Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 23 Keputusan Summer


__ADS_3

Mentari sudah merangkak ke peraduannya. Langit pun nampak gelap tanpa rembulan yang menerangi. Terlihat suasana di meja makan nampak meriah karena kehadiran Billy yang memang sengaja di undang makan malam bersama.


"Om Biyyi, kenapa tidak makan sayung?" tanya Alka setelah mereka selesai makan malam. Tadi dia melihat kalau Billy tidak mengambil sayur yang dimasak oleh Summer.


"Om, kurang suka sayur. Ini juga sudah cukup," ucap Billy.


"Billy, ada hal yang ingin Abang tanyakan pada kamu. Apa kamu punya waktu senggang untuk kita berbicara?" tanya Radid basa-basi.


"Tentu saja ada, Bang. Sesibuk apapun, aku pasti akan meluangkan waktu untuk Abang," jawab Billy meyakinkan Radid


"Abang hanya ingin tahu, apa kamu serius ingin menikah dengan Summer?" tanya Radid dengan menatap lekat Billy.


"Aku serius, Bang. Kalau Summer bersedia menikah denganku, aku secepatnya akan menikahi dia," ucap Billy dengan penuh keyakinan.


"Summer sudah bersedia untuk menikah denganmu. Abang harap, kamu tidak mengecewakan Abang."


"Apa, Bang? Summer sudah bersedia?" tanya Billy dengan wajah sumringah.


"Iya, kalau kamu memang serius pada Summer, Abang menunggu kedatangan keluarga kamu untuk mempersunting Summer."


"Aku serius, Bang. Bukankah Abang juga tahu kalau selama ini aku selalu menunggu Summer mengatakan iya? Secepatnya aku akan membawa orang tuaku untuk melamar sepupu Abang." Billy tersenyum senang seraya melihat ke arah Summer yang sedang mengelap mulut Alka dengan tissue.


"Abang menunggu kabar baiknya Billy. Lebih cepat lebih baik, karena niat baik itu harus disegerakan." Wajah Radid terlihat serius saat melihat ke arah Billy.


"Baik, Bang. Mungkin akhir pekan ini. Karena sekarang orang tuaku sedang berada di luar negeri. Mama pasti senang saat beliau tahu, akan memiliki menantu secantik dan sebaik Summer." Billy tidak melepaskan pandangannya dari mama muda itu.


"Bang, apa keluarga Abang akan menerima kehadiran Alka? Karena aku tidak bisa jika harus berjauhan dengan Alka. Ke mana pun aku pergi, maka Alka akan ikut bersama aku," tanya Summer.


"Orang tuaku sudah tahu soal kamu dan Alka. Kamu tenang saja, pemikiran orang tuaku tidak kolot. Keluarga aku tidak terlalu mempermasalahkan masa lalu seseorang. Tetapi lebih melihat ke arah masa masa depan orang itu."

__ADS_1


"Terima kasih, Bang. karena mau menerima Alka sebagai bagian dari hidup aku." Summer tersenyum tipis. Dia memang selalu khawatir jika ada orang yang menolak kehadiran Alka. Apalagi, jika mengoloknya. Summer tidak bisa menerimanya.


"Baiklah, kalian lanjutkan ngobrolnya. Abang dan Mbak-mu ke kamar dulu." pamit Radid kemudian. "Alka, ayo ikut dengan ayah! Tadi siang Ayah sudah membeli mainan baru untuk Alka."


"Asyikkk ... Bunda, Aka ikut ayah ya!" Alka melihat ke arah Summer dengan penuh harap.


"Iya boleh, Sayang. Nanti kalau sudah waktunya bobo, bunda jemput ya!" Summer mencium pucuk kepala putranya sebelum Alka pergi bersama dengan Radid.


Kini tinggallah Summer dan Billy di meja makan. Wanita cantik itu pun mengajak berpindah duduknya ke ruang tengah. Karena meja makannya akan dibereskan oleh pembantu rumah.


