Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 37 Pesan Radid


__ADS_3

Wajah-wajah tegang kini terlihat jelas di ruang tamu rumah Radid. Billy tidak langsung pulang setelah tadi adu jotos dengan Rain. Karena ada yang ingin laki-laki itu sampaikan pada Summer maupun Radid.


"Bang Radid, tolong persiapkan segala sesuatunya, lusa aku akan menikah dengan Summer," ucap Billy tiba-tiba.


"Apa? Lusa? Kamu gak salah? Bukankah waktu itu kamu ingin memundurkan pernikahan kalian sampai pertengahan tahun?"


"Tidak, Bang. Pekerjaanku di luar kota sudah beres. Lebih baik dipercepat, sebelum Summer berubah pikiran." Billy melirik ke arah Summer yang sedang menundukkan kepalanya.


"Baiklah! Bukankah hanya pernikahan sederhana?"


"Iya, Bang. Biar resepsinya nanti menyusul saja. Summer, apa kamu keberatan?" tanya Billy dengan melihat ke arah Summer.


"Tidak, Bang! Bukankah dari awal aku sudah bersedia menikah dengan Abang. Kalau soal papanya Alka, aku berteman dengannya demi kebaikan Alka."


"Aku juga bisa menjadi papa yang baik buat dia," sanggah Billy.


"Sudah, sudah. Jangan dibicarakan lagi masalah itu. Sekarang kamu pulang saja dulu. Tidak enak dilihat tetangga," ucap Radid segera menengahi.


"Baik, Bang. Kalau begitu aku pulang dulu. Ingat Summer, tidak boleh dekat dengan dia lagi!" Billy memberi peringatan pada Summer sebelum dia pulang.


Tentu saja hal itu membuat Radid menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka Billy yang selalu terlihat ramah akan berbuat kasar seperti itu. Laki-laki itu menghela napas dalam melihat kepergian Billy.


Kenapa aku jadi ragu dengan sifat tempramen Billy. Semoga saja saat sudah menikah dengan Summer nanti, dia tidak seperti itu, batin Radid.


"Bang, aku ke kamar dulu! Apa Alka sudah tidur?" pamit Summer.


"Alka sedang bersama dengan Mbak kamu. Summer, duduk dulu! Abang mau bicara sebentar."


Summer pun mengikuti apa yang sepupunya katakan. Dia kembali duduk dan siap mendengarkan apa yang akan Radid katakan. "Ada apa, Bang?" tanyanya.


"Abang hanya mau bilang, jangan terlalu sering pergi dengan Rain. Abang tahu kalau kamu bisa menjaga diri dan tidak terjebak dengan masa lalu kamu, tapi pemikiran orang yang melihat kedekatan kalian pasti lain. Karena mereka tahu dari apa yang mereka lihat saja." Radid menatap lekat Summer sebelum dia melanjutkan ucapannya.


"Abang juga tahu, sosok Rain sangat berarti buat Alka. Tapi kamu juga harus bisa menolak ajakan Rain, jika dia mengajak kamu untuk jalan berdua. Abang tidak mau kejadian tadi terulang lagi. Selain itu, kamu harus bisa meluluhkan hati Billy. Sepertinya, dibalik sikapnya yang lembut, dia menyimpan sesuatu yang tidak kita ketahui."


"Baik, Bang. Aku mengerti! Aku memang salah karena menyetujui ajakan Rain. Aku minta maaf untuk kegaduhan tadi," sesal Summer.


"Iya, sekarang istirahatlah! Abang juga mau tidur. Pasti Alka sudah tidur di kamar Abang."

__ADS_1


"Bang, tolong pindahkan ke kamarku!"


"Biarkan saja. Dia harus mulai terbiasa tidak tidur dengan kamu karena sebentar lagi, kamu akan menikah. Sudah pasti Billy tidak ingin diganggu oleh Alka."


Summer hanya tersenyum samar. Dia jadi pusing mmeikirkan pernikahannya dengan Billy. Keyakinannya mulai berkurang kalau Billy akan menerima kehadiran Alka dengan suka rela. Dia jadi khawatir apa yang dikatakn oleh Radid menjadi nyata.


"Semoga saja Bang Billy seperti Bang Billy yang kemarin-kemarin," gumam Summer.


Dia langsung menuju ke kamarnya untuk mengambil perlengkapan mandinya. ME5skipun sudah larut malam, Summer tetap memilih untuk mandi. Karena dia tidak akan bisa tidur jika badannya terasa lengket.


Setelah menyelesaikan acara mandinya, dia merebahkan tubuhnya. Ingin rasanya dia cepat tidur, tetapi matanya seolah enggan terpejam. Summer pun memilih untuk menulis cerita karena pembacanya sudah banyak yang mmeinta untuk update.


Namun, saat dia sedang asyik merangkai kata, ada sebuah notifikasi pesan masuk dari Rain. Summer pun tergoda untuk membukanya. Karena dia tidak bisa memungkiri perasaannya yang khawatir pada keadaan Rain.


Papa Alka


[Belum tidur?]


^^^[Belum, masih ngetik]^^^


[Summer, apa Billy menyakitkan kamu?]


[Aku hanya merasa cemas, dia kasar sama kamu]


^^^[Bagaimana keadaan kamu]^^^


[Baik, hanya bibirku sobek sedikit]


^^^[Sudah diobati?]^^^


[Sudah, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku]


Summer tidak membalas kembali chat dari Rain. Dia memilih untuk melanjutkan menulis. Setelah dia dapat menyelesaikan satu bab, Summer pun memilih untuk tidur.


...***...


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Billy sudah datang ke rumah Radid. Dia mau mengajak Summer mencari baju kebaya yang pas untuk acara pernikahan mereka besok. Namun, Billy meminta Alka untuk tidak ikut. Meskipun anak kecil itu merengek.

__ADS_1


"Om Billy, Alka ikut ya!" pinta Alka dengan wajah yang memohon.


"Alka sama ibu dulu ya! Om khawatir pulangnya lama, karena Bunda sama Om mau sekalian foto prewedding. Takutnya lama, nanti Alka bosa di sana," rayu Billy. "Nanti saja Om ajak jalan-jalan ke Disneyland ya!"


"Bunda, Alka boleh ikut?" Bukannya menanggapi ucapan Billy, Alka justru meminta ijin pada Summer yang baru datang.


"Bang, apa Alka boleh ikut?" Summer menggendong Alka dan membawanya duduk di sofa.


"Summer, kita langsung foto prewedding. Pasti lama. Bagaimana kalau nanti Alka rewel dan minta pulang?"


"Alka gak rewel kho, Om. Alka mau jadi anak baik," sanggah Alka tidak terima dengan tuduhan Billy.


"Sudah, Alka sama ayah saja ya! Kita hias rumah ini biar cantik buat besok acara nikahan Papa dan Bunda kamu," ucap Radid langsung menengahi.


"Papa sama Bunda mau nikah biar kayak Ayah sama Ibu?" tanya Alka antusias.


"Makanya kita hias rumah dulu, biar besok rumahnya jadi cantik."


"Oke deh, Bunda. Alka mau sama ayah saja. Yuk Ayah kita hias rumahnya!" ajak Alka dengan menarik tangan Radid.


Summer hanya terdiam mematung. Dia merasa kalau Alka sudah salah paham dan mengira dia akan menikah dengan papa kandungnya. Namun, Summer pun tidak bisa meluruskannya sekarang karena dia harua cepat-cepat pergi mengurus persiapan pernikahannya.


"Ayo, Summer! Mumpung Alka tidak rusuh lagi," ajak Billy dengan menarik tangan Summer.


Wanita cantik itu pun hanya mengikuti ke mana Billy membawanya pergi. Dia hanya tersenyum pada Billy saat mereka saling beradu pandang. Sampai akhirnya, Billy bertanya kepadanya.


"Summer, sejak kapan Alka bertemu dengan ayah kandungnya?"


"Dari sebelum kita tunangan. Tapi dulu, dia tidak tahu kalau Alka putranya. Hanya baru-baru ini Rain mengetahuinya."


"Apa karena ingin lepas dari dia akhirnya kamu menerima lamaran aku?"


"Bukan seperti itu. Aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan kembali padanya. Sementara ada laki-laki lain yang tulus menyayangi aku dan Alka."


"Pilihan kamu memang tepat, Summer. Laki-laki yang tidak bertanggungjawab seperti dia tidak boleh diberi kesempatan dua kali. Karena saat sudah berkhianat satu kali, maka akan ada yang kedua, ketiga dan seterusnya."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2