Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 81 Cukup Menjadi Istriku


__ADS_3

Berita tentang skandal Yasmin dengan seorang sutradara terkenal di negeri menjadi berita hangat. Bahkan keluarga wanita cantik itu pun sudah mengetahuinya. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, rahasianya sebagai wanta panggilan akhirnya terungkap. Mau tidak mau Yasmin harus berurusan dengan kepolisian.


Sementara Topan dengan setia menemani ibu dari anaknya itu. Dia berusaha membebaskan Yasmin dengan uang tebusan yang tidak sedikit. Namun, demi masa depan putranya dan demi orang yang dicintainya, Topan rela melakukan hal itu.


"Topan, terima kasih kamu sudah membantuku. Apa yang harus lakukan untuk membalas semua kebaikan kamu," ucap Yasmin saat dia dijemput oleh Topan dari kantor polisi.


"Yakin kamu ingin membalasnya?" tanya Topan dengan menatap dalam Yasmin.


"Yakin!"


"Baiklah! Kalau memang kamu ingin membalas semua kebaikan aku. Kamu cukup menjadi istriku dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak aku. Aku hanya ingin, kamu bisa hidup lebih baik Yasmin. Aku tahu, aku salah karena telah merampas mahkotamu saat kita masih sekolah dulu. Tapi aku serius dengan perasaan aku sama kamu."


"Soal itu, akan aku pikirkan dulu. Bagaimana keadaan Wilson?" tanya Yasmin langsung mengalihkan pembicaraan.


"Wilson baik. Dia ada di rumahku. Tinggal saja di rumahku. Karena rumah kamu sudah hancur oleh amukan masa. Tetangga kamu marah besar karena di lingkungan mereka ada ...."


"Pelakor, wanita murahan? Heh ... Mereka pikir hanya aku saja yang hina. Padahal ...." Yasmin tidak melanjutkan ucapannya. Dia hanya tersenyum miring mengingat rumah yang dia beli dari hasil melayani para pria hidung belang kini hancur oleh tetangganya. Padahal tidak hanya satu dua, laki-laki di komplek tempat dia tinggal yang pernah menjadi pelanggannya.

__ADS_1


"Sudahlah! Lupakan semuanya! Ayo, kita bersama-sama memperbaiki semuanya dan memulai hidup baru sebagai keluarga yang bahagia."


Yasmin tidak menyahut ucapan Topan. Dia masih belum bisa menerima laki-laki itu. Karena Topan, yang dulu pernah merenggut kehormatannya. Laki-laki itu pula yang menjebaknya dan kembali menjamah dia saat sudah menikah dengan Rain. Sehingga Yasmin harus mengandung benih laki-laki itu.


Semua laki-laki itu sama. Tidak ada yang mencintai aku dengan tulus. Topan begitu tergila-gila dengan tubuhku, sedangkan Rain, laki-laki yang aku cintai, sedikitpun tidak pernah menghargai perasaan aku. Makanya aku memutuskan untuk mempermainkan para lelaki hidung belang dengan tubuhku. Tapi sekarang, semua orang sudah tahu. Bagaimana dengan Wilson? Dia pasti akan menanggung malu saat semua orang menunjuknya sebagai anak dari wanita murahan seperti aku, batin Yasmin.


Tanpa terasa, mobil yang Topan bawa sudah sampai di sebuah rumah yang bergaya klasik. Ada beberapa patung hewan buas yang menghiasi sudut taman rumah itu. Topan pun segera menghentikan mobilnya tepat di depan pintu masuk ke rumahnya.


"Ayo kita turun! Wilson pasti sedang tidur siang. Oh iya aku lupa. Besok Rain dan Summer akan menikah. Kemarin tidak sengaja bertemu dengan Rain dan dia mengundang aku," ucap Topan dengan melihat ke arah Yasmin yang terlihat masih melamun.


"Apa katamu? Rain mau menikah?" tanya Yasmin kaget.


"Tidak akan! Baiklah Topan, kalau mereka bisa bahagia, kenapa aku tidak bisa bahagia? Aku akan mencoba hidup denganmu dan Wilson. Kalau nanti aku tidak bahagia, maka aku akan pergi dari hidup kamu."


"Terima kasih Yasmin!" Topan langsung memeluk wanita yang duduk di sampingnya. Meskipun dia tahu Yasmin tidak mencintainya, tapi Topan yakin, suatu hari nanti wanita itu akan menerima dia apa adanya


Merasa tidak puas jika hanya memeluk Yasmin, Topan pun mengambil ciuman wanita cantik itu. Dengan sukarela Yasmin pun membalas ciuman laki-laki itu. Mereka sama-sama terbuai dengan suasana yang mereka ciptakan. Sampai akhirnya suara gedoran di jendela mobil, membuat keduanya saling melepaskan diri.

__ADS_1


"Papa, Papa ... Wison bisa bikin yobot!" teriak Wilson.


Yasmin dan Topan hanya saling memandang. Setelah merapikan penampilan mereka dan membersihkan sisa saliva, keduanya pun segera turun dari mobil. Terlihat Wilson membawa mainan lego yang sudah dia bentuk menjadi robot ciptaannya.


"Mama ...." Wilson langsung memeluk Yasmin saat melihat wanita cantik itu keluar dari mobil. Anak laki-laki itu merasa sangat bahagia melihat mamanya turun dari mobil.


"Sayang, kamu baik Nak?" Yasmin memeluk Wilson dan menciumi wajah putranya. Meskipun awalnya dia tidak menginginkan kehadiran anak laki-laki itu, tetapi saat dia melihat bayi kecil yang begitu bergantung padanya, jiwa keibuannya jadi terpanggil. Meskipun memang, dia tidak telaten seperti ibu-ibu yang lainnya.


"Wilson, ajak Mama ke dalam! Dia akan tinggal bersama dengan kita," suruh Topan pada putranya.


"Hoyeyy ... Mama akan tinggang si sini. Wison betah tinggang di sini, Mah."


"Iya, Sayang. Mama akan tinggal di sini dan menemani Wilson main. Biar Papa kamu saja yang mencari uang yang banyak untuk kita," sindir Yasmin dengan melirik ke arah Topan.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan kalian kekurangan."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2