"Summer, hari ini aku merasa sangat senang sekali. Aku senang karena penantian aku tidak sia-sia. Akhirnya kamu mengatakan kata iya." Billy memegang tangan kedua tangan Summer dan mengecupnya.


Sementara Summer, hanya bisa tersenyum manis. Dia bingung dengan perasaannya sendiri. Meskipun ada sebagian hatinya yang mengatakan iya. Namun sebagian lagi mengatakan tidak.


Semoga ini cara yang tepat untuk aku, agar bisa lepas dari bayang-bayang Rain, batin Summer.


"Terima kasih, Bang. Sudah bisa menerima aku dan Alka."


"Bisa saja, Bang."


Semoga saja, keputusan aku tepat dengan menerima Bang Billy untuk menjadi suamiku. Meskipun aku merasa belum yakin dengan perasaan aku. Tapi aku berharap Bang Billy bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk Alka


...***...


Keesokan harinya, Billy datang ke rumah Radid, untuk menjemput Summer berangkat ke sekolah. Hati Summer jadi menghangat saat mendapatkan setiap perhatian dari Billy. Apalagi sikap Billy yang selalu bisa membuat hati perempuan seakan dibawa terbang ke langit ke tujuh.


"Bunda, sudah siap?" tanya Billy yang mulai memanggil Bunda pada Summer sebagai panggilan sayangnya.


"Sudah, Bang. Alka, Bunda berangkat dulu. Mbak, titip Alka ya!"

__ADS_1


"Iya Summer, hati-hati di jalan!" pesan Hanna padaa sepupu iparnya itu.


Setelah berpamitan pada Hanna dan Alka, Summer pun langsung berangkat bersama dengan Billy. Mereka terus saja saling melempar senyum, merasakan ribuan kupu-kupu yang berterbangan di hati keduanya. Sampai saat mobil sudah terpakai rapi di depan gerbang sekolah barulah Billy berbicara.


"Summer, aku langsung berangkat ya!" pamit Billy


"Iya Bang terima kasih sudah mengantar aku." Summer tersenyum melihat ke arah Billy.


"Jangan berterima kasih! Sudah seharusnya aku mengantar jemput calon istriku. Rasanya aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat Menikah dengan kamu."


"Abang bisa saja, lamaran pun belum. Aku masih merasa khawatir, takut kedua orang tua Abang Tidak menyetujui pernikahan kita. Karena aku 'kan bukan perawan."


"Jangan seperti itu! Summer, udah aku bilang kalau orang tuaku bukanlah orang yang berpikiran kolot. Mereka membebaskan aku untuk memilih sendiri calon istriku."


"Iya Bang. Aku turun dulu ya!


Setelah mencium punggung tangan Billy, Summer pun turun dari mobil calon suaminya itu. Tanpa dia sadari, Rain terus saja melihat ke arah Summer, yang turun dari mobil Billy. Karena memang, laki-laki itu sengaja menunggu Summer .


Apa itu suami Summer, tanya hati Rain.


Dia terus saja memperhatikan Summer dan Billy. Terlihat jelas di mata Rain kalau mereka saling melempar senyum. Sungguh, Rain mereka sakit hati dan menyesal melihat semua itu. Ingin rasanya dia menghajar laki-laki yang telah merebut kekasih hatinya. Namun, Rain menahannya sebisa mungkin. Karena dia merasa tidak memiliki hak atas diri Summer.


Ternyata aku terlambat menemukan kamu. Ternyata kamu benar-benar sudah menikah dengan orang lain. Summer, meskipun aku berbicara seperti itu kemarin. Tapi sesungguhnya, aku tidak mau melihat kamu bersama dengan laki-laki lain. Mungkinkah aku masih memiliki harapan agar bisa bersama dengan kamu lagi?


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite ...


...Terima kasih....

__ADS_1


Sambil menunggu Summer-Rain update, yuk kepoin juga karya keren yang satu ini.



__ADS_2