Janda Sebelum Menikah

Janda Sebelum Menikah
Bab 28 Maafkan, Bunda!


__ADS_3

Wajah Alka terlihat berseri setelah dia tahu kalau Rain adalah papa kandungnya. Anak kecil yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata itu mengerti dengan situasi yang terjadi di sekitarnya. Meskipun tanpa penjelasan dari orang dewasa.


"Papa, nanti main ke rumah Aka ya! Ajarin Aka bikin istana dayi yego. Aka ingin buat istana yang bagus Bunda, Aka sama Papa." Alka terus saja berceloteh saat perjalanan pulang ke rumahnya. Karena memang Rain sengaja mengantar dua orang yang dicintainya itu.


"Papa sih mau saja, tapi apa boleh Papa main ke rumah Aka?" tanya Rain dengan melirik ke arah Summer yang duduk di sampingnya.


"Bunda, Papa boyeh main ya!" pinta Alka dengan menggoyangkan tangan Summer.


"Iya boleh, Sayang." Summer tersenyum seraya mengelus lembut putranya yang berada di pangkuannya.


"Makasih, Bunda. Aka saaayaaang sama Bunda," ucap Alka langsung memeluk Summer.


Melihat semua itu, tangan Rain pun terulur mengelus lembut rambut putranya. Meskipun hatinya terasa perih, tetapi dia memaksakan untuk tersenyum saat di depan Alka.


Tidak jauh berbeda dengan Rain, Summer pun merasakan hal yang sama. Dia merasa kasihan pada Alka. Tetapi dia pun tidak bisa jika harus kembali pada Rain.


Maafkan Bunda, Nak!! Bunda tidak bisa memberikan kamu keluarga yang utuh seperti yang kamu inginkan. Semoga saja Bang Billy bisa menjadi ayah yang baik untuk kamu, batin Summer.


Bukan hanya aku dan Summer yang terluka dengan kebodohan aku, tetapi Alka pun menjadi korbannya. Maafkan Papa, Nak! Papa terlambat mengetahui keberadaan kamu, batin Rain.


Kedua orang dewasa itu terus saja bergelut dengan pikirannya sendiri. Sementara Alka terus saja berceloteh, mengatakan apa yang dalam pikirannya. Summer dan Rain hanya sesekali menjawab setiap kali Alka bertanya pada mereka. Sampai tanpa terasa, mobil yang Rain bawa sudah sampai di depan rumah Radid.


"Sepertinya sedang ada tamu," ucap Rain saat melihat ada mobil yang terparkir di luar pagar rumah.


"Calon suamiku datang. Rain, aku minta maaf tidak bisa mengajak kamu masuk ke dalam rumah," ucap Summer dengan rasa bersalah.


"Tidak apa, aku mengerti." Rain tersenyum tipis menanggapi ucapan mantan kekasihnya.


"Ya udah, deh. Aka masuk duyu ya, Pah." Alka langsung memeluk Rain sebelum dia turun dari mobil.


"Nanti, Papa pasti main lagi dengan Alka. Baik-baik ya Nak sama Om Billy," pesan Alka dengan mengelus lembut punggung putranya.

__ADS_1


"Iya, Pah. Aka sayang sama Papa," ucap Alka setelah mengurai pelukannya.


Bocah kecil itu langsung mencium pipi Rain. Tentu saja Rain pun balas menciumi putranya. Setelah mereka puas saling menyalurkan rasa sayang, Alka pun turun dari mobil bersama dengan Summer. Namun, Rain segera menahan tangan Summer sebelum wanita cantik itu keluar dari mobil.


"Summer, terima kasih sudah menjaga Alka dengan baik."


"Sudah menjadi kewajiban aku untuk menjaga putraku. Terima kasih untuk kebahagiaan Alka hari ini. Kamu memang ayah yang baik," ucap Summer dengan tersenyum.


Setelah Summer dan Alka keluar dari mobilnya, Rain segera pergi dari rumha Radid, sedangkan Summer segera membawa Alka masuk ke dalam rumah. Benar saja, terlihat di sana Billy sedang berbincang dengan Radid di ruang tamu. Summer dan Alka pun langsung mencium punggung tangan kedua laki-laki itu.


