Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 51 Tertangkap


__ADS_3

Hawa dingin yang menusuk ke kulit, membuat bocah kecil yang sedang tertidur perlahan membuka matanya. Alka langsung bangun dan terduduk. Tangannya dia pakai untuk menggosok matanya. Saat dia sudah bisa menetralkan penglihatannya, Alka pun mengedarkan pandangan melihat ke sekeliling kamar.


"Papa ... Papa dimana?" panggil Alka. Dia pun beranjak menuju ke kamar mandi. Namun, apa yang dicarinya tidak dapat dia temukan.


"Papa ke mana? Kenapa tinggalin Alka?" gumam Alka dengan mencari tab untuk mencari keberadaan papanya.


Tidak butuh waktu lama, dia sudah menemukan keberadaan Rain. Setelah Alka memperbesar titik koordinat yang ada di layar ponselnya, Alka melihat Summer sedang bersama dengan papanya. Dia pun segera menghubungi papanya.


"Hallo Papa! Alka mau ketemu sama Bunda," ucap Alka setelah panggilan teleponnya diterima oleh papanya.


"Udah bangun, Nak? Ya sudah Papa pulang sekarang. Lihat siapa yang ada di samping Papa!"


"Alka sudah tahu."


"Baiklah! Putra Papa memang pintar. Papa pulang sekarang ya!


"Hallo Alka, ini Bunda, Nak!" Summer segera merebut ponsel Rain sebelum laki-laki itu menutup panggilan telepon dari putranya.


"Bunda, Alka kangen!" terdengar suara Alka yang berubah menjadi manja.


"Iya, Sayang. Bunda ikut Papa ke sana. Bunda tutup dulu ya!"


"Iya, Bunda."


Setelah menutup panggilan telepon dari Alka, Rain dan Summer pun bergegas menuju ke hotel. Namun, saat mereka sampai di lorong hotel, Terlihat dari jauh Billy sedang berjalan dengan mengandeng wanita cantik yang Summer tahu sebagai mantan kekasih suaminya.


Summer langsung berbalik arah, masuk ke lorong hotel yang lain. Dadanya bergemuruh hebat, antara takut, kesal dan marah bercampur jadi satu. Sementara Rain yang langsung mengerti keadaan Summer, langsung berpura-pura memojokkan wanita cantik itu dan terlihat seperti orang yang sedang berciuman.


"Sebentar Summer, sampai suami kamu lewat. Kita tidak bisa lari kemana-mana. Karena ujung lorong ini lift yang tertutup rapat," bisik Rain pelan.


Benar saja, Billy hanya melewati mereka begitu saja. Dia dan Vera langsung masuk ke dalam lift. Namun, saat lift akan tertutup rapat, Billy tanpa sengaja melihat sedikit dari celah lift wajah Summer. Dia akan keluar lagi dari lift, tetapi pintu lift langsung tertutup rapat.


Sementara Summer yang menyadari kalau Billy melihatnya, dia langsung menarik tangan Rain agar bergegas menuju ke kamar laki-laki itu. "Ayo, Rain! Billy melihat kita."

__ADS_1


"Tenang Summer! Kamu aman bersamaku," ucap Rain berusaha menenangkan mantan kekasihnya.


Summer tidak bicara lagi. Pikirannya terus berkecamuk, Saat sudah masuk ke dalam kamar Rain, barulah dia berbicara, "Alka, Bunda datang!"


"Bunda!!!" teriak Alka sambil berlari memburu Summer. Dia langsung masuk ke dalam pelukan Summer, saat wanita cantik itu merentangkan tangannya. "Bunda, kenapa Bunda tidak datang menemui Alka?"


"Maaf, Sayang. Bunda tidak mau Alka terlibat dengan masalah Bunda,"" ucap Summer sendu. Di mengelus rambut hitam legam legam Alka dan mencium pipi Alka bergantian.


"Sayang, makan dulu ya! Nih Papa sudah bawa sarapan untuk Alka!" sela Rain dengan menyimpan kantong makanan yang dibawanya.


Alka dan Summer pun langsung menghampiri rain yang sudah lebih dulu duduk di sofa. Dengan telaten Summer pun menyuapi Alka makan. Tanpa terasa setitik air matanya jatuh di pipi. Sungguh Summer jadi merindukan saat-saat dulu sebelum semua kekacauan dalam hidupnya terjadi.


"Bunda, jangan nangis! Kalau Papa Billy jahat sama Bunda, nanti Alka yang akan jagain Bunda."


