Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 82 Sah


__ADS_3

Suasana sakral menyelimuti sebuah mesjid terbesar di asia tenggara. Terlihat Rain dengan gagahnya duduk di depan penghulu. Dengan suara lantang dan satu tarikan napas, Rain mengucapkan ijab kabul. Membuat semua orang yang hadir di acara akad nikah Rain dan Summer begitu serius mendengarkan


"Saya terima nikah dan kawinnya Summer Lavigne binti Rigel Dewangga dengan maskawin Emas murni seberat dua ratus satu gram dibayar tunai."


"Bagaimana saksi, sah?" tanya Penghulu yang menikahkan mereka.


"Sah!" Kompak semua orang yang hadir di sana.


"Alhamdulillah," ucap kedua pengantin dan para hadirin dengan penuh rasa syukur.


Dengan diapit oleh Bu Kenanga dan Juliet, Summer pun berjalan ke arah Rain. Semua mata yang memandang terlihat takjub dengan kecantikan yang terpancar di wajah Summer. Apalagi Rain, dia sampai tidak berkedip melihat Summer memakai kebaya putih yang menjuntai ke lantai. Sampai akhirnya, Radid menyenggol Rain.


Dia tersenyum ke arah Summer dan mengulurkan tangannya. Secepatnya Summer menyambut uluran tangan Rain dan mencium punggung tangan laki-laki itu. Sementara Rain mengecup kening Summer lama. Hati keduanya diliputi dengan penuh keharuan dan kebahagiaan yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata.


Setelah kedua pengantin baru duduk kembali, Pak Penghulu pun memimpin doa untuk kebaikan pasangan pengantin baru. Dilanjutkan dengan nasihat pernikahan. Rain dan Summer begitu meresapi apa yang Pak penghulu itu katakan. .


"Pernikahan akan bahagia ketika kita mencintai orang yang kita nikahi. Saat seseorang memutuskan untuk menikah, hendaklah untuk menurunkan ego kedua belah pihak. Saling memaafkan atas semua kesalahan yang dilakukan oleh pasangan. Karena pernikahan yang baik itu sebuah penyatuan dua orang yang saling memaafkan."


Tanpa terasa setitik air mata menetes dari pelupuk matanya. Air mata kebahagiaan dan penuh rasa syukur. Karena akhirnya mereka bisa bersatu. Meskipun harus melewati begitu banyak cobaan.


Selesai acara akad nikah dan foto-foto bersama keluarga, Rain dan Summer pun menuju ke hotel JS yang berada di daerah pesisiran pantai utara. Sebuah hotel bintang lima dengan view lautan lepas menjadi tempat resepsi pernikahan mereka.


Alka yang sedari tadi bersama dengan Apih dan Amih-nya tersenyum cerah karena akhirnya dia bisa tinggal bersama dengan kedua orang tuanya. Sebuah keluarga yang dia impikan, kini menjadi nyata.


"Terima kasih Ya Allah! Papa dan Bunda akhirnya menikah. Alka jadi seperti Dek Jia yang tinggal dengan mama dan papanya," ucap Alka dengan menengadahkan kedua telapak tangannya.


"Alka senang, Nak!" tanya Bu Astrid melihat ke arah Alka.


"Sangat senang Amih. Sekarang Alka bisa bilang sama teman-teman kalau Alka sudah punya Papa dan Bunda yang sayang sama Alka. Punya Amih dan Apih juga. Punya Ayah dan Ibu, kakek dan nenek. Alka sangat bahagia."

__ADS_1


Alka terus saja berceloteh dengan nenek dan kakeknya. Sampai akhirnya netra pekatnya menangkap sesuatu yang tidak biasa. Dia melihat Hanna terus menerus meringis seperti menahan sakit.


"Bu, Ibu kenapa?" tanya Alka melihat ke arah ibunya.


"Perut ibu sakit, Sayang!" sahut Hanna dengan menahan rasa mulas yang terus datang dan tenggelam.


"Apa kamu mau melahirkan?" tanya Bu Astrid dengan menatap lekat pada Hanna. "Kandungan kamu sudah berapa bulan?"


"Ini minggu ke tiga puluh tujuh."


"Sepertinya benar kalau kamu mau melahirkan. Alka, cepat panggil ayah Radid!" suruh Bu Astrid.


"Biar sama Papa saja, Mah!


Setelah Radid diberitahu tentang Hanna yang akan melahirkan, laki-laki itu pun segera membawa istrinya ke rumah sakit. Sementara Tuan Altair dan Bu Astrid, akhirnya menggantikan Radid untuk menyambut tamu yang datang.


"Selamat ya Rain, Summer. Akhirnya kalian menikah. Tapi yang beruntung itu, orang yang pertama kali dinikahi," ucap Yasmin.


"Yang beruntung itu, orang yang pertama kali mendapatkan cinta dan tubuh orang itu," sanggah Rain cepat. "Terima kasih sudah datang, silakan menikmati hidangannya."


"Selamat Rain, kamu tenang saja. Yasmin sudah setuju menikah denganku. Kami akan memulai hidup baru di tempat yang jauh. Kebetulan aku memiliki bisnis baru di sana," ucap Topan seraya bersalaman dengan Rain.


"Semoga kalian bahagia," ucap Rain tersenyum tipis pada teman sekolahnya itu.


Selepas kepergian Yasmin dan Topan, teman-teman Rain pun berdatangan untuk memberikan ucapan selamat. Mereka terlihat datang dengan pasangannya masing-masing.


Sementara Alka terlihat sedang dikelilingi oleh anak-anak seusianya. Mereka seperti penasaran dengan anak laki-laki yang katanya putra dari pengantin baru.


"Nama kamu Alka ya! Apa benar kamu putranya Om Rain?" tanya Arasha dengan menyelidik penampilan Alka.

__ADS_1


"Iya, nama aku Alka."


"Nama kamu mirip dengan nama saudara aku."


"Jadi kamu yang akan jadi teman belajar aku di mansion," tanya anak laki-laki yang bernama Arsakha.


"Aku tidak tahu."


"El, menurut kamu ganteng Bang Shaka apa Alka?" tanya Arasha lagi.


"Ganteng semua," jawab seorang gadis kecil yang bernama El Zatta.


"Kamu tidak bisa pilih?" tanya Arasha pagi.


"Kata Mami, anak laki-laki pasti ganteng kalau anak perempuan pasti cantik."


Mereka terus saja berdebat, sampai akhirnya Elgar menghampiri keponakannya. "Alka, sudah kenal dengan keponakan Om. Ini Shaka dan Asha. Loh ada El juga di sini. Mami papi kamu mana?" tanya Elgar.


"Sedang makan tapi El tadi lihat Asha, makanya El samperin."


"Om, apa dia yang akan jadi teman belajar aku?" tanya Shaka dengan menatap lekat Elgar.


"Iya, sih. Tapi Om belum bicara dengan orang tuanya. Om yakin kalau papanya akan mengijinkan Alka belajar di mansion bersama dengan kamu. Karena kalian memiliki hobi dan keahlian yang sama di bidang IT. Pasti kalau berdiskusi akan nyambung."


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2