"Kenapa tidak mengajak aku kalau mau jalan-jalan? tanya Billy dengan nada tidak suka.


"Soangnya Aka mau ...."


"Maaf, Bang. Tadi pagi Alka minta buru-buru berangkat, jadi lupa memberitahu Abang," potong Summer. "Alka masuk ke dalam dulu ya! Bang aku mandi dulu ya, gerah seharian di luar."


"Oh, ya sudah!" tukas Billy. Dia membiarkan ibu dan anak itu masuk ke dalam rumah.


Apa yang sudah Summer dan Alka lakukan? Apa mungkin mereka sudah bertemu dengan Rain? Tapi biarlah, bagaimana pun Rain harus tahu kalau dia memiliki seorang putra dari Summer, batin Radid


Dia pun kembali berbincang dengan Billy. Sampai akhirnya Summer datang bergabung dengan mereka. Radid pun undur diri dari sana dan memberi ruang untuk Billy berdua dengan sepupunya.


"Summer, apa Alka sudah tidur?" tanya Radid sebelum pergi ke dalam.


"Belum, Bang. Dia sedang bermain ponsel di kamar," jawab Summer.


"Oh, Abang ke dalam dulu ya!" pamit Radid.


"Iya, Bang!" sahut Billy.


Kini tinggallah Summer dan Billy berdua di ruang tamu. Laki-laki itu pun berpindah duduk mendekat ke arah Summer. Dia tersenyum melihat wajah cantik Summer yang terlihat segar setelah mandi.

__ADS_1


"Summer, lain kali kalau mau jalan-jalan ajak Abang ya! Abang pasti meluangkan waktu untuk kalian. Kamu tidak boleh sungkan sama Abang. Sebentar lagi kita menikah. Jadi sudah seharusnya kalau kita mulai saling terbuka," ucap Billy dengan merangkul pundak calon istrinya.


"Iya Bang. Aku minta maaf tidak bilang sama Abang. Aku pikir, Abang sedang ke luar kota. Karena biasanya Abang selalu sibuk meskipun hari libur," ucap Summer.


"Sekarang Abang sedang mengurangi dinas ke luar kota. Agar bisa banyak waktu dengan kamu," ucap Billy dengan mengelus-elus bahu Summer.


Billy semakin merapatkan tubuhnya pada mama muda itu. Sebagai wanita yang pernah melakukan hubungan yang intim dengan laki-laki, Summer bisa menangkap gelagat Billy, yang menginginkan sesuatu darinya.


Untung saja di saat yang tepat. Saat Billy semakin mendekatkan wajahnya pada Summer, Alka datang dengan ponsel di tangannya. Bocah laki-laki itu langsung memberikan ponsel yang dipegangnya pada Summer.


"Bunda, tadi ada tepon dayi teman Bunda," ucap Alka.


"Siapa?" tanya Summer seraya mengambil ponselnya.


"Aka gak tahu, tadi tuyisannya 'Juyi' gitu Bunda, coba Bunda yiat duyu."


Summer hanya mengikuti apa yang Alka katakan Benar saja, tadi Juliet melakukan panggilan padanya. "Oh, ini dari Bu Juliet, Alka. Teman Bunda di sekolah."


"Alka sudah malam, memangnya belum ngantuk?" tanya Billy dengan melihat ke arah calon anak sambungnya itu.


"Aka beyum ngantuk, Om. Kayau Om, beyum ngantuk juga kaya Aka?" Alka balik bertanya pada Billy yang sedang mengelus bahu Summer.


"Om masih kangen dengan Bunda Alka. Boleh, kan Om pinjam dulu bundanya? Sekarang Alka bobo dulu, nanti Om belikan mainan yang bagus kalau Alka bobo sekarang."


"Tapi Aka beyum ngantuk, Om. Aka mau main juga sama Bunda sama Om Biyyi di sini. Boyeh kan, Om?" pinta Alka dengan puppy eyes yang membuat Billy tidak tega menolak keinginan calon putra sambungnya itu.


"Iya, boleh!" ujar Billy dengan terpaksa.


...~Bersambung~...


...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, rate, vote, gift dan favorite....

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2