"Terima kasih, Sayang. Bunda sayang banyak-banyak sama Alka. Maafkan Bunda ya! Dulu Bunda tidak mau mendengarkan permintaan Alka."


"Tidak apa, Bunda. Alka sayang sama Bunda. Nanti Bunda ikut pulang sama Papa sama Alka ya!"


Summer tidak menjawab ajakan dari putranya. Dia hanya tersenyum pada Alka. Sampai akhirnya sarapan Alka habis tak bersisa. Sementara Rain yang melihat Alka makan dengan lahap, dia hanya tersenyum tipis. Rain mengerti, ikatan batin ibu dan anak itu sangat kuat, sehingga saat mereka berpisah, keduanya terlihat seperti tidak bersemangat.


"Terima kasih, Rain. Tapi aku ...." Summer tidak melanjutkan ucapannya saat Rain langsung memotongnya.


"Jangan menolak Summer! Apa kamu mau kembali pada Billy?" tanya Rain dengan menatap lekat Summer.


"Tidak akan! Aku hanya takut, dia membuktikan ancamannya."


"Kamu tenang saja, aku pasti akan menjaga kamu."


"Baiklah! Aku akan membereskan dulu barang-barang aku di kamar


Summer pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya. Dia tidak mengajak Alka ikut serta.


Entahlah, dia merasa akan terjadi sesuatu hal yang tidak dia ketahui kejadiannya seperti apa.

__ADS_1


Summer berjalan mengendap menuju ke kamarnya. Hatinya terus saja berdebar khawatir Billy akan mengetahui keberadaannya. Sampai akhirnya dia masuk ke dalam kamarnya, Summer sedikit mengerutkan keningnya, karena ternyata kamarnya tidak terkunci.


Namun, keheranan tidak berlangsuung lama, karena kini Summer dibuat kaget setengah mati saat ada sebuah tangan kekar tang menariknya dari samping saat di baru saja masuk ke dalam kamar.


"Bagus ya Summer! Kamu kabur dari rumah dan bermalam di hotel bersama dengan mantan kekasihmu. Kamu benar-benar cewek liar," geram Billy dengan mencengkeram tangan Summer kuat.


"Apa kamu bilang? Aku liar? Apa kamu gak bisa ngaca dengan kelakuan kamu sendiri? Bukankah aku sudah menyimpan surat perceraian kita di atas nakas?"


"Enak sekali kamu bicara. Aku belum mendapatkan apa-apa dari kamu, tapi kamu sudah meminta cerai."


"Untuk apa aku memberikannya padamu, kalau setiap malam kamu sudah mendapatkannya dri wanita lain. Aku tidak yakin kamu bersih, Billy. Setelah kamu terus berpindah dari lubang satu ke lubang lainnya."


"Lancang kamu bicara seperti itu padaku."


Seperti orang kesetanan, Billy langsung menampar Summer bolak-balik. Tidak puas hanya dengan menampar, dia pun langsung mendorong dan menendang istrinya.


Billy benar-benar kalap mendapatkan tuduhan itu dari Summer. Dia tidak terima kalau dirinya dikatakan kotor. Karena dia selalu merasa bermain cantik. meskipun sering berganti-ganti pasangan kencan.


"Brengsekk kamu Billy! Aku menyesal menikah dengan kamu," ucap Summer dengan berusaha lari keluar dari kamarnya.


Namun, Billy segera menangkap kembali Summer. Bersamaan dengan Alka yang masuk ke dalam kamar bundanya. Anak laki-laki itu sangat terkejut melihat Billy sedang menyiksa Summer. Dia langsung berteriak di tempatnya.


"PAPAAAA TOLONGGG BUNDAAAA."


Rain yang baru keluar dari kamarnya langsung berlari ke arah Alka. Tanpa bicara lagi, Rain langsung mendorong Billy yang sedang mencekik leher Summer. Kini keadaan sudah berbalik, Rain yang membabi-buta memukuli Billy. Sementara Alka langsung menghubungi keamanan setempat sebelum dia menghampiri Summer yang tergeletak tidak berdaya.


"Bajingann kamu Billy! Beraninya hanya sama perempuan. Sini lawan aku! Kamu pikir aku akan takut dengan kekuasaan yang kamu miliki."


"Hentikan, Mas! Jangan membuat keributan di hotel!" ucap petugas keamanan yang baru saja datang.


Aku terlalu nekat ingin membuktikan sendiri apa yang Yasmin katakan, batin Summer sebelum dia hilang kesadarannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, dan favorite....


...Terima kasih....


__ADS_2