasi oleh tante kamu. Aku pikir kamu pulang,e tapi ternyata tidak," jawab Rain dengan melirik ke arah Summer.


Terus saja keduanya berbincang mengenang masa indah dulu saat sebelum hari itu ada. Sampai akhirnya Rain menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat asri. Meskipun sudah direnovasi di beberapa bagian, tetapi tidak membuat rumah Summer jauh berubah dari sebelumnya.


"Bunda sudah sampai ya?" tanya Alka dengan mengucek matanya.


"Iya, Sayang. Rain, sebentar! Aku ke rumah tante dulu. Kunci rumah aku titipkan sama tante. Alka sama Papa dulu ya!"


Baru saja Summer selesai bicara, terlihat seorang wanita paruh baya keluar dari rumah Summer. Ibu Kenanga tersenyum melihat Summer sudah sampai di kampung halamannya. Dia pun segera menghampiri keponakannya itu.


"Summer, syukurlah sudah sampai. Alka mana?" tanya Ibu Kenanga dengan wajah yang berbinar.


"Di dalam Tante. Alka ayo turun, Sayang! Salim sama Omah ya!" ujar Summer seraya mencium punggung tangan tantenya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, Omah." Alka langsung menghampiri wanita yang dia tahu sebagai Omah-nya. Dia pun mencium punggung tangan Ibu Kenanga dengan diikuti oleh Rain.


Setelah mereka cukup berbasa-basi, Summer dan yang lainnya langsung masuk ke dalam rmah untuk beristirahat. Namun Ibu Kenanga justru berpamitan untuk pergi ke mini market.


"Omah, Alka boleh ikut? Bunda, Alka mau ikut sama Omah," tanya Alka dengan wajah yang memelas.


"Ayo! Nanti kita beli es krim. Summer, gak apa ya Alka ikut sama Tante. Minimarket-nya juga gak jauh dari sini," ucap Ibu Kenanga.


"Iya gak apa, Tan. Alka nurut sama Omah ya!" pesan Summer sebelum Bu Kenanga pergi dengan Alka.


"Iya, Bunda. Alka mau nurut kho sama Omah," ucap Alka.


Anak kecil itu pun langsung naik ke motor matic Ibu Kenanga. Mereka pun langsung pergi ke minimarket untuk membeli bahan-bahan membuat kue. Namun, saat mereka akan berbelok menuju ke minimarket, tanpa sengaja Alka menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalan.


"Kenapa Alka?" tanya Ibu Kenanga kaget dengan apa yang Alka katakan.


"Bapak itu dompetnya jatuh."


Bu Kenanga pun langsung mengikuti apa yang Alka minta. Setelah Bu Kenanga menghentikan motornya, Alka segera berlari ke arah dompet itu. Dia langsung mengambilnya dan mengejar bapak-bapak yang tanpa sengaja menjatuhkan dompetnya.


"Tuan tunggu sebentar! Dompet Anda terjatuh," teriak Alka seraya berlari mengejar bapak-bapak itu.

__ADS_1


Pria paruh baya yang akan membuka pintu mobil, langsung menghentikan tangannya. Dia meraba ke kantong celananya dan melihat ke plastik belanjaanya. Benar saja, dia tidak bisa menemukan dompetnya. Pria paruh baya itu pun berbalik melihat ke arah Alka yang sedang berlari menghampirinya dengan dompet kulit asli berwarna coklat tua di tangannya.


"Nak, kamu menemukannya di mana?" tanya Pak Altair, pria paruh baya yang kehilangan dompetnya.


"Tadi Tuan menjatuhkannya di sana saat akan memasukkan ke dalam kantong celana," tunjuk Alka ke arah dompet itu tergeletak.


"Terima kasih, Nak! Siapa namamu? Kamu ke sini dengan siapa?" tanya Pak Altair seraya menerima dompet yang Alka berikan.


"Alka, Tuan. Alka ke sini sama Omah mau beli Es krim," jelas Alka dengan tersenyum.


"Apa ini cucu Anda Bu Kenanga?" tanya Pak Altair saat melihat Bu Kenanga mendekat ke arahnya.


"Iya, Pak! Ayo Alka kita ke dalam. Permisi, Pak!" pamit Bu Kenanga dengan menuntun Alka.


"Sebentar Bu! Alka, terima kasih ya! Ini sedikit untuk jajan." Pak Altair segera mengejar Alka dan memberikan lima lembar uang berwarna pink.


"Tidak usah, Tuan. Kata Bunda, kalau menolong orang itu harus ikhlas. Tidak boleh mengharapkan imbalan. Alka masuk dulu, Tuan!" pamit Alka dengan tersenyum ke arah Tuan Altair yang sukses membuat laki-laki itu terpaku di tempatnya.


Bagus sekali didikan orang tuanya. Dia berhasil mencetak seorang anak yang memiliki attitude baik. Seandainya cucuku seperti dia, tapi sayang Wilson tidak seperti anak laki-laki itu, batin Tuan Altair.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2