Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 62 Rencana Pulang Kampung


__ADS_3

Rona bahagia terlihat jelas di wajah Alka. Anak laki-laki itu sangat menikmati kebersamaan dengan kedua orang tuanya. Apalagi Rain malah membawanya ke kebun binatang. Membuat Alka merasa sangat senang bisa melihat hewan-hewan di dalam kandang.


"Bunda lihat burungnya cantik-cantik ya, Bun!" seru Alka sangat berada di kandang burung kakatua blue Macau.


"iya Sayang. Kakaktua Blue Macau itu burung yang sangat langka di dunia ini. Dia burung yang cerdas tapi sayang populasinya sudah hampir punah," jelas Summer seraya melihat ke arah burung itu.


"Gitu ya, Bun! Padahal Alka pengen bawa satu ke rumah, Bun."


"Tidak boleh sayang, blue Macau itu dilindungi oleh negara. Kita lihat ke sana yuk!" ajak Rain seraya menggendong Alka.


Mereka pun terus berpindah dari satu hewan ke hewan lainnya. Melihat semua penghuni kebun binatang yang selalu bisa membuat mereka merasa takjub. Sampai akhirnya rasa lelah datang mendera. Saat hampir semua hewan yang ada di sana sudah mereka lihat.


"Papa, Alka haus."


"Kita belum minum dulu yuk!" ajak lain dengan membawa Alka dan Summer ke penjual minuman yang ada di area kebun binatang.


Setelah mendapatkan minuman yang mereka inginkan, ketiganya pun mencari tempat untuk mau istirahatkan badannya sejenak. Akhirnya tanah rerumputan di bawah pohon rindang menjadi pilihan mereka.


"Papa, nanti aku pengen main ke pantai pengen lihat lumba-lumba," pinta Alka saat ketiganya sudah duduk merumput.


"Boleh, liburan ke pulau Dewata juga, Papa turuti."


"Asik Papanya Alka baik sekali. Bunda juga diajak ya Pah!"

__ADS_1


"Pasti dong! Masa iya harus kita tinggalkan. Summer habis dari sini mau main ke mana lagi?"


"Pulang saja, aku merasa sudah sudang lelah."


...***...


Hari pun begitu cepat berganti. Kini hubungan Summer dan Rain sudah kembali seperti dulu saat mereka belum berpisah. Hanya saja, kini keduanya sama-sama membatasi diri. Agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti dulu.


Rain pun terkadang menginap di rumahnya. Namun, dia lebih sering hanya ikut makan malam. Karena Rain merasa tidak enak hati pada Radid, jika dia melanggar ucapannya sendiri. Seperti saat ini, dia langsung ke rumahnya sepulang dari kantor.


"Assalamu'alaikum," ucap Rain diambang pintu.


"Wa'alaikumsalam," jawab Summer yang sedang membereskan mainan Alka di ruang tamu. Karena tadi Shello datang berkunjung bersama dengan putrinya.


"Sepi sekali, Alka sama Mbak Hanna ke mana?" tanya Rain saat Summer sudah membukakan pintu.


"Nanti kita buat adik bayi yang lucu buat Alka. Summer, masa iddah kamu berapa lama lagi?" tanya Rain seraya menatap lekat Summer.


"Aku tidak mengalami masa iddah karena aku dan Billy belum pernah bercampur," ucap Summer seraya menundukkan kepalanya.


"Apa? Kamu dan Billy ... Belum melakukan hal itu?" tanya Rain kaget dan dijawab anggukan oleh Summer. "Alhamdulillah ... Aku pun sama Summer. Aku tidak pernah menyentuh Yasmin sedikit pun. Karena hanya kamu yang aku inginkan di dunia ini."


Wajah Rain terlihat sumringah mendengar apa yang Summer katakan. Dia benar-benar tidak menyangka kalau dia dan Summer sama-sama tidak melakukan hal intim dengan pasangan mereka. Mereka seperti sudah terikat, tidak bisa berpaling pada yang lain. Meskipun raga keduanya pernah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kamu tahan, padahal Yasmin ...." Summer tidak melanjutkan ucapannya, saat jari telunjuk Rain menempel di bibirnya.


"Karena hanya kamu yang aku inginkan. Meskipun banyak wanita cantik di dunia ini, tapi aku hanya menginginkan kamu." Rain menarik Summer hingga wanita cantik itu, kini berada di pangkuannya. "Summer, kita pulang kampung ya! Aku ingin membawa Alka untuk ketemu dengan ayah."


"Rain apa kamu yakin? Bagaimana kalau Ayah kamu menolak kehadiran Alka? Apa kamu akan memilih untuk menuruti ayahmu? Saat beliau menyuruh kamu untuk meninggalkan aku dan Alka?" tanya Summer dengan menatap lekat wajah Rain.


"Tidak Summer! Apapun yang terjadi, aku akan tetap memilih kamu."


"Apa kamu yakin??!"


"Aku sangat yakin. Aku tidak akan pernah mengulang kebodohanku lagi. Percayalah Summer! Aku pasti akan memperjuangkan kalian."


"Terima kasih, Rain!"


"Jangan berterima kasih! Karena sudah menjadi kewajibanku untuk menjaga kamu dan Alka. Akhir pekan ini, kita pulang ya!"


"Rain boleh aku kasih saran? Kalau kamu serius sama aku dan mau memperjuangkan aku serta Alka, lebih baik kamu tanyakan dulu pada orang tua kamu, apakah mereka setuju kalau kamu kembali sama aku?"


"Baiklah aku akan mengikuti apapun yang kamu katakan. Mungkin weekend ini aku yang pulang lebih dulu atau kamu juga ikut tapi nanti kamu menginap di rumahmu dulu. Saat aku sudah berbicara dengan ayahku, baru kalian akan aku ajak ke rumahku," usul Rain meyakinkan Summer.


"Baiklah, aku setuju!"


...~bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya! Klik like, comment, repot keep dan favorite ...


...terima kasih....


__ADS_2