Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 24 Lamaran


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu oleh Billy pun telah tiba waktunya. Dia terlihat begitu bahagia karena hari ini akan melamar Summer. Dengan berbalut baju batik yang berharga fantastis, Billy dan kedua orang tuanya datang ke rumah Radid untuk melamar Summer.


Tidak lupa buah tangan yang dibawa olehnya, membuat Radid dan Hanna jadi tercengang. Bagaimana tidak, barang-barang branded limited edition menjadi hantaran lamaran untuk Summer.


"Tuan, Nyonya, silakan duduk! Maaf keadaan rumah kami berantakan," ucap Radid basa-basi saat menyambut kedatangan orang tua Billy.


"Tidak apa. Rumah kami pun tidak serapih rumah Anda. Meskipun sederhana, tetapi sangat nyaman. Penataan barangnya sangat enak dipandang," ucap Nyonya Rose, ibunya Billy.


"Benar, apa yang istri saya katakan. Rumah Anda membuat orang yang berkunjung menjadi enggan pulang. Pantas saja putraku selalu ingin main ke sini. Selain karena ingin bertemu dengan gadis cantik ini, suasana di sini juga sangat nyaman," puji Tuan Adnan, ayahnya Billy.


"Terima kasih, Tuan dan Nyonya sudah berkenan datang ke sini."


Terus saja Radid dan orang tua Billy berbincang-bincang sebagai perkenalan. Sementara Billy hanya diam saja, mendengarkan percakapan orang tuanya dengan Radid. Dia terlalu sibuk menikmati kecantikan Summer. Wajah yang biasanya hanya memakai bedak dan pelembab, kini terlihat semakin cantik dengan sentuhan make-up.


"Nak Radid, sebenarnya kami ke sini karena ingin meminta Nak Summer untuk menjadi istri putra bungsu kami, Billy. Apakah, Nak Summer berkenan menerima Billy untuk menjadi suami Nak Summer?" tanya Tuan Adnan to the points.


Semua mata memandang ke arah Summer. Menunggu jawaban dari wanita cantik itu. Sampai akhirnya Summer mengeluarkan suaranya.


"Saya bersedia," ucap Summer pelan. Dia langsung menundukkan kepalanya karena merasa malu. Seumur hidupnya, baru kali ini ada orang tua yang memintanya untuk menerima putra mereka sebagai suaminya.


"Syukurlah! Billy, ayo cepat pasangkan cincinnya!"


"Iya, Pah. Terima kasih Summer, sudah mau menerima aku." Billy menatap lekat wajah Summer yang terlihat memerah malu-malu.


Sungguh, di matanya Summer terlihat sangat menggemaskan. Ingin rasanya dia segera menikahi Summer dan menikmati malam panjang dengan wanita cantik di depannya. Namun, sebisa mungkin Billy menahannya ketika tiba-tiba hasrat itu datang menderanya.


Setelah kedua insan itu saling memasangkan cincin ke jari manis secara bergantian, Summer pun mencium punggung tangan Billy sebagai awal tanda baktinya menjadi calon istri Billy. Tentu saja hal itu membuat hati Billy menjadi semakin berbunga-bunga.


"Billy, Abang titipkan adik Abang padamu, tolong jangan disakiti hati maupun fisiknya. Jika Summer melakukan kesalahan. Tolong tegur baik-baik. Jika kamu sudah tidak menginginkannya lagi kamu boleh mengembalikannya pada Abang," pesan Radid setelah Summer dan Billy saling bertukar cincin.


"Abang jangan khawatir, aku pasti akan menjaga Summer dengan baik." Billy tersenyum manis seraya melihat ke arah Summer.


Mereka pun akhirnya larut dalam perbincangan untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang meriah. Namun, Summer menolaknya. Dia hanya ingin pernikahan yang sederhana. Setelah keluarga Billy menikmati makan malam di rumah Radid, mereka pun undur diri. Karena memang hari sudah malam.


Kini tinggallah Summer yang sedang membantu bibi membereskan sisa-sisa acara lamaran tadi. Sementara Alka terus saja memainkan ponsel bundanya, sedari tadi acara lamaran itu berlangsung. Dia sangat asyik berkirim pesan dengan Rain.


Editor March


^^^[Om, Alka bosan]^^^

__ADS_1


[Bosan kenapa?]


^^^[Gak boleh main di depan]^^^


[Alka, bunda lagi apa?]


^^^[Sama Om Billy]^^^


[Siapa Om Billy?]


^^^[Teman Bunda]^^^


[Apa Alka benar belum pernah bertemu papa Alka]


^^^[Benar, Om gak percaya?]^^^


[Iya, Om percaya. Yang di foto itu Alka sama siapa?]


^^^[Itu Bunda Alka, Om]^^^


[Apa Alka yakin?]


^^^[Om, gak percaya?]^^^


[Kalau, misalkan Om beneran papanya Alka, bagiamana?]


^^^[Aku suka, Om jadi papa Alka]^^^


[Apa bunda Alka, namanya Summer?]


^^^[Om tahu darimana?]^^^


[Jadi benar, Bunda Alka namanya Summer?]


^^^[Iya, Om]^^^


Astaga! Jadi selama ini aku sering berkirim pesan dengan anaknya Summer. Lalu siapa ayahnya? Sepertinya aku harus memastikannya. Apa mungkin Alka anakku? Tapi Summer tidak pernah bilang apapun. Mungkin juga, Summer menikah dan berpisah dengan ayahnya Alka karena sakit hati melihat aku menikah dengan Yasmin, batin Rain.


[Alka, nanti ajak Bunda ke taman ya! Om tunggu di sana. Tapi jangan bilang mau ketemu dengan Om]

__ADS_1


[Pesan ini juga, nanti Alka hapus ya! Agar Bunda tidak marah sama Alka.]


^^^[Iya, Om]^^^


[Sudah malam, Alka bobo dulu ya! Nanti kita berkirim pesan lagi, Oke!]


^^^[Oke, Om]^^^


Alka pun langsung mengikuti apa yang Rain katakan. Dia menghapus semua pesan percakapannya dengan Rain. Bersamaan dengan Summer yang masuk ke dalam kamar. Karena memang, sedari acara lamaran itu berlangsung, Alka di suruh untuk berada di kamar.


Bukan tidak ingin memperkenalkan Alka, tetapi Summer khawatir nanti Alka membuat ulah di depan orang tua Billy karena putranya itu jadi sering merajuk setelah tahu Summer akan menikah dengan Billy.


"Bunda, Om Biyyi udah puyang?" tanya Alka saat melihat Summer menghampirinya.


"Sudah, Sayang. Alka, nanti Om Billy dan Bunda akan menikah. Alka, nanti panggil papa ya sama Om Billy. Jangan panggil Om lagi!"


"Bunda, kenapa Bunda tidak menikah dengan Om Yain saja. Aka suka sama Om Yain."


"Sayang, tidak semua hal yang kita sukai bisa kita miliki. Ada kalanya kita harus memendam keinginan kita karena apa yang kita sukai sudah menjadi milik orang lain. Alka tahu kan, kalau kita tidak boleh mengambil milik orang lain tanpa ijin? Om Rain sudah menikah dan punya anak. Bunda tidak mungkin menikah dengan dia karena Om Rain sudah jadi milik orang lain," jelas Summer dengan nada lembut.


Dia yakin, meskipun Alka memang masih kecil. Akan tetapi, anaknya itu bisa mnegerti dari maksud ucapannya. Asalkan Summer bicara baik-baik pada Alka. Pasti putranya itu akan menurut sama dia.


"Ya udah deh, gak apa Om Biyyi jadi papa Aka. Tapi bunda, kayau Aka minta ijin sama isti Om Yain, apa boyeh Om Yain saja yang jadi papa Aka."


"Sayang, kalau ada anak yang minta Bunda dari Alka untuk jadi mamanya dan pergi meninggalkan Alka, apa Alka akan mengijinkan?"


"Gak boyeh! Bunda punya Aka," ketus Alka langsung memeluk Summer.


"Mungkin, istri Om Rain juga akan seperti Alka. Tidak akan mengijinkan bunda untuk memiliki suaminya. Anaknya Om Rain juga, pasti tidak akan setuju kalau Alka mengambil papanya."


"Padahang Aka suka sama Om Yain. Yebih suka dayi Om Biyyi. Ya udah deh, Aka mau ke taman saja kayau Bunda yibung sekoyah."


"Iya, Sayang. Nanti Bunda temani. Sekarang, ayo Alka tidur!"


"Tapi gak boyeh ajak Om Biyyi."


"Iya, hanya Alka sama Bunda yang ke sana